Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Termakan Omongan Sendiri..


__ADS_3

Sekarang kedua orangtua Kezia maupun Revano sudah memakai pakaian adat jawa. Kezia sekarang memakai kain jarik dan berbagai bunga melati yang menempel di kepalanya. Mereka akan memulai 7 bulanan tradisi jawa dengan tradisi yang namanya tingkepan. Acara tingkepan dimulai dari sungkeman. Sang calon ayah dan calon ibu harus melakukan sungkeman kepada orangtua masing-masing untuk meminta doa restu agar proses kehamilan dan kelahiran calon ibu berjalan dengan lancar dan selamat.


Tibalah acara selanjutnya yaitu proses siraman. Kezia duduk di kursi dan lalu diguyur dengan air yang berasal dari 7 sumber dan bunga 7 rupa oleh orang seperti suami, orang tua calon ibu, orang tua calon ayah dan sepupu lainnya. Setelah prosesi adat jawa siraman, lanjut ke acara selanjutnya yaitu prosesi menjatuhkan telur ayam mentah dari dalam kemben, tugas ini hanya bisa dilakukan oleh Revano karena sebagai calon ayah, tradisi jawa ini bertujuan agar sang bayi yang akan dilahirkan dapat dengan mudah proses persalinannya dan tanpa ada halangan satu apapun. Acara selanjutnya Revano harus memutuskan benang lawe atau janur yang tari dililitkan pada perut Kezia, hal ini merupakan sebagai simbol memutus ari-ari bayi yang nanti saat lahir.


Acara tradisi jawa yang selanjutnya brojolan. Dimana Kezia akan dipakaikan sarung dan yang masing-masing dipegang ujungnya oleh masing-masing calon Kakek di samping kiri ada Papa Kenzo dan di kanan ada Daddy Rey. Revano kemudian memasukkan satu kelapa gading muda dari atas dan akan diterima oleh Mama Sonya (calon Nenek dari pihak calon Ibu) hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah itu diikuti dengan kelapa gading muda kedua dan diterima oleh Mommy Risa (calon Nenek dari pihak calon Ayah). Mommy Risa menerima kelapa tersebut sambil membawanya dengan selendang dan kemudian menggendong kelapa tersebut seperti menggendong seorang bayi dan membawanya ke kamar seperti menidurkan seorang bayi.


Acara selanjutnya yaitu ganti busana atau yang biasa disebut acara pantes-pantes. Kezia berganti pakaian hingga sebanyak tujuh kali. Saat menggunakan pakaian ke enam para tamu undangan akan bilang 'belum pantas' dan disaat Kezia memakai pakaiannya yang ke tujuh dan para tamu undangan harus sudah menjawab 'sudah pantas'. Lalu kain-kain yang dipakaikan tadi setelah ganti dengan kain berikutnya akan diletakkan di bawah kaki Kezia. Sehingga lama-lama pakaian tersebut akan menumpuk melingkari Kezia. Setelah selesai dengan pakaian yang ke tujuh Revano membantu mendudukan Kezia di atas tumpukan pakaian kain tersebut sehingga Kezia sekarang seperti ayam yang sedang mengerami telurnya, tradisi jawa ini melambangkan bahwa sang Ibu akan menjaga calon bayi yang masih dalam kandungannya dengan penuh kasih sayang.


Revano menyuapi Kezia dengan tumpeng dan bubur merah putih, tradisi jaww ini memiliki arti yang sama artinya dengan kasih sayang seorang suami kepada istrinya yang sedang mengandung anaknya. Revano tersenyum saat menyuapi Kezia. Sekarang Kezia jadi tambah pengetahuannya tentang tradisi jawa yang sudah turun-temurun dilakukan oleh keluarga suaminya.


"Sayang akhirnya kita merasakan tradisi adat jawa kehamilanku."


"Iya sayang. Alhamdulillah akhirnya kita bisa merasakan acara tradisi adat jawa ini dengan lancar."


Waktu begitu cepat berlalu. Sekarang tibalah saatnya ke acara yang terakhir yaitu prosesi jualan cendol dan rujak oleh Revano dan Kezia. Revano yang membawa payung untuk memayungi istrinya saat sedang berjualan cendol. Revano yang menerima uang hasil dari jualannya tersebut dan dimasukkan ke dalam wadah sedangkan Kezia yang akan melayani para pembeli yang membayar dengan uang pecahan zaman dahulu. Setelah itu Kezia juga harus membuat rujaknya sendiri. Rujak yang harus dibuatnya adalah rujak serut. Kezia harus yang membuatnya sendiri dan dengan didampingi oleh Revano. Rujak serut yang dibuat dari 7 macam aneka buah dan Kezia harus meracik sendiri bumbu rujaknya itu sendiri tidak dengan bantuan suaminya. Apabila bumbu rujaknya enak berarti anaknya akan lahir perempuan sedangkan jika bumbu rujaknya rasanya kurang enak berarti anaknya yang akan lahir adalah laki-laki.


Rujak serut buatan Kezia rasanya enak dan memang benar Kezia dan Revano sudah tahu jenis kelamin bayi anaknya karena mereka sudah melakukan USG. Sementara para tamu undangan sedang akan antri membeli rujak serutnya dengan uang pecahan zaman dahulu yang terbuat dari tanah liat. Prosesi ini bermaksud agar sang anak yang akan dilahirkan nanti akan mendapat rezeki yang berlimpah. Prosesi tujuh bulanan tradisi jawa lumayan cukup lama. Acara berlangsung lancar dan tanpa halangan satu apapun. Revano dan Kezia mengucapkan banyak terima kasih kepada para saudara, teman dan sahabat beserta para tamu undangan lainnya yang telah datang di acara tujuh bulanan kehamilan Kezia. Revano bahagia bisa merasakan tradisi ini.


Reno juga kemarin juga melaksanakan tradisi ini bersama dengan Sandra. Sekarang acaranya sudah selesai. Reno melihat gelagat aneh dari istrinya.


"Honey? Ada apa denganmu?"


"Tidak apa-apa hubby."


"Jangan membohongiku..."


"Perutku sakit. Sepertinya aku mengalami kontraksi palsu lagi."

__ADS_1


Reno biasanya bisa meredakan rasa sakit perut istrinya. Perlahan Reno mengusap perut Sandra. Sekarang Sandra sudah bisa merasa lebih enakan.


"Bagaimana sekarang honey?"


"Sudah lebih enakan hubby."


"Sebaiknya kita ke kamar saja."


Sandra mengangguk. Reno lalu menggendong istrinya.


Tadi Keano juga sempat melihat Aulia, anak dari Pak Ustadz yang akan dijodohkan dengannya. Tapi Keano tidak tertarik dengannya. Keano sudah bahagia karena sebentar lagi akan menikah dengan Elena. Sekarang sudah selesai sandiwara mereka. Keano mengajak Elena untuk menemui Kakaknya.


"Semoga lahirannya lancar ya Kezia," ucap Elena.


"Aamiin, makasih calon adik ipar," ucap Kezia tersenyum.


"Iya kami beda 3 tahun," jawab Revano.


"Sepertinya kamu juga begitu," ucap Kezia.


"Iya kami beda 2 tahun," jawab Elena.


"Hahaha, kamu termakan omongan kamu sendiri Keano."


"Memangnya apa?" tanya Elena penasaran.


"Adikku ini dulu meledek suamiku suka sama wanita yang lebih tua. Sekarang ia juga merasakan hal yang sama," ucap Kezia terkekeh.

__ADS_1


Keano hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Kakaknya.


"Kakak ini, hal itu saja Kakak bicarakan," ucap Keano yang kini tengah merasa malu.


"Memang itu kenyataannya kan? Apa kamu malu kalau Elena tahu?"


"Tidak," jawabnya singkat.


"Elena, kamu harus sabar ya jika punya suami seperti Keano. Adikku ini orangnya sangat menyebalkan. Aku sebagai Kakaknya mengingatkan kamu harus ekstra sabar jika menikah dengannya."


"Kakak......." Keano menatap tajam Kezia.


"Aku hanya bicara fakta saja adikku. Jangan marah, calon pengantin tidak boleh marah."


"Sayang, kamu jangan berbicara seperti itu."


"Iya sayang," ucap Kezia tersenyum.


"Kalau sama Revano saja Kakak bisa lembut begini sangat beda sekali kalau denganku."


"Ya karena kamu itu menyebalkan."


"Tapi dulu Kakak juga seperti Tom and Jerry saat bertemu dengan Revano."


Keano masih teringat saat Revano dan juga Kezia jika bertemu saling uring-uringan. Bahkan mereka juga sering bertengkar semenjak menikah. Namun ketika Kezia hamil sikap Kezia berubah 180°.


"Itu dulu Keano. Sekarang tidak, karena Kakak sudah mencintai Revano. Sekarang kita saling mencintai dan kita juga sebentar lagi akan punya anak," ucap Kezia sambil mengusap perutnya yang sudah mulai membesar. Setiap kali Kezia mengusap perutnya, putrinya selalu meresponnya dengan tendangannya.

__ADS_1


__ADS_2