Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Aku Sangat Merindukanmu


__ADS_3

Mereka bertiga sudah duduk di ruang makan. Kezia matanya berbinar-binar saat melihat makanan yang ingin dimakan dari tadi sudah ada di hadapannya.


"Wah kelihatannya enak sekali Mama..."


"Iya sayang, kamu makan yang banyak ya nak. Biar cucu Mama gak ileran."


"Emang kalau ngidamnya gak dituruti bisa ileran Mama?" Tanya Keano.


"Iya nak."


"Alhamdulillah Mama ngidamku selalu keturutan. Mudah-mudahan saja anakku gak ileran."


"Iya nak. Kamu mau apa saja harus bilang Mama ya nak?"


"Iya Mama. Nanti kalau Kezia ingin sesuatu pasti akan bilang sama Mama."


Kezia lalu teringat sesuatu, dirinya pernah ngidam ingin dimasakin sop iga buatan Revano dan ditemani Revano makannya tapi akhirnya Kezia makan di restoran milik mertuanya. Rasanya memang persis tapi rasanya beda kalau suaminya sendiri yang buatin makanannya.


"Aku akan bilang sama Mama kalau sudah selesai makan sajalah." Batin Kezia.


Kezia melanjutkan makannya dengan lahap. Sonya tersenyum bisa membuatkan ayam bakar untuk anaknya yang sedang ngidam. Tak lama kemudian mereka akhirnya selesai makan ayam bakarnya.


"Mama........"


"Iya nak......."


"Mama, ngidamku ada yang tidak keturutan waktu itu." Berkata dengan hati-hati agar Mamanya tidak marah.


"Apa itu nak? Kenapa tidak bilang sama Mama? Pasti Mama akan berusaha untuk menuruti kemauan kamu."


"Kezia saat itu ngidam ingin makan masakannya Revano Mama. Kezia ingin makan sop iga buatan Revano dan Revano sendiri yang harus nemenin Kezia makan. Tapi berhubung Revano tidak ada di Indonesia maka saat itu Kezia jadi makan di restoran milik Daddy Rey sambil melihat foto Revano seolah-olah biar seperti ditemani dirinya makan."


"Kasihan Kak Kezia. Ngidam ingin makan masakannya suaminya tapi tidak keturutan." Batin Keano.


"Mama berharap Revano segera kembali nak. Biar kamu bisa dimasakin sop iga agar anak kamu nggak ileran."


"Aamiin Mama, aku juga berharap Revano segera kembali. Tapi sepertinya suamiku tidak akan kembali Mama. Aku kirim pesan lewat instagramnya saja cuma dibaca. Revano tidak mau memberitahu keberadaannya," ucap Kezia sambil menunduk dan mengelus perutnya yang semakin bertambahnya bulan semakin membesar.


"Sepertinya aku akan membesarkan anakku sendiri Mama dan tanpa seorang Papanya. Ini bahkan Keano saja sudah mulai liburan semesternya, tapi Revano tidak pulang juga sampai sekarang," ucapnya kembali.


Sonya lalu mendekati putrinya dan memeluknya.


"Sabar ya nak. Mama yakin Revano akan pulang sebelum kamu lahiran nanti nak."


"Mama, sepertinya Revano masih marah kepadaku. Ini juga salahku Mama, aku sudah keterlaluan sama Revano selama ini. Sepertinya pernikahanku hanya sampai disini saja."

__ADS_1


"Sayang, jangan bicara seperti itu. Mama yakin Revano masih mencintaimu nak." Sonya lalu melepaskan pelukannya.


"Mama, jika Revano masih mencintaiku pasti ia akan balas pesan instagram aku Mama. Tapi Revano bahkan tidak membalasnya dan hanya dibaca saja. Ma, soal gugatan perceraian dari Revano itu aku harus gimana? Apa aku harus menandatangani sekarang juga?"


"Sayang kamu jangan bicara seperti itu lagi nak. Revano tidak mungkin akan meninggalkan kamu disaat kamu sedang hamil seperti ini. Revano pasti tidak akan mau berpisah darimu karena sebentar lagi kalian akan punya anak."


"Tapi Mama, ini Keano saja sudah mulai liburan semester. Kok Revano tidak pulang juga sampai sekarang. Bukankah itu pertanda bahwa Revano tidak ingin pulang dan masih tetap ingin berpisah denganku Ma? Revano sepertinya tidak peduli denganku lagi. Kezia sudah sering memposting foto kehamilan tapi Revano tidak pernah memberikan komentar ataupun like."


"Mungkin liburan semester di sana berbeda dengan liburan semester di Indonesia nak. Kamu jangan kebanyakan pikiran ya nak. Ingat kamu sedang hamil dan ibu hamil tidak boleh banyak pikiran. Kasihan anak kamu nak kalau kenapa-kenapa."


"Iya Mama, Kezia paham."


"Oh iya kamu sudah cek kandungan kamu belum nak?"


"Belum Mama dan baru hari ini ingin cek kandungan."


"Wah, aku ikut ya Kak? Aku juga ingin melihat keponakan aku."


"Iya boleh Keano, jadi kamu bisa belajar jika mempunyai istri yang sedang hamil."


"Kakak jangan meledekku!"


"Adikku kapan kamu akan menikah? Kita hanya beda satu tahun saja loh. Masa kamu tidak ingin menikah?"


"Nanti kalau aku sudah sukses Kak. Lagian aku juga belum punya calonnya."


"Tidak-tidak, aku tidak suka dengan wanita yang lebih tua usianya dariku. Jangan samakan aku seperti Revano ya Kak."


"Kamu dasar adik kurang ajar! Kakak doain kamu bucin sama wanita yang usianya lebih tua dari kamu." Kezia mendekati adiknya dan ingin menjewer kupingnya. Tapi akhirnya Keano menghindar dan akhirnya mereka kejar-kejaran.


"Stop... Kalian jangan bertengkar nak. Kezia ingat nak kamu sedang hamil. Jangan berlari-larian seperti itu."


"Habis Keano ngeselin Mama."


"Keano kamu juga jangan seperti itu. Kakak kamu sedang hamil, kamu tahu sendiri kan kalau mood ibu hamil sering berubah-ubah. Jadi jangan memancing emosinya."


"Iya Mama maaf." Jawab Keano.


Kezia lalu duduk di sofa. Kezia lalu mulai merasakan pergerakan anaknya dalam perutnya.


"Alhamdulillah Mama, anakku sudah mulai bergerak-gerak lagi di dalam perutku." Kezia tersenyum sambil mengusap perutnya pelan.


Sonya lalu mendekati anaknya.


"Iya Mama bahagia nak, cucu Mama tumbuh dengan sehat," ucap Sonya lalu memegang perut Kezia.

__ADS_1


Sonya juga merasakan tendangan cucunya dari dalam perut Kezia. Sonya bahagia cucunya sebentar lagi akan lahir. Sekitar 4 bulanan lagi Kezia akan melahirkan anaknya. Sonya berharap Revano cepat pulang dan menemani Kezia disaat-saat seperti ini.


"Tuh nak. Anak kamu menyapa Mama dengan tendangan kecilnya."


"Iya Mama. Aku juga merasakannya. Mama aku bahagia akan menjadi seorang ibu. Ternyata sebahagia ini Mama saat aku bisa merasakan tendangan anakku dalam perutku."


Sonya dan Kezia lalu saling tersenyum.


"Revano pasti bahagia jika saat pulang nanti anaknya sudah mulai bergerak di dalam perut Kak Kezia." Batin Keano.


"Oh iya kita berangkat sekarang saja yuk. Mumpung masih jam 8 pagi. Pasti antriannya tidak banyak."


"Iya ayo. Kakak juga tidak sabar untuk melihat jenis kelamin anak Kakak. Kira-kira jenis kelaminnya apa ya?" ucapnya sambil tersenyum.


"Mudah-mudahan saja anak Kakak perempuan biar manjanya seperti Revano dan cerewetnya seperti Kak Kezia."


Kezia lalu menatap tajam ke arah Keano.


"Sabar Kak, ibu hamil tidak boleh marah-marah."


"Ayo kita berangkat sekarang," ucap Sonya.


Mereka lalu akan pergi ke rumah sakit. Sekarang mereka sudah masuk ke dalam mobilnya. Kezia duduk di depan disamping Keano. Setelah itu Keano melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit. Keano sudah tidak sabar ingin tahu jenis kelamin keponakannya. Mudah-mudahan saja tebakannya benar. Keano ingin punya keponakan perempuan. Pasti akan sangat lucu dan menggemaskan jika wajahnya perpaduan antara wajah Kezia dan Revano.


Di Korea Revano sudah mengurus kuliahnya untuk pindah kuliah lagi ke Indonesia. Revano akan pindah ke kampusnya lagi di Indonesia. Revano sedang ada sibuk dengan pemotretannya. Sekarang sedang istirahat makan. Nanti setelah ini ada lagi jadwal pemotretannya.


"Bulan depan aku akan kembali lagi ke Indonesia. Tunggulah Papa sebentar lagi akan datang nak."


Revano ingin mengelus perut Kezia. Selama ini dirinya hanya bisa melihat perut istrinya dari postingan instagramnya. Revano ingin menyapa anaknya yang masih dalam kandungan istrinya Revano lalu menyantap kembali makanannya dengan lahap. Revano lalu teringat dengan postingan Kezia yang saat pagi-pagi ngidam sop iga. Revano ingin sekali menemani istrinya yang sedang ngidam. Revano juga ingin menemani istrinya untuk cek kandungannya. Revano ingin melihat langsung USG anaknya. Karena selama ini Revano hanya bisa melihat hasil USG dalam foto saja di postingan Kezia.


"Sayang, aku sangat merindukanmu. Tunggulah kedatanganku, aku akan kembali ke Indonesia secepatnya setelah urusanku selesai di Korea."


"Aku masih mencintaimu Kezia Leonardo," ucapnya kembali.


Revano ingin segera pulang ke Indonesia. Revano sudah sangat rindu dengan Kezia. Sudah hampir setengah tahun lamanya mereka tidak bertemu dan Revano mendapatkan kenyataan bahwa istrinya sedang hamil anaknya. Betapa bahagianya Revano akan menjadi seorang ayah. Revano beberapa bulan mengalami morning sickness. Revano bahagia bisa meringankan beban yang seharusnya istrinya rasakan. Revano tidak sabar ingin bertemu dengan Kezia. Revano akan menemani istrinya yang sedang hamil sambil menantikan kelahiran sang buah hatinya beberapa bulan lagi.


Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and biar author tambah semangat 🆙


tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂


Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❤️



Jangan lupa mampir ke karya baru author 😍

__ADS_1



__ADS_2