
Semenjak Rey mengantar pulang Luna, kejadian sekitar 1 bulan yang lalu itu. Papi Aldi pun mengancam Luna lagi agar tidak menggangu hubungan Rey dan Risa. Semenjak itu juga Luna tidak datang lagi dalam kehidupan Rey dan Risa. Papi Aldi pun tenang karena Luna tidak muncul lagi dalam kehidupan rumah tangga anaknya. Namun ia tetap waspada akan kedatangan Luna dan Alvin saat acara resepsi pernikahan Rey dan Risa. Karena Keluarga Wijaya tidak mengundang Keluarga Hernandez, dengan alasan Papi Aldi tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi saat acara berlangsung.
Pernikahan agama yang dilakukan beberapa bulan yang lalu membuat hubungan Rey dan Risa semakin dekat. Rey sudah mencintai Risa dan begitu juga sekarang Risa baru mengakuinya mencintai Rey. Sekarang Rey sudah lulus dan mendapatkan ijazahnya. Besok pagi Rey dan Risa akan melangsungkan pernikahannya secara sah dimata hukum dan sekaligus menggelar resepsi pernikahannya di ballroom hotel milik keluarganya.
Terlihat raut wajah bahagia di wajah kedua mempelai. Rey yang melihat Risa dengan kebaya putih itu pun takjub akan kecantikannya. Sedangkan Risa juga sangat terpesona melihat Rey dengan baju pengantin yang senada dengan warna kebaya yang Risa pakai. Risa dan Rey pun sudah duduk berdampingan. Semua tamu undangan pun sudah datang, Papi Aldi sengaja tidak mengundang Keluarga Hernandez. Ia tidak ingin acara pernikahan dan resepsi anaknya gagal. Pak penghulu juga sudah datang.
Rey pun tetap membacakan mahar Surat Ar-Rahman 78 ayat tersebut saat akad nikah akan segera dilakukan. Meskipun Risa yang meminta mahar itu saat ia menikah dengan Rey secara agama. Tapi Rey juga melakukannya saat menikah secara resmi dimata hukum. Rey pun sudah membacakan maharnya.
"Bagaimana apakah bisa dimulai sekarang?" ucap penghulu.
"Bisa pak," ucap Kevin.
"Bismillahirrahmanirrahim Ananda Reynaldi Wijaya bin Aldi Wijaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Risa Alexander binti Kevino Putra Alexander dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan 112 gram emas logam mulia tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Risa Alexander binti Kevino Putra Alexander dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi sah?" ucap penghulu.
"Sahhhhhhh....." terdengar suara para tamu undangan serempak.
Lalu mereka pun berdoa.
"Alhamdulillah Ananda Reynaldi dan Ananda Risa sekarang telah resmi menjadi sepasang suami istri" ucap penghulu.
Risa pun lalu mencium punggung tangan suaminya dan Rey pun langsung mencium kening Risa lama dan memanjatkan doa untuknya. Lalu mereka menandatangani buku nikah. Rey merasa lega sesaat karena keinginannya setelah lulus langsung menikahi Risa pun sudah terwujud.
Acara akad nikah dan resepsi dilakukan di Ballroom Hotel milik Keluarga Wijaya. Setelah akad nikah selesai kedua mempelai pun sudah berganti baju untuk resepsi pernikahannya.
Risa dengan gaun yang panjang nan indah sedangkan Rey menggunakan jas berwarna hitam. Para tamu undangan pun kagum melihat kedua mempelai. Para tamu undangan pun menikmati hidangan yang telah disediakan.
Acara resepsi pun berjalan dengan lancar. Papi Aldi bahagia Luna dan Alvin tidak datang untuk menggagalkan acara resepsi pernikahan anaknya. Alvin pun sedang pergi ke luar kota untuk meninjau bisnisnya yang bekerja sama dengan Aldi dan beberapa rekan bisnis kerjanya. Sedangkan Luna ia sedang sibuk dengan kegiatan pemotretannya. Sedangkan Evan memilih untuk tidak datang ke acara resepsinya Risa dan Rey. Ia pun hanya meneguk alkohol di apartment nya. Menghilangkan rasa kecewanya karena perempuan satu-satunya yang ia cintai kini telah bersanding dengan pria lain.
"Selamat menempuh hidup baru," ucap Karin kepada Rey dan Risa.
"Terima kasih," ucap Rey.
"Sayang kamu harus segera buatkan ponakan yang lucu buat aku ya.. ya...," ucap Karina dengan manja sambil mengelus perut Risa.
Risa pun lalu melepaskan tangan Karin dari perutnya.
"Eh apa-apa sih kamu Karin, kamu masih kecil belajar dulu kamu yang benar dan jangan minta yang aneh-aneh deh!" ucap Risa kepada sepupunya.
"Eh bro akhirnya nikah juga, selamat ya bro! Jangan lupa kado dari gue nanti dibuka dan dipakai ya!" ucap Rendy dengan senyum.
"Makasih Ren udah datang," ucapnya dengan senyuman manis sambil berjabat tangan.
"Wow so beautiful," ucap Rendy terpukau saat melihat Risa.
Rey pun menatap tajam ke arah Rendy, begitu pula dengan pacarnya yang ada disebelahnya. Sontak pacarnya mencubit lengan Rendy dan menariknya menjauh. Dion pun hanya terkekeh melihat tingkah Rendy dan pacarnya.
"Selamat ya bro! Eh minta bunganya dikit ya bro biar gue cepat dapat jodoh, konon kalau minta bunga dari yang dipakai pengantinnya bisa dapat jodoh" ucap Dion sambil mengambil 1 bunga dari Rey.
"Makasih ion. Tapi masa iya sih bisa begitu?" ucapnya masih tidak percaya.
__ADS_1
Dion pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Selamat menempuh hidup baru Rey dan Risa," ucap Sonya sambil menyalami kedua mempelai.
"Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Cepat dikaruniai momongan yang lucu-lucu," ucapnya kembali sambil tersenyum dan mengelus perut Risa pelan.
Rey yang mendengar Sonya mendoakannya pun terus mengaminkan agar doanya terkabul.
"Amiin, terima kasih ya Sonya," ucap Risa lalu mereka saling berpelukan.
"Sama-sama, jangan lupa kado dariku nanti dibuka dan dipakai ya Sa, itu juga baik nantinya buat masa depan kamu," ucap Sonya sambil tersenyum.
"Biar Rey gak diambil pelakor," ucapnya kembali berbisik ditelinga Risa.
Risa pun berfikir tentang kado yang dimaksud Sonya. Seketika kata-kata masa depan terngiang-ngiang dipikirannya. Risa pun penasaran kado apa yang diberikan oleh Sonya. Risa pun mengangguk tanda mengerti ucapan Sonya.
"Happy Wedding Rey dan Risa" ucap Kenzo lalu menyalami Rey dan Risa.
"Terima Kasih, Wah kalian jangan-jangan udah jadian nih," ucap Risa yang melihat Sonya menggandeng Kenzo.
Sonya pun tersipu malu sambil mengangguk pelan. Rey yang mendengar itu pun lalu menepuk pundak Kenzo.
"Selamat ya bro! Apa gue bilang dan sekarang beneran jadian kan hehehe," ucapnya sambil terkekeh.
"Makasih bro sarannya! Kapan-kapan double date yuk," ucap Kenzo.
"Siap, nanti atur aja waktunya," ucap Rey tersenyum.
Lova pun datang dengan pacarnya Dean.
"Makasih ya sudah datang," ucap Risa dan Rey bersamaan.
"Semoga lekas diberi momongan ya," ucap Dean sambil mengkode Rey dengan menepuk pundaknya.
"Eh, makasih bro!" Rey pun kaget saat Dean menepuk pundaknya dan Rey langsung mengerti maksud Dean lalu tersenyum.
Risa pun lalu memeluk sahabatnya itu.
"Wah makin lengket aja kamu Va hehehe," ucap Risa sambil melepaskan pelukannya dan menggoda Lova.
"Ah kamu bisa aja Sa," ucapnya sambil tersenyum.
Mereka pun lalu berfoto bersama. Dan tibalah saatnya untuk Rey dan Risa melemparkan bunga. Ketika suara sang MC pun terdengar lalu Risa dan Rey membelakangi tamu undangan dan melemparnya sebuket bunga yang tadi ia genggam. Yang mendapatkan buket bunga tersebut adalah Sonya. Ia pun terkejut dapat menangkap buket bunga yang tadi mengarah ke dirinya.
"Wah Sonya kamu bakal married nih," ucap Lova menggoda Sonya.
Sonya pun langsung melirik ke arah Kenzo. Kenzo pun tersenyum kepadanya.
Setelah itu tak sengaja Dion menabrak seorang wanita saat membawa minumannya.
"Kalau jalan pakai mata dong!" ucap wanita itu ketus, sambil mengibaskan dress-nya yang terkena minuman.
"Maaf... Saya tidak sengaja. Biarkan saya bantu Nona," ucapnya sambil mengambil sapu tangan dalam sakunya lalu mengelap bekas minuman yang ada di dress wanita tersebut.
__ADS_1
"Udah gak usah pegang-pegang, aku mau ke toilet!" ucapnya lalu meninggalkan Dion.
Dion pun berhenti sejenak. "Cantik, Apa dia mungkin jodohku ya?" gumamnya dalam hati.
"Nona tunggu..." ucap Dion sambil berteriak dan mengejar wanita tersebut.
Wanita itu pun sudah masuk ke toilet cewek. Ia membersihkan bekas minuman Dion yang tumpah mengenai dress-nya.
"Akhirnya hilang juga, ya meskipun dress ku sedikit basah."
Lalu wanita tersebut keluar dari toilet dan ia pun kaget saat melihat Dion yang menunggunya.
"Kenapa lagi," ucap wanita itu.
"Aku yakin kamu tak akan kembali ke pesta dengan pakaian kamu yang lumayan sedikit basah," ucap Dion.
"Iya, memang aku mau pulang. Minggir!" ucapnya lalu meninggalkan Dion.
"Nona tunggu, biarkan saya mengantar Nona pulang sebagai permintaan maaf saya," ucapnya kembali sambil menyatukan kedua tangannya 🙏.
"Baiklah," ucap wanita tersebut.
Dion pun lalu pergi meninggalkan ballroom hotel tersebut dan langsung menancap gas mobilnya, mengantarkan wanita itu pulang ke rumahnya.
Acara resepsi pun selesai sampai jam 21:25 wib. Risa pun merasa pegal dikakinya karena dari tadi ia menyalami tamu undangan kurang lebih 2000 orang.
"Yang kamu pasti capek banget ya pakai high heels berjam-jam," ucapnya khawatir.
"Iya, kayaknya kaki aku lecet deh! Say tuh lihat saja bener kan kakiku lecet," ucapnya sambil melihat kakinya yang lecet.
"Iya yang, ya sudah nanti aku gendong saja."
"Ga usah say, aku masih bisa jalan kok."
Dilihatnya Papi sama Maminya masih berbincang dengan teman lamanya.
"Ma, Pa kita ke kamar dulu ya," ucap Rey kepada Mama Angel dan Papa Kevin.
"Iya nak," ucap Papa Kevin.
Rey pun langsung menggendong Risa ala Bridal Style.
"Say jangan gendong, aku malu itu dilihatin tamu teman papi, lagian aku masih bisa jalan," ucapnya.
"Menantu kita kayaknya udah gak sabaran banget ya Ma," ucapnya sambil terkekeh.
"Ah iya Pa, padahal masih ada kita loh disini dan beberapa tamu dari besan kita," ucap Mama Angel.
Rey pun tak menggubris perkataan Risa lalu berjalan secepat mungkin menuju lift. Mami Ana dan Papi Aldi yang melihat Rey menggendong Risa pun langsung tersenyum.
"Wah anak jeng sepertinya udah gak sabaran tuh," ucap istri teman koleganya.
Mereka pun lalu tertawa bersama.
__ADS_1
"Padahal belum aku kasih obatnya. Tetapi anakku sendiri yang sudah tidak sabaran. Tapi nanti aku tetap akan menjalankan misi ku," batin Mami Ana tersenyum senang terlihat di wajahnya.