
Sore hari Reno sudah sampai di rumah. Reno segera ingin bertemu dengan Mommy Risa. Sekarang Risa sedang berada di taman belakang menikmati pemandangan dan sambil menikmati secangkir teh. Reno langsung ke taman belakang sedangkan Sandra mau menidurkan Rendra ke kamarnya dan nanti mau menyusul Reno menemui Risa. Reno melihat Risa sedang duduk di gazebo taman belakang sambil menikmati teh hangat.
"Assalamualaikum Mommy..." Reno lalu mengecup tangan Risa.
"Wa'alaikum Salam nak..."
"Daddy ada dimana?"
"Daddy kamu sedang di ruang pribadinya. Biasa masalah kantor kan Daddy harus di cek juga sayang."
Reno mengerti dan mengangguk.
"Mommy, Reno bahagia akan punya adik. Tapi gimana nanti dengan Mommy? Kan Mommy ikut arisan, Reno hanya takut jika Mommy menjadi bahan ejekan teman-teman Mommy."
"Nah, itulah yang Mommy sedang pikiran nak. Apa Mommy keluar saja ya dari grup arisan? Tapi sudah terlalu nyaman dengan orang-orangnya."
"Sepertinya harus keluar Mommy karena ini demi kebaikan Mommy juga."
"Iya nak."
"Atau begini saya. Mommy fokus saja dulu dengan kehamilan Mommy. Untuk masalah arisan kan nanti bisa gabung lagi."
"Kamu benar nak. Nanti Mommy bisa gabung lagi arisannya. Makasih ya nak atas sarannya."
Reno tersenyum karena Mommy mau menerima sarannya.
"Sama-sama Mommy. Reno hanya ingin yang terbaik saja untuk Mommy."
Tak lama kemudian Sandra datang.
"Assalamualaikum Mommy..." Sandra lalu mengecup punggung tangan Risa.
"Wa'alaikum Salam nak..."
"Bagaimana apa Mommy sudah lebih enakan?" tanya Sandra. Karena biasanya ibu hamil sering mengalami mual dan muntah setiap saat.
"Mommy sudah enakan dan hanya mual dipagi hari saja nak. Sepertinya adik ipar kamu ini tidak merepotkan," ucap Risa sambil memegang perutnya.
Sandra tersenyum tipis. Adik iparnya itu nanti umurnya akan lebih muda dari anaknya.
"Alhamdulillah kalau begitu. Oh iya Mommy ingin makan apa? Biar Sandra buatkan."
Risa seketika ingin makan spaghetti bolognese.
"Mommy ingin spaghetti nak."
"Baiklah, Sandra buatkan untuk Mommy."
__ADS_1
"Nak, beli online saja. Mommy kasihan karena kamu baru saja pulang."
"Tidak apa-apa Mommy. Kan tadi naik pesawat jadi tidak capek. Justru Sandra bahagia kalau saat Mommy sedang ngidam dan Sandra yang buatin," ucap Sandra tersenyum.
"Makasih ya nak. Kamu memang anak yang baik. Pantas saja Reno sampai bucin sama kamu," ucap Risa diakhiri dengan gelak tawanya.
"Hehe, Mommy bisa saja. Kalau begitu tunggu sebentar ya Mommy."
Risa mengangguk pelan dan tersenyum. Sandra lalu bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan spaghetti untuk mertuanya yang sedang ngidam. Reno bahagia istrinya berhubungan baik dengan ibunya.
"Alhamdulillah kedua menantuku sangat perhatian sama aku. Tadi Kezia membuatkan aku jus apel dan sekarang Sandra membuatkan aku spaghetti."
"Itu karena Mommy juga baik sama mereka. Karena biasanya kan mertua perempuan itu terkenal galak seperti disinetron-sinetron," ucap Reno terkekeh.
"Haha bisa saja kamu nak. Mommy tidak galak kok. Hanya saja sedikit tegas dan bawel," ucap Risa terkekeh.
Mereka lalu tertawa bersama. Sandra membawa tiga piring berisi spaghetti.
"Ayo kita makan bersama," ucap Sandra sambil meletakkan nampan yang berisi 3 piring spaghetti.
"Wah, aku tidak menyangka kalau kamu membuatkan aku juga honey."
"Aku membuat tiga porsi agar kita bisa memakannya bersama-sama."
"Sepertinya enak sekali nak," ucap Risa yang melihat spaghetti yang terlihat menggoda lidah tersebut.
"Iya nak."
Mereka lalu menikmati spaghetti bersama-sama dan tiba-tiba Rey muncul.
"Wah, lagi pada makan bersama di taman belakang rupanya," ucap Rey tersenyum.
"Daddy," ucap mereka bersamaan.
"Sayang, duduk sini," ucap Risa.
Rey lalu duduk disamping istrinya. Risa lalu menyuapi Rey spaghetti. Seperti dulu saat Risa hamil Rey selalu makan apa yang Risa makan.
"Sayang sudah aku satu suap saja. Semuanya ini untukmu agar kamu tidak kekurangan," ucap Rey.
"Tadi Sandra membuatkan untuk aku porsi yang paling banyak. Lihatlah piring mereka hanya berisi sedikit."
Rey lalu melihat piring Reno dan Sandra yang memang hanya berisi sedikit.
"Kamu harus menghabiskan spaghetti ini bersama aku."
"Iya sayang," jawab Rey pasrah.
__ADS_1
Setelah tiga sendok Risa menyuapi Rey lalu sekarang saatnya gantian Rey yang akan menyuapi Risa makan.
"Sayang gantian aku yang akan menyuapi kamu makan."
Risa lalu mengangguk dan Rey mulai menyuapi Risa makan. Sandra dan Reno saling melempar senyuman melihat Rey dan Risa makan sepiring berdua dan saling suap-suapan.
"Daddy and Mommy so sweet banget sih," ucap Sandra.
"Hehe, kalian juga nanti seperti itu nak."
"Tapi untuk hamil lagi aku tidak mau," ucap Sandra dengan cepat.
"Punya anak lagi atau tidak biar Allah yang mengatur honey. Buktinya saja aku sudah punya anak dan Allah baru memberikan adik untukku," ucap Reno terkekeh.
"Tapi kan kita sudah sepakat bahwa akan punya anak satu saja."
"Jangan satu saja nak. Minimal dua anak," saran Rey.
"Iya nanti akan dipikirkan lagi Daddy," ucap Reno.
Sedangkan Sandra memilih untuk diam saja dan tidak berani untuk berbicara.
"Kita lanjutkan saja makannya keburu dingin," ucap Risa.
Mereka lalu menikmati spaghetti bersama-sama. Setelah habis makan akhirnya Risa lega.
"Nak, spaghetti buatan kamu emang lezat," ucap Risa memberi jempol kepada menantunya.
"Makasih Mommy."
"Iya, makanya aku pintar kan Mommy cari istri?"
"Iya kamu pintar cari istri nak," ucap Risa terkekeh.
Mereka lalu menghabiskan waktu sore hari dengan obrolan yang membuat mereka sesekali tertawa. Kezia dan Revano menghabiskan sore hari dengan bercanda dengan putrinya di kamar. Baby Reva terdengar menangis saat ini.
"Cup, cup, cup... Nak sama Mama dulu ya sayang," ucap Kezia sambil menimang-nimang anaknya. Namun Baby Reva masih saja terus menangis.
"Reva, kamu seharusnya lebih dekat dengan Mama nak. Karena Mama yang melahirkan kamu," ucap Kezia dan itu menambah Baby Reva menangis semakin kencang.
"Papa kamu lagi mandi nak. Sama Mama dulu ya sayang."
Kezia lalu memberikan asi untuk anaknya dan Baby Reva tidak mau minum asi.
"Anak Mama tidak boleh menangis. Kamu wajahnya lebih mirip sama Mama dan seharusnya kamu lebih dekat sama Mama daripada Papa nak."
Baby Reva masih saja terus menangis dan tubuhnya menggeliat ingin diturunkan dari gendongan. Kezia menggerutu suaminya terlalu lama di kamar mandi padahal anaknya ingin digendong oleh Papanya. Tadi Kezia sudah mengganti popok anaknya dan sudah memberikannya asi namun Baby Reva seketika menangis saat Kezia mau memberikannya asi lagi tapi Baby Reva tidak mau dan jika sudah seperti ini hanya Revano lah satu-satunya yang bisa membuat Baby Reva tidak menangis lagi. Tak lama kemudian Revano keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan handuk sepinggang.
__ADS_1