Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 39 - Dinner Romantis


__ADS_3

Malam pun telah tiba. Risa selalu sholat magrib berjamaah bersama Rey dan dengan kedua orang tua Rey. Tapi sudah 7 kali ini Risa tidak ikut sholat berjamaah. Mami Ana pun mengerti kalau Risa sedang berhalangan. Lalu ia seketika teringat dengan pesan Yudha sang dokter muda itu.


Setelah mereka sholat isya berjamaah. Risa pun sudah berdandan dengan cantik di meja riasnya. Saat selesai menggunakan blush on tiba-tiba Rey memeluknya dari belakang dan menenggelamkan dagunya di bahu Risa dan menghadap ke arah cermin.


"Rey... kamu bikin aku kaget!" ucapnya terbengong.


"Biarkan seperti ini saja sebentar yang," ucapnya yang masih memeluk Risa dan sambil menutup matanya. Risa pun hanya terdiam disaat Rey memeluknya. Ada perasaan aneh yang ia rasakan nyaman dan sekaligus geli akan tingkah laku suami kecilnya itu. Ya Risa menganggap Rey sebagai suami kecilnya karena umurnya jauh lebih muda dari pada Risa, meskipun hanya berbeda beberapa bulan saja.


"Kamu udah gak ngambek lagi sama aku?" ucap Risa tanyanya pelan.


"Enggak yang, aku gak betah kalau harus marahan sama kamu lama-lama," ucapnya yang masih memeluk Risa


"Kamu wangi banget sih yang," ucapnya kembali.


"Ya kan aku habis mandi jadi wangi," ucapnya asal.


"Bukan, itu parfum yang kamu pakai aku suka yang," ucapnya yang masih meletakkan dagunya di bahu Risa.


"Nih pakai kalau kamu suka!" ucapnya sambil menyodorkan parfumnya.


"Bukan seperti itu yang, maksud aku suka menghirup aroma parfum yang sudah tercampur dengan aroma tubuhmu," ucapnya kembali sambil tersenyum melihatkan gigi putihnya.


"Rey... Sejak kapan kamu jadi bisa gombal seperti ini?" tanyanya lalu berbalik menatap wajah Rey.


"Sejak kemarin malam. Aku bisa merangkai kata-kata indah untukmu. Apakah kamu kemarin malam tidak mendengar perkataanku?" ucap Rey sambil menyelipkan anak rambut ditelinga.


Risa pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Ah iya aku lupa, kemarin aku bicaranya saat kamu sedang terlelap," ucapnya sambil cengengesan.


"Ini jadi pergi atau tidak kalau kamu gombalin aku terus?" ucapnya yang sudah mulai kesal.


"Jadi dong yang yuk," ucapnya sambil melepaskan pelukannya dan lalu menggandeng Risa.


Rey dan Risa pun turun dari kamarnya. Papi Aldi dan Mami Ana yang sudah siap makan malam sedang menunggu anak dan menantunya di meja makan. Mami Ana pun tersenyum melihat rambut panjang menantunya yang sedikit masih basah, tandanya Risa sudah selesai dengan tamu bulanannya. Melihat anak dan menantunya sedang bergandengan tangan dengan berpakaian sudah rapi pun Papi Aldi tersenyum.


"Mau kemana nak?" tanya Papi Aldi.


"Mau dinner pi sama Risa," ucapnya.


Mami Ana pun tersenyum.


"Tadi sore aja Rey masih ngambek sama Risa. Alhamdulillah sekarang sudah baikan ya Pi," ucapnya yang sudah melihat anaknya keluar.

__ADS_1


Papi Aldi pun hanya mengiyakan saja dan kembali menyantap makanan yang ada di mejanya. Pikiran Papi Aldi terpecah karena sedang memikirkan bagaimana jika nanti Luna dan Alvin datang saat resepsi pernikahan anaknya. Karena Papi Aldi tidak mengundang mereka. Bagaimana kalau mereka sampai mengacaukan acara resepsinya. Itulah yang ada dalam pikiran Papi Aldi saat ini.


Risa dan Rey pun membawa mobil kali ini. Mereka sudah sampai di lokasi untuk dinner. Rey sudah mempersiapkan dinner romantisnya bersama Risa di restoran milik keluarganya. Rey dan Risa pun ke VVIP room. Terdapat di meja ada vas bunga yang berisikan dua tangkai bunga mawar merah segar yang menemani suasana romantis indah malam ini. Rey pun lalu menarik kursi untuk Risa dan juga untuknya.



Saat semua menu makan malam dan minumannya sudah di meja. Rey pun lalu akan memberikan kejutan untuk Risa. Lagu-lagu romantis pun sudah terdengar di VVIP room tersebut.


"Yang, kamu tutup mata dulu deh!" ucapnya.


Risa pun langsung menutup matanya. Saat itu juga Rey pun langsung memakaikan kalung ke Risa. Risa pun merasakan sesuatu sudah ada di lehernya.


"Sekarang kamu boleh buka mata kamu yang," ucapnya sambil tersenyum.


Risa pun lalu membuka mata dan melihat kalung cantik yang sudah terpasang di lehernya.


"Wah cantik banget, makasih ya sayang" ucapnya sambil memeluk Rey dan tersenyum senang.


Rey pun terkejut saat Risa tiba-tiba memeluknya dan mengatakan sayang padanya. Soalnya biasanya hanya kata say saja yang terucap dari mulutnya.


"Sama-sama sayang. Apakah kamu suka dengan hadiah dariku?," sambil membalas pelukannya.


"Iya aku suka," ucapnya dengan mata yang berbinar.


"Aku mencintaimu," sambil mengecup kening Risa.


"Kamu beneran yang?" ucapnya dengan mata yang berbinar sambil memegang kedua pipi Risa.


Risa pun mengangguk. Lalu Rey memeluknya kembali dengan erat. Rey tidak menyangka kalau Risa sudah mencintainya, ia sangat bahagia dan bersyukur akhirnya Risa bisa membuka hatinya untuk Rey.


"Eh tapi kapan kamu belinya? Kok aku gak tahu sih say," ucapnya bertanya sambil melepaskan pelukannya.


"Aku beli nya pas habis ambil undangan wisuda di sekolah," ucapnya yang sudah duduk di kursinya.


"Ya sudah yuk kita makan sekarang, sebelum semuanya dingin say," ucap Risa.


"Yang coba kamu cicipin ini," Rey pun lalu menyuapi udang ke Risa.


"Emm enak," ucapnya sambil tersenyum.


Risa pun juga melakukan hal yang sama dengan Rey. Akhirnya mereka menikmati dinner romantis mereka dengan saling menyuapi satu sama lain. Risa pun senang Rey sudah lumayan berubah sifatnya bahkan sekarang dia menjadi laki-laki yang romantis, sudah mulai tidak terlalu manja semenjak 2 tahun lebih ini.


Akhirnya mereka pulang ke rumah dengan wajah yang bahagia. Mami Ana dan Papi Aldi yang sedang nonton TV di ruang keluarga pun senang saat melihat menantu dan anaknya pulang dengan wajah yang bahagia.

__ADS_1


"Pi, Mi kita ke kamar duluan ya," ucap Rey kepada kedua orang tuanya.


"Ya sayang, jangan lupa pesanan mami, segera buatkan cucu untukku," ucapnya sambil cekikikan.


Mereka berdua pun lalu naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Risa dan Rey pun sudah bersih-bersih dan sudah mengganti pakaian mereka dengan pakaian tidur. Risa pun masih mencerna perkataan mami mertuanya itu. Rey yang tahu Risa melamun pun lalu bersuara.


"Udah yang gak usah kamu dengar perkataannya mami," ucapnya sambil tersenyum.


"Tapi, aku merasa bersalah belum ngasih hak ke kamu" ucapnya pelan sambil menunduk.


"Aku akan menunggu kamu sampai siap yang. Aku gak akan paksa kamu," ucapnya meyakinkan Risa.


Sebenarnya Rey pun juga belum tahu apa-apa tentang itu. Ia hanya berbicara begitu agar Risa tidak merasa cemas dengan perkataan maminya.


"Ya sudah ayo tidur saja sudah malam," lalu Rey pun sudah berbaring di ranjangnya.


"Risa pun perlahan naik ke ranjang king size tersebut. Menutupi tubuhnya dengan selimut sampai ke perut.


Mereka pun akhirnya terlelap dalam mimpi masing-masing.


*****


Tak terasa hari ini Rey wisuda di sekolahnya. Risa pun datang bersama dengan kedua orang tua Rey. Tak lupa Mama Angel dan Papa Kevin pun juga datang ke wisuda menantunya itu.


"Selamat ya say," ucap Risa sambil membawa sebuket bunga baby breath bercampur mawar berwarna merah muda.


"Makasih yang," ucapnya sambil memeluk Risa.


"Woy, disini masih ada yang jomblo hargain dikit lah," Dion mulai membuka suara.


"Sirik aja kamu ion," ucap Rey sambil terkekeh.


"Makanya cepetan cari cewe," ucap Rendy yang datang bersama pacarnya.


Kedua orang tua Risa dan Kedua orang tua Rey pun hanya tertawa melihat anak dan menantunya itu sedang bercanda bersama temannya.


"Anak papi sudah besar ya ternyata, selamat ya nak," ucap Papi Aldi.


"Sayang selamat ya kamu sudah lulus sekarang," ucap Mami Ana sambil memeluk anak kesayangannya.


"Makasih Mi," ucapnya.

__ADS_1


"Selamat ya nak," ucap Mama Angel dan Papa Kevin.


"Makasih papa dan mama," ucapnya dengan senyuman.


__ADS_2