Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Rencana Bulan Madu.


__ADS_3

Kezia sedang membereskan bajunya ke koper. Hari ini mereka akan pulang ke rumah orang tua Revano. Kezia ada ide agar tidak dicurigai oleh Rey dan Risa. Kezia akan mengajak Revano agar berpura-pura menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.dengan cara berpura-pura kelihatan mesra di depan Rey dan Risa. Kezia langsung duduk di sofa bersebelahan dengan Revano yang sedang main game di hpnya.


"Revano........."


"Hmm..... Iya Kak Kezia ada apa?" tanyanya tapi masih main game di hpnya.


Kezia langsung menyita hp Revano. Sedangkan Revano kesal hpnya disita Kezia.


"Kakak, kembalikan hp aku!"


"Tidak! Kita perlu bicara dulu Revano."


Revano semakin kesal saja dengan Kezia.


"Kak Kezia balikin..."


Kezia menggelengkan kepalanya. Lalu Revano merebut hpnya dengan cara menggelitiki Kezia.


"Revano geli tahu gak."


"Pokoknya sini hpnya balikin dulu."


Kezia masih enggan memberikan hp Revano. Seketika Revano punya ide brilian. Revano lalu memeluk Kezia untuk mengambil hpnya. Sedangkan Kezia terkejut saat Revano tiba-tiba memeluknya. Saat Kezia sedang tidak fokus pikirannya Revano memanfaatkan hal itu untuk mengambil hp dari tangan Kezia.


"Yey, akhirnya dapat," sambil tersenyum senang hpnya sudah Revano dapatkan.


Kezia melongo Revano menggunakan cara licik untuk mengambil hpnya dengan cara memeluk Kezia. Sekarang Kezia akan cari ide untuk mengambil lagi hp Revano. Karena Kezia ingin berbicara serius dengan Revano.


"Sini hpnya!" Mereka lalu tarik-menarik hpnya.


Revano tak mau kalah. Revano menarik hpnya kembali, Kezia yang tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya pun ikut ketarik dalam pelukan Revano. Mata mereka saling memandang. Jantung mereka berdegup dengan kencang saat ini. Kezia langsung menjauhkan tubuhnya dari Revano. Sekarang mereka jadi terlihat canggung. Meskipun Revano suaminya tapi Kezia tidak mau dekat-dekat dengannya. Karena Kezia masih menyukai Reno.


"Revano, kita harus bicara. Ini mengenai keluarga kita masing-masing."


"Iya Kak. Apa yang ingin Kakak bicarakan?"


"Kalau sedang di rumah orang tua kita berpura-pura mesra di depan mereka bagaimana?"


"Hmm... Gimana ya Kak? Entahlah Revano akan pikir-pikir dulu."


"Revano, kita harus melakukannya agar mereka tidak curiga dengan kita. Ini juga untuk kepentingan Daddy Rey. Kalau kita masih saja sering berantem dan tidak akur di depan Daddy Rey nanti yang ada serangan jantung dadakannya kumat lagi."


Revano berpikir sejenak dan yang dikatakan Kezia ada benarnya juga.


"Hmm... Iya Kak, Revano setuju kalau kita pura-pura mesra di depan kedua orang tua kita."


"Bagus deh kalau begitu. Oh iya untuk perjanjian nikah kontraknya lagi diurus oleh pengacara."

__ADS_1


Revano yang menganggukkan kepalanya. Hari ini jadwalnya mereka akan tinggal di rumah Keluarga Wijaya. Rey dan Risa sudah menunggu kedatangan anaknya dan menantunya. Sekarang Kezia dan Revano sudah pulang ke rumah tadi sopir yang menjemput mereka.


"Assalamualaikum........"


"Wa'alaikum Salam......."


Senyum sumringah terlihat dari wajah kedua pasangan pengantin baru tersebut. Mereka harus berpura-pura terlihat bahagia dan mesra. Kezia dan Revano bergandengan tangan saat masuk ke dalam rumah. Rey dan Risa lalu saling memandang dan tersenyum bersama. Rey lega meskipun pengantin prianya jadi Revano tapi sepertinya Kezia sudah menerima Revano. Risa bahagia melihat Kezia dan Revano bergandengan tangan. Berarti sudah ada peningkatan kedekatan mereka. Rey dan Risa tidak tahu saja bahwa mereka akan ada perjanjian nikah kontrak selama satu tahun.


"Sini nak, ayo kalian duduk."


Revano dan Kezia lalu duduk di sofa. Mereka duduk tidak berjauhan-jauhan seperti saat diacara resepsi pernikahan dua hari yang lalu.


"Nak, buka amplop ini. Pasti kalian akan bahagia."


Revano dan Kezia saling memandang. Lalu Revano yang menerima amplop itu. Perlahan Revano membuka isi dari amplop tersebut. Revano terkejut dan sekaligus bahagia mendapat hadiah tiket pesawat ke Bali.


"Daddy and Mommy menyuruh kita untuk piknik ke Bali bareng Kak Kezia?" ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.


Kezia menepuk jidatnya melihat kelakuan suaminya. Bisa-bisanya itu tiket bulan madu dibilang ke Bali mau piknik.


"Sayang, itu kalian tidak piknik ke Bali. Tapi berbulan madu ke Bali," ucap Risa dengan senyuman manisnya.


"Bulan madu?" tanya Revano sambil mengernyitkan dahinya.


"Iya nak, kalian akan berbulan madu ke Bali selama 7 hari dan jangan lupa berikan oleh-oleh sama Daddy and Mommy," ucap Rey dengan senyuman yang mengandung arti.


"Siap Daddy, Revano pasti akan membeli oleh-oleh spesial khas Bali yang banyak."


Risa sekarang menepuk jidatnya. Putra bungsunya itu belum paham arti kata oleh-oleh setelah bulan madu. Rey menginginkan cucu dari anaknya bukan oleh-oleh makanan khas Bali.


"Maksud Daddy kamu itu ingin oleh-oleh cucu sayang. Bukan oleh-oleh yang lainnya."


Revano melongo mendengar perkataan Mommy Risa. Sedangkan Kezia biasa saja karena sudah paham dari tadi. Revano lalu garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sekarang mengerti maksud Daddy Rey and Mommy Risa.


"Kalian manfaatkanlah waktu seminggu itu untuk memberikan Daddy cucu."


"Ehm......." Revano melirik ke arah Kezia.


Kezia mengkode dengan menganggukkan kepalanya. Agar Daddy Rey tidak terkena serangan jantung dadakan saat mereka tiba-tiba protes atau menolak permintaan Daddy Rey.


"Ehm iya Daddy," ucap Revano tersenyum tipis.


"Ya sudah kalau begitu kalian ke kamar. Ini masih pagi kalian boleh tidur lagi."


"Iya Mommy..." jawabnya bersamaan.


Mereka tadi sudah sarapan pagi di hotel jadi sampai rumah disuruh masuk kamar lagi. Kezia dan Revano sekarang sudah berada di kamarnya Revano. Kezia terkejut saat ada boneka besar di kamarnya Revano.

__ADS_1


"Revano kamu masih suka boneka?"


"Iya, aku kalau tidur kalau tidak memeluk boneka ya memeluk guling."


"Oh iya Kak yang tadi beneran kalau kita akan berikan Daddy Rey cucu?" tanyanya penasaran.


"Ya enggaklah. Kita hanya piknik di Bali sesuai yang kamu katakan tadi. Tidak ada acara bulan madu."


"Tapi soal oleh-oleh yang Daddy Rey inginkan gimana Kak?"


"Itu entar Kakak yang akan urus. Nanti Kakak akan bilang kalau kita belum dikasih kepercayaan untuk punya momongan. Gampang kan?"


"Hmm... Ok deh Kak sip. Lagian aku tidak tahu harus gimana lagi bilang sama Daddy."


Kezia lalu keluar dari kamar dan ingin meminum jus. Kezia melangkahkan kakinya ke dapur.


"Mau dibikinin apa Non?" tanya Bibi.


"Aku lagi ingin jus Bi."


"Non, mau jus apa? Di kulkas ada buah jeruk, apel, anggur, strawberry, mangga dan alpukat."


"Buah strawberry saja deh Bi."


"Baik Non." Bibi lalu mengambil buah strawberry dan juga alpukat.


"Loh Bi kok sama buah alpukat? Saya kan inginnya cuma jus strawberry."


"Den Revano suka sekali jus alpukat Non."


"Oh gitu."


"Iya, Non kok yang istrinya tidak tahu sih kesukaan Den Revano. Non harus tahu semuanya apa yang Den Revano suka," ucapnya sambil tersenyum dan menasihati Kezia.


"Hmm iya Bi." jawabnya singkat.


Setelah jusnya selesai dibuat oleh Bibi. Kini Kezia membawanya ke kamar. Saat sudah masuk kamar Kezia melongo melihat Revano tertidur sambil memeluk boneka.



"Astaga, benar-benar masih seperti anak kecil saja suamiku ini. Dimana biasanya suami memeluk istrinya. Eh, ini yang dipeluk boneka," ucapnya sambil geleng-geleng kepala.


Kezia meletakkan dua gelas jus tersebut di meja. Kezia lalu akan membangunkan suaminya.


"Revano bangun. Ini Bibi sudah membuatkan kita jus."


Revano lalu mengerjapkan matanya dan melihat jus kesukaannya langsung meletakkan bonekanya dan meraih gelas yang berisi jus alpukat.

__ADS_1


"Wah, segar sekali."


Kezia tersenyum saat melihat Revano begitu bahagia saat menikmati jus alpukat tersebut.


__ADS_2