
Di kamar Sonya dan Kenzo saling melempar senyuman. Mereka tadi tidak mau mengganggu kedua pasangan yang romantis sedang berduaan di dapur. Sedangkan di dapur Kezia sedang menyiapkan bumbu untuk kedua masakannya. Revano lalu melepaskan pelukannya dan ingin membantu istrinya memasak.
"Sayang, aku bantu kamu masak ya?" Meminta izin dulu kepada Kezia. Karena takutnya istrinya tidak mau dibantu masak.
"Boleh sayang." Jawabannya singkat.
"Kamu mau masak apa hari ini sayang?" Revano melihat ayam dan udang yang sudah dicuci. Revano ingin tahu udang dan ayamnya ingin dimasak apa.
"Udang goreng tepung sama ayam teriyaki. Sepertinya makanan yang kita masak rasanya akan enak. Karena kita berdua bikinnya dengan cinta."
"Sekarang kamu bisa gombal ya sayang?" ucapnya terkekeh dan sambil mencuri kecupan dipipi Kezia.
Kezia lalu mukanya semburat merah karena suaminya mengecup pipinya. Kezia terlihat masih malu-malu karena belum terbiasa.
"Karena kamu yang mengajariku! Ngomong-ngomong kamu belajar gombal dari mana sih sayang?" Tanyanya penasaran.
"Dari Kak Reno yang waktu itu sedang gombalin Kak Sandra, kadang aku juga searching di google sayang. Karena aku ingin menjadi suami yang seperti yang kamu inginkan agar kamu tidak menyesal telah menikah denganku," ucapnya dengan hati-hati karena ibu hamil perasaannya sensitif.
"Aku tidak menyesal karena telah menikah denganmu. Justru aku bahagia bisa menikah denganmu Revano. Kenapa tidak dari dulu saja ya aku memiliki perasaan sama kamu."
"Allah baru membukakan hati kamu baru-baru ini saja sayang. Karena hadirnya anak kita dan akhirnya kamu bisa mencintaiku. Jadi cintaku tidak bertepuk sebelah tangan," ucapnya sambil mengusap perut Kezia.
"Iya aku juga bersyukur sayang. Aku bahagia akan punya anak darimu. Laki-laki yang baik seperti dirimu sangat jarang sekali aku temukan," ucapnya tersenyum sambil memegang tangan Revano yang sedang memegang perutnya.
"Jadi aku seperti species langka gitu sayang?" ucapnya kesal.
Kezia tersenyum melihat wajah suaminya yang sedang cemberut. Dengan gemas Kezia mencubit pipi Revano.
"Tidak sayang. Karena kamu orang yang spesial yang dikirimkan Allah untukku. Terima kasih telah mau menerima aku kembali menjadi istri kamu. Aku sangat beruntung bisa menjadi istrimu."
__ADS_1
"Aku yang sangat beruntung bisa mempunyai istri yang cantik seperti dirimu. Kamu segala-galanya untukku." Revano mengecup kening Kezia.
"Beneran nih? Atau cuma bualan kamu saja?" Tanya Kezia sambil menatap wajah suaminya.
"Tidak sayang, sungguh aku berbicara yang sejujurnya. Hanya kamu yang bisa mengobrak-abrik hatiku."
Kezia tersenyum bahagia saat melihat tidak ada kebohongan dari sorot mata Revano lalu Kezia menghadiahkan kecupan pada pipi kanan Revano.
"Yang kiri belum sayang?" Pinta Revano sambil tersenyum menampilkan giginya.
"Gak ada ya Revano! Kita lagi masak sekarang. Ayo dilanjutkan lagi kamu bantuin aku masaknya."
"Berarti nanti bisa menyusul dong sayang dipipi yang sebelah kiri?"
"Gak janji ya Revano, suami kecilku..."
"Ya memang kamu suami kecilku kan? Umur kamu saja 3 tahun lebih muda dariku."
"Eh? Iya juga ya... Tapi aku tidak mau di panggil suami kecilku lagi. Aku tetap ingin dipanggil sayang saja sama kamu. Atau kalau tidak suamiku saja dan jangan pakai kecilku."
"Iya sayang, kamu gemesin banget sih. Muka kamu terlihat sangat imut sekali pagi ini."
Kezia menatap wajah suaminya lebih lama.
"Asyik..... Nanti anak kita akan mirip aku dong imutnya." Matanya berbinar-binar.
"Eh, mana bisa begitu? Ya harus mirip Mamanya dong. Kan anak kita perempuan." Sambil mengusap perutnya.
"Iya sayang, anak kita pasti cantiknya akan seperti kamu. Tapi imutnya akan seperti diriku."
__ADS_1
Mereka lalu tertawa bersama. Revano dan Sonya kini lanjut kembali memasak bersama. Revano membantu menggoreng udang. Sedangkan Kezia memasak ayam goreng teriyaki. Beberapa puluh menit kemudian mereka sudah selesai memasak.
"Akhirnya jadi juga sayang masakan kita." Kezia lega suaminya membantunya masak di dapur. Jadi cepat selesai acara memasaknya hari ini.
"Iya sayang, ini masakan kita yang pertama." Revano bahagia bisa masak bersama istrinya.
"Makasih ya sayang, telah membantu aku masak." Kezia menggenggam tangan suaminya.
"Kamu ini kaya sama siapa saja. Aku kan suami kamu jadi kamu tidak perlu berterima kasih untuk hal yang sekecil ini. Kalau kamu mau berterima kasih kepadaku kasih aku hadiah lagi kan tadi pipi kiri aku belum kamu kecup."
Kezia lalu mengecup pipi kiri suaminya sebagai hadiah telah membantunya memasak dan Revano tersenyum manis karena akhirnya bisa mendapatkan kecupan dipipi kirinya.
"Makasih sayang. Kalau begitu kan gak iri pipi kiri aku..."
Kezia menganggukkan kepalanya pelan dan sambil tersenyum.
"Hmm iya. Eh, semoga saja Mama, Papa dan Keano suka ya dengan masakan kita hari ini?" ucap Kezia.
"Iya sayang, semoga saja mereka suka dengan masakan kita. Kan tadi dibuatnya dengan bumbu cinta pasti bakalan enak dong..."
Revano dan Kezia lalu tertawa bersama. Kezia baru tahu kalau suaminya itu orang yang asyik untuk diajak bercanda. Ternyata sekarang Kezia baru tahu sifat asli suaminya.
Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙
Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙
__ADS_1