
Revano sekarang berada di kamarnya dan mencari kunci mobilnya. Setelah itu Revano langsung keluar kamarnya.
"Mau kemana kamu?" Tanyanya ketus.
"Kemanapun aku pergi kamu juga tidak akan pernah peduli denganku kan?" ucap Revano menatap Kezia.
Revano langsung pergi begitu saja meninggalkan Kezia yang masih mematung.
"Kenapa Revano berubah 180 derajat? Seperti bukan Revano yang aku kenal selama ini."
"Kemana sifat penurut dan manjanya?" ucapnya kembali.
Kezia tidak mau ambil pusing. Lalu Kezia mencari kunci mobilnya dan akan pergi untuk membeli pil pencegah kehamilan. Kezia tidak mau mengandung anak dari suaminya. Kezia hanya ingin mengandung anak dari laki-laki yang dia cintai. Kezia sudah memarkirkan mobilnya dan Kezia berjalan menuju apotek tersebut.
"Mbak, beli pil pencegah kehamilan." Sambil menyerahkan satu lembar uang berwarna merah tersebut.
Pegawai apotek tersebut langsung mengambil apa yang Kezia butuhkan.
"Ini Mbak pil pencegah kehamilannya dan ini uang kembaliannya." Sambil menyodorkan satu plastik berwarna putih dan yang kembaliannya.
"Buat Mbaknya saja. Saya hanya butuh ini."
"Terima kasih Mbak."
Kezia mengangguk dan langsung berjalan pergi meninggalkan apotek tersebut. Kezia lalu melajukan mobilnya ke arah apartment. Setelah sampai di apartment Kezia langsung menelan pil pencegah kehamilan tersebut dan lalu meminum air putih. Setelah itu Kezia menyimpan pil penunda kehamilan itu ke lacinya.
"Beres, besok aku akan meminumnya lagi. Aku tidak ingin punya anak dari Revano."
Kezia lalu membuka tas dan mengambil map berwarna hijau tersebut.
"Revano tinggal menandatangani surat perceraian ini apa susahnya sih? Susah sekali untuk dibujuknya," ucapnya kembali sambil memijat keningnya yang mulai pening.
Kezia masih memikirkan cara untuk bisa bercerai dengan suaminya karena Reno kini telah kembali pulang ke rumah. Kezia ingin kembali dengan Reno.
Revano kini telah sampai di rumah sakit. Revano berjalan dengan cepat agar sampai di ruangan Daddy Rey. Saat masuk ke ruang rawat inap terlihat Mommy Risa sedang menggenggam tangan Daddy Rey.
"Sayang, bangunlah... Jangan membuatku khawatir."
Revano sedih melihat kondisi Daddy Rey yang belum kunjung sadar sampai sekarang. Bagaimana kalau Daddy Rey sampai tahu jika dirinya dan Kezia hanya nikah kontrak selama satu tahun. Bahkan Kezia telah menggugat cerai dirinya satu jam yang lalu. Revano kini meneteskan air matanya. Takut jika kebohongannya bersama Kezia terungkap. Revano tidak sanggup untuk kehilangan Daddy Rey. Revano lalu berjalan mendekati Mommy Risa.
__ADS_1
"Mommy..........." Sambil memegang bahu Mommy Risa.
"Eh nak... Mana istrimu? Kenapa tidak ikut denganmu?"
"Dia di apartment Mommy. Sudah Mommy jangan mikirin Kezia terlebih dahulu. Kita harus fokus sama kesehatan Daddy Rey."
Sonya dan Kenzo terkejut saat anaknya tidak kunjung datang ke rumah sakit. Revano terlihat kesal dengan Kezia. Sonya langsung mengkode suaminya. Kenzo lalu mengangguk pelan dan pertanda bahwa mengerti maksud istrinya.
"Risa, kita pulang dulu ya... Nanti kalau Rey sudah sadar kabarin kita ya?"
"Iya Sonya. Kalian hati-hati."
Sonya mengangguk dan Kenzo lalu menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari ruangan Rey. Mereka kini sedang berjalan menuju parkiran.
"Mama, anak kita kebangetan sekali. Mertuanya sakit tidak datang."
"Mama juga kesal dengan Kezia Papa. Mama jadi malu sama Risa seperti kita tidak bisa mendidik anak dengan baik."
"Iya Mama. Kita langsung saja ke apartment Kezia."
Kenzo langsung melajukan mobilnya dengan cepat ke apartment Kezia. Kenzo juga kesal anaknya tidak menjenguk Rey sama sekali. Sonya, Kenzo dan Kezia belum tahu bahwa Reno sudah menikah dengan Sandra. Tadi mereka datang terlambat ke rumah Rey. Bahkan Revano yang adiknya saja belum mendengar kabar bahagia Kakaknya sudah menikah dan bahkan akan punya anak karena Sandra kini sedang hamil muda.
"Akhirnya kamu pulang juga. Kamu tadi seenaknya saja main pergi begitu saja dan belum bersih-bersih apartment. Kamu lihat cucian baju sudah menumpuk dan kamu tadi setelah memasak belum kamu bersihkan sisa-sisa sayuran dan dagingnya, belum lagi kamu main pergi saja sebelum cuci piring."
Kenzo dan Sonya terkejut ternyata anaknya memperlakukan Revano layaknya seorang pembantu bukan suaminya. Kenzo dan Sonya paham jika tadi Revano sepertinya kesal dengan Kezia.
"Kezia............." Teriaknya.
Kezia terkejut dengan asal suara itu yang familiar ditelinganya.
"Papa............." Kezia matanya membulat dengan sempurna saat melihat ada Mamanya juga datang ke apartment.
Kenzo lalu mendekati anaknya.
"Kamu dasar anak tidak tahu diuntung." Sambil menampar Kezia.
"Papa, kenapa menamparku?" Kezia kini memegang pipinya dan matanya sudah mulai berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya Kezia ditampar oleh Papanya.
"Kamu tidak sadar juga atas kesalahan kamu nak?" ucap Sonya.
__ADS_1
"Papa malu nak punya anak seperti kamu!"
"Mama juga malu Papa kekakuan anak kita ternyata seperti ini. Bagaimana kalau Revano bilang kepada Rey dan Risa Pa?" Kini Sonya panik. Bisa saja persahabatannya akan hancur karena kelakuan putrinya.
"Papa dan Mama tenang saja. Revano tidak mungkin melakukan hal itu. Karena Daddy Rey kan punya penyakit jantung. Memangnya Revano mau kalau kehilangan Daddy Rey secepatnya?"
Sonya dan Kenzo melongo mendengar putrinya berbicara seperti itu.
"Jaga bicara kamu nak!"
"Apa Papa dan Mama tadi mendengar semua perkataanku?" ucapnya dengan menunduk.
"Iya, Papa dan Mama mendengar perkataan semua perkataan kamu."
"Kamu tega sekali nak menjadikan Revano seperti pembantu. Revano itu suami kamu nak. Kamu jangan seenaknya memperlakukannya seperti itu." Sonya tampak kecewa dengan anaknya, mungkin karena Kezia terlalu dimanja selama ini.
"Mungkin karena Revano anak yang penurut Mama. Jadi anak kita yang tidak tahu diri ini seenaknya saja memperlakukan suaminya," Kenzo kesal dengan anaknya.
"Jujur sama Papa. Selama dua bulan ini kamu memperlakukannya seperti seorang pembantu?"
Kezia mengangguk pelan. Sonya menepuk jidatnya karena anaknya selama ini tidak memperlakukan suaminya dengan baik.
"Revano itu anak yang baik. Kamu beruntung punya suami seperti Revano. Jarang loh nak ada laki-laki yang mau menurut melakukan apapun demi istrinya."
"Mama, Kezia hanya ingin bersama Reno dan bukan Revano. Mama harus mengerti perasaan aku."
"Nak, Revano mencintai kamu. Seharusnya kamu belajar untuk mencintainya. Bukannya masih ingin mengejar Reno. Kamu kenapa tidak punya perasaan banget sih?" Sonya sudah kesal dengan anaknya.
Kezia hanya terdiam saja dan masih memikirkan perkataan Mama Sonya barusan.
"Mama gak mau tahu, pokoknya kamu harus meminta maaf sama Revano atas perlakuan kamu selama ini kepadanya."
"Kamu akan menyesal bila Revano tidak kuat menghadapi kamu lagi. Revano juga punya batas kesabaran nak. Kalau kamu tidak segera merubah sikap kamu, Revano bisa saja pergi meninggalkan kamu. Revano masih muda nak, bahkan dirinya bisa mencari perempuan yang lebih cantik dan pastinya sifatnya lebih baik daripada kamu. Mungkin saja Revano akan mencari perempuan yang seumuran dengannya," ucap Papa Kenzo agar anaknya terbuka hatinya.
Kezia melongo mendengar perkataan Papa Kenzo dan Mama Sonya. Memang dirinya ingin segera bercerai dari Revano. Itukah tujuan utamanya agar bisa kembali lagi dengan Reno.
"Papa akan kirim asisten rumah tangga mungkin semingguan lagi akan datang," ucapnya kembali.
"Selama seminggu itu usahakan sikap kamu berubah nak. Kamu yang seharusnya memasak dan kegiatan lainnya," ucap Sonya.
__ADS_1
Kezia mengangguk pelan. Kenzo dan Sonya menasihati anaknya agar berubah sikapnya. Kenzo tidak habis pikir dengan kelakuan anaknya ternyata seperti ini dibelakangnya. Menjadikan menantunya layaknya seorang pembantu. Kalau Risa dan Rey tahu pasti akan sangat kecewa mempunyai menantu seperti Kezia.