Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Jodoh Yang Tak Disangka..


__ADS_3

Jangan lupa like 👍 dulu sebelum membaca ❤️


Like yg kalian berikan sangat berarti untuk author 🙏



Risa kini sudah dibawa pulang ke rumahnya setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit. Risa duduk di ranjang kamarnya. Rey memberikan botol kecil, biasanya Risa akan pumping asi untuk anaknya. Karena bayinya sangat sering merasa kehausan. Botol asi tersebut akan dimasukkan ke dalam kulkas dan sebelum memberikannya kepada Reyhan akan dipanaskan terlebih dahulu. Karena kalau malam hari Risa tidak memberikan asi untuk anaknya. Karena asi yang keluar hanya sedikit saja jadi Risa harus dibantu dengan sufor. Tapi untuk saat ini Reyhan tadi sudah mandi dan wangi, sekarang bayi tampan itu tertidur pulas di ranjang berukuran king size tersebut setelah tadi Risa memberikan asi. Jika malam hari Reyhan akan tertidur di ranjang bayinya tapi terkadang Risa mendekap anaknya untuk tidur dengannya.


"Sayang, Reyhan seperti kamu wajahnya," ucap Rey memperhatikan wajah putra bungsunya.


"Iya, tidak sia-sia aku mengandungnya 9 bulan lebih 8 hari dan akhirnya Reyhan mirip denganku."


"Aku bahagia sekali sayang. Makasih ya sudah mengabulkan keinginan aku untuk punya anak lagi."


"Hmm iya, dengan adanya Reyhan akan membuat kita tidak merasa kesepian lagi."


"Iya benar sayang. Hehe, anak kita sama cucu kita lebih muda anak kita umurnya."


"Ah ini semua gara-gara kamu! Aku jadi malu punya anak lagi padahal sudah punya dua cucu."


"Sayang, tapi Reyhan akan lebih tua umurnya sama bayi yang sedang dalam kandungan Kezia."


"Kezia sebenarnya ingin menunda kehamilannya. Tapi karena ngidamku yang aneh maka Kezia jadi hamil lagi."


"Kan seru sayang hamil sama menantu sendiri."


"Seru sih seru sayang. Tapi aku malu Rey sama teman-teman arisan. Ya meskipun mereka tidak mengejekku tapi Reyhan dan cucu kita nanti jarak umurnya tidak sampai dua bulan saja."


"Mereka nanti akan bisa menjadi teman bermain dan saat besar akan bisa menjadi sahabat."


"Hmm iya kamu benar karena mereka seumuran."


Reyhan terlahir karena Risa terlambat mengkonsumsi pil pencegah kehamilan. Kedua besannya itu justru kadang masih meledek mereka dan bilang kalau Risa yang terlalu subur makanya lahirlah Reyhan.


...*****...


Di kamarnya, Kezia tampak murung. Kezia menunduk dan mengusap perutnya yang sudah terlihat membuncit itu. Tak lama kemudian Kezia merasakan tendangan anaknya begitu aktif dari dalam perutnya.


"Auwww, sakit........" Kezia merintih kesakitan.


Mendengar teriakkan istrinya Revano lalu bergegas mendekati ibu dari kedua anaknya tersebut.


"Sayang, apa perutmu sakit?"


"Anak kita Revano. Dia begitu aktif sekali menendang-nendang dalam perutku. Aku sampai terkejut dan perutku sampai saat ini masih terasa ngilu," jawab Kezia.


Revano lalu melihat perut Kezia dan memang terlihat pergerakan dari anaknya. Revano mengusap perut Kezia perlahan. Ia juga merasakan tendangan anaknya yang begitu kuat. Sesekali Revano melirik ke wajah istrinya yang tengah meringis.


"Apa masih sakit sayang?" tanya Revano.

__ADS_1


Biasanya dulu saat Kezia hamil Reva dengan cara Revano mengusap perutnya maka rasa sakitnya akan hilang.


"Iya masih, tendangannya sangat kuat. Bahkan saat aku hamil Reva sembilan bulan tak sekuat ini tendangannya. Jika dipikir-pikir padahal kan kehamilanku saat ini baru 8 bulan sayang."


Revano lalu menundukkan kepalanya.


"Anak Papa yang baik, jangan membuat Mama kamu kesakitan ya nak. Sayang, ayo buat Mama kamu nyaman dan tidak merasakan kesakitan lagi," ucap Revano berbicara dengan anaknya di depan perut Kezia.


Kezia tersenyum tipis dan sekarang mereka sama-sama mengusap perut Kezia. Entah mengapa rasa sakit yang Kezia rasakan perlahan menghilang.


"Jangan-jangan kamu beneran mengandung anak laki-laki sayang? Apa kita USG saja yuk biar gak penasaran."


"Katanya kita sepakat kalau tidak ingin tahu jenis kelamin bayi kita. Nanti saat aku melahirkan agar surprise karena kita melihatnya secara langsung."


"Sayang, kita USG saja yuk? Aku penasaran dengan jenis kelamin bayi kita."


"Revano, bersabarlah sebulan lagi dia akan lahir sayang."


Kezia merasakan lagi tendangan anaknya. Revano lalu mengecup perut istrinya.


"Anak Papa janji ya sama Papa. Jangan buat Mama kesakitan ya sayang?"


"Iya Papa," jawab Kezia menirukan suara anak kecil.


Kezia lalu teringat akan sesuatu yang terjadi di masa lalunya. Kekhawatiran Kezia saat sedang hamil dan Revano punya istri baru lagi.


"Revano, aku sudah memberikan kamu dua anak. Aku berharap kamu tidak berkhianat lagi saat aku sedang hamil."


"Kamu benar-benar tidak punya istri simpanan lagi kan?"


"Tidak sayang, aku bersumpah bahwa istriku hanya kamu."


Kezia bahagia saat mendengar perkataan suaminya.


"Sampai kamu berani berkhianat lagi. Ingat ya Revano, aku tidak akan membiarkan kamu untuk menemui kedua anak kita. Aku akan membawanya pergi dari hidupmu. Karena aku hanya wanita biasa. Aku hanya bisa memberikan kamu kesempatan satu kali saja dan jika kamu mengulanginya lagi maka tidak akan ada ampun untukmu," ucap Kezia tegas.


"Sayang, aku berani bersumpah tidak ada wanita lain di hatiku selain dirimu."


"Aku mencintaimu Revano," ucap Kezia.


"Aku juga semakin mencintaimu Kezia. Makasih telah menjadi istri sekaligus ibu yang baik untuk anak-anak kita," ucap Revano lalu mendaratkan kecupannya di kening Kezia.


Mereka lalu saling menyatukan dahinya. Revano mengecup bibir istrinya sekilas. Revano lalu memeluk Kezia dari belakang sambil mengusap perut buncit istrinya.


"Revano aku takut kehilangan kamu lagi."


"Sayang, justru aku yang takut akan kehilangan kamu," bisik Revano.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?"

__ADS_1


"Kamu masih ingat tidak saat kita jalan-jalan ke mall? Waktu itu Reva kita titipkan sama Kak Sandra agar bermain sama Rendra. Saat itu kita bisa meluangkan waktu untuk berduaan jalan-jalan ke mall."


"Hmm iya terus kenapa?"


"Aku melihat tatapan orang-orang ke kamu. Aku tidak suka melihat mereka yang mengagumi kamu dan aku ingin kamu tidak usah diet saja setelah melahirkan nanti."


Saat itu memang Kezia tubuhnya kembali ramping dan masih terlihat seperti seorang gadis. Banyak orang yang mengira bahwa Kezia jalan dengan adiknya. Revano tidak suka jika istrinya itu terlalu diperhatikan oleh orang sekitar apalagi laki-laki yang melihat istrinya terlalu lama. Ada rasa cemburu yang tak bisa dijelaskan.


"Astaga Revano. Kalau aku tidak diet setelah melahirkan maka tubuhku akan seperti gajah bengkak."


"Biarkan saja yang penting tidak banyak laki-laki yang melirik kamu."


"Justru kamu harusnya bahagia sayang jika banyak laki-laki yang melirik aku."


"Loh kok seperti itu?"


"Sebab aku bisa pandai merawat diriku padahal sudah punya anak dan bahkan mau dua anak. Ehm begini saja jika kita jalan-jalan ke mall maka harus sama anak-anak jadi tidak ada laki-laki yang melirik aku. Tapi kamu tidak boleh melarang aku untuk diet."


"Hmm baiklah. Tapi jangan terlalu sering ya dan aku tidak suka akan hal itu. Karena demi kesehatan kamu juga sayang," ucap Revano.


"Kamu suami yang baik. Idaman banget deh sayang. Kenapa dulu aku tidak suka ya sama kamu? Dan aku dulu malah menyukai Reno, bahkan aku dan Reno dulu sampai bertunangan."


"Jodoh yang tak disangka sayang. Kamu bertunangan dengan Kak Reno tapi menikahnya denganku."


"Iya, meskipun kamu bukan cinta pertamaku namun kamulah yang menjadi cinta terakhirku."


"Aku bahagia bisa memiliki kamu sayang. Kamu cinta pertama dan terakhir untukku sayang."


Mereka akhirnya saling melempar senyuman.


"Arghhh sayang geli," ucap Kezia saat kembali merasakan tendangan anaknya dari dalam perutnya.


Revano ikut mengusap perut istrinya.


"Sayang bolehkah?" tanya Revano ragu.


Melihat suaminya sudah berkabut gairah dan Kezia hanya bisa menggangguk pelan.


"Setelah ini kamu harus puasa lama sayang hahaha," ucap Kezia tertawa terbahak-bahak.


"Hmm iya benar juga katamu," ucapnya terkekeh.


"Tubuhmu sangat menggoda sayang," ucap Revano yang membuat wajah Kezia seketika memerah bak kepiting rebus.


Mereka lalu melakukan kegiatan yang harusnya mereka lakukan.


Oh iya author mau mengucapkan Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin bagi yang merayakannya. Mohon maaf juga jika author ada salah dalam berkata selama ini 🙏🙂


Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Terimakasih 💙

__ADS_1



__ADS_2