
Semua orang terkejut saat Kezia bilang masih mencintai Reno. Sandra diam saja sekarang. Tidak mau mendengarkan karena dirinya saat ini sedang hamil muda dan tidak boleh kebanyakan pikiran.
"Nak, kalian kan sudah berbulan madu. Kenapa kamu masih mengharapkan Reno? Sedangkan suamimu adalah Revano?" Tanya Rey sambil menatap tajam menantunya yang bisa-bisanya sudah menikah dengan Revano tapi mau mengharapkan Reno.
"Daddy Rey. Kami kemarin ke Bali tidak melakukan apapun. Kita hanya liburan saja."
"Benar itu Revano?" Kini Rey bertanya dengan anaknya. Karena anaknya selalu berkata jujur dengannya.
"Iya itu semua benar Daddy. Kita kemarin hanya liburan saja di Bali dan tidak ada acara berbulan madu."
Rey mulai memegang dadanya yang mulai terasa sakit.
"Reno, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan adik kamu."
"Selama dua bulanan ini aku kamu anggap apa Kak Kezia? Suami pajangan kah? Atau sekedar hanya sebagai pembantu untukmu?" Batin Revano.
"Jadi bisakah kita melanjutkan pernikahan kita yang sempat tertunda?" Tanyanya kembali.
"Maaf Kezia, aku tidak bisa. Karena aku tidak mencintaimu."
"Reno, cinta itu bisa datang karena terbiasa. Aku yakin kamu pasti akan jatuh cinta sama aku. Perlahan-lahan pasti rasa itu akan tumbuh dengan sendirinya."
Reno melongo mendengar perkataan Kezia.
"Cukup Kezia!! Bicara yang sopan dengan Kakak ipar kamu." Rey berbicara dengan nada yang sudah naik satu oktaf.
"Aku akan bercerai dengan Revano agar aku bisa melanjutkan pernikahan aku dengan Reno yang sempat tertunda. Karena aku tersiksa selama ini menikah dengannya." Kezia menunjuk Revano.
Kezia lupa bahwa Rey mempunyai serangan jantung. Rey melotot dan lalu dadanya terasa sakit kembali.
"Arghhh......." Rey memegang dadanya.
Semua orang terkejut, saat ini Rey sudah tidak sadarkan diri. Kini Revano panik, karena istrinya yang membuat Daddy Rey menjadi seperti ini.
"Daddy................" Revano berlari mendekati sang Daddy.
"Sayang, bangun... Kamu jangan seperti ini." Risa kini sudah meneteskan air matanya dan khawatir akan terjadi sesuatu dengan suaminya. Risa tidak sanggup jika harus kehilangan Rey.
Revano juga cemas dengan keadaan Daddy Rey. Dean langsung membantu Rey agar segera di bawa ke rumah sakit.
"Kalau kamu datang kesini hanya ingin menyakiti hati orang tuaku, lebih baik kamu pergi saja jauh dari kehidupanku," ucap Reno lalu membantu Papi Dean membawa Daddy Rey ke rumah sakit.
__ADS_1
Revano berjalan mendekati istrinya.
"Kalau terjadi apa-apa dengan Daddy Rey. Aku tidak akan pernah bisa memaafkan Kakak!" Revano kini berlalu meninggalkan Kezia yang mematung saat mendengarkan ucapan kedua Kakak beradik tersebut.
Kezia langsung kembali ke apartment. Mereka semua langsung menuju ke rumah sakit terdekat. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
"Dokter, tolong selamatkan suami saya. Berapapun biayanya akan saya bayar."
"Baik Bu. Kita akan berusaha semaksimal mungkin."
Dokter tersebut langsung masuk ke dalam ruang UGD. Mereka kini semua cemas dengan keadaan Rey. Lova memegang bahu Risa.
"Risa, Rey pasti bisa tertolong. Kamu harus yakin."
"Iya Lova. Aku juga berharap begitu."
Setengah jam kemudian Dokter keluar dari ruangan tersebut. Risa langsung mendekati Dokter.
"Bagaimana keadaan suami saya Dok?"
"Iya Dok, bagaimana keadaan Daddy saya?" Tanya Revano.
"Alhamdulillah pasien bisa kami selamatkan. Hanya saja....."
"Hanya saja pasien mengalami kritis."
"Apa??" Risa terkejut dan langsung merosot terduduk di lantai.
Reno lalu berjalan mendekati Mommy Risa.
"Mommy, kita harus selalu mendoakan Daddy. Agar Daddy bisa melewati masa kritisnya."
"Iya nak. Temani Mommy agar bisa kuat menghadapi ini semua ya nak?" ucapnya yang sudah berlinang air mata.
Reno mengangguk dan langsung memeluk Mommy Risa. Risa menangis tersedu-sedu diperlukan anaknya.
"Ini semua gara-gara Kak Kezia. Daddy Rey jadi seperti ini." Batin Revano sambil mengepalkan tangan kanannya.
Rey sudah dipindahkan ke ruang rawat inap kelas VVIP. Sonya dan Kenzo datang. Mereka tak menyangka akan membuat Rey jadi seperti ini. Revano lalu izin untuk pulang dan menemui istrinya yang menyebabkan Daddy Rey jadi kritis.
Revano melajukan mobilnya dengan cepat ke apartment. Revano berhasil masuk apartment menggunakan kode akses dan lalu mencari Kezia.
__ADS_1
"Kezia..... Dimana kamu?" Kini Revano sudah terbawa emosi.
Tak ada jawaban dari istrinya lalu Revano langsung masuk ke kamarnya. Kini istrinya sedang enak-enakan tidur pulas. Revano lalu mengambil air mineral dan mengguyurkan ke wajah istrinya.
"Revano kamu apa-apaan sih? Kamu ingin membuatku mati ya? Orang tidur kok diguyur air." Kezia kini membersihkan mukanya yang basah dengan tisu.
"Kamu yang bikin Daddy Rey hampir mati. Sekarang Daddy Rey sedang kritis. Apa kamu sudah puas melakukan semua ini?" Sambil menatap tajam Kezia.
"Aku selalu menuruti keinginan kamu. Aku sudah seperti layaknya seorang pembantu saja di sini, setiap hari aku memasak dan bersih-bersih rumah. Aku itu suami kamu tapi keberadaan aku tidak pernah kamu anggap aku ini ada."
Kezia melongo saat Revano yang terkenal lemah lembut dan penurut kini menjadi emosi.
"Kenapa kamu diam saja huh?"
Kezia masih terdiam tidak bergeming.
"Sepertinya aku harus melakukan tugasku sebagai suami agar Kak Kezia tidak menggangu hubungan Kak Reno dan juga Kak Sandra." Batin Revano.
Revano kini ragu akan melakukannya atau tidak. Tapi demi semuanya berjalan dengan lancar Revano akan melakukannya hari ini. Revano kini tersenyum sambil menatap Kezia. Sedangkan Kezia kini tengah ketakutan. Tatapan Revano tidak seperti biasanya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Kenapa? Memang aku tidak boleh menatap wajah istri cantikku?" Sambil memegang wajah Kezia.
Kezia terkejut saat Revano bersikap seperti ini. Revano baru pertama kalinya menyentuh wajahnya.
"Bahkan jika aku melakukan hal yang lebih tidak akan berdosa karena kita sudah menikah," ucap Revano sambil tersenyum.
Sepertinya Kezia tahu apa yang akan Revano lakukan.
"Mau apa kamu? Revano, kamu jangan berani macam-macam ya sama aku," ucapnya sambil menunjuk suaminya.
"Aku tidak akan macam-macam. Aku hanya ingin satu macam saja yaitu aku menginginkan dirimu selamanya menjadi milikku," ucapnya berbisik di telinga Kezia.
Kezia matanya terbelalak saat. Revano berbicara seperti itu. Tahu apa yang akan dilakukan suaminya lebih lanjut lalu Kezia turun dari tempat tidurnya. Saat akan pergi meninggalkan kamarnya. Revano langsung berjalan mendahului Kezia dan mengunci pintu kamarnya lalu membuangnya ke segala arah. Kezia melotot saat Revano bersikap seperti ini. Seperti bukan suaminya yang selalu menurut perintahnya.
"Revano apa-apa kamu. Ini apartment milik Papaku. Kenapa kamu membuang kuncinya. Apa hak kamu bersikap seperti itu?"
"Karena aku adalah suamimu. Tolong hargai aku sebagai suamimu!"
"Dimanakah Revano yang selama ini aku kenal penurut?"
__ADS_1
"Semenjak bertemu denganmu aku menjadi lebih penurut. Namun kelakuan kamu sudah keterlaluan selama ini Kezia. Kamu tidak memperlakukan aku sebagai layaknya seorang suami tapi sebagai pembantu."
Kezia hanya diam saja dan benar yang dikatakan Revano. Selama ini Kezia menjadikannya seperti layaknya seorang pembantu. Revano yang masak, mencuci baju dan mencuci piring belum lagi bersih-bersih apartment.