Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 115 - Tertangkap Basah


__ADS_3

Akhirnya sore hari Rey dan Risa naik motor sport bersama. Risa senang akhirnya ngidamnya kali ini bisa terwujud naik motor sport bareng Rey. Meskipun mereka mengemudikan motor sportnya masing-masing. Mami Ana dan Papi Aldi senang menantunya telah kembali. Meskipun Rey harus menuruti ngidamnya naik motor. Rey sekarang semakin perhatian dengan Risa dan juga anaknya. Rey tidak mau lagi Risa meninggalkannya.


...*****...


Di kediaman Halim Papanya Dean sedang mengecek bisnisnya di luar negeri. Dean ditugaskan Papanya untuk mengecek perusahaan yang di luar kota. Lova dan Sera hanya berdua di rumah dan ditemani satu asisten rumah tangganya. Lova lebih memilih untuk kembali tinggal di apartment miliknya dari pada satu rumah dengan madunya.


Dean mengizinkan istri-istrinya bebas untuk mengizinkan teman-temannya datang. Ini kesempatan Sera untuk Erick bisa ke rumah Dean. Sera telah menghubungi Erick agar datang hari ini. Sera sudah rindu dengan kekasihnya itu. Kandungan Sera saat ini sudah memasuki usia 3 bulan lebih 3 minggu. Benerapa menit kemudian terdengar suara mobil datang, Sera bahagia kekasihnya sudah datang. Sera membukakan pintu untuk kekasihnya dan lalu Sera memeluk Erick.


"Sayang, aku rindu padamu. Ayo masuk, di rumah ini sepi dan cuma ada aku dan asisten rumah tangga saja."


Sera tidak tahu bahwa di rumah ini di setiap sudut sudah di pasang CCTV saat Sera sedang pulang ke rumah Papanya. Bahkan di kamar Sera juga sudah lama Dean memasangnya. Namun Sera tidak menyadari hal itu. Sera dan Erick duduk di ruang tamu, dengan mesra Sera menyender pada bahu Erick. Karena terasa haus akhirnya Sera memanggil asisten rumah tangganya untuk membuatkan minum.


"Bi... Bibi......"


"Iya Nyonya..."


"Buatkan minum. Ada tamu dari tadi masa Bibi gak mendengar?"


"Baik Nyonya, saya akan membuatkan minuman dingin."


Saat Bibi akan ke dapur membuatkan minuman Sera mencegahnya.


"Bi, tunggu. Ingat jangan bilang ke Dean kalau aku membawa laki-laki ke dalam rumah ini. Kalau tidak Bibi akan tahu akibatnya. Bibi masih sayang sama nyawa Bibi kan?" ucap Sera mengancam asisten rumah tangganya.


"Iya Nyonya Bibi mengerti."


"Nyonya akan menyesal telah mengancam saya." Batin Bibi tersenyum tipis.


"Ya sudah sana cepat bikinin minumannya malah senyam-senyum."


Bibi langsung pergi ke dapur membikin minuman dingin untuk Sera dan Erick. Beberapa menit kemudian Bibi sudah meletakkan minuman dinginnya ke meja. Bibi diam-diam merekam percakapan Sera dan Erick. Meskipun ada CCTV namun dengan hp akan lebih jelas. Ini semua atas perintah Dean, kalau Bibi berhasil mengambil video percakapan Sera dan Erick, Bibi akan mendapatkan bonus bulan ini dari Dean. Bibi sudah menyiapkan kameranya mengarah ke Erick dan Sera. Tak lupa Bibi men-zoom agar terlihat lebih jelas.


"Sayang, kamu jangan marah-marah seperti tadi. Ingat kamu sedang hamil anakku," ucap Erick sambil mengelus perut Sera dan mengecup keningnya karena Sera sedang menoleh ke arah Erick.


"Iya sayang. Oh iya aku udah periksa kemarin. Bayi kita sehat."


"Aku sangat menantikan kehadirannya," ucap Erick sambil mengecup perut Sera dan mengajak bicara anaknya.


"Aku bahagia sayang kamu bisa perhatian kepadanya."


"Ya jelaslah aku perhatian padanya. Bagaimanapun juga dia anakku, dia darah dagingku."


"Iya sayang dia memang anakmu. Benar-benar murni anakmu. Aku hanya melakukannya denganmu."


"Malam itu kita berhasil menjebak Dean. Sekarang Dean percaya bahwa anak yang sedang aku kandung adalah anaknya," ucap Sera sambil mengelus perutnya.


"Bagus sayang. Jadi sebentar lagi kamu akan mendapatkan hartanya Dean melalui anak kita."


"Iya, aku sudah menyusun rencana agar Lova istri tercintanya itu ditendang dari rumah ini. Atau aku lenyapkan saja dia ya beserta anaknya? Papanya Dean sudah sangat sayang padaku dibanding Lova. Akulah nanti satu-satunya yang akan menjadi menantu di Keluarga Halim," ucap Sera sambil tersenyum licik.


"Kamu memang pintar sayang." Erick membelai rambut panjang Sera.


"Ini semua aku lakukan demi masa depan kita sayang."


"Bersabarlah sayang, mungkin 6 bulan lagi setelah anak kita lahir, aku akan meminta hak anak ini untuk memiliki sebagian harta Dean. Setelah itu kita akan menikah dan hidup bersama," ucap Sera kembali.

__ADS_1


"Iya aku menunggu saat-saat itu. Aku sudah tidak sabar akan membesarkan anak kita bersama," ucap Erick sambil memeluk Sera.


"Akhirnya bonus bulan ini akan segera aku dapatkan. Bukan Nyonya Lova yang akan ditendang dari rumah ini. Tapi Nyonya sendiri yang akan segera keluar dari rumah ini. Senjata makan Tuan." Batin Bibi sambil mengakhiri rekaman videonya.


Bibi langsung mengirimkan video tersebut ke Dean. Sebenarnya Dean tidak keluar kota meninjau perusahaannya karena Dean menyuruh asistennya yang pergi ke sana. Dean lebih memilih menemani istrinya di apartment. Saat Dean sudah menerima video itu. Dean membanting vas bunga yang berada di depannya.


"PRANG...................." Bunyi vas bunga pecah.


"Kurang ajar!! Berani-beraninya dia berbicara seperti itu. Ini tidak bisa dibiarkan, enak saja mau menyingkirkan dan melenyapkan Lova dan anakku dari hidupku."


"Sebelum kamu menyingkirkan istriku, akulah yang akan menyingkirkanmu dari kehidupanku."


Mendengar ada sesuatu yang pecah Lova terbangun dari tidurnya dan berjalan pelan-pelan sambil memegang perutnya yang sudah membesar. Kandungan Lova saat ini sudah memasuki usia 8 bulan 3 minggu. Lova mencari sumber dari barang yang pecah. Lova membolakan matanya saat melihat Dean yang tampilannya sudah dengan rambutnya yang acak-acakan dan vas bunga yang pecah di lantai.


"Beb, ada apa? Kok kamu sampai membanting vas bunga? Tanya Lova yang baru saja datang dari arah kamarnya dan mendekati suaminya.


"Beb, maaf kamu jadi terbangun dari tidurmu. Aku tadi geram sama Sera beb."


"Sera? Dia berulah apa lagi beb?" Tanya Lova penasaran.


"Kamu lihat sendiri videonya yang dikirim Bibi barusan beb."


Lova mengambil hp dari tangan Dean. Lova matanya terbelalak saat mendengar percakapan Sera dan Erick di video tersebut. Apalagi Sera akan menyingkirkan dan melenyapkannya beserta anaknya.


"Hiks.... hiks...... Aku gak mau terjadi apa-apa dengan anakku beb. Dia sebentar lagi akan lahir dan aku mau anakku harus lahir dengan selamat," ucap Lova yang sudah menangis sambil memegang perutnya.


"Beb, kamu tidak usah khawatir. Aku akan segera menyingkirkannya dari kehidupan kita," ucap Dean sambil menghapus air mata Lova dan memeluknya.


"Beb, kamu yang tenang ya. Kamu dan anak kita tidak akan terjadi apa-apa," ucap Dean sambil melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Lova agar melihat wajahnya.


Dean memang sedang mengurus proses perceraiannya dengan Sera setelah mendapatkan bukti foto beberapa bulan yang lalu saat Sera dan Erick bersama saat di taman, di restoran dan saat sedang masuk ke apartment Erick. Sekarang Dean telah mendapatkan bukti kuat dengan video pengakuan Sera bahwa anak yang sedang dikandungnya adalah anak Erick. Dean akan menjebloskan Sera dan Erick ke penjara dengan tuduhan kasus perselingkuhan dan penipuan.


"Beb, kamu baik-baik ya di apartment. Aku akan ke rumah bersama polisi menangkap Sera dan Erick.


"Iya beb, kamu hati-hati ya."


"Iya beb," ucap Dean sambil mengecup kening istrinya.


Dean sudah mengirimkan bukti video tersebut ke polisi beserta foto-foto Sera bersama Erick. Dean menghubungi polisi untuk segera datang ke rumahnya. Dean meminta polisi agar tidak membunyikan suara mobil khas polisi dengan alasan agar tersangka tidak kabur. Polisi pun menuruti perkataan Dean dan ada benarnya juga dengan melakukan hal itu karena tersangka tidak akan kabur. Dean sudah sampai di rumahnya, memang benar mobil Erick masih terparkir di halaman rumahnya. Tak lupa Dean menyuruh asisten rumah tangganya untuk kembali merekam video sampai polisi datang ke rumahnya. Dean akan memberikan video tersebut kepada ayahnya dan juga mertuanya. Dengan diam-diam asisten rumah tangganya akan merekam videonya kembali.


"BRAKKK..................." Dean membanting pintu dengan paksa.


Sera dan Erick yang sedang bermesraan di ruang tamu pun terkejut dengan kedatangan Dean.


"Dean........" Sera terkejut saat Dean sudah berada di rumah.


"Kamu terkejut hah? Karena sudah tertangkap basah."


"Kamu bukannya keluar kota untuk mengurusi perusahaan?"


"Iya aku memang ada niat untuk keluar kota. Tapi aku urungkan niatku untuk kesana dan benar saja kamu selingkuh dibelakangku."


"Aku dengan Erick hanya berteman saja. Sayang percayalah padaku. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya," ucap Sera yang masih bersandiwara sambil menggenggam tangan Dean.


Dengan cepat Dean melepaskan genggaman tangan Sera.

__ADS_1


"Teman? Oh iya benar. Erick adalah teman tidurmu sehingga kamu hamil. Anak itu adalah anaknya kan dan bukan anakku? Malam itu kamu menjebak ku kan?" ucap Dean sambil menatap tajam Sera.


Sera terkejut saat Dean sudah tahu hal yang sebenarnya. Sera saat ini ketakutan dengan tatapan tajam Dean.


"Apa yang kamu bicarakan? Ini adalah anakmu Dean. Sudah aku bilang aku hanya berteman saja dengan Erick. Bukankah kamu mengizinkan untuk mengundang teman saat kamu pergi keluar kota."


"Ya aku memang sengaja agar Erick datang kemari. Aku akui kamu memang licik Sera. Bahkan kamu mau menyingkirkan dan melenyapkan istriku," ucap Dean sambil berjalan mendekati Sera.


Sera membolakan matanya saat Dean tahu niatnya untuk menyingkirkan Lova. Dean saat ini wajahnya sudah dipenuhi amarah. Sera takut dan menyembunyikan tubuhnya dibelakang Erick.


"Mau apa kamu sama Sera?" tanya Erick.


"Aku mau dia menyingkir dari kehidupanku. Aku sudah tahu semua kebusukannya dan anak itu adalah anakmu kan Erick?"


"Ya, memang anak yang dikandungnya adalah anakku."


"Kalian itu hanya parasit di Keluarga Halim."


"Apa kamu bilang Sera hanya parasit di rumah ini? Dia masih sah menjadi istrimu."


Erick tidak terima kalau Sera dibilang parasit. Dengan cepat Erick membogem Dean sampai tersungkur di lantai. Bibir Dean sudah mengalir darah, Sera tidak menyangka bahwa Erick akan membogem wajah dan perut Dean.


"Sayang, sudah jangan lakukan lagi. Kasihan Dean."


"Kamu membelanya? Apa kamu sudah mencintainya?"


"Tidak, aku hanya mencintaimu. Aku hanya kasihan kepadanya."


"PROK.... PROKK...... PROKK.........." Dean bertepuk tangan melihat drama di depan matanya.


"Kalian ini sangat dramatis sekali. Aku sampai terharu. Nikmati kebersamaan kalian sesaat, sebelum kalian berpisah."


"Apa maksudmu?"


"Sebentar lagi kalian akan berpisah karena aku telah melaporkan Sera ke polisi."


Sera matanya terbelalak saat mendengar nama polisi. Dean telah melaporkannya.


"Kamu tidak bisa menjebloskan dia ke penjara. Sera sedang hamil, apakah kamu tidak ada kasihan kepadanya dan juga anaknya?"


"Aku tidak peduli dengannya apalagi anaknya."


"Kurang ajar!" Erick kembali membogem Dean.


Saat Dean telah kembali tersungkur di lantai. Polisi datang masuk ke ruang tamu.


"Jangan bergerak. Anda kami tangkap."


"Pak saya tidak bersalah," ucap Sera yang sudah menangis.


"Jelaskan saja semuanya nanti di kantor polisi."


Polisi sudah memborgol Sera. Erick terkejut saat Sera sudah diborgol. Tak lama kemudian polisi juga mendekati Erick.


"Anda kami tangkap, karena Anda juga telah terlibat dalam kasus ini."

__ADS_1


Erick berusaha untuk kabur dan berlari meninggalkan ruang tamu. Polisi langsung mengejar Erick dan menembak kakinya agar tidak bisa berjalan. Sera terkejut saat polisi sudah menembak kaki Erick. Sera kasihan kepada ayah dari anaknya itu yang dari tadi merasakan kesakitan akibat terkena tembakan di kakinya. Setelah itu Erick dan Sera dibawa polisi. Dean lega akhirnya masalahnya akan berakhir. Tinggal satu langkah lagi meminta tanda tangan dari Sera agar mereka bisa resmi bercerai.


__ADS_2