Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Cinta Yang Tulus


__ADS_3

Rey tadi mengumumkan nama anaknya dan semua orang tampak bahagia nama Reyhan cocok dengan wajah bayi mungil yang tampan itu. Sekarang keluarganya menjadi 5 R yaitu Reynaldi, Risa, Reno, Revano dan si bungsu Reyhan. Revano mendekati boks bayi tersebut. Adiknya memang sangatlah tampan dan wajahnya mirip Mommy Risa. Revano sangat gemas dan lalu ingin menggendong adiknya yang baru lahir beberapa jam yang lalu.


"Daddy aku ingin menggendongnya," ucap Revano pelan.


"Iya nak, tapi hati-hati ya karena Reyhan masih tertidur," ucap Rey.


"Iya Daddy."


Revano lalu menggendong adiknya pelan-pelan agar tidak terbangun dari tidurnya dan menangis. Revano kemudian berjalan dan duduk disamping istrinya.


"Sayang, kita sebentar lagi juga akan punya jagoan seperti ini," ucap Revano lirih sambil memperlihatkan adiknya.


Kezia lalu melihat adik iparnya. Rasanya seperti lucu sekali karena anak yang masih dalam kandungannya itu nanti sama adik iparnya jaraknya hanya satu bulanan saja.


"Mudah-mudahan tebakan Mama juga benar kalau anak kedua kita juga berjenis kelamin laki-laki," ucap Kezia sambil mengusap perut buncitnya.


"Iya sayang aamiin. Oh iya sayang, gemesin banget gak sih adikku ini?" tanya Revano.


"Iya sayang. Duh, ganteng banget sih. Paras bulenya mirip Mommy Risa ya?"


"Iya benar sekali."


Kezia bahagia melihat adik iparnya itu lahir dengan sehat. Sekarang tinggal menunggu Mommy Risa sadar saja.


"Lova, Reyhan sangatlah ganteng. Apa kamu tidak ingin punya anak lagi?" ucap Sonya meledek.


"Tidak, aku cukup punya Sandra saja. Kita sudah bahagia apalagi sudah punya cucu, benar gak Papi?" ucap Lova melirik suaminya.


"Iya, benar Mami."


Sandra masih menggendong Rendra dan masuk ke dalam ruang rawat inap tersebut. Sandra ingin melihat adik iparnya yang baru saja lahir. Dia lalu mendekati Revano dan juga Kezia. Matanya berbinar-binar saat melihat Baby Reyhan yang menggemaskan.


"Gemesin banget sih. Jadi ingin cubit deh, tapi takut Reyhan akan menangis," ucap Sandra terkekeh


"Jangan dulu honey, adikku masih terlalu kecil."


"Kulitnya masih terlalu lunak nak. Kalian jangan pada jahil ya tangannya. Apa kalian mengerti?" ucap Sonya menatap tajam.


Sonya tadi berbicara seperti itu karena tidak ingin anak dari sahabat sekaligus besannya itu dicubit sembarangan karena baru saja lahir dan kulitnya saja masih memerah. Mereka semua lalu mengangguk kompak. Tak lama kemudian Risa mulai mengerjapkan matanya. Rey betapa bahagianya saat istrinya sudah sadar.


"Apa aku sudah di surga?" ucapnya dalam hati sambil melihat ke atas ruangan yang berwarna putih.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang."

__ADS_1


Risa tertegun dan jika dirinya berada di surga mengapa ada suara suaminya. Risa lalu menoleh dan melihat apakah beneran suaminya ada di sampingnya atau tidak.


"Rey, benarkah itu kamu?" tanyanya meyakinkan.


"Iya aku Rey. Reynaldi Wijaya."


"Seperti nyata." Batin Risa.


"Aku tidak sedang bermimpi kan ini?" ucap Risa sambil memegang pipi suaminya.


"Iya ini aku, suami kamu sayang."


"Cubit aku Rey. Apa aku benar-benar bermimpi atau tidak?"


Rey terkekeh melihat tingkah istrinya itu. Rey lalu mencubit pipi Risa.


"Auwww terasa sakit dan ini semua adalah nyata. Aku ternyata masih hidup?" ucapnya yang seketika matanya berbinar-binar.


"Sayang apa yang kamu pikirkan? Semenjak melahirkan kenapa kamu jadi aneh seperti ini?"


"Rey, aku hanya tidak menyangka bahwa aku masih hidup."


"Oh iya mana anak kita?" ucapnya kembali.


"Mommy ini Reyhan, wajahnya ganteng dan mirip Mommy."


Risa lalu menggendong putranya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Rey melihat itu merasa bahagia, kini bisa bersama dengan istri dan anaknya. Ketakutannya kehilangan Risa sekarang sudah hilang. Istrinya kini bisa bersamanya lagi. Risa memperhatikan wajah putra bungsunya. Terlihat senyuman mengembang dari bibirnya. Risa mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Akhirnya putraku ada yang benar-benar mirip denganku," ucap Risa lalu mengecup kening putranya.


"Bahagia ya Risa jika anak yang kita lahirkan mirip dengan kita."


"Iya, aku juga merasakan hal yang sama," jawab Sonya.


"Iya, Sandra sangatlah mirip dengan kamu Lova. Sedangkan Kezia sudah bak pinang dibelah dua sama Sonya," ucap Risa terkekeh.


Sonya dan Lova juga merasa bersyukur. Kedua putri mereka sangatlah mirip dengannya jadi perjuangannya melahirkan anaknya terbayarkan dengan wajah putrinya yang mirip dengannya.


Risa lalu memperlihatkan lagi wajah anaknya.


"Tapi kalau dilihat-lihat dari samping Reyhan mirip seperti kamu Rey karena saat aku tadi melahirkannya dengan sekilas aku melihat wajahnya," ucapnya kembali.


"Ya kan aku ayahnya sayang kan anak kita berdua. Masa iya tidak mirip denganku? Apa kamu berharap anak kita mirip Kenzo yang lebih ganteng dariku?" ucapnya terkekeh.

__ADS_1


"Bercandanya jangan kelewatan. Jadi tidak enak sama besan kita," ucap Risa.


"Haha, seperti sama siapa saja Risa. Kita sudah bersahabatan puluhan tahun loh dan bahkan kita berbesanan," ucap Kenzo.


"Oh iya sebulan lagi kita akan mendapatkan cucu dari Kezia dan Revano," ucapnya kembali.


"Iya, aku sangat bahagia menantuku mau menuruti ngidamku yang aneh dan akhirnya aku sampai bisa mempertahankan Reyhan," ucap Risa tersenyum bahagia dan lalu mengecup pipi bayi mungil tampan itu.


Reyhan terlihat menggeliat setelah ibunya mengecup pipinya.


"Kezia sayang makasih ya nak. Berkat kamu Reyhan bisa terlahir."


"Mommy jangan berbicara seperti itu karena kami memang ingin memberikan adik juga untuk Reva," ucap Kezia.


Pandangan Risa lalu beralih ke Reno.


"Reno, kamu kapan berikan Rendra adik?" tanya Risa.


"Hehehe, jangan ditagih cucu lagi dong Mommy. Itu sih terserah Sandra saja," ucap Reno sambil melirik istrinya.


Sandra lalu menatap tajam suaminya. Sandra hanya ingin punya anak saja.


"Eh, kita sepakat hanya akan punya satu anak saja Mommy," ucap Reno yang kini takut akan tidur di luar.


"Dasar suami takut istri," celetuk Revano.


"Hahaha, kamu jangan menertawakan aku. Kamu juga seharusnya bisa bercermin diri karena kamu lebih takut dengan Kezia," ucap Reno terkekeh.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perdebatan antara Reno dan Revano.


"Kalian berdua memang suami-suami takut istri," ucap Sonya diakhiri dengan tawanya.


Tak lama kemudian Baby Reyhan menangis, mungkin karena mendengar suara yang terlalu berisik dari ruangan tersebut. Rey lalu membantu Risa untuk memasangkan kain penutup. Sekarang Baby Reyhan sedang diberi nutrisi pertama kali oleh Risa. Asi Risa tidak begitu banyak yang keluar jadi sepertinya harus dibantu menggunakan sufor. Karena bayi laki-laki berbeda dengan bayi perempuan. Bayi laki-laki membutuhkan nutrisi yang lebih banyak. Dulu kedua anaknya cukup diberikan nutrisi oleh Risa. Tapi kan kini sudah berbeda karena Risa sudah berumur. Baby Reyhan tertidur pulas setelah diberi asi. Rey lalu menggendong anaknya dan diletakkan di boks bayi. Rey tersenyum ketika melihat anaknya. Risa juga ikut bahagia akhirnya keinginan suaminya untuk punya anak lagi sudah terkabul.


"Rey, aku sudah tidak bisa memberikan kamu anak lagi. Aku tidak sanggup untuk hamil lagi Rey."


"Iya sayang, 3 anak cukup kok. Makasih ya istriku," ucap Rey yang lalu mendaratkan kecupannya pada kening Risa.


"Aku takut sekali saat melihat kondisi kamu tadi. Aku takut kehilangan kamu sayang."


"Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan untuk aku hidup. Aku akan berusaha untuk memperbaiki diriku. Menjadi ibu dan sekaligus istri yang baik untuk keluarga kita."


Rey mendaratkan kecupannya kembali pada kening Risa. Tak hanya itu, Rey juga memeluknya dengan erat. Risa menutup matanya sejenak saat mendapatkan kasih sayang dari suaminya. Cinta Rey begitu tulus untuk Risa dan begitu pula sebaliknya. Perjodohannya dengan Rey dulu kini membawa kebahagiaan. Risa mendapatkan kasih sayang dan cinta yang tulus dari suaminya. Serta dikaruniai 3 anak dari hasil pernikahannya.

__ADS_1


__ADS_2