Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Mau Menerima Anaknya


__ADS_3

Dokter masih di dalam kini Sonya khawatir dengan keadaan anaknya yang tengah mengandung.


"Papa... Kalau cucu kita tidak bisa selamat bagaimana?"


"Kita berdoa saja Mama, semoga Kezia dan cucu kita akan baik-baik saja." Sambil memeluk Sonya.


"Oh iya kita belum menghubungi Rey dan Risa. Mereka belum tahu kan akan segera punya cucu." Sonya lalu melepaskan pelukannya.


"Mama biar nanti saja. Kita pastikan dulu kondisi Kezia bagaimana dan cucu kita apakah masih dalam keadaan baik-baik saja atau tidak. Tapi Papa berharap cucu kita bisa diselamatkan."


"Iya Pa. Mama juga berharap seperti itu. Jadi kita menghubungi Risa dan Rey nanti saja ya saat kita sudah mengetahui kondisi Kezia."


"Iya benar Mama..."


Sonya dan Kenzo lalu penasaran dengan apa yang tadi terjadi di apartment sampai Kezia bisa mengalami keguguran.


"Bibi, coba jelaskan bagaimana Kezia bisa mengalami pendarahan?" Tanya Sonya yang tadi tidak sempat melihat meja ada jus nanas. Karena pikirannya hanya fokus dengan anaknya yang sedang mengalami pendarahan.


Bibi lalu menjelaskan semuanya saat Kezia datang tiba-tiba minta untuk dibuatkan jus nanas. Bibi juga bercerita bahwa dirinya tidak tahu bahwa Kezia sedang hamil. Bibi mendengar Kezia muntah-muntah dan lalu menyusul ke kamarnya. Alangkah terkejutnya Bibi melihat Kezia memukul perutnya dan menyebutkan anak dan nama suaminya sambil terus memukul perutnya. Bibi langsung menceritakan dulunya dirinya pernah mengalami keguguran juga dan sampai sekarang tidak bisa mempunyai anak lagi. Bibi sampai bilang kalau Kezia tidak mau membesarkan anaknya. Bibi siap untuk membesarkan anak dari majikannya itu.


Akhirnya pikiran Kezia terbuka dan Kezia sangat berterima kasih dengan Bibi yang sudah berhasil membukakan pintu hatinya. Kezia menyesal tadi melakukan hal itu dengan meminum jus nanas yang bisa membahayakan anaknya. Kezia mau menerima anaknya dan membesarkan anaknya sampai lahir. Bibi sudah menceritakan semuanya. Sonya dan Kenzo tak terasa air matanya sudah jatuh menetes saat Bibi menceritakan semuanya. Sonya dan Kenzo lega Kezia mau menerima anaknya. Namun mereka sekarang masih khawatir akan keselamatan anak dan cucunya.


Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruangan.


"Bagaimana kondisi anak saya dok?" Kenzo sangat khawatir dengan kondisi anaknya yang saat ini sedang mengandung cucunya.


"Bagaimana keadaan anak dan cucu saya?" Sonya bertanya dengan Dokter tersebut.


"Pasien saat ini sedang kritis karena kekurangan banyak darah. Stok kantong golongan darah A sedang habis. Kita membutuhkan golongan darah A sekarang juga."


"Ambil saja darah saya sebanyak-banyaknya Dokter. Tapi tolong selamatkan anak dan cucu saya."


"Baiklah kami akan berusaha semaksimal mungkin."


"Mari Bu saya antar ke ruangan untuk melakukan pengambilan darah."

__ADS_1


Sonya lalu bisa mendonorkan darahnya untuk anaknya. Satu jam telah berlalu akhirnya Dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana kondisi anak dan cucu saya dok?"


"Alhamdulillah anaknya bisa diselamatkan meskipun sekarang kondisinya masih lemah. Nanti jika pasien sadar harus segera makan dan mengkonsumsi obat penguat kandungannya. Untuk ibunya sudah melewati masa kritisnya dan tinggal menunggunya sadar."


"Baik dok, terima kasih."


Sonya dan Kenzo bahagia cucunya selamat. Kezia sekarang sudah berada di ruang rawat inap. Kezia masih belum sadar.


"Papa, kita akan punya cucu." Sonya bahagia cucunya selamat.


"Iya Mama. Tak menyangka ya waktu begitu cepat berlalu. Perasaan baru kemarin kamu melahirkan Kezia dan sekarang Kezia juga akan segera punya anak."


"Iya Papa. Pasti cucu kita nanti kalau sudah lahir akan lucu. Secara Revano kan imut banget dan anak kita juga cantik." Sonya membayangkan wajah cucunya perpaduan wajah Kezia dan juga Revano.


"Iya Mama pasti akan sangat menggemaskan cucu kita kalau nanti sudah lahir. Mudah-mudahan saja Kezia beneran mau merawat anaknya hingga bisa melahirkannya nanti."


"Kezia butuh Revano Papa, saat sedang hamil seperti ini. Ibu hamil kan sering ngidam. Kaya waktu itu kamu selalu menuruti aku saat aku sedang mengandung Kezia maupun Keano."


"Papa sudah mencarinya kemana-mana namun belum menemukan menantu kita. Teman-temannya juga tidak ada yang tahu Revano pergi kemana. ini juga sebenarnya salah Kezia juga Mama yang meminta Revano untuk pergi dari hidupnya."


"Oh iya. Kita belum menghubungi Risa dan Rey."


"Nanti saja Mama setelah kita bicara dengan Kezia terlebih dahulu."


Kezia mulai mengerjapkan matanya.


"Arghh...... Kepalaku terasa pusing sekali." Sambil tangan kirinya memegang kepalanya.


"Sayang kamu akhirnya sudah sadar nak." Sonya mengusap kepala anaknya.


"Mama..... Anakku apa masih bisa diselamatkan?" Tanyanya ingin tahu.


Sonya mengangguk dan lalu tersenyum.

__ADS_1


"Iya nak, cucu Mama masih ada dalam perut kamu." Sonya kini mengelus perut Kezia perlahan.


Kezia mulai meneteskan air mata. Kezia bersyukur anaknya masih bisa diselamatkan. Kezia berjanji akan menjadi ibu yang baik dan merawat anaknya dengan penuh kasih sayang. Bagaimanapun juga buah hatinya merupakan sebuah anugerah dari Allah. Kezia perlahan melihat ke arah perutnya. Kezia lega anaknya bisa selamat. Kezia menyesal kemarin telah meminum jus nanas dan memukul perutnya. Sekarang Kezia sudah sadar dan dia tidak ingin kehilangan anaknya. Perlahan Kezia mengarahkan tangan kanannya ke perutnya.


"Sayangnya Mama... Alhamdulillah kamu bisa selamat nak. Mama janji akan merawat kamu hingga besar nanti. Berjanjilah nak untuk lahir ke dunia dengan selamat. Mama akan menunggu kamu sampai tiba saatnya nanti kamu akan melihat betapa indahnya dunia. Mama ingin segera bertemu denganmu. Sehat-sehat ya kamu dalam perut Mama," ucap Kezia sambil mengusap-usap perutnya.


Kenzo dan Sonya tersenyum melihat anaknya kini menyayangi bayinya dengan tulus.


"Alhamdulillah kamu sudah berubah menjadi orang yang lebih baik nak. Papa bangga sama kamu."


"Mungkin karena Kezia sedang hamil Papa. Jadi bayinya membawa keberkahan buat Kezia. Sehingga anak kita bisa menjadi wanita yang lembut dan penuh kasih sayang." Sonya berbicara itu dan lalu tersenyum.


"Iya Mama, itu karena anak kita akan menjadi seorang ibu."


"Benar juga apa kata Papa. Mama merasa juga seperti itu."


"Nak, Papa dan Mama sudah tahu semuanya. Kamu jangan melakukan hal seperti tadi lagi ya nak. Bisa berbahaya untuk kamu dan juga nyawa anak kamu."


"Iya Papa. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Bagaimanapun juga anakku berhak hidup. Meskipun aku masih membenci Revano."


"Mama tahu kamu membencinya. Tapi Mama juga bisa melihat bahwa kamu juga merindukannya."


"Mama apa-apaan sih. Siapa juga yang merindukan Revano."


"Nak, Mama juga pernah hamil dua kali. Jadi Mama juga merasakan hal yang sama seperti kamu. Mama tahu kamu ingin ditemani oleh Revano saat sedang hamil seperti ini kan nak?"


Kezia mengangguk pelan. Kali ini dirinya tidak berbohong karena memang ingin bertemu dengan suaminya, ayah dari anaknya yang sedang dia kandung.


Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and biar author tambah semangat 🆙


tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂


Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❤️


__ADS_1


Alhamdulillah karya author masih masuk rekomendasi ❤️



__ADS_2