Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Tidak Direstui.


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca karena jempolnya semakin menghilang akhir-akhir ini 😌



Ufy melihat sahabatnya itu tersenyum bahagia. Dari tadi melihat hp sambil senyam-senyum sendiri.


"Ada apa nih? Sepertinya kamu bahagia banget hari ini?"


"Aku sekarang sudah punya pacar."


Ufy melotot, sahabatnya itu berpacaran sama siapa dalam benak hatinya. Baru saja dirinya akan mendekatkan Reva dengan Rio.


"Kamu pacaran? Sama siapa? Kok sepertinya aku gak yakin kalau kamu punya pacar?"


"Kamu tidak percaya sama aku? Aku baru saja jadian dengan sahabat kecilku."


"Sahabat kecil kamu? Memangnya kuliah di sini juga?"


Reva mengangguk pelan. Ufy lalu penasaran dengan pacar dari sahabatnya itu.


"Siapa Reva? Kasih tahu aku dong. Aku kenal gak sama orangnya?"


"Iya, kamu kenal kok."


"Wah aku jadi kepo nih..."


"Nanti aku ceritain selesai kelas," ucap Reva lirih karena Dosennya sudah datang.


Reva lalu memasukkan hp ke dalam tas. Reva akan bercerita kepada sahabatnya kalau dia hari ini sudah jadian dengan sahabat kecilnya. Mereka hanya kuliah 2 SKS dan hanya 90 menit saja. (Jadi ingat saat kuliah kemarin 😃).


Reva dan Ufy masih di dalam kelas. Ufy sangat penasaran dengan siapa pacar sahabatnya itu.


"Kamu pacaran sama siapa sih?"


"Rio," jawabnya singkat.


Ufy membolakan matanya karena saat dirinya akan menjodohkan Tom and Jerry itu tapi justru mereka telah jadian duluan.


"Apa??? Aku tidak salah dengar kan? Kamu jadian sama Rio?"


"Iya, kamu bicaranya jangan keras-keras."


"Upsss... Ya maaf, habisnya aku saking bahagianya karena sahabatku ini tidak jomlo akut."


"Heh perkataan itu seperti merendahkan aku yang gak laku saja. Padahal sudah 8 laki-laki yang aku tolak selama ini. Karena aku selalu menunggu sahabat kecilku itu dan akhirnya ia datang dengan cara tak ku sangka secepat ini."


"Cih lebay, sebentar lagi kamu pasti akan bucin. Padahal aku mau mendekatkan kalian loh. Eh malah sudah jadian duluan. Alhamdulillah deh."


"Haha, mau jadi mak comblang nih kamu ternyata. Tapi aku gak butuh bantuan kamu."


"Astaga, nanti kalau ada masalah jangan mencari aku."


"Tidak akan ada masalah."


Reva kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"Mau ke mana?" tanya Ufy.


"Kencan dong."

__ADS_1


"Eh, kamu belum memberi aku pajak jadian."


"Besok aku traktir deh. Tapi biar Rio yang bayar."


"Yee... Sama saja bohong. Eh kapan-kapan double date yuk?"


"Ehm, iya oke dan atur aja tempatnya mau di cafe mana. Hmm, aku duluan ya."


Ufy mengangguk pelan dan Reva lalu pergi duluan. Reva dari tadi mengirimkan pesan WhatsApp kepada kekasihnya agar menunggu dirinya didekat parkiran.


"Sayang kok lama sekali?"


Reva pipinya merah merona karena mereka baru saja jadian tapi Rio sudah mengucapkan kata sayang.


"Tadi biasalah Ufy kepo."


"Kita naik kendaraan sendiri-sendiri ya?"ucap Reva kembali


"Tapi kan kita mau kencan."


"Besok saja kita bisa pulang pergi bareng. Kamu jemput aku ya? Masih ingat tidak rumahku?"


"Agak lupa sayang, hehe."


"Huu dasar, ingatan kamu itu gimana sih?"


"Kan dulu kita masih kecil dan sekarang mungkin bangunan rumah kamu sudah berbeda. Ya direnovasi gitu dan rumah yang ada di sekitar perumahan itu pasti juga sudah direnovasi juga."


"Hmm iya juga ya? Ya sudah deh besok kalau mau jemput aku share location."


"Aku udah WhatsApp kamu alamat restoran untuk kita berkencan. Gak jauh kok dari sini."


"Ok sayang. Kamu hati-hati naik motornya," ucap Rio sambil mengacak-acak rambut kekasihnya.


"Habisnya kamu gemesin."


"Eh aku udah dewasa kenapa kamu bilang gemesin?"


"Wajah imut kamu itu loh sayang. Apalagi saat kamu tersenyum."


"Aku sudah lapar yuk kita ke restorannya sekarang. Kamu juga hati-hati ya Rio."


"Bilangnya sayang dong. Kan kita udah jadian. Masa kamu manggilnya tetap Rio?"


"Iya, Rio sayang yang bawel."


Rio terkekeh geli mendengarnya. Reva lalu menuju ke motor sport miliknya. Sedangkan Rio ke mobilnya.


"Reva telah berubah dan makin menjadi cewek yang keren. Tak ku sangka dia bisa naik motor sport."


Mobil Rio mengikuti motor Reva untuk menuju ke restoran.


"Wah aku ketinggalan jejak... Dia nyalip terus sama mobil lainnya."


Rio geleng-geleng kepala saat melihat Reva naik motor. Dia bisa selap-selip dan tiba-tiba menghilang begitu saja.


"Ah aku ketinggian jejak. Untung saja dia memberikan alamat restorannya, jadi aku bisa nyusulin langsung ke sana."


Reva sudah sampai di restoran duluan. Reva memesan meja nomor 6 dan mengirimkan pesan WhatsApp ke Rio kalau dia telah sampai. Dua belas menit kemudian Rio sampai di restoran.

__ADS_1


"Kamu baru sampai?"


"Iya. Kamu kencang sekali bawa motornya sih."


"Eh jangan salahkan aku. Mobil kamu saja yang butut."


"Enak saja. Mobilku baru dibeli dua tahun yang lalu. Cuma ganti plat saja saat sampai Jakarta."


Reva hanya terkekeh geli dan tadi dia hanya meledek kekasihnya. Karena sudah lapar mereka lalu makan bersama.


Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing. Kezia terheran anaknya itu kali ini pulang dan mengucap salam dan mengecup punggung tangannya. Setelah itu bernyanyi sambil menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Karena penasaran dan akhirnya Kezia naik menyusul anaknya. Kezia membuka pintu kamar anaknya.


"Sayang, makan dulu yuk?"


"Mama, aku baru saja makan."


Kezia mengernyitkan dahinya karena anaknya belum ke ruang makan. Jadi Kezia mikirnya Reva makan sepulang dari kampus.


"Sama siapa nak? Apa sama Ufy, sahabat kamu itu?"


"Bukan Mama. Aku habis jadian sama teman kampus dan kita tadi merayakan hari jadian di restoran."


"Kamu berpacaran sama teman satu kampus?" tanya Kezia tak percaya.


"Iya Mama. Nanti lagi ya ceritanya dan nunggu Papa pulang biar sekalian. Sekarang Reva mau mandi dulu."


"Iya nak. Ya sudah Mama keluar."


Kezia lalu keluar dari kamar anaknya. Pikirannya masih bertanya-tanya dan ingin tahu siapa kekasih anaknya itu.


Revano telah pulang setelah suaminya itu mandi, makan akhirnya mereka menikmati duduk di sofa kamar sambil berbincang-bincang.


"Sayang, Reva sudah punya pacar. Katanya tadi mereka jadian."


"Bagus dong itu tandanya anak kita sudah dewasa."


"Aku belum selesai cerita. Tapi kamu sudah memotongnya," sungut Kezia.


"Ya sudah ceritakan semuanya sayang," ucap Revano dengan nada yang lembut.


"Reva berpacaran sama anaknya Viona yang tak lain adalah mantan istri siri kamu dulu itu."


"Apa?" tanya Revano yang matanya terbelalak.


Meskipun Rio bukan anak kandungnya tapi nama Rio yang depannya huruf R itu sukses membuat rumah tangga Viona kerap sekali ribut hanya karena masalah nama anaknya.


"Apa tanggapan kamu Revano?" tanya Kezia menatap wajah suaminya.


"Aku tidak setuju."


"Apalagi aku tidak akan merestui hubungan mereka."


Kezia masih trauma untuk diselingkuhi maka dari itu tidak ingin anaknya bernasib yang sama.


Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan like 👍


Yuk dukung author dengan meninggalkan komentar dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗


__ADS_1


Berikan dukungan vote gratis (tanpa mengurangi poin kalian) makasih ❤️



__ADS_2