Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Kepulangan Revano


__ADS_3

Kezia hari ini pergi ke bank dan mengecek kartu ATM yang pernah Revano berikan. Kezia penasaran dengan berapa jumlah uang yang ada dalam kartu ATM tersebut. Kezia memasukkan password 6 angka. Password-nya tanggal pernikahannya dengan Revano. Kezia terkejut berapa nominal yang baru saja dia lihat.


"Seratus dua puluh enam juta, delapan ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah."


Kezia semakin merasa bersalah karena tidak pernah menghargai jerih payah suaminya bekerja sebagai model dan juga menjadi driver ojol selama ini. Kezia pernah membuang kartu ATM tersebut ke lantai. Revano lalu mengambilnya kembali dan menyimpan kartu ATM tersebut. Saat akan pergi ke Korea, Revano meletakkan kartu ATM tersebut di atas surat gugatan cerainya dan surat pribadi yang dirinya tulis. Kezia hanya mengecek kartu ATM milik suaminya karena rasa penasaran. Kini Kezia sudah masuk kembali ke mobilnya.


"Maafkan aku Revano. Aku dulu tidak menganggap kamu berarti dalam hidupku. Dulu aku sangat bersikap buruk sama kamu." Air matanya sudah mulai menetes.


"Aku sadar kini kesalahanku selama ini sudah banyak sama kamu dan tidak bisa dimaafkan. Sekarang aku semakin merasa bahwa kamu tidak pantas untukku. Kamu terlalu baik untuk wanita sepertiku. Kamu berhak bahagia Revano, tapi tidak bersamaku," ucapnya kembali.


Kezia lalu mengusap air matanya dan melajukan mobilnya kembali ke apartemennya.


...*****...


Satu bulan telah berlalu. Akhirnya Revano sekarang sudah selesai kontrak dengan agency modelnya di Korea. Jika kemarin Revano tidak selesai kontraknya dan langsung pulang ke Indonesia maka Revano akan dikenakan denda. Maka Revano menunggu sampai habis kontraknya terlebih dahulu dan baru pulang ke Indonesia. Revano sedang menata semua bajunya dan dirinya masukkan ke dalam kopernya.


"Sayang tunggulah, aku akan kembali." Revano tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya.


"Nak, Papa akan pulang. Tunggulah Papa, sebentar lagi kita akan bertemu," ucapnya kembali lalu tersenyum. Revano tidak menyangka akan menjadi seorang ayah.


Revano tidak sabar melihat istrinya dengan perutnya yang semakin membesar. Revano membayangkan Kezia betapa sangat menggemaskan. Karena biasanya ibu hamil akan terlihat lebih chubby. Revano kini sudah sampai di Bandara dan ternyata pesawatnya delay satu jam. Perbedaan jam Indonesia dan Korea Selatan hanya 2 jam. Lebih cepat jam di Korea Selatan. Jadi Revano memilih memesan tiket pesawat yang malam hari agar sampai di Indonesia pagi karena penerbangan untuk sampai ke Indonesia membutuhkan waktu 7 jam lebih.


Di Indonesia kini Kezia tidak bisa tidur di apartemennya. Entah Kezia kepikiran dengan Revano terus sudah 2 hari ini karena sudah 2 malam ini Kezia tidak bisa tidur nyenyak karena dari tadi si kecil terus menerus menendang dalam perutnya. Usia kehamilan Kezia sudah berjalan 6 bulan lebih 2 hari.


"Nak, kenapa kamu menendang terus dalam perut Mama? Kamu sebenarnya kenapa sayang, sudah dua malam kamu seperti ini terus nak." Sambil mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit.


"Apa kamu merindukan Papa nak? Mama juga sangat rindu sama Papa kamu nak. Andai saja Papa kamu besok pulang. Mama akan bahagia jika benar-benar itu akan terjadi. Mama akan menyayangi Papamu seperti Mama menyayangimu," ucapnya kembali.


Tak lama kemudian anaknya menendang-nendang lagi dalam perut Kezia.

__ADS_1


"Arghhh... Kamu mengagetkan Mama saja nak. Tendangan kamu begitu kuat."


Kezia bersyukur anaknya tumbuh sehat dalam perutnya. Kezia gemas sendiri saat berpakaian dress setiap mau ke butiknya, Kezia bingung memilih pakaian yang cocok untuknya. Perutnya yang semakin terlihat membesar yang membuat Kezia bingung untuk memilih ingin berpakaian yang mana setiap harinya.


"Mama sudah ngantuk nak, ayo kita tidur ya nak."


Tidak mempan ucapan Kezia karena anaknya masih saja terus menendang-nendang dalam perutnya. Kezia lalu ada ide untuk menyebutkan nama suaminya.


"Revano Putra Wijaya, anakmu membuatku susah tidur." Gerutu Kezia sambil memegang perutnya.


Tak lama kemudian anaknya sudah tidak menendang-nendang lagi dalam perutnya.


"Berhasil, anak yang baik. Disebut nama Papanya langsung diam. Ternyata kamu takut dengan Papa kamu nak," ucap Kezia terkekeh geli.


Kezia mulai berbaring dan mulai memejamkan matanya. Tak lama kemudian Kezia sudah menuju ke alam mimpinya.


Pagi hari Kezia ingin memasak. Entah hari ini Kezia ingin memakan udang saus padang masakan kesukaan suaminya. Kezia kini tengah ngidam dan akan memasaknya sendiri. Bibinya hari ini tidak datang karena izin pulang kampung selama beberapa hari.


Kezia lalu menuju ke dapur. Kezia menggunakan celemek dan mulai mengikat rambutnya. Kezia membuka kulkas dan mengambil udang dan beberapa bumbu yang diperlukan. Kezia mengupas udang tersebut dan lalu membuat bumbunya. Setelah itu Kezia memasaknya. Kezia sudah tidak sabar ingin memakan udang saus padang tersebut.


Pukul 7 pagi Revano sudah sampai di Indonesia. Revano tersenyum bisa kembali ke Indonesia lagi dan statusnya akan berubah sebentar lagi menjadi seorang ayah.


"Papa datang nak..." Lirihnya.


Revano naik taksi dan langsung menuju ke apartment Kezia. Setelah beberapa puluh menit kemudian Revano kini sudah sampai di apartment Kezia.


"Bagaimana kalau dia mengusirku lagi?" Gumamnya.


Revano lalu memberanikan diri untuk menekan tombol bel apartment. Revano sebenarnya juga tahu password apartment Kezia. Namun tidak sopan jika sudah lama tidak pulang dan main masuk saja dalam apartemennya.

__ADS_1


Kezia mendengar bel apartment berbunyi. Dengan segera Kezia melepaskan celemeknya dan untung saja sudah selesai memasak dan tinggal makan saja.


"Siapa ya yang datang sepagi ini?" Karena penasaran Kezia langsung berjalan menuju pintu.


Kezia memegang perutnya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya untuk membuka pintunya. Revano pandangannya lalu ke arah perut Kezia yang sudah mulai membesar ada rasa bahagia melihat anaknya tumbuh dengan sehat di dalam perut wanita yang dicintainya. Kezia terkejut saat melihat siapa yang datang pagi ini. Laki-laki yang dirinya rindukan selama ini yang datang. Siapa lagi kalau bukan ayah dari sang anak yang sedang di kandungnya. Sudah setengah tahun lamanya mereka tidak bertemu. Kezia sangat rindu dengan laki-laki yang kini ada dihadapannya.


"Re-Revano......" Kezia membolakan matanya saat melihat suaminya pulang.


Revano terkejut melihat penampilan Kezia yang tidak seperti biasanya yang selalu tampil rapi dan elegan. Kini Kezia terlihat habis masak. Revano juga menghirup aroma masakan dari dalam apartemennya.


"Ekspresinya kok seperti itu? Apa Kezia tidak senang dengan kepulanganku." Batin Revano merasa kecewa saat ini.


"Maaf, aku telah mengganggu kamu pagi hari ini. Aku tidak akan mengganggumu lagi, aku akan pergi." Revano menundukkan kepalanya dan langsung menarik kopernya, Revano berbalik badan lalu pergi meninggalkan Kezia yang masih mematung di depan pintu apartemennya.


Kezia melongo mendengar perkataan suaminya. Kezia tidak ingin kehilangan Revano lagi untuk kedua kalinya. Terlebih Kezia sekarang sudah sadar akan kesalahannya dan sudah mencintai suaminya. Kezia menginginkan Revano kembali padanya dan membesarkan anaknya bersama-sama. Namun jika Revano tidak ingin kembali lagi, Kezia akan pasrah untuk berjuang dan membesarkan anaknya sendiri. Karena Revano juga berhak untuk bahagia.


"Tunggu Revano, jangan pergi..." Kezia berteriak agar suaminya tidak pergi lagi dari hidupnya.


"Aku akan berusaha untuk mempertahankan rumah tanggaku. Namun jika Revano tidak mau, sekarang juga aku akan melepaskannya. Revano juga berhak mendapatkan kebahagiaannya meskipun tidak bersamaku dan aku akan bercerita dengan anakku nanti kalau dia punya Papa yang baik dan hebat seperti Revano. Dia pasti bahagia punya Papa seperti Revano. Meskipun kita tidak bisa bersama-sama lagi." Batin Kezia yang pikirannya berkecamuk saat ini, antara sedih dan senang bertemu dengan Revano.


Revano lalu menghentikan langkahnya. Revano penasaran kenapa Kezia tidak membolehkannya pergi. Kezia berjalan dengan cepat dan lalu memeluk Revano dari belakang.


"Revano... Aku merindukanmu..." Lirihnya namun masih terdengar sampai telinga Revano.


Akhirnya Kezia memberanikan diri untuk memeluk suaminya. Revano statusnya masih suaminya saat ini. Revano tidak percaya dengan apa yang Kezia katakan. Revano seperti sedang bermimpi Kezia mengatakan seperti itu kepadanya. Kezia sepertinya berbicara dengan tulus kepadanya saat ini.


Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙


__ADS_1


Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙



__ADS_2