Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Memadu Kasih


__ADS_3

Rey akan memberitahu bahwa Kezia dan Revano akan menginap di rumahnya sampai nanti acara tujuh bulanan akan dilaksanakan.


"Reno, adikmu Revano dan Kezia akan menginap di rumah Daddy sampai acara tujuh bulanan kehamilan Kezia. Daddy berharap kalian mulai malam ini akan menginap di rumah Daddy sampai acara tujuh bulanan akan dilaksanakan."


Sandra dan Reno saling bertatapan. Kemudian Sandra memberikan dengan kode anggukan kepala.


"Iya Daddy, kita akan menginap sampai nanti acara tujuh bulanan kehamilan Kezia." Jawab Reno.


"Nah, begitu dong nak. Daddy jadi bahagia bisa melihat anak dan menantu Daddy bisa berkumpul." Rey terlihat tersenyum bahagia dengan jawaban Reno.


"Mommy juga bahagia bisa melihat kalian setiap hari. Terlebih Mommy bisa melihat perkembangan kedua cucu Mommy." Sambil melihat kedua menantunya, perut Sandra sudah terlihat membesar karena kehamilannya sudah berjalan 8 bulan, terlebih Sandra hamil bayi laki-laki.


Risa bahagia akhirnya kedua anaknya bersama menantunya akan tinggal bersamanya.


"Reno, Revano bawa kedua menantu Mama ke kamar kalian. Ibu hamil harus banyak-banyak istirahat. Terlebih Sandra yang sudah hamil tua." Risa melihat Sandra yang duduknya tidak nyaman. Memang saat hamil tua seperti ini Sandra lebih sering di kamarnya.


"Baik Mommy," ucap Reno dan Revano bersamaan.


"Ayo sayang kita ke kamar," ajak Revano kepada Kezia.


Kezia lalu mengangguk pelan. Dengan segera Revano menggendong Kezia.


"Sayang, jangan menggendong aku seperti ini. Aku malu dilihat oleh semua orang." Kezia kini meletakkan wajahnya didada bidang suaminya.


"Wah nak, kamu mengingatkanku saat dulu Mommy Risa hamil," ucap Rey.


Rey juga sering seperti itu dulu saat Risa sedang hamil Reno maupun Revano.


"Kita ke kamar dulu ya semuanya,"ucap Revano.


"Iya nak. Temani istrimu beristirahat," jawab Risa.


Reno tidak ingin kalah dengan sang adik.


"Honey, ayo kita ke kamar," ucapnya sambil membantu Sandra untuk beranjak dari tempat duduknya.


"Iya hubby," ucap Sandra sambil memegang tangan Reno.


Sandra betapa terkejutnya Reno juga menggendongnya.

__ADS_1


"Hubby turunkan aku!" Perintah Sandra kepada Reno.


"Honey, aku takut kamu kelelahan naik tangga. Jadi aku gendong kamu saja," ucap Reno.


"Daddy, Mommy kita ke kamar duluan."


"Iya nak. Kalian beristirahatlah."


Reno mengangguk dan lalu berjalan menaiki anak tangga pelan-pelan karena dirinya sedang menggendong istri yang sedang mengandung anaknya. Sandra sangat malu, Reno juga menggendongnya ke kamar seperti Revano. Sekarang mereka sudah sampai kamarnya. Reno perlahan menurunkan Sandra ke ranjangnya.


"Hubby, aku jadi malu sama Daddy and Mommy."


"Tidak usah malu begitu honey. Aku juga tidak ingin kalah dengan kemesraan adikku dan untung saja kamu yang hamil duluan honey. Kalau saja Kezia yang hamil duluan daripada kamu, pasti aku yang akan diledekin sama Mommy Risa."


"Hmm iya. Hubby tak terasa pernikahan kita sudah hampir berjalan satu tahun. Aku bahagia hubby karena sebentar lagi buah hati kita akan segera lahir." Sandra tersenyum dan lalu mengusap perutnya yang sudah membuncit.


"Kita baru menikah hampir 10 bulan tapi sekarang kamu sudah hamil 8 bulan honey. Aku termasuk gercep juga kan honey, sayangku. Padahal kita menikahnya bareng sama Revano dan Kezia," ucap Reno terkekeh saat mengingat bahwa saat ini Kezia baru hamil 6 bulan.


"Honey, nanti saat ulang tahun pernikahan kita, buah hati kita sudah lahir," ucap Reno kembali sambil mengusap perut Sandra. Reno juga merasakan tendangan anaknya dari dalam perut istrinya.


"Iya hubby. Makasih ya hubby selalu menemaniku disaat aku hamil," ucapnya sambil mengecup pipi Reno.


Sandra membolakan matanya saat tahu apa yang dimaksud oleh suaminya. Perkataan Dokter waktu itu membuat Sandra harus menjalankan kewajibannya sebagai istri. Dokternya bilang memperbolehkan untuk melakukannya asalkan dengan berhati-hati.


"Hubby ini masih siang menjelang sore. Lagian aku sekarang sudah hamil 8 bulan, lihatlah perutku sudah terlihat membesar."


"Sebentar saja ya honey." Perkataan Reno dengan nada memohon.


Sandra tidak mau mengecewakan suaminya.


"Baiklah......" Sandra sekarang pasrah saja jika suaminya menginginkannya saat ini juga. Lagian akan berdosa jika menolak ajakan suami. Mereka akhirnya memadu kasih.


Di kamarnya Revano, Kezia melihat masih ada boneka yang dulu pernah Revano peluk saat mereka baru menikah.


"Revano, apa kamu tidak kangen memeluk bonekamu itu?" ucap Kezia dengan nada mengejek suaminya yang masih manja sambil menunjuk boneka beruang besar berwarna putih.


"Sayang, kamu jangan meledekku. Sekarang aku sudah tidak manja lagi. Kecuali manjanya hanya sama kamu," ucap Revano sambil memeluk Kezia dari belakang. Revano lalu mengecup pipi kiri Kezia.


"Revano kamu mulai genit ya sekarang."

__ADS_1


"Sama istri sendiri tidak apa-apa kan, daripada genit sama wanita lain hayo?"


Perkataan wanita lain membuat Kezia melepaskan pelukannya.


"Apa kamu punya wanita lain selain diriku? Jujur Revano, katakan padaku. Apa kamu mempunyai wanita simpanan di luaran sana?" Tanya Kezia yang menatap tajam ke arah suaminya.


"Aku tidak memiliki wanita lain selain dirimu sayang. Mana mungkin aku bisa berpindah ke lain hati jika di rumah ada istriku yang secantik bidadari ini," ucap Revano lalu dengan cepat mengecup bibir Kezia.


Kezia lalu terbuai dengan suaminya. Kezia mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Revano sangat rindu dengan istrinya terlebih mereka sudah setengah tahun lamanya tidak bertemu. Revano melepaskan kecupannya dan lalu memeluk Kezia. Revano sekarang tangannya berpindah ke arah lainnya dengan menurunkan resleting dress belakang istrinya. Kezia membiarkan Revano untuk melakukannya. Kezia juga sangat rindu dengan sentuhan suaminya. Revano berhasil membuka resleting dress Kezia. Beberapa menit kemudian Revano hampir saja keblabasan melakukannya, mengingat istrinya sekarang sedang hamil mengandung anaknya.


"Sayang, maaf. Kita hampir saja keblabasan." Revano lalu menaikkan kembali resleting dress Kezia.


"Kita tidak bisa melakukannya lebih lanjut lagi disaat kamu sedang hamil. Aku takut akan menyakiti anak kita," ucap Revano sambil memegang perut Kezia dan mengusapnya perlahan.


"Iya sayang, tidak apa-apa. Justru aku jadi tidak enak sama kamu karena kita tidak bisa melakukannya disaat aku sedang hamil."


Revano lalu tersenyum perkataan Kezia seakan membuatnya bahagia. Jika saja Kezia tidak sedang hamil pasti sudah terjadi apa yang seharusnya terjadi sejak tadi. Mereka belum berkonsultasi dengan Dokter tentang hal ini. Berbeda dengan Reno dan Sandra. Mereka sekarang sedang memadu kasih di kamar sebelah. Revano merasakan tendangan putrinya dari dalam perut Kezia pelan. Kezia dan Revano saling tersenyum. Revano kemudian mengarahkan wajahnya ke perut Kezia.


"Sayang, maafkan Papa ya nak. Hampir saja Papa keblabasan melakukan hal yang lebih dengan Mamamu. Karena Papa yang terlalu rindu dengan Mamamu. Papa tadi bahkan sempat melupakan keberadaan kamu." Revano lalu mengecup perut Kezia.


"Tidak apa-apa Papa," jawab Kezia berbicara menirukan suara anak kecil.


"Sayang suara kamu sangat lucu sekali." Jawab Revano.


"Kamu yang sangat lucu sayang. Lihatlah, bahkan wajahmu sangat menggemaskan. Aku ingin putri kita nanti seimut wajahmu," ucap Kezia dengan senyuman sambil mencubit kedua pipi suaminya.


Revano tersenyum dan lalu memeluk Kezia.


"Maaf sayang, aku tidak bisa memelukmu lebih erat lagi karena ada anak kita." Mereka lalu tertawa bersama mengingat tidak bisa berpelukan lebih erat.


"Sayang, sebaiknya kita istirahat."


Kezia mengangguk pelan dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidur. Revano membiarkan istrinya tidur senyaman mungkin. Kezia ingin lengan kekar suaminya sebagai bantalnya. Justru Revano sangat bahagia bisa lebih berdekatan dengan istrinya saat tidur.


Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙



Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙

__ADS_1



__ADS_2