Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Memutuskan.


__ADS_3

Kezia menatap wajah Revano yang seketika menghentikan langkahnya. Padahal mereka sebentar lagi akan sampai di area sekitar kolam renang.


"Sayang, aku takut kalau Papa marah padaku." Lirihnya.


"Percayalah... Papa Kenzo tidak akan marah padamu. Justru ia akan bahagia kamu telah datang sayang," ucapnya dengan senyuman yang meyakinkan.


Revano menganggukkan kepalanya dan kemudian tersenyum. Mereka lalu berjalan ke area kolam renang untuk menemui Kenzo. Mama Sonya sedang membuatkan jus jeruk untuk anak dan menantunya. Jus buah sangat bagus untuk kesehatan, apalagi Kezia sedang hamil saat ini. Kezia dan Revano sekarang sudah sampai di tepi kolam renang. Terlihat Kenzo sedang duduk dan menikmati jus buatan Sonya. Kezia berjalan mendekati Papanya.


"Hai Pa. Apa kabar?" ucap Kezia sambil mengecup punggung tangan Papa Kenzo


"Hai juga nak. Alhamdulillah Papa sehat. Tumben kamu kesini nak."


"Memangnya Kezia tidak boleh pulang ke rumah Papa?"


"Bukan seperti itu maksudnya sayang. Biasanya kan Papa atau Keano yang jemput kamu dulu ke apartment."


"Kezia kesini tidak sendirian Papa..."


"Oh iya? Kamu sama siapa nak?"


Revano lalu berjalan mendekati istri dan mertuanya..


"Assalamualaikum Papa," ucap Revano.


Revano lalu dengan cepat mengecup punggung tangan Papa Kenzo


"Wa'alaikum Salam... Eh nak, akhirnya kamu telah datang juga. Papa mau bicara dengan serius sama kalian berdua. Ikut Papa sekarang juga ke ruang kerja Papa," ucapnya dengan wajah yang dingin.


Kezia dan Revano lalu saling berpandangan. Revano terlihat takut saat ini. Kezia menggenggam tangan suaminya agar tidak terlihat gugup. Mereka kini sudah sampai di ruang kerja Kenzo.


"Kalian duduklah. Papa ingin berbicara sama kalian dengan serius. Ini mengenai kehidupan kalian selanjutnya..."


Kezia duduk disamping Revano. Seketika wajah Revano pucat saat melihat kedua map berwarna hijau tersebut. Karena Kenzo baru saja mengambil 2 map dari lacinya dan membukanya. Mata Revano dan Kezia sama-sama membulat dengan sempurna. Mereka tahu yang di meja itu apa.

__ADS_1


"Ini surat gugatan cerai yang kamu ajukan setengah tahun yang lalu Revano dan ini surat perjanjian nikah kontrak yang kamu ajukan selama 1 tahun Kezia." Tunjuk Kenzo bergantian.


"Jika kalian ingin berpisah maka anak yang ada dalam kandungan Kezia nanti saat lahir tidak akan memiliki kasih sayang dari seorang ayah. Karena saat Kezia akan melahirkan nanti dan saat anaknya umurnya belum ada satu bulan, perjanjian kontrak pernikahan kalian akan habis. Setelah itu kalian akan bercerai. Itu kemauan kalian kan? Suratnya sudah ada pada Papa sekarang. Apa kalian akan tetap menjalankan apa kemauan kalian? Apa kalian tetap ingin berpisah, meskipun kalian akan punya anak?" ucapnya kembali sambil menatap tajam kedua orang yang berada di hadapannya.


Kezia melongo mendengar perkataan Kenzo dan memang benar bahwa dulu Kezia menginginkan bercerai dengan Revano setelah menikah selama satu tahun. Begitu juga dengan Revano, karena merasa Kezia tidak berubah sikapnya maka saat itu Revano menggugat cerai Kezia dan pergi ke Korea. Tapi sekarang masalahnya Revano telah kembali lagi ke Indonesia. Kezia juga sudah mencintainya dan bahkan mereka akan mempunyai anak yang akan lahir 3 bulanan lagi.


"Kenapa kalian diam? Bukankah kalian ingin berpisah kan? Kezia kamu tandatangani surat gugatan cerai dari Revano sekarang. Karena surat perjanjian nikah kontrak yang kamu ajukan sudah kalian tandatangani. Tinggal surat gugatan cerai dari Revano yang belum kamu tandatangani," ucap Kenzo yang membikin jantung Kezia dan Revano seketika berdegup kencang.


Kenzo hanya ingin mengetes apakah Kezia dan Revano masih saling mencintai atau mereka benar-benar ingin berpisah.


"Papa Kenzo... Saya tidak ingin berpisah dengan Kezia Papa..." Revano menjawabnya dengan cepat.


"Kezia juga tidak ingin berpisah dengan Revano Papa." Kezia menggenggam tangan Revano, dirinya sudah mantap ingin membesarkan anaknya bersama dengan suaminya.


Kenzo menatap Kezia dan Revano dengan sinis.


"Kita saling mencintai dan jangan pisahkan kami," ucapnya bersamaan.


"Aku tidak mau jika anakku lahir tanpa mendapatkan kasih sayang dari seorang ayahnya Papa. Aku telah bertindak gegabah di masa lalu," ucap Kezia sambil memegang perutnya.


"Saya juga menyesal telah menggugat cerai Kezia. Saya tidak ingin berpisah dari Kezia, Papa... Saya masih sangat mencintainya dan kita juga akan segera punya anak. Papa akan memiliki cucu perempuan dari kita," ucap Revano yang juga memegang perut Kezia.


"Revano mohon sama Papa. Tolong, jangan pisahkan kami," ucapnya kembali.


Revano sekarang berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya. Revano tahu bahwa Papa mertuanya memiliki sifat yang tegas dan tidak gampang untuk dirayu. Kecuali Sonya yang merayunya baru Kenzo akan luluh hatinya.


"Kalian ini bikin ribet Papa saja!" Kenzo tersenyum tipis.


Kenzo lalu membenarkan duduknya.


"Kalian sudah termakan omongan kalian sendiri. Dulu kalian ngotot sama-sama ingin bercerai. Lihatlah sekarang, kalian bahkan memohon tidak mau berpisah. Mana Tom and Jerry yang dulu Papa kenal?" ucapnya terkekeh.


"Papa jadi tidak akan memisahkan kami kan?" ucap Revano dengan hati-hati agar Papa mertuanya tidak marah. Revano sangat takut dengan Kenzo.

__ADS_1


"Mana mungkin aku memisahkan kalian jika kalian sudah sama-sama saling mencintai. Apalagi aku akan punya cucu dari kalian. Aku tidak ingin cucuku kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya."


"Jadi Papa tidak jadi memaksaku untuk menandatangani surat perceraian itu kan Pa?" ucap Kezia.


"Tidak, karena kalian saling mencintai. Papa bahagia nak kalau kalian bisa bersatu."


"Iya Papa, kita sudah memutuskan untuk bersama dan membesarkan anak kita sama-sama," ucap Revano dengan senyuman.


"Kezia juga tidak mau jika anakku kurang kasih sayang dari seorang ayahnya. Jadi Kezia tetap ingin bersama Revano. Lagian Kezia juga sudah mencintainya dengan tulus Papa. Kehadiran anakku yang menyadarkan betapa aku mencintai Revano."


Revano kini lega bahwa Papa Kenzo ternyata tidak memisahkannya dengan Kezia. Revano tadi sempat takut jika Papa Kenzo memaksa Kezia menandatangani surat perceraiannya. Revano juga bahagia kini istrinya bilang mencintainya di depan Papa Kenzo. Kenzo lalu menyobek surat perjanjian nikah kontrak yang dibuat oleh Kezia dan surat gugatan cerai dari Revano.


"Papa sekarang semakin yakin kalau kalian memang berjodoh nak. Kesalahan cetak nama pada undangan tersebut tidaklah salah. Jodohmu memang Revano nak bukan Reno."


"Iya Papa. Dulu Kezia hanya terobsesi saja dengan Reno. Kezia juga tidak menyangka bahwa jodohku itu Revano, adiknya Reno yang manja ini," ucapnya terkekeh.


"Sayang kenapa kamu berbicara seperti itu? Aku kan malu sama Papa. Lagian kan sekarang aku sudah tidak manja lagi." Revano protes dengan istrinya.


"Habisnya kamu dulu waktu kita baru nikah, kamu tidur memeluk boneka beruang putih yang besar dan tidak seperti seorang suami lainnya yang memeluk istrinya."


"Itu kan kita baru nikah beberapa hari sayang. Aku waktu itu juga belum menyadari perasaanku padamu."


"Iya... Iya sayang... Yang penting sekarang kamu sudah mencintaiku," ucapnya dengan senyuman.


Kenzo tersenyum senang sekarang anaknya sudah mencintai Revano dengan tulus. Kenzo melihat mereka tidak sedang berakting. Kenzo bahagia mereka akhirnya bisa saling mencintai dan akan membesarkan anaknya bersama-sama. Kenzo berharap rumah tangga Kezia dan Revano akan semakin harmonis apalagi si kecil akan segera hadir ditengah-tengah kebahagiaan mereka. Kenzo akan terus memantau rumah tangga Kezia dan Revano. Kenzo tidak ingin ada orang ketiga di antara mereka. Kenzo hanya ingin Kezia selalu bahagia bersama dengan Revano.


...****************...


Hari ini akan crazy up 2x


Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙


__ADS_1


Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙



__ADS_2