Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 138 - Revano Putra Wijaya


__ADS_3

Sekarang kandungan Risa sudah berjalan 9 bulan lebih 6 hari. Kandungannya kini juga sudah mulai turun dan tinggal menunggu waktunya sang buah hatinya lahir beberapa hari lagi. Risa juga kadang merasakan kontraksi palsu. Mereka sempat ke rumah sakit memeriksakan kandungan Risa, Rey tak menyangka kontraksi palsu Risa lebih sering saat hamil anak keduanya dari pada saat mengandung Reno. Pagi hari setelah memandikan anaknya, Risa tak sengaja terpeleset di kamar mandi saat mau menutup pintu dan akan mandi.


"Arghhh......." Sekarang Risa sudah duduk di lantai kamar mandi.


"Perutku sakit sekali." Risa meringis dan merintih merasakan kesakitan pada bagian perutnya.


"Rey............" Risa berteriak memanggil nama suaminya agar segera datang karena perutnya rasanya sudah tidak karuan dan terlebih anaknya juga bergerak aktif didalam perutnya.


Rey yang sedang menggunakan kancing bajunya pun kaget akan teriakan istrinya dari dalam kamar mandi. Takut terjadi apa-apa dengan Risa dan akhirnya Rey masuk ke dalam kamar mandi melihat keadaan istrinya.


Rey matanya terbelalak saat melihat Risa duduk di kamar mandi dan sudah ada darah yang menempel di dasternya.


"Ya ampun sayang..." Rey terkejut saat melihat darah yang sudah keluar dari paha istrinya.


"Rey perutku sakit.. Aku tadi gak sengaja jatuh terpeleset."


"Sayang ayo kita segera ke rumah sakit." Rey sekarang sudah khawatir terhadap anak dan juga istrinya.


Rey langsung menggendong istrinya. Reno terkejut saat melihat darah dikaki Mommy Risa.


"Mommy beldara." [Mommy berdarah.]


"Daddy, Mommy napa?" [Daddy, Mommy kenapa?]


"Adik Reno akan segera lahir jadi Mommy Risa seperti ini." Rey bingung menjelaskan kepada anaknya dalam keadaan genting saat ini.


Reno senang adiknya akan segera lahir tapi Reno juga sedih jika melihat Mommy Risa kesakitan. Rey dengan cepat menuruni anak tangga. Papi Aldi terkejut saat Rey menggendong Risa dan dikakinya sudah ada darah. Mami Ana juga tak kalah terkejutnya melihat menantu kesayangannya pendarahan.


"Sayang Risa akan melahirkan sekarang?" tanya Mami Ana agak sedikit panik melihat kondisi menantunya.


"Risa tadi terpeleset di kamar mandi Mami."


Mereka semua terkejut dan takut sekarang akan kondisi Risa yang mukanya sudah mulai pucat. Papi Aldi langsung mengambil kunci mobilnya.


"Ayo nak, biar Papi yang nyetir mobilnya."


Rey mengangguk pelan dan mereka kini sudah sampai di mobil. Didepan ada Papi Aldi, Mami Ana dan Reno sedangkan dibelakang ada Risa dan Rey. Reno kini dipangku oleh Mami Ana. Tak lupa Mami Ana menelepon besannya dan memberitahu bahwa sekarang sedang menuju ke rumah sakit. Papi Aldi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan ingin segera sampai di rumah sakit.


Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Risa sekarang sudah masuk ke ruang ICU dan Rey masuk menemaninya. Dokter lalu bilang kalau Risa akan dilakukan penanganan untuk lebih lanjut. Risa kondisinya tidak memungkinkan untuk lahiran secara normal. Akhirnya Risa akan ditangani dengan melakukan operasi caesar. Rey kemudian keluar dari ruang ICU tersebut dan segera membayar biaya rumah sakit agar Risa segera ditangani. Rey ditemani Papi Aldi untuk membayar biaya rumah sakitnya.


Sekarang mereka semua cemas menunggu di luar ruang ICU. Mami Ana dan Papi Aldi duduk di kursi bersama Reno sedangkan Rey berjalan mondar-mandir seperti setrikaan merasa khawatir dengan Risa dan juga anaknya. Soalnya dari tadi belum terdengar suara tangisan bayi yang artinya dokter belum berhasil mengeluarkan bayi dari dalam perut Risa.


Mama Angel dan Papa Kevin datang dengan perasaan cemas karena tadi besannya bilang anaknya terpeleset di kamar mandi dan pendarahan.


"Bagaimana kondisi Risa sekarang?" Mama Angel bertanya kepada menantunya.

__ADS_1


"Dokter sedang menanganinya dan Risa akan segera operasi caesar Mama."


Mama Angel dan Papa Kevin lalu duduk di kursi. Reno terlihat murung saat ini.


"Reno sayang, sebentar lagi adik kamu akan lahir." Mama Angel mengusap pipi gembul Reno.


Reno tiba-tiba menangis dan memeluk Mama Angel. Mama Angel terkejut cucu pertamanya tiba-tiba menangis.


"Oma, Eno kut Mommy Risa napapa coalna tadi kakinya beldara." [Oma, Reno takut Mommy Risa kenapa-kenapa soalnya tadi kakinya berdarah.]


"Cucu Oma yang ganteng tidak usah takut. Mommy Risa tidak akan kenapa-kenapa. Mommy tadi berdarah karena adik Reno akan segera lahir. Sebentar lagi pasti Reno akan ketemu sama adik Reno."


Reno sekarang mengerti tadi Mommy Risa berdarah karena adiknya akan segera lahir. Reno sekarang justru senang karena sebentar lagi akan ketemu dengan adiknya.


Lima belas menit kemudian terdengar suara bayi menangis dari dalam ruang ICU. Cucu kedua mereka kini telah lahir ke dunia. Suara bayi laki-laki terdengar menangis sangat kencang. Mami Ana dan Mama Angel saling memandang dan kemudian tersenyum senang saat mendengar cucunya lahir dan sudah pasti berjenis kelamin laki-laki. Mereka tidak akan berebut cucu lagi untuk memimpin perusahaannya kelak. Karena cucu mereka semua berjenis kelamin laki-laki dan akan meneruskan menjadi pemicu perusahaan nanti setelah mereka dewasa.


Rey langsung bersujud syukur setelah mendengar suara anaknya lahir, rasa bahagianya kini bertambah setelah mengetahui bahwa anaknya lahir sesuai dengan prediksinya. Bayinya berjenis kelamin laki-laki. Sekarang Risa sedang ditangani oleh dokter dan beberapa suster didalam ruangan.


Beberapa menit kemudian Rey disuruh untuk mengadzani anaknya. Bayinya menangis saat digendong oleh suster dan saat Rey gendong anaknya langsung terdiam seperti mengerti kalau sang ayah yang sedang menggendongnya. Rey tersenyum saat memandangi wajah anaknya sebentar, wajah yang masih terlihat memerah meskipun sudah dibersihkan. Wajah anaknya terlihat sangat tampan sekali. Rey mengecup kening anaknya untuk pertama kalinya dan lalu mengadzaninya.


"Anaknya mau dinamakan siapa Mas?"


"Revano Putra Wijaya."


"Terima kasih sus."


Sekarang Risa sudah berada di ruang rawat inap kelas VVIP. Risa akan dirawat di rumah sakit beberapa hari sampai kondisinya benar-benar pulih. Risa masih belum sadar sekarang karena masih terpengaruh obat bius.


Reno bahagia kini adiknya sudah lahir. Sekarang Reno sudah menyandang status resmi sebagai seorang Kakak diumurnya yang 3 tahun 3 bulan. Reno tersenyum saat melihat adiknya digendong Daddy Rey. Tadi Reno juga mengecup pipi adiknya.


Semua orang didalam ruangan tersebut bahagia karena akhirnya cucu mereka kini telah lahir dan berjenis kelamin laki-laki sesuai yang mereka inginkan.


"Sayang, anak kita sangat tampan sekali," ucap Rey saat duduk di kursi dekat dengan ranjang istrinya.


Risa masih memejamkan matanya. Namun tak lama kemudian Risa mulai mengerjapkan matanya.


"Sayang............" Rey bahagia kini istrinya sudah mulai sadar.


"Rey... Aku haus," ucapnya sambil memegang lehernya.


Mama Angel kini yang menggendong Revano. Dengan cepat Rey mengambilkan air minum dan membantu Risa minum dengan mengarahkan sedotannya ke mulut Risa.


"Sayang, aku lahirannya secara caesar?"


"Iya sayang, maaf aku tidak bisa menemanimu saat melahirkan anak kita. Dokter menyuruhku untuk keluar ruangan. Karena kamu tidak bisa melahirkan secara normal."

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang." Kini Risa menggenggam tangan Rey.


Rey tersenyum dan mendaratkan kecupannya di kening Risa.


"Makasih sayang. Oh iya anak kita sudah lahir dan berjenis kelamin laki-laki, wajahnya sangat tampan sekali."


"Oh ya? Aku ingin melihatnya sayang."


Mama Angel lalu memberikan cucunya kepada Risa. Dengan hati-hati Risa menggendong putranya dan benar anaknya sangat tampan.


"Sayang, kamu namakan siapa anak kita yang tampan ini?" Risa sambil memperlihatkan wajah anaknya.


"Revano Putra Wijaya. Aku sengaja memberikan nama anak kita agak mirip sayang. Tidak apa-apa kan?"


"Tidak apa-apa sayang. Nama yang bagus dan aku suka."


"Iya nama yang bagus. Cucu Oma sangat tampan," ucap Mami Ana.


"Jeng, kita sudah tidak usah berebut cucu lagi. Karena cucu kita semua berjenis kelamin laki-laki."


"Iya Jeng Angel. Alhamdulillah ya keinginan kita untuk mempunyai dua cucu laki-laki akhirnya terkabul juga."


"Iya Alhamdulilah..." Mama Angel dengan senyuman merekah kini menghiasi bibirnya.


"Untuk cucu ke 3 kita terserah saja Jeng mau laki-laki atau perempuan." Mami Ana dengan santainya berbicara seperti itu.


"Hah??" Rey terkejut saat Maminya bilang ingin cucu ke 3.


Risa melongo mendengar ucapan Mami Ana. Baru saja dirinya melahirkan Revano beberapa jam yang lalu sudah membicarakan cucu ke 3.


"Hahaha. Biarkan mereka yang atur saja Jeng mau punya anak berapanya."


Risa dan Rey langsung saling memandang satu sama lain.


"Mami, Rey cukup punya dua anak saja." Rey bilang seperti itu agar Maminya tidak memaksanya untuk memberikan cucu lagi.


"Iya Mami. Kita akan punya anak dua saja. Reno dan Revano sudah cukup membuat hidup kita bahagia dengan kehadirannya," ucap Risa setuju dengan Rey.


"Hmm iya, terserah kalian saja. Yang penting kedua cucu Mami sudah laki-laki."


Risa dan Rey kini lega saat Mami Ana bicara seperti itu. Rey dan Risa sudah sepakat akan punya dua anak saja.


Papa Kevin dan Papi Aldi kini tersenyum. Akhirnya anak-anaknya bisa hidup bahagia dengan sekarang sudah mempunyai dua cucu. Dulu Papi Aldi dan Papa Kevin yang menjodohkan Risa dan Rey. Mereka mengira Rey dan Risa akan lama untuk saling beradaptasi. Namun ternyata tidak bahkan diusia pernikahan mereka yang mau berjalan 5 tahun itu semakin terlihat harmonis ditambah lagi kini cucu keduanya telah lahir.


Risa lalu tersenyum melihat anaknya yang sudah kenyang karena baru saja Risa memberikannya asi. Risa lalu mengecup kening dan kedua pipi anaknya. Rey bahagia kini Risa dengan penuh kasih sayang menyayangi anaknya. Saat ini Reno tengah duduk dipangkuan Rey. Reno tersenyum melihat adiknya yang imut dan menggemaskan. Semua kedua orang tua Risa maupun kedua orang tua Rey bahagia melihat pemandangan yang indah. Kini keluarga 4R telah lengkap dengan kehadiran si kecil yang baru lahir beberapa jam yang lalu. Baby Revano tidak menangis saat digendong Rey maupun Risa.

__ADS_1


__ADS_2