Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 69 - Sandiwaramu Memang Luar Biasa


__ADS_3

Seketika Mami Ana datang. Semua yang ada di ruangan Yudha pun terkejut dengan kedatangannya.


"Mami... Mami ngapain kesini?"


Mami Ana tidak menjawab pertanyaan anaknya. Ia langsung menghampiri Luna.


"PLAKKK....." Satu tamparan keras mendarat di pipinya.


"Tante, kenapa menamparku?" ucapnya yang bingung dan memegang pipinya dengan tangan kirinya.


"Kamu itu dasar wanita tak tahu malu ya? Kamu hamil sama siapa dan minta tanggung jawab sama siapa! Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan?"


Luna menggeleng, belum paham dengan ucapan Mami Ana.


"Kamu telah membikin menantu saya saat ini sedang berjuang antara hidup dan matinya. Puas kamu telah menyakiti hatinya? Pasti sekarang kamu sedang tertawa didalam hati kamu iya kan?" sambil menunjuk ke arah hati Luna.


"Tidak Tante, saya bukan orang yang seperti itu."


"Sandiwaramu memang luar biasa Luna Hernandez."


Luna hanya terdiam tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Maksudnya apa Mi? Risa kenapa?" Rey mulai cemas.


"Risa kritis sekarang Rey dan kandungannya lemah. Gara-gara kelakuan Luna, Risa mendengar semua percakapan kamu dengannya. Risa jadi kebanyakan pikiran dan berakibat fatal. Sekarang Risa masih mengalami pendarahan di Rumah Sakit."


Rey yang mendengar Risa kritis dan mengalami pendarahan pun sedih. Air matanya lolos membasahi pipinya.


"Yang saya takutkan benar-benar terjadi. Hal terburuknya bisa menyebabkan keguguran," ucap Dokter Yudha.


Luna merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan saat dikantornya Rey tadi dan sekarang Risa menjadi kritis gara-gara mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Kamu seharusnya sebagai perempuan itu mempunyai perasaan. Bagaimana jika suami kamu yang direbut selingkuhannya yang sedang hamil? Pernah terbayang tidak hal seperti itu di pikiran kamu? Ah iya aku lupa, perempuan seperti kamu kan tidak punya perasaan," ucap Mami Ana yang amarah sudah memuncak.


"Maafkan saya Tante."


"Tidak ada kata maaf bagimu, perempuan perusak rumah tangga orang!. Ayo Rey kita ke Rumah Sakit sekarang, Risa pasti membutuhkan kehadiranmu disana. Yudha, Tante pergi dulu."


"Iya tan, hati-hati dijalan. Semoga Risa gak kenapa-kenapa," ucap Dokter Yudha.


Mami Ana dan Rey langsung meninggalkan ruangan Yudha.


"Kamu harus meminta maaf dengan istrinya Rey. Bagaimanapun juga kalian sesama perempuan dan juga sama-sama sedang mengandung. Harusnya kalian saling mensupport, tidak malah justru seperti ini," ucap Yudha menyarankan.


"Baik dok. Saya sudah menyesali atas perbuatan saya kepada Rey dan Risa. Saya akan berusaha untuk berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. Saya tidak akan menggangu kehidupan rumah tangga mereka."


"Iya saya yakin kamu sebenarnya orang baik. Namun Papa kamu yang mengancam kamu kemarin, kamu jadi nekat melakukan hal itu. Kamu tenang aja saya yakin Rey akan membantu kamu agar ayah dari bayi yang sedang kamu kandung itu segera menikahimu. Saya mengenal sejak lama dengan Keluarga Wijaya."


"Iya dok. Saya juga mengharapkan seperti itu agar anak saya saat lahir mempunyai seorang ayah, agar Papa saya tidak berbuat nekat memaksa saya untuk meminum obat penggugur kandungan. Kalau begitu saya permisi dulu dok," ucap Luna sambil mengusap perutnya dengan kedua tangannya lalu keluar dari ruangan Dokter Yudha.


...*****...


DI RUMAH SAKIT


Papi Aldi sedang menelepon seseorang.


"Kamu segera hentikan investasiku ke perusahaan Hernandz Corp. Biarkan proyek pembangunan hotelnya terhenti. Hubungi investor kita juga yang bekerja sama dengan Hernandz Corp. Ungkap penggelapan dananya ke publik agar investor tahu seperti apa Hernadz Corp." Selama ini Papi Aldi menyuruh orang bayarannya untuk menyelidiki Perusahaan Alvin Hernandez.


"Baik Pak. Siap laksanakan tugas."


Papi Aldi lalu mematikan teleponnya. Lalu ia mendapat pesan WhatsApp dari Dokter Yudha mengenai rekaman video bukti Rey tidak bersalah.


"Al, apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Papa Kevin.

__ADS_1


Papi Aldi lalu menceritakan semua yang terjadi hari ini dengan Papa Kevin. Lalu ia melihat video yang dikirimkan Dokter Yudha bersama-sama. Papa Kevin membolakan matanya saat melihat video tersebut. Apalagi Evan yang merupakan sahabat Risa yang selama ini baik di depannya. Sekarang dia berbuat melakukan perbuatan yang tidak senonoh dengan perempuan sampai perempuan itu hamil. Papa Kevin lalu meminta video tersebut untuk dikirimkan kepada Orang tua Evan. Orang tuanya harus tahu dengan kelakuan anaknya dimana sebentar lagi penerus keluarga Pratama akan segera lahir. Papa Kevin mengirimkan video tersebut kepada Ferdinan Pratama.


...*****...


DI KEDIAMAN RUMAH PRATAMA


Terlihat seorang pria paruh baya yang sedang melepas dasinya dengan kasar saat melihat video yang baru saja ia terima dari sahabatnya. Orang tersebut adalah Ferdinan Pratama ayah dari Evan Pratama.


"Kurang ajar! Aku didik selama 20 tahun agar dia menjadi penerus perusahaan, sekarang dia malah mencoreng nama baik keluarga Pratama. Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimanapun juga nama keluarga Pratama harus bersih kembali. Perempuan itu sedang mengandung cucuku, aku harus mencarinya dia harus tinggal disini dan segera menikah dengan Evan. Gara-gara anakku yang tidak mau bertanggung jawab, aku hampir saja kehilangan cucu pertamaku," ucap Ferdinan Pratama yang tangannya sudah mulai mengepal.


Lewat video yang dikirimkan Kevin. Ferdinan sudah tahu semuanya bahwa anaknya telah menghamili pacarnya dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Sampai Papa Luna yang memaksa Luna meminum obat penggugur kandungan karena ia malu anaknya hamil diluar nikah dan terpaksa menjebak Rey agar mau menikahi Luna. Ferdinan sebenarnya malu dengan Keluarga Wijaya karena calon menantunya yang meminta pertanggung jawaban dengan Rey bukan dengan Evan, karena anaknya yang tidak mau bertanggung jawab.


"Kevin, aku minta maaf padamu. Gara-gara kelakuan anakku yang tidak mau bertanggung jawab, calon menantuku datang ke kantor menantumu dan mengacaukan semuanya. Aku benar-benar meminta maaf atas kelakuan anakku dan calon menantuku yang menjadikan Risa sekarang masuk ke Rumah Sakit."


"Tidak apa-apa Ferdinan, semuanya sudah terjadi. Aku mohon tidak akan ada kekacauan lagi di antara anak-anak kita," ucapnya sambil menutup teleponnya.


Ferdinan langsung menelepon Evan.


"Kamu besok harus pulang ke rumah. Kalau kamu tidak mau, kamu jangan pernah lagi menginjakkan kakimu di Keluarga Pratama!" ucap Ferdinan Pratama sambil menutup teleponnya.


Evan yang mendapat telepon dari Papanya pun bingung karena tiba-tiba papanya marah kepadanya. Evan lalu membereskan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam koper. Ia sudah booking pesawat yang sampai rumah pagi hari. Evan ingin meminta penjelasan dengan Papanya kenapa bicara seperti itu di telepon.


Ferdinan lalu menelepon Kevin kembali.


"Kevin, setelah aku memutar videonya kembali, aku harap Rey menantumu mau membantuku agar Evan mau bertanggung jawab dan segera menikahi Luna. Aku minta tolong kepadamu sampaikan ke Rey bahwa besok Rey harus membawa Luna ke rumahku karena Evan besok akan pulang ke rumah."


"Baiklah, nanti aku akan berbicara dengan Rey agar besok membawa Luna ke rumahmu."


"Terima kasih Kevin."


"Sama-sama Fer."

__ADS_1


Ferdinan lalu menutup teleponnya. Ia memijat keningnya yang mulai terasa pening. Ferdinan jadi tidak fokus saat di ruang kerjanya. Ferdinan tak menyangka anaknya bisa berbuat seperti itu dengan perempuan, ia ingin tahu alasan Evan kenapa bisa sampai menghamili pacarnya. Ia tahu anaknya sebenarnya orang yang baik.


__ADS_2