Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Pengantin Kabur


__ADS_3

Besok adalah hari dimana Reno akan menikah dengan Kezia. Risa dan Rey nanti akan memberi pengumuman terlebih dahulu mengenai nama pengantin pria yang salah ketik di undangan sebelum acara pernikahan anaknya akan dimulai. Pernikahan Kezia dan Reno akan berlangsung di ballroom hotel milik Keluarga Wijaya. Hotel beserta restoran nantinya akan diserahkan oleh Rey kepada anaknya Reno saat nanti Reno sudah memberikan cucu untuknya.


Revano masuk ke dalam kamar Kakaknya. Revano anak yang sifatnya jahil dan juga kepo.


"Ciieee..... Yang besok mau nikah."


"Tapi bohong," ucapnya kembali.


"Pfftttt............" Revano menahan tawanya saat meledek Kakaknya.


"Kamu jangan meledek Kakakmu ini ya adikku yang manja!" Berjalan mendekati Revano dan lalu menjitaknya.


"Ampun Kak! Kakak kok tega banget sih menjitak dahiku," ucapnya sambil mengusap-usap dahinya.


"Karena kamu adikku yang nakal. Sukanya ngeledekin Kakak."


"Kakak juga sering meledekku dengan si Miss Bawel itu," ucapnya cemberut.


"Kakak lagi bingung nih Revano, besok jadi mau kabur atau tidak. Kakak takut Daddy Rey akan sesak napas lagi."


"Kakak, percayakan padaku. Besok Daddy aku jamin tidak akan sesak napas."


"Caranya gimana?"


"Kakak besok kan akan kabur dari pernikahan tak diinginkan ini. Nah, Kakak nulis surat aja alasan Kakak tidak mau menikahi Kak Kezia. Mommy and Daddy pasti akan memahami alasan kenapa Kakak kabur dari pernikahan tak diinginkan ini."


"Masa iya alasanku kabur dari pernikahan ini karena aku menyukai Sandra. Yang ada nanti Daddy Rey jadi sesak napas."


"Kakak ini, cari alasan yang tepat dong! Ya, meskipun itu kenyataannya memang benar."


"Alasan apa ya? Kakak bingung nih."


"Menurut aku sih alasan yang tepat kenapa Kakak kabur itu sebab adanya salah cetak nama dalam undangan. Dalam hal ini memang pertanda bahwa Kakak tidak jodoh dengan Kak Kezia dan harusnya pernikahan ini tidak diselenggarakan."


"Hmm.. Ide kamu boleh juga Revano."


"Aku kan adik Kakak yang paling pintar. Oh iya terus rencananya Kakak mau kabur kemana?"


"Kakak mau temuin Sandra terlebih dahulu bahwa Kakak juga mencintainya. Setelah itu Kakak akan menginap di apartment."


Revano hanya manggut-manggut saja pertanda mengerti.


"Menurut kamu Kezia itu orangnya gimana?"


"Kak Kezia itu bawel banget dan ngeselin deh Kak pokoknya."


"Tapi cantik kan?" Hanya ingin memastikan bahwa adiknya tertarik atau tidak dengan Kezia.


"Cantik sih Kak, tapi kalau galak siapa yang akan mau sama dia."

__ADS_1


"Tuh kan sepertinya adikku yang manja ini suka dengan Kezia. Tapi dirinya belum menyadari bahwa sudah punya perasaan dengan Kezia. Sepertinya rencana aku akan kabur dari pernikahan ini akan menguntungkan karena Revano yang akan menggantikan aku nanti. Daddy and Mommy pasti tidak ingin menanggung malu. Lagian nama yang di undangan adalah nama Revano bukan namaku. Mungkin mereka sudah ditakdirkan untuk bersama." Batin Reno


"Kamu mau gak sama Kezia dan gantiin Kakak pas nikah?" tanyanya dengan serius.


"Kakak ini yang benar saja kalau bicara. Lagian aku gak mau nikah sama Kak Kezia."


"Beneran nih gak mau?" tanyanya penasaran.


Revano terdiam sejenak sambil membayangkan jika menikah dengan Kezia lalu hidupnya akan sengsara karena setiap hari akan dipukuli dengan bantal. Karena selama ini Kezia sering melakukannya saat bertamu di rumahnya. Itu juga salahnya Revano juga selalu bikin kesal Kezia.


"Gak lah Kak. Lagian Kak Reno kenapa sih kok jadi nanya yang aneh-aneh sama aku?"


"Tidak apa-apa kok aku cuma mau memastikan saja hehehe," ucapnya terkekeh.


"Memastikan apa?" tanyanya penasaran.


"Kalau kamu tidak ingin menjilat ludahmu sendiri."


"Gak mungkin itu akan terjadi Kakak. Percaya deh sama aku."


"Hmm... Iya Kakak percaya sama kamu."


"Tapi aku tidak yakin. Pasti Daddy sama Mommy akan jadi menikahkan kalian. Karena nama kalian yang ada di undangan itu." Batin Reno.


Revano lalu keluar dari kamar Kakaknya.


Hari ini dimana hari yang paling ditunggu oleh Kezia Leonardo. Karena hari ini akan menikah dengan sang pujaan hatinya. Kezia telah didandani oleh MUA dan sekarang sudah memakai gaun pengantinnya. Kezia terlihat sangat cantik dan elegan memakai gaun pengantinnya.



"Anak Mama cantik sekali kamu nak."


"Kamu seperti Mamamu dulu nak sangat cantik. Papa jadi pangling sama kamu," ucap Kenzo.


"Ah, Reno pasti menyukainya." Dengan percaya diri Kezia berbicara seperti itu dengan kedua orang tuanya.


"Pasti sayang. Karena anakku sangatlah cantik."


"Tak terasa ya Mama anak kita akan menjadi milik orang."


"Papa, jangan bicara seperti itu."


"Iya memang benar kan nak. Sebentar lagi kamu akan menikah."


"Sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi istri orang. Mama berharap kamu bisa patuh dan hormati suamimu. Tak terasa anak Mama sudah besar," ucap Sonya sambil meneteskan air mata.



"Iya Mama. Kezia pasti akan patuh sama Reno," ucapnya sambil mengusap air mata bahagia.

__ADS_1


Di ruang yang berbeda kini Reno sudah memakai jas berwarna hitam dengan ada bunga disakunya. Reno kini gelisah akan jadi kabur atau tidak dalam pernikahan ini.


"Kakak, tunggu apa lagi. Ayo Kakak segera kabur." Bisik Revano di telinga Kakaknya.


Kebetulan Risa dan Rey sedang di ballroom menemui para tamu undangan yang datang.


"Tapi kalau Kakak kabur, terus jika nanti Daddy sesak napas gimana?" Reno sekarang cemas jika terjadi sesuatu dengan Daddy Rey.


"Biar nanti aku yang akan mengurusi semuanya Kak. Pokoknya Kakak tenang saja dan serahkan padaku. Semuanya pasti beres." Sambil mengacungkan jempolnya.


"Beneran ya. Pastikan Daddy tidak akan kenapa-kenapa."


"Pasti Kak. Daddy akan aman-aman saja. Pasti Daddy juga mengerti kok alasan kenapa Kakak kabur dari pernikahan ini."


"Kakak, tunggu apalagi. Waktunya tinggal tiga puluh menit akan dimulai. Ayo segeralah kabur."


"Ok. Tolong jaga Daddy and Mommy ya. Aku percaya padamu adikku. Kakak akan pergi sekarang."


Reno lalu memeluk adiknya. Revano juga membalas pelukan Kakaknya.


"Kakak hati-hati ya. Kabari aku jika Kakak butuh bantuan," ucapnya sambil melepaskan pelukannya dan lalu tersenyum.


"Siap adikku. Kamu memang bisa diandalkan." Reno menepuk pundak Revano.


Reno kini sudah mencopot jasnya saja dan memakai jaket kulitnya. Tak lupa Reno memakai masker dan kacamata hitam agar orang tidak bisa mengenalinya. Revano kini melambaikan tangan kepada Kakaknya yang akan kabur dari pernikahannya. Setelah Kakaknya pergi, Revano kini ke toilet agar tidak dicurigai.


Acara akan dimulai dua puluh menit lagi. Revano kini menuju ke ballroom.


"Revano kamu habis dari mana?" tanya Rey penasaran.


"Revano habis dari toilet Daddy."


"Revano, Kakak kamu mana? Kok belum terlihat." Risa melihat ke belakang Revano dan tidak ada Reno.


"Ehm... Itu... Eh Revano akan ke ruangan tempat Kakak dulu ya Mom." Saking bingungnya Revano berbicara seperti itu.


"Iya, sana buruan nak. Acara akan segera dimulai."


Revano lalu berjalan ke ruangan Kakaknya tadi harus berpura-pura mencari Kakaknya. Setelah kira-kira 5 menit kemudian Revano kini sudah kembali ke ballroom hotel.


"Kakak tidak ada di kamarnya. Kakak kabur dan Kakak memberikan surat ini di atas jasnya yang ada di atas meja."


"Reno kabur?" Mommy Risa terkejut.


"Apa? Kakakmu kabur?" Seketika Rey memegang dadanya yang terasa sakit dan lalu pingsan.


"Daddy.............."


Revano lalu berlari untuk membantu Daddy Rey agar segera dibantu untuk berbaring di sebuah ruangan. Revano kini takut terjadi sesuatu dengan Daddy Rey.

__ADS_1


__ADS_2