
Setelah membuat kue ulang tahun untuk suaminya Kezia berjalan ke kamar Risa. Kezia ingin tahu apa yang akan dibicarakan oleh mertuanya.
"Mom....." Kezia mengetuk pintu kamar Risa terlebih dahulu.
Risa lalu membukakan pintu kamarnya.
"Nak, akhirnya kamu datang juga ke kamar Mommy. Tadi kenapa tidak langsung masuk saja?"
"Sangat tidak sopan Mommy jika Kezia langsung masuk ke kamar Mommy."
"Kamu memang menantuku yang sopan santun. Sonya dan Kenzo mendidik kamu dengan baik. Mama bangga punya menantu seperti kamu nak."
"Ah, Mama berlebihan memuji Kezia."
"Mama, Kezia tidak sebaik yang Mama pikirkan. Dulu bahkan Kezia tidak mau menerima anak yang sedang aku kandung." Batin Kezia yang teringat saat dirinya ingin menggugurkan kandungannya dan akhirnya mengalami pendarahan waktu itu. Untung saja waktu itu asisten rumah tangganya membukakan pintu hatinya dan lalu Kezia mau menerima anaknya.
"Nak, duduklah di sofa. Mommy akan kasih kamu sesuatu."
Kezia menurut perkataan Risa dan duduk di sofa. Kezia sambil mengusap perutnya pelan.
"Nak, Mama bersyukur punya mertua sebaik Nenek kamu. Kamu pasti bahagia punya Nenek sebaik dia." Batin Kezia yang masih mengusap-usap perutnya.
Risa tersenyum saat melihat menantunya sedang mengusap perutnya. Risa jadi teringat saat hamil Reno dan juga Revano. Risa melangkahkan kakinya mendekati menantunya.
"Nak ini untukmu." Risa memberikan paper bag kepada Kezia.
"Buka saja sayang, Mommy juga memberikan hal yang serupa untuk Sandra. Jadi kamu dan Sandra punya yang sama hanya warnanya saja yang berbeda."
"Mommy?? Ini kan pakaian yang seperti diberikan Mama Sonya?"
"Wah, jadi Sonya juga memberikannya untukmu nak?"
"Iya Mommy tapi belum pernah Kezia pakai."
"Nak, kenapa belum kamu pakai? Kamu harus memakainya."
"Mommy sama Mama kok bilangnya sama aku harus memakainya?"
"Ya memang harus dipakai sayang. Biar suamimu tidak berpaling darimu."
Kezia malu saat Risa berbicara seperti itu. Yang artinya Kezia harus memakai pakaian darinya.
__ADS_1
"Mommy dan Mama kamu juga memakainya nak. Mamamu juga bercerita bahwa Papamu tidak melirik perempuan lainnya."
"Mommy jujur sama Kezia. Sebenarnya tujuan Mommy sama Mama Sonya itu apa sih? Sama-sama memberikan baju yang kurang bahan begini?" ucap Kezia sambil merentangkan pakaian yang dia pegang. Kezia belum merasa puas akan jawaban Risa tadi.
"Agar kamu semakin disayang suami."
"Hah??" ucap Kezia terkejut.
"Nak, sekarang banyak pelakor merajalela. Bahkan sudah dari dulu saat Mommy menikah dengan Daddy sudah ada pelakor."
"Pakai nanti malam ya nak. Buat suamimu bahagia."
"Mommy tapi Kezia malu memakainya."
"Kamu nurut saja sama Mommy dan Mama Sonya nak. Rumah tanggamu pasti akan semakin harmonis."
"Begitu ya Mommy?"
"Iya, makanya kamu harus sering memakainya."
"Iya Mommy." Kezia akan menuruti perintah Sonya dan juga Risa. Kezia juga tidak ingin jika suaminya diambil pelakor.
"Makasih ya Mommy," ucapnya kembali sambil tersenyum.
Kezia manggut-manggut mengerti.
"Kamu juga jadi perempuan harus menang dan tidak boleh kalah sama laki-laki. Karena kita sudah susah payah mengandung anak selama 9 bulan. Jadi sekali-kali kamu boleh melawan suamimu nak. Kamu tahu kan bahkan Daddy Rey sangat bertekuk lutut sama Mommy."
"Hehe iya Mommy. Daddy Rey sangat takut sama Mommy. Daddy sangat patuh sama Mommy."
"Iya nak. Daddy kamu sangat takut kalau Mommy tinggalkan. Kamu juga harus begitu nak, jadi mereka tidak akan berani macam-macam dibelakang kita."
"Makasih ya Mommy tipsnya."
"Sama-sama sayang. Mommy hanya ingin rumah tangga kalian itu tetap harmonis dan tidak akan ada pelakor ataupun pebinor yang mengganggu."
Kezia sangat bersyukur punya mertua seperti Risa.
Pandangan Risa beralih ke perut Kezia.
"Hallo cucuku. Kamu pasti saat lahir nanti wajahnya seperti Mama kamu yang cantik," Risa sambil mengusap perut Kezia.
__ADS_1
"Wah, dia merespon Mommy nak."
"Iya Mommy, aku juga merasakan tendangan kecilnya."
"Oh iya Mommy, Kezia akan ke butik."
"Mommy antar ya nak. Sekalian Mommy juga ada perlu."
"Iya Mommy. Kezia mau mandi lagi Mommy. Gerah rasanya setelah memasak."
"Iya nak. Mommy tunggu di bawah nanti ya?"
Kezia mengangguk pelan. Sekarang Kezia sudah masuk ke kamarnya. Kezia membutuhkan waktu setengah jam untuk mandi dan berpakaian. Kezia lalu menemui mertuanya yang menunggunya di bawah.
"Sudah siap sayang?"
"Iya Mommy," ucap Kezia sambil mengangguk.
Risa lalu keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Risa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian Risa menurunkan Kezia di butiknya. Kezia akan mengecek butiknya yang sudah lama tidak dia kunjungi. Para karyawannya masih takut dengannya. Dulu Kezia memang galak, jadi semua karyawannya takut dengannya. Karyawannya juga tahu jika Kezia tengah hamil. Sebab asistennya yang mengatakan jika Kezia untuk beberapa bulan tidak berkunjung ke butiknya karena sedang fokus dengan kehamilannya. Hanya Sonya yang sering datang untuk menengok butiknya.
"Kalian jangan takut sama aku. Tidak akan ada yang aku marahi," ucap Kezia dengan senyuman sambil menuju ke ruangannya.
Ruangannya selalu dibersihkan karena Sonya tetap memantau butik anaknya. Semua karyawannya pada berbisik. Kezia banyak perubahan semenjak hamil. Para karyawannya mendoakan jika Kezia punya banyak anak jadi Kezia tidak akan sering marah-marah lagi. Hari ini Kezia mentraktir karyawannya dengan memesan makanan online. Kezia juga ingin berbagi kebahagiaan menjelang ulang tahun suaminya. Semua karyawannya mengucap terimakasih karena Kezia memberikan makan siang gratis hari ini.
Tak lama kemudian mobil Revano terparkir di depan butik istrinya. Revano membawakan sesuatu untuk istrinya. Semua karyawannya mengucapkan terimakasih kepada Revano. Mereka belum berani mengucapkan selamat ulang tahun karena Revano memang belum berulang tahun. Revano terkejut dan bertanya ke salah satu karyawan Kezia. Dia menjawab jika tadi mereka ditraktir makan gratis oleh Kezia karena syukuran menjelang ulang tahun suaminya. Revano bahagia ternyata istrinya tidak lupa jika nanti malam adalah ulang tahunnya. Revano lalu melangkahkan kakinya ke ruangan istrinya.
Kezia sedang memainkan hpnya dan sedang melihat baju-baju bayi yang lucu-lucu. Baju yang berwarna-warni yang membuat Kezia tersenyum.
"Ehemm..........." Revano berdehem dan Kezia lalu melihat ke arah sumber suara dan ternyata orang itu adalah ayah dari bayi yang sedang dikandungnya.
"Sayang, kenapa kamu tidak WhatsApp dulu saat sudah sampai?"
"Karena aju punya kejutan untukmu sayang."
"Kejutan apa sayang?" tanyanya sambil mengernyitkan dahinya.
Revano masih menyembunyikan sebuket bunga mawar dari balik tubuhnya. Revano lalu mendekati Kezia.
"Surprise... Sayang ini untukmu," ucap Revano sambil memberikan sebuket bunga mawar merah.
"Sayang, makasih ya. Kamu ternyata bisa romantis juga," ucap Kezia sambil menghirup aroma bunga mawar merah tersebut dan diakhiri dengan tawanya.
__ADS_1
"Aku ingin menjadi yang terbaik untukmu. Aku ingin kamu bahagia menikah denganku. Kamu tahu kan kita saat itu menikah waktu itu hanya karena terpaksa," ucap Revano sambil memegang pipi Kezia.