Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 46 - Memberikan Hak


__ADS_3

Rey berjalan mendekati Risa.


"Sayang, apa kamu mencoba menggodaku dengan pakaian tidur seperti itu?"


"Tidak, aku hanya mencoba memakainya. Kamu sendiri pernah bilang bukan kenapa aku tidak pernah memakai pakaian tidur dari mami, nah sekarang aku mencoba untuk memakainya," Risa pun hanya ingin tahu apakah Rey seorang Gay atau tidak, kalau Rey seorang Gay pasti dia tidak akan mau melakukannya meskipun Risa sudah berpakaian sedikit transparan dari Mami Ana.


Rey langsung mematikan lampu plafon kamarnya, sekarang hanya lampu tidur saja yang menyala. Risa pun jantungnya semakin berdetak dengan kencang saat Rey mematikan lampu plafon. Tidak biasanya Rey mematikannya. Lalu Rey pun berjalan mendekati Risa dan langsung memeluknya dengan erat. Risa pun terkejut saat Rey tiba-tiba memeluknya. Risa pun sekarang tahu bahwa Rey adalah laki-laki normal. Tidak seperti yang maminya khawatirkan. Rey tidak mempunyai kelainan atau seorang Gay. Rey pun sudah tidak bisa lagi untuk menahan hasratnya saat bersentuhan dengan istrinya.


"Sayang, bolehkah aku meminta hak ku malam ini?" ucapnya pelan sambil melepaskan pelukannya dan menatap Risa sambil memegang kedua pipinya.


Risa bingung mau menjawabnya gimana. Risa masih menunduk tidak berani menatap wajah Rey. Risa pun malu untuk mengatakannya. Risa terus memberikan kode dengan mengangguk pelan. Rey pun senang Risa mengizinkannya untuk memilikinya seutuhnya. Entah mungkin efek dari jamu yang Rey minum tadi yang menjadikannya tidak dapat menahan hasratnya kali ini, karena tidak biasanya Rey merasakan hal seperti ini.


Lalu Rey pun membaca doa terlebih dahulu sebelum melakukannya. Rey pun tahu doa tersebut saat ia belajar di pondok pesantren selama 3 tahun. Tak hanya doa-doa saja Rey pun juga hafal Al Qur'an 30 juz.


"Makasih sayang."


Dengan cepat ia pun langsung mengecup kening Risa hingga beberapa menit. Kemudian mengecup kedua pipinya secara bergantian, lalu sampailah ia mengecup bibirnya. Setelah sekian lama ia pun akhirnya merasakan bibir istrinya kembali. Dulu kejadian yang tak sengaja saat Risa akan terjatuh dan mengecupnya di perpustakaan itu yang membuat Rey untuk berani meminta ke Papinya untuk segera menikahi Risa setelah lulus SMA.


Rey lalu membuka kancing baju tidur istrinya satu persatu. Wajah Risa sudah mulai merona dengan apa yang dilakukan suami kecilnya itu, suami yang usianya lebih muda darinya beberapa bulan saja. Ia malu saat Rey membuka bajunya. Tak lupa Rey pun juga melepaskan apa yang ia kenakan. Setelah itu Rey lalu menghempaskan Risa ke tempat tidur secara perlahan. Risa pun tak berani untuk membuka matanya. Akhirnya mereka melakukan kegiatan tersebut atas dasar suka sama suka tidak ada lagi paksaan diantara mereka.


Suara adzan subuh pun membangunkan Rey. Ia pun mulai mengerjapkan matanya. Rey pun tersenyum saat Risa masih berada dipelukannya dan masih tertidur pulas didada bidangnya. Perlahan Rey mengecup puncak kening istrinya.


"Terima kasih istriku," ucapnya pelan.

__ADS_1


Risa pun yang merasakan ada sesuatu yang menyentuh keningnya lalu mengerjapkan matanya. Rey lalu tersenyum saat Risa sudah bangun dari tidurnya.


"Pagi istriku," ucapnya sambil mengeratkan pelukannya.


"Rey... Lepasin! Sudah subuh, ayo kita sholat," perintahnya dengan nada yang sudah menaik.


Rey dengan segera lalu melepaskan pelukannya.


"Kamu pakai baju kamu duluan. Terus habis itu gantian mandinya yang cepetan ya! Nanti keburu waktu subuhnya habis," perintah Risa sambil menutup matanya dengan tangannya.


"Hey sayang kenapa kamu malu begitu? Bukan kah kamu sudah melihat tubuhku?" ucapnya menggoda Risa.


"Jangan coba-coba untuk menggoda ku! Cepat pakai pakaianmu saja," ucapnya yang masih menutup matanya dengan tangannya.


"Sayang aku udah siapkan air hangat untukmu di bathtub."


Sekarang giliran Risa untuk mandi. Ia pun membawa selimut untuk menutupi tubuhnya. Saat akan beranjak dari tempat tidur ia pun merasakan kesakitan.


"Auwww....." ucapnya merintih sambil meringis.


"Sayang kamu kenapa? Mana yang sakit?" ucapnya khawatir sambil menghampiri Risa.


Risa pun hanya terdiam, malu kalau dirinya mengatakan bagian sensitifnya yang sakit. Ketika akan berjalan ia pun akan terjatuh. Rey yang melihatnya pun lalu menggendong Risa ke kamar mandi yang masih berbalut selimut di tubuhnya. Setelah itu Rey pun berjalan menuju walk in closet. Setelah berpakaian rapi ia pun akan wudhu dan menunggu Risa keluar dari kamar mandi. Risa pun sudah keluar dari kamar mandi memakai handuk kimononya hadiah dari Lova dan Dean. Ia pun berjalan pelan menuju meja riasnya mencari hair dryer.

__ADS_1


Lalu Risa mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya. Risa tidak mengeringkan rambutnya hingga kering karena waktu subuh sudah hampir habis. Sekarang Risa pun sudah berpakaian rapi, sudah wudhu dan memakai mukenanya. Rey pun berjalan dari kamar mandi habis wudhu. Lalu mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah. Tak lupa berdoa dan berdzikir. Rey pun juga membaca Al Qur'an beberapa puluh ayat.


Rey berjalan duluan ke dapur mencari Bi Ijah untuk menggantikan sepreinya yang kotor dan langsung menuju ke ruang makan. Risa pun melanjutkan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


"Loh sayang Risa mana?" tanyanya karena tidak melihat menantunya.


"Masih di kamar Mi, lagi pakai hair dryer."


Mami Ana pun yang mendengarkan ucapan anaknya pun senang dan ia juga melihat rambut anaknya yang masih basah. Risa pun sudah turun dari kamarnya menuju ke ruang makan. Mami Ana yang melihat menantunya berjalan pelan-pelan ia pun langsung matanya berbinar-binar. Mereka tahu mereka sudah melakukannya.


"Rencana Yudha berhasil. Akhirnya mereka melakukannya juga." batin Mami Ana.


Mami Ana pun lalu menyenggol lengan Papi Aldi. Papi Aldi yang tahu mendapatkan kode dari istrinya pun lalu melihat ke depan. Melihat gerak-gerik menantunya pun Papi Aldi tersenyum kepada istrinya. Lalu mengedipkan matanya tandanya rencananya berhasil.


"Sayang, kamu makan yang banyak ya. Kamu pasti capek atas kegiatan kamu semalam sama Rey. Habis itu kamu minum teh jahenya agar badan kamu enakan."


Rey yang sedang makan lalu tersedak.


"Uhukk..... Uhukk.........."


"Mengapa mami bisa tahu ya kalau aku semalam melakukannya dengan Risa?" batin Rey ia pun masih bingung mengapa maminya bisa tahu padahal mereka tidak bercerita.


Risa memandang ke arah Rey. Rey pun juga memandang ke arah Risa. Rey lalu mengernyitkan dahinya. Risa pun tahu kalau Rey memberi kode tidak memberi tahu apapun ke maminya.

__ADS_1


"Ah iya, pasti karena cara berjalan ku tadi mami jadi tahu kalau aku sama Rey telah melakukanya." Batin Risa lalu melanjutkan makannya.


__ADS_2