Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 49 - Rencana Honeymoon


__ADS_3

RUMAH KELUARGA RISA



Risa setelah pemotretan ia mampir ke rumah kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikum Salam."


"Mama kangen sama kamu sayang," ucap Mama Angel.


"Risa juga kangen sama mama," akhirnya mereka pun berpelukan.


Rey pun merasa senang melihat mereka berpelukan.


"Ma kita tadi beli cake kesukaan Mama," ucap Rey sambil tersenyum.


"Wah terima kasih ya sayang," sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah menantunya.


"Sama-sama Ma."


*****


DI RUANG KELUARGA



Malam pun telah tiba. Mereka sudah makan malam lalu berkumpul di ruang keluarga.


"Nak Papa sama Mama ada hadiah pernikahan untuk kalian," ucap Papa Kevin sambil menyerahkan kotak yang ia genggam.


"Apa ini Pa?" ucapnya Risa yang menerima sekotak kecil.


"Bukalah dulu nak, nanti kamu akan mengerti."


Risa pun lalu membuka kotak tersebut. Ia pun mendapat kado berupa kartu didalam kotak tersebut.


"Ini apa pa?" ucapnya bertanya.


"Itu kartu akses masuk apartment kado pernikahan untuk kalian."


"Pa ini terlalu berlebihan," ucapnya.


"Itu agar kalian bisa mandiri nak."


"Benar sayang, agar kalian lebih paham sama karakter masing-masing."


Risa pun menoleh ke arah Rey. Rey pun memberikan kode anggukan tandanya setuju.


"Baiklah, terima kasih Mama dan Papa,"


"Sama-sama sayang," ucap Mama Angel.


Mereka pun lalu pamit untuk ke rumah orang tua Rey.


"Kita pamit dulu Mama dan Papa," ucap Rey.

__ADS_1


"Loh kok gak menginap disini saja?" tanya Papa Kevin.


"Lain kali ya Ma, Pa," ucap Risa.


"Baiklah, kalian hati-hati di jalan ya, jangan ngebut. Risa ingatin tuh Rey bawa mobilnya."


"Iya Pa."


Lalu mereka pergi, Rey melajukan mobilnya dengan hati-hati.


Risa pun lalu memainkan ponselnya. Melihat foto di galeri hpnya yang berisikan foto saat berkumpul dengan anggota mogenya di sebuah cafe tempat favorit mereka berkumpul.


"Aku kangen kalian. Eh Evan apa kabarnya ya sekarang? Udah lama tidak bertemu bahkan di kampus pun gak pernah berpapasan," ucap pelan namun masih terdengar di telinga Rey.


Rey yang mendengar Risa menyebutkan nama Evan disebut pun geram. Hatinya terasa panas saat Risa mengatakan nama itu. Rey pun lalu menepikan mobilnya dan mengerem mendadak.


"Chittt....."


Risa pun dahinya hampir terbentur karena Rey mengeremnya secara mendadak.


"Rey kenapa berhenti mendadak sih? Kalau kita kenapa-kenapa gimana? Dahiku hampir terbentur nih!" ucap Risa dengan nada yang sudah naik.


Risa kalau sedang marah hanya menyebutkan nama suaminya saja. Tidak seperti biasanya memanggilnya dengan sebutan say atau sayang. Tapi berbeda dengan Rey kalau marah tidak pernah menyebutkan namanya.


"Aku tidak suka kamu menyebutkan nama laki-laki itu!" ucapnya sambil mendengus kesal, kemarahannya sudah meledak-ledak.


"Kamu cemburu say?" ucapnya sambil terkekeh.


"Laki-laki mana sih yang gak cemburu kalau istrinya bilang kangen sama laki-laki lain di depannya?" ucapnya dengan muka yang sudah memerah emosinya memuncak.


"Aku hanya kangen berkumpul dengan teman-teman moge ku saja sayang. Kalau aku nyebutin nama Evan kan wajar karena dia ketua moge nya," ucapnya sambil mengelus pipi suaminya agar dia tidak marah lagi.


"Iya aku percaya padamu, maafin aku yang. Karena sifatku yang terlalu cemburu," ucapnya sambil menurunkan tangan Risa yang berada di pipinya dan menggenggam tangan Risa.


"Aku malah suka kalau kamu cemburu say. Itu tandanya kamu beneran sayang dan cinta sama aku," ucapnya dengan senyuman lalu tiba-tiba Risa mencium pipi Rey dengan cepat.


Rey pun langsung terbelalak melihat istrinya yang tiba-tiba menciumnya. Risa mencium pipinya di mobil malam ini merupakan pertama kali mereka bermesraan di mobil. Karena biasanya Risa hanya mengecup punggung tangan Rey saja dan Rey pun mengecup keningnya, mereka melakukan itu seperti yang Papi Maminya lakukan, tidak ada kegiatan lainnya. Rey lalu tersenyum dengan tingkah istrinya itu. Ia bersyukur hubungannya dengan Risa semakin mesra.


"Makasih sayang," ucap Rey. Rey juga membalas mencium pipi Risa.


Risa tersenyum melihat tingkah laku suaminya yang membalasnya. Ia berharap keluarga kecilnya akan tetap baik-baik saja tidak ada pelakor atau pebinor.


*****


RUMAH KELUARGA REY



"Assalamualaikum," ucapnya bersamaan.


"Wa'alaikum Salam, kita lagi di ruang keluarga nak."


Risa dan Rey langsung menuju ke ruang keluarga.


DI RUANG KELUARGA


__ADS_1


"Nak, ini kado dari Papi sama Mami untuk kalian," ucap Papi Aldi sambil menyerahkan amplop ke Rey.


Rey pun lalu membukanya.


"2 Tiket pesawat tujuan Incheon International Airport. Hah tiga hari lagi?" ucap Rey terkejut.


"Incheon?" Mata Risa lalu berbinar-binar.


"Sayang, itu hadiah pernikahan kalian dari kami. Kalian akan berbulan madu ke Korea selama 3 minggu."


"Bulan Madu??" ucapnya bersamaan dengan nada yang tinggi.


Rey dan Risa pun lalu saling memandang. Mereka berdua pun terkejut Mami dan Papi menghadiahkan paket bulan madu selama hampir satu bulan.


"Sayang tenang saja. Kalian bulan madu pas Risa liburan semester kok. Jadi kalian bisa berlama-lama honeymoon nya, kan sudah Mami dan Papi atur."


"Iya nak. Risa bukankah besok hari terakhir kamu UAS?" tanya Papi Aldi.


"Iya Pi."


"Pi apa tidak kelamaan? Ini kok hampir sebulan?" ucap Rey bertanya kepada Papinya.


"3 Minggu itu waktu yang tidak lama nak. Apalagi kalau kalian jalan-jalan kesana kemari. Malah bisa kurang."


"Makasih ya Papi dan Mami, Risa senang nantinya bisa liburan ke Korea Selatan," ucapnya dengan wajah yang berbinar-binar.


"Sama-sama sayang. Tapi pulangnya jangan lupa membawa oleh-oleh ya. Pokoknya harus ada oleh-oleh tersebut," ucapnya Mami Ana sambil membelai rambut panjang menantu kesayangannya.


"Oleh-oleh apa Mi? Mami ingin dibelikan apa? Makanan ringan khas Korea? Atau pernak-pernik khas Korea seperti miniatur?" ucapnya bingung dengan yang dimaksud oleh-oleh yang mami mertuanya inginkan dan harus ada.


"Bukan itu maksud mami sayang, itu semua tidak penting. Yang mami inginkan itu oleh-oleh ada kehidupan baru disini," ucapnya sambil mengelus perut Risa dengan wajah yang begitu memohon.


Risa tahu maksud mami mertuanya ingin punya cucu, lalu Risa menoleh ke arah Rey dan Rey memberikan kode dengan anggukan.


"Iya mi, nanti Risa dan Rey usahain ya, mami doakan kita saja agar cepat diberikan momongan," ucapnya dengan tersenyum agar mami mertuanya lega.


"Beneran ya sayang?" Mami Ana pun matanya sudah mulai berkaca-kaca.


Risa lalu hanya menjawab anggukan. Mami Ana pun langsung memeluknya. Ia merasa senang punya menantu yang belum pernah membantah perintahnya dan berusaha untuk menuruti kemauannya. Mami Ana semakin sayang dengan menantunya.


Mami Ana sama Papi Aldi sebelumnya bertanya kepada besannya. Risa senangnya jalan-jalan ke negara mana. Papa Kevin dan Mama Angel pun memberitahu kalau Risa menyukai negara Korea. Selain bisa ketemu sepupunya disana. Ia juga suka lagu K-Pop. Jadi negara Korea merupakan tempat favoritnya. Lalu Papi Aldi dan Mami Ana memutuskan untuk menghadiahkan pernikahan mereka dengan paket bulan madu ke negara Korea Selatan.


Risa pun senang nantinya bisa liburan ke Korea Selatan. Tempat favoritnya selama ini. Rey lalu menyimpan amplop yang diberikan papinya.


____________________


Dukung author dengan rate 5 🌟


Nanti aku rate 5 🌟 juga di novel kalianπŸ™‚


Yuk saling mendukung πŸ’–


Jangan lupa Vote & like πŸ‘ biar author update lebih dari 1 bab perhari πŸ˜‰


Biar semakin semangat up nya 😍😍


terima kasih πŸ™

__ADS_1


Follow IG : @linaysofficial


__ADS_2