Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 55 - Honeymoon Part 6


__ADS_3

Risa merutuki dirinya sendiri, ia tidak akan berpakaian seperti itu lagi didepan suaminya. Rey sudah bangun duluan. Ia tetap melaksanakan sholat subuh, berdoa dan berdzikir namun hanya sendirian. Rey melihat ke istrinya yang tidurnya pulas dan juga kelelahan akibat ulahnya semalam pun merasa bersalah. Perlahan ia membenarkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.


"Maafkan aku sayang, aku telah membuatmu jadi kelelahan seperti ini," ucapnya pelan lalu mengecup pucuk kepala Risa.


...*****...


Rey langsung bergegas keluar kamarnya dan lalu ke dapur memasak nasi di magic com. Setelah kira-kira matang ia membiarkan kurang lebih 2 jam agar nasinya siap untuk dimasak menjadi nasi goreng. Rey membuka kulkas melihat bahan apa saja yang akan diolah untuk membuat nasi gorengnya. Rey juga menyalakan kompor untuk memasak air, ia akan membuat teh jahe sambil mengiris bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat nasi gorengnya. Saat baru mengiris bawang merah terdengar suara bel apartment berbunyi. Rey kaget Karin sudah berdandan rapi di depan pintu apartment yang siap untuk menjemput Risa dan Rey.


"Loh Kak Rey kok belum siap-siap sih? Kak Risa mana? Kok tumben Kak Rey yang bukain pintunya?"


Kalau di depan Rey, Karin manggilnya kakak tapi kalau sedang berdua dengan Risa manggilnya tetap sayang. Belum ada jawaban dari Rey. Rey masih memikirkan alasan untuk tidak jadi pergi dengan Karin.


"Masa iya Kak Risa masih tidur sih? Ini kan sudah jam 10 lebih," ucapnya kembali.


Karin bingung karena kakak sepupunya itu tidak pernah bangun siang.


"Eh, iya Kak Risa masih tidur. Kak Risa sedang tidak enak badan, semalam Kak Rey dan Kak Risa habis jalan-jalan pulangnya malam. Semalam juga hujan," Rey beralasan, padahal sebetulnya mereka berangkat jalan-jalan setelah hujan reda.


"Oh pantesan Karin WhatsApp dari tadi gak dibales. Kalau begitu aku mau melihatnya kak, aku ke kamarnya dulu ya."


"Eh jangan! Ehm maksudnya gini Karin, Kak Risa barusan minum obat deman dan sudah tertidur," Rey pun mencari alasan yang tepat karena tidak ingin Karin ke kamarnya dan melihat Risa yang belum bangun bahkan belum berpakaian, Rey takut kalau ketahuan habis melakukan kegiatan itu di depan Karin yang umurnya dibawahnya dan masih berstatus pelajar.


"Ya udah deh Kak Rey, Karin pamit pulang dulu ya. Bilangin ke Kak Risa kalau Karin tadi kesini mencarinya."


"Siap," sambil tangannya hormat seperti saat sedang upacara bendera.


"Haha Kak Rey lucu sekali," ucapnya sambil pergi meninggalkan apartment.


"Huh.. untung saja semalam hujan, jadi aku bisa beralasan kalau Risa demam," Perasaannya lega sambil mengusap dada bidangnya.


...*****...


Jam menunjukkan pukul 10:37. Risa mulai mengerjabkan matanya, bahkan ia melewatkan sholat subuh karena saking kantuknya dan merasakan kelelahan. Saat melihat jam pun kaget, hari ini ada janjian sama Karin. Karin pasti sudah menunggunya. Risa ingin bangun akan tetapi tubuhnya terasa remuk semua dan pegal-pegal. Ia membolakan matanya saat ia masih belum berpakaian. Risa pun teringat semalam membuat ponselnya dengan mode senyap, jadi ada beberapa panggilan tak terjawab dari Karin dan 3 pesan WhatsApp yang tak terdengar.

__ADS_1


📥 Karin : "Say, sudah siap belum? Aku jemput di apartment ya?"


📥 Karin : "Say, aku udah sampai nih."


📥 Karin : "Sayang kenapa gak bilang kalau lagi demam? Aku barusan ke apartment katanya kamu demam karena semalam habis jalan sama Kak Rey pas hujan."


"Arrgghhhh ini semua gara-gara Rey semalam. Aku jadi tidak jalan-jalan sama Karin. Eh kemana dia kok tidak ada di kamar?" ucapnya sambil mencari suaminya.


Risa pun mulai berdiri langsung menuju kamar mandinya. Tubuhnya pun langsung segar setelah mandi. Risa sudah memakai handuk kimononya hadiah dari Lova dan Dean. Ia langsung menuju meja riasnya dan menggunakan hair dryer.


"Ceklek..." suara pintu kamar terbuka.


Rey membawa 2 cangkir teh jahe, satu untuknya dan satunya lagi untuk istri tercintanya.


"Sayang aku bawakan teh jahe untukmu, biar badanmu agak enakan."


Tidak ada jawaban dari istrinya. Risa masih sibuk dengan hair dryer nya. Risa masih marah dengan Rey saat ini. Rey langsung keluar melanjutkan memasak nasi gorengnya. Karena tidak ada cobek jadi ia menggunakan blender untuk menghaluskan bumbunya. Ia memasukkan bahan-bahan ke wajan yang telah di iris-iris seperti bawang merah, sosis, kubis lalu memasukkan bumbu yang telah dihaluskan dan terakhir telur. Ia berkutat di dapur selama 20 menit untuk menyelesaikan nasi gorengnya. Nasi gorengnya pun sudah jadi. Ia langsung membawanya ke kamar. Risa sudah meminum teh jahe buatan Rey dan sudah berpakaian rapi. Sekarang badannya sedikit lebih enakan. Risa sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


"Sayang aku buatkan nasi goreng untukmu."


"Sayang kamu mau kemana?" Rey meletakkan nasi gorengnya di meja samping sofa ada 2 cangkir teh jahenya. Rey langsung menghampiri Risa.


"Sayang kamu mau kemana? Kok pakaiannya semua kamu masukkan ke dalam koper? Kita masih ada waktu 2 mingguan lagi di Korea bukan?"


"Aku mau pergi dari sini, tolong jangan mencoba untuk mencegahku! Aku akan cari penginapan lain sebelum aku mendapatkan tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia. Aku gak betah tinggal di apartment sama kamu, Badanku terasa remuk semua dan pegal-pegal gara-gara ulahmu kemarin pagi ditambah lagi semalam!" ucapnya ketus.


"Duarrrr..." Rey pun kaget hatinya langsung terasa sakit.


Rey seketika mematung mendengar perkataan istrinya. Ia merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan kemarin pagi dan semalam yang meminta istrinya untuk melayaninya. Rey menggempur Risa habis-habisan.


"Sayang maafkan aku. Ku mohon jangan pergi dariku. Aku ngaku aku salah," ucapnya sambil berjongkok dan matanya mulai sembab karena menangis kemudian menyatukan kedua tangannya di dada 🙏.


Risa pun tak menjawab lalu menarik kopernya.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengulanginya lagi sayang, percayalah. Tolong maafkan aku," ucapnya sambil bersimpuh di kakinya, menghentikan langkahnya untuk pergi.


Risa tersentak kaget saat Rey melakukan hal yang menurutnya tidak akan mungkin dilakukan oleh seorang pria apalagi Rey yang terlihat sebagai anak mami yang manja. Risa kemudian pandangannya mengarah ke sepiring nasi goreng dan 2 cangkir teh jahe di samping sofa. Seketika hatinya menjadi lunak atas sikap Rey. Harusnya ia sebagai istri yang memasak dan membuatkan teh jahe untuknya. Ia jadi merasa bersalah dengan suaminya itu. Ia sadar dengan apa yang ia lakukan. Harusnya ia tidak marah dengan suaminya karena memang suaminya berhak atas dirinya.


"Rey berdirilah, jangan seperti itu!"


"Tidak. Aku tidak akan berdiri sebelum kamu maafin aku," ucapnya masih bersimpuh di kaki istrinya air matanya masih menetes di pipinya. Ia takut istrinya akan meninggalkannya.


'Iya aku sudah memaafkanmu."


Rey langsung mendongakkan kepalanya, menatap mata istrinya melihat apakah ada kebohongan dari sorot matanya atau tidak. Namun ia tidak menemukan kebohongan itu.


"Benarkah sayang?" ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya aku memaafkanmu, berdirilah sebelum aku berubah pikiran."


Rey pun berdiri dan langsung memeluknya.


"Makasih sayang. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi selama kita di Korea."


"Aku pegang janji kamu." sambil melepas pelukannya.


"Ya sudah ayo kita makan. Kamu sudah masak untukku kan?" ucap Risa sambil menghapus air mata suaminya dan tersenyum.


"Iya sayang, aku memasaknya spesial untukmu. Aku baru pertama kali ini memasak. Sebelumnya aku hanya melihat Mami atau Bi Ijah memasak."


Risa pun lalu memasukkan nasi goreng buatan suaminya ke dalam mulutnya.


"Gimana yang? Rasanya enak nggak?"


"Ehm aku ragu untuk mengatakannya say. Nih kamu cobain sendiri," sambil memasukkan nasi gorengnya ke mulut Rey.


"Enak yang."

__ADS_1


"Iya, kamu berhasil membuat nasi goreng yang enak," ucap Risa sambil tersenyum.


Mereka pun akhirnya makan sepiring berdua.


__ADS_2