Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 117 - Jalan Bareng


__ADS_3

Hari ini ketiga bumil ingin berfoto bersama di tempat foto studio. Tak lupa mereka mengajak para suaminya. Mereka sudah berkumpul di rumah Rey. Kenzo mengajak mereka semua dalam satu mobilnya karena mobilnya muat untuk 8 orang. Saat ini kandungan Risa sudah menginjak usia 7 bulan 2 minggu. Sedangkan Lova 9 bulan kurang 3 hari dan Sonya yang baru 3 bulan lebih 2 minggu. Mereka akhirnya bisa foto bersama dengan perut yang berbeda-beda. Risa dan Lova perutnya hampir sama, karena Risa mengandung bayi laki-laki jadi perutnya akan lebih besar nantinya ketiga hamil 9 bulan.


"Ayo sudah siap semuanya kan?" Tanya Kenzo.


"Siap," ucapnya bersamaan.


"Yuk, akhirnya kita bisa jalan bareng dan akan foto bareng-bareng."


Mereka lalu masuk ke mobilnya Kenzo. Beberapa puluh menit kemudian mereka sudah sampai di tempat foto studio. Rey, Dean dan Kenzo pun saling melempar senyum saat istri-istrinya masuk ke sebuah ruangan dan akan berpose di depan kamera. Mereka bertiga para suami menunggu di luar ruangan.


"Wah bro masih ingat tidak, ketika kita cuma bicara bercanda saja saat dirumah kamu Rey. Kita menyuruh Kenzo segera untuk menikahi Sonya agar mereka bisa hamil bareng?" ucap Dean.


"Iya aku masih ingat. Ternyata akhirnya doa kita terkabul juga ya Dean. Tuh liat tadi betapa bahagianya mereka bisa hamil bareng hehehe," ucap Rey terkekeh saat melihat 3 bumil tadi masuk ke ruangan dan akan berfoto bersama.


"Iya aku juga tidak menyangka, akan secepat ini menikah dengan Sonya. Karena nenekku memberikan wasiat agar aku sudah punya anak saat umurku nanti 25 tahun. Wasiat sang nenek pun akan segera terwujud. Sekarang terbukti di umurku yang ke 24 tahun Sonya sudah hamil."


"Iya aku turut senang bro. Akhirnya wasiat dari nenekmu akan segera terwujud."


Mereka foto sendiri-sendiri terlebih dahulu sebelum foto bertiga. Di dalam ruangan Risa, Lova dan Sonya ingin melihat hasil fotonya. Sang fotografer pun memperlihatkan hasil jepretannya ke-tiga bumil tersebut.


"Wah lucu sekali hasil fotonya," ucap Sonya saat melihat dirinya beserta dengan kedua sahabatnya dengan perutnya yang berbeda-beda.


"Kita saatnya foto dengan suami-suami kita," ucap Risa bersemangat.


"Ah iya benar sekali. Masa mereka cuma mengantarkan kita foto saja," ucap Lova.


"Akan aku panggilkan mereka ya bumilku," ucap Sonya yang terbiasa memanggil Risa dan Lova dengan sebutan bumil.


"Ingat kamu sekarang juga bumil Sonya."


Sonya hanya terkekeh mendengar perkataan Lova. Memang dirinya sekarang juga sudah hamil. Sonya keluar dari ruangan tersebut. Setelah Sonya memanggil Kenzo, Rey dan Dean mereka mengikuti Sonya masuk kedalam ruangan foto studio.


"Sayang sini kita foto berdua terlebih dahulu," ucap Risa menyuruh Rey untuk berjalan mendekat.


Rey pun menurut perkataan istrinya. Tak lupa mereka foto ala-ala maternity. Rey akhirnya berpose mengecup perut Risa dan memeluk Risa dari belakang sambil memegang perutnya. Tak hanya itu mereka juga berpose saling berhadapan dan memegang perut Risa dan sampai foto dengan hanya bergandengan tangan saja. Sang fotografer pun memotret setiap pose Rey dan Risa.


Mereka bergantian foto setelah Risa dan Rey gantian Sonya dan Kenzo. Mereka juga tak jauh berbeda berpose seperti Risa dan Rey. Pose yang berbeda hanya saat Kenzo menggendong Sonya ala bridal style dengan saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


Dean dan Lova sengaja memilih yang terakhir untuk foto maternity. Mereka berpose duduk di kursi berdua dengan senyum yang merekah. Mereka tak lupa berpose dengan Lova berdiri dan Dean mengecup perutnya. Mereka juga berpose saling bertatapan dan bergandengan tangan.


Untuk yang terakhir kalinya mereka berfoto berenam. Foto tersebut untuk kenang-kenangan agar mereka bisa melihatnya nanti setelah anak-anak mereka lahir. Mereka bisa bercerita dengan anak-anaknya bahwa persahabatan yang sejati itu sampai semuanya pun bisa bareng. Bahkan hamil pun bareng dan hanya berbeda beberapa bulan saja. Setelah kurang lebih 2 jam mereka berfoto bersama akhirnya selesai juga. Mereka sedang menunggu penyalinan file foto dan pencetakan foto mereka.


"Akhirnya selesai juga," ucap Lova sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.


"Beb, apakah kamu capek?"


"Tidak. Aku hanya merasa haus saja."


"Sebentar ya, aku belikan air minum terlebih dahulu."


Di studio samping tempat foto studio tersebut ada sebuah warung yang berjualan minuman dingin di kulkas. Dean membeli sekaligus 6 botol air mineral. Setelah sampai di tempat foto studio Dean lalu memberikan minuman dingin kepada istrinya. Tak lupa memberikan kepada ke-empat sahabatnya.


"Makasih Dean."


"Makasih bro....."


"Hanya air mineral Rey, Ken. Gak usah bilang makasih," ucapnya dengan senyuman.


"Habis ini kita mau kemana?" Tanya Kenzo.


"Ke restoranku saja gimana?" ucap Rey.


"Ide yang bagus Rey. Aku juga sudah lapar hehehe," ucap Dean terkekeh.


"Ok, habis ini langsung kesana aku sudah pesan ruang VIP untuk kita."


"Wah mantap bro."


Setelah menunggu satu jam akhirnya berhasil mencetak foto dan menyalin file fotonya.


"Wah bagus ya hasil fotonya," ucap Rey.


"Iya sayang bagus," ucap Risa.


"Iya lucu banget ya. Perut mereka berbeda-beda besarnya," ucap Dean.

__ADS_1


"Perutku sama Risa hampir sama," ucap Lova sambil melihat hasil foto mereka berenam.


"Ah iya lucu sekali. Nanti kita foto begini lagi yuk saat istri kita hamil anak kedua," ucapan Kenzo yang membuat semua orang terkejut mendengarnya.


Sonya langsung menoyor kepala Kenzo.


"Satu saja belum lahir sudah memikirkan anak kedua."


Kenzo hanya menyengir. Rey yang melihatnya hanya terkekeh. Sedangkan Dean dan Lova tertawa terbahak-bahak. Risa yang mendengarkannya tersenyum kecut melihat Sonya dan Kenzo karena Risa jadi teringat dengan Mami Ana yang pernah juga membahas anak kedua setelah Baby R lahir Mami Ana minta cucu lagi.


"Tau tuh si Kenzo gak ngerasain yang namanya hamil sih. Kita-kita yang merasakannya saja kadang kewalahan. Kadang susah tidur, susah makan karena mual, pinggang terasa sakit. Apalagi kalau sedang ngidam pengennya harus segera ada. Belum lagi terkadang kalau perut terasa kram atau si baby tiba-tiba menendang didalam kadang kita kan juga kaget," ucap Risa menjelaskan dengan panjang lebar sambil mengelus perutnya.


"Ternyata jadi ibu hamil gak gampang ya? Beb, kita punya satu anak saja ya?" Tanya Dean kepada Lova.


"Sedikasihnya saja sih beb."


"Tapi aku kasihan sama kamu."


"Hmm iya beb. Aku nurut kamu saja."


Dean tersenyum saat Lova mau menurutinya.


"Sama Dean aku juga pengennya punya anak satu saja, kasian Risa. Tapi Mamiku pengen punya cucu dua lagi, jadi bingung kan?" ucap Rey.


Rey teringat bahwa Maminya dan mertuanya berebut Baby R agar memimpin perusahaannya. Sehingga mereka jadi ingin punya dua cucu.


"Ya kabulkan saja 2 cucu untuk mereka Rey," ucap Kenzo


"Gak semudah itu Ken."


Rey pun sedang berpikir bahwa saat Risa ngidam saja kadang susah nyarinya. Apalagi waktu itu saat dirinya mencari kostum Dino dan memakainya sampai restoran bahkan sampai ke apartment.


"Hidup itu mudah Rey. Tidak usah dibikin pusing," ucapnya dengan santai.


"Jangan dengarkan omongan Kenzo Rey," ucap Sonya yang malu akan perkataan suaminya.


Kemudian Kenzo mengemudikan mobilnya ke restoran milik Rey. Mereka sudah lapar karena di tempat foto studio tadi sudah antri dan juga fotonya terlalu lama bahkan berjam-jam.

__ADS_1


__ADS_2