
Rey berharap anaknya memang benar laki-laki sesuai dengan yang diinginkan Mami Ana dan Mama Angel karena mereka menginginkan cucunya untuk meneruskan perusahaan nanti kalau sudah besar. Dua bulanan lagi Risa akan melahirkan anak keduanya. Rey harus menjadi suami siaga mulai saat ini.
Pagi hari Rey dan Papi Aldi sedang berolahraga bersama dan kebetulan hari ini hari Sabtu jadi lumayan ramai karena banyak warga perumahan yang juga jogging hari ini. Di rumah Risa sedang membuat brownies coklat kesukaan anaknya. Saat Risa sedang membikin brownies, Reno dititipkan kepada mertuanya. Sekarang Reno sedang main bersama Mami Ana. Mama Angel datang hari ini untuk menengok anaknya dan cucunya.
"Wah, anak Mama lagi bikin brownies ya?" Mama Angel mendekati Risa di dapur.
"Iya Mama. Reno suka brownies buatan Risa. Jadi Risa bikinnya banyak."
"Mama bantu ya nak," ucapnya dengan lembut.
Mama Angel lalu mendekati anak satu-satunya, anak yang selama ini menjadi kesayangannya. Anaknya yang sudah memberikan cucu yang menggemaskan seperti Reno dan sebentar lagi Risa akan memberikan cucu lagi untuknya. Mama Angel bahagia saat melihat perut Risa yang sudah membesar. Tinggal menghitung beberapa bulan lagi cucu keduanya akan lahir.
"Iya Mama. Itu tinggal dikasih topping choco chips diatasnya."
Mama Angel akan membantu Risa sampai browniesnya matang.
"Nak, gimana kandungan kamu?" Tanya Mama Angel sambil menunggu browniesnya dioven.
"Alhamdulillah, Mama anakku sehat dan begitu aktif. Dia sering menendang-nendang didalam perutku. Baby R tidak terlalu merepotkan juga kok ngidamnya."
Risa lalu kembali mengingat bahwa kemarin Rey baru saja jatuh dari pohon kelapa karena Risa sedang ngidam es kelapa muda dan Rey harus mengambilnya langsung dari pohon kelapanya. Memang beda rasanya saat beli dan lebih enak kalau langsung dari pohonnya karena terasa segar sekali.
"Eh hanya sekali saja sih Mama, saat kemarin aku sedang ingin minum es kelapa muda dan Rey harus manjat pohon kelapa sampai terjatuh hehehe," ucapnya terkekeh.
"Astaga Rey sampai jatuh dari pohon kelapa nak?"
"Iya Mama. Lalu suami Bi Ijah yang membantu memijit pinggang Rey."
"Hahaha, lucu ya nak kalau mengingat saat dulu menantu Mama waktu masih SMA. Rey yang manja banget itu sekarang sudah mau punya dua anak."
"Hehe iya Mama. Rey sekarang sudah dewasa, sudah menjadi ayah dan suami yang baik."
Sekarang Rey sudah banyak mengalami perubahan. Dulu sifatnya memang manja. Tapi sekarang sudah dewasa, mungkin karena seiring berjalannya waktu Rey sudah menjadi seorang ayah dan suami. Sebagai kepala rumah tangga harus bersikap dewasa.
"Iya nak. Rey kelihatannya sayang banget sama kamu ya nak."
"Iya Mama Rey aku suruh apa saja mau hehehe. Rey suami idaman banget." Seketika Risa teringat saat menyuruh Rey membelikan pembalut di supermarket dan tanpa malu Rey membelinya sendirian. Rey tidak pernah meninggalkan sholat tahajud.
"Oh iya nak kayaknya browniesnya sudah matang. Mama angkat dulu ya dari oven."
Risa hanya mengangguk pelan. Sekarang Mama Angel sedang mengambil brownies yang telah selesai dioven dan meletakkan loyangnya di dapur biar terkena udara agar biar cepat dingin.
"Oh iya sayang kamu ingat tidak waktu hamil Reno. Kamu kan pernah balapan pakai motor sport."
__ADS_1
"Iya Mama, Risa ingat kok."
"Anehnya kenapa kamu tidak ngidam naik motor sport lagi?"
"Mungkin anakku tidak mau jadi pembalap Mama. Karena kehamilan keduaku aku sering masak. Mungkin anakku nanti kalau sudah besar akan jadi chef hahaha," ucapnya tertawa terbahak-bahak.
"Kamu ini ada-ada saja nak. Nanti biar Reno saja kalau begitu yang mengurus perusahaan Papamu."
"Mana bisa begitu Jeng. Reno yang akan menjadi penerus perusahaan suamiku. Nanti biar menggantikan Rey mengurus hotel dan restoran."
"Tidak bisa begitu dong Jeng. Jadi pengusaha properti hidupnya lebih terjamin."
"Eh.. Jangan salah Jeng. Jadi pengusaha restoran dan hotel lebih menjanjikan."
"Mama, Mami sudah debatnya. Risa pusing mendengarkan kalian bicara."
"Eh sayang maaf... Kamu seharusnya tidak usah dengarkan pembicaraan kami. Kamu kan sedang hamil cucu Mami dan tidak boleh banyak pikiran."
"Bagaimana aku tidak mendengarkan pembicaraannya Mami dan Mama kalau kalian saja berdebatnya dihadapanku."
"Oma....." Reno lalu duduk dipangkuan Mama Angel.
"Eh sayang, cucu Oma yang paling ganteng. Aduh Oma tambah gemas sama kamu sayang," ucapnya sambil memberikan kecupan dikedua pipi cucunya .
"Hah? Memangnya Daddy and Mommy seperti apa sayang?"
"Daddy and Mommy uga ring eperlti itu Oma." [Daddy and Mommy juga sering seperti itu Oma.]
Risa hanya tersenyum kecut saat anaknya berbicara seperti itu dengan Mama Angel terlebih Mami Ana juga mendengarkannya.
"Sayang, kamu ini sama Rey jangan sembarang. Reno masih kecil nak. Jangan kalian suguhi dengan hal lain yang belum cukup untuk umurnya."
"Reno juga paham kok Mama. Kita sering mengecup pipi Reno bersama Rey dan Reno bahagia. Reno juga sudah mengerti kalau akan punya adik."
Reno bahagia anak punya adik dan sebentar lagi akan lahir adiknya. Terbukti hampir setiap hari Reno mengajak bicara adiknya yang masih dalam kandungan Risa dan sesekali meletakkan tangannya diperut Risa.
...*****...
Di rumah Dean sekarang Lova sedang tidak enak badan sudah beberapa hari ini sakit dan hanya berbaring di rumah.
"Mi, jangan-jangan kamu hamil?" ucapnya dengan mata yang berbinar.
"Tidak mungkin Pi, baru 2 minggu yang lalu aku datang bulan."
__ADS_1
Lova hanya masuk angin saja karena beberapa hari yang lalu kehujanan. Semenjak Sandra lahir mereka merubah nama panggilan dari Beb berubah menjadi Mami dan Papi.
"Siapa tahu Mi, Sandra akan punya adik hehehe," ucapnya terkekeh.
Dean tidak apa-apa jika Sandra akan punya adik. Saat melihat Keano kemarin Dean semakin gemas dengan anak kedua sahabatnya itu.
"Tidak mungkin Dean. Kamu jangan mengada-ada."
"Coba dicek dulu Mami."
Lova lalu mengeceknya dan memang dirinya masuk angin saja soalnya hasilnya negatif, hanya satu garis yang terlihat.
"Oh iya sayang kamu beneran sakit. Maaf aku kira kamu beneran hamil."
"Memangnya kamu ingin aku hamil lagi Pi?" Lova masih trauma melahirkan Sandra karena dia pingsan saat mau melahirkan anaknya.
"Ah tidak Mi. Anak kita cukup Sandra saja," ucapnya dengan senyuman.
"Benarkah? Kamu sedang tidak membohongi aku kan?"
"Tidak Mami. Sungguh," ucapnya dengan mengatupkan kedua tangannya.
...*****...
Malam telah tiba kini mereka semua berkumpul di ruang tamu. Risa dan Rey saling memandang dan akhirnya Rey akan berbicara mengenai kamar untuk anaknya.
"Nak, apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Papi Aldi.
"Begini Pi, Reno kan sudah besar karena umurnya sudah 3 tahun dan kami berencana untuk membuatkan kamar sendiri untuk Reno agar Reno mulai mandiri. Karena saat adiknya nanti sudah lahir, gantian kita yang akan tidur dengan adiknya." Rey menjelaskan dengan panjang lebar.
"Baiklah nak. Nanti kamar tamu sebelah kamar kalian akan Papi renovasi menjadi kamar Reno."
"Terima kasih Papi." Rey lega Papinya setuju, sekarang giliran meminta izin kepada Maminya.
"Mami setuju nak. Gimanapun Reno juga harus mandiri karena akan menjadi seorang Kakak. Tapi Mami sarankan Reno jangan dibuatkan kamar terlebih dahulu."
"Maksudnya Mi?" Rey bingung.
"Reno nanti akan tidur di kamar kalian, tapi nanti di ranjang yang berbeda. Buat Reno sendiri yang bilang nanti minta pindah dan punya kamar sendiri sambil menunggu kamar sebelah selesai direnovasi."
"Iya nak, Papi akan mendesign kamar untuk Reno sebagus mungkin agar Reno betah di kamarnya nantinya.
"Iya Papi, Risa setuju dengan usul Papi."
__ADS_1
Sekarang solusinya sudah dapat jadi tinggal beli ranjang tempat tidur untuk Reno dan urusan merenovasi kamarnya Rey serahkan pada Papi Aldi. Papi Aldi tidak ingin mengecewakan cucunya. Papi Aldi akan mendesign sebagus mungkin kamar untuk cucu pertamanya itu. Papi Aldi dan Mami Ana bahagia melihat perubahan perut menantunya yang semakin membesar karena sebentar lagi cucu keduanya akan segera hadir. Mereka juga sudah tidak sabar ingin segera menggendong cucu keduanya. Terkadang Mami Ana mengajak cucunya bicara saat masih di dalam kandungan Risa dan cucunya merespon dengan tendangannya. Mami Ana bahagia karena cucunya begitu aktif menendang-nendang didalam perut menantu kesayangannya.