Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 104 - Ada Nyawa Dalam Perutku


__ADS_3

Hari ini Papa Vano tidak berangkat ke kantor karena sedang tidak enak badan. Setelah Sonya sudah berjalan ke kamarnya Mama Zaskia membuatkan teh hangat untuk menantunya. Mama Zaskia tak lupa menyuruh Bibi untuk membuatkan bubur untuk Sonya dan nanti mengantarkannya ke kamarnya. Karena tadi Sonya baru sarapan dua sendok langsung mual, jadi perutnya saat ini kosong dan harus diisi. Setelah masuk ke dalam kamarnya. Sonya langsung mencari test pack hadiah dari sahabatnya.


Lova yang memberikan hadiah pernikahannya test pack dan baju couple. Sonya membaca tata cara penggunaannya terlebih dahulu. Setelah tahu caranya, Sonya lalu beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Sonya perasaannya sekarang saat ini was-was, ragu jika hasilnya positif dan bahkan lebih takut lagi jika hasilnya negatif. Sonya membiarkan test pack beberapa menit. Sonya lalu keluar kamar mandi dan melihat Mama Zaskia yang baru saja masuk ke kamarnya membawakan teh hangat.


"Sayang, minum teh hangatnya dulu nak. Biar badan kamu lebih enakan."


"Iya Mama, terima kasih. Maaf ya Sonya jadi ngrepotin Mama." Sambil menerima secangkir teh hangatnya.


"Tidak ngrepotin kok nak. Gimana hasilnya sayang sudah tahu belum?" tanya Mama Zaskia penasaran.


"Ini baru nunggu hasilnya Mama." Sambil menyeruput teh hangatnya.


"Mama bagaimana kalau hasilnya negatif?" tanya Sonya penasaran.


"Tidak apa-apa sayang. Mungkin belum rezeki, masih ada bulan-bulan berikutnya kok sayang. Kamu jangan pikirin itu ya nak. Yang penting kalian selalu berusaha dan berdoa biar Allah nanti yang mengatur kalian akan dapatnya cepat atau lambat. Kamu jangan khawatir ya sayang," ucapnya sambil mengelus rambut panjang menantunya.


"Iya Mama."


Sonya merasa bersyukur mempunyai Mama mertua yang tidak galak seperti apa yang dibayangkannya. Ternyata mertuanya itu sangat sayang padanya. Bahkan menganggapnya seperti anaknya sendiri karena Mama Zaskia dulu juga ingin mempunyai anak perempuan, namun hanya dikaruniai satu anak dari pernikahannya.


"Sepertinya hasilnya sudah keluar Mama. Sonya cek dulu ya Mama."


"Iya nak. Mama tunggu di ruang keluarga ya nak. Apapun hasilnya kamu jangan bersedih ya sayang."


"Iya Mama."


Mama Zaskia lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sonya sambil membawa cangkir yang tadi Sonya minum. Sedangkan Sonya melangkahkan kakinya pelan-pelan masuk ke dalam kamar mandi. Tadi Sonya menaruh test pack di samping wastafel. Sonya lalu memberanikan diri untuk membalik test pack nya. Alangkah terkejutnya saat terlihat dua garis di test pack tersebut.


"Aku hamil?? Sekarang ada nyawa dalam perutku," ucapnya lirih sambil tangan kiri Sonya memegang perutnya.


Sonya bahagia akhirnya doanya terkabul dari kemarin dia sholat tahajud dan semua orang pasti bahagia mendengar kabar kehamilannya. Apalagi Kenzo yang sudah ingin menjadi seorang Papa muda seperti Rey dan Dean. Saat di London kemarin Kenzo bilang ingin beberapa bulan lagi anaknya bisa menendang didalam perut Sonya dan sekarang impiannya terwujud. Pastinya wasiat sang nenek akan segera terwujud dimana nanti di umur 25 tahun Kenzo sudah mempunyai anak.


"Impianmu menjadi Papa muda sekarang sudah terwujud sayang. Sekarang aku sudah menjadi seorang ibu. Akhirnya aku tidak pusing untuk mencari kado untuk suamiku," ucapnya dengan tersenyum senang sambil menatap perutnya yang rata.

__ADS_1


"Nak kamu kado terindah untuk ulang tahun Papamu. Terima kasih karena kehadiranmu Mama jadi tidak pusing untuk beliin Papamu kado hehehe," ucapnya terkekeh sambil mengelus perutnya.


Sonya lalu mencuci test pack-nya dan akan dia tunjukkan ke Mama Zaskia.


"Mama Zaskia pasti kaget mendengar kabar bahagia ini," ucap Sonya lirih dan lalu berjalan pelan-pelan keluar kamarnya.


Sonya langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga. Disana sudah ada Papa Vano dan Mama Zaskia sekaligus Kakek. Sonya raut wajahnya langsung terkejut ternyata semuanya sudah menunggunya.


"Sayang, gimana hasilnya? Kamu hamil atau tidak?" tanya Mama Zaskia langsung to the point.


"Maaf Mama sepertinya Mama....." Perkataannya terpotong.


"Iya, sudah gak usah sedih sayang. Sini duduknya dekat sama Mama."


Sonya kaget ucapannya belum selesai dan Mama Zaskia yang sudah salah paham. Sonya lalu mendekati Mama mertuanya.


"Ehm..... Sepertinya Mama sebentar lagi akan menjadi seorang nenek," ucap Sonya dengan tersenyum memperlihatkan gigi rapinya.


"Cucuku kamu sedang mengandung cicitku?" tanya Kakek.


"Iya Mama, Kakek. Ini hasilnya dua garis yang berarti positif hamil."


Mama Zaskia lalu melihat test pack yang dipegang menantunya dan benar saja menampilkan dua garis disana. Mama Zaskia lalu memeluk Sonya dengan erat.


"Sayang, terima kasih kamu telah memberikan cucu untukku. Mama bahagia nak sebentar lagi akan menjadi seorang nenek."


"Iya Mama."


Mama Zaskia lalu melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah menantunya dengan tersenyum. Mama Zaskia bersyukur mendapatkan cucu secepat ini.


"Nak, jaga kesehatan kamu ya. Selama kamu hamil kamu jangan bantuin Mama masak. Biar Mama dan Bibi saja yang masak. Kamu cukup jagain cucu Mama dengan baik," ucapnya sambil memegang perut Sonya yang masih rata.


"Iya Mama, Sonya pasti akan menjaganya dengan baik," ucapnya dengan senyuman.

__ADS_1


"Nanti Mama biar suruh Bibi membelikan susu hamil untukmu. Kamu mau yang rasa apa sayang?"


"Terserah Mama saja. Sonya akan meminumnya nanti."


"Ya sudah nanti biar Bibi membelikan susu hamil berbagai rasa. Agar kamu bisa memilih yang mana yang cocok rasanya untukmu."


Sonya hanya mengangguk. Papa Vano dan Kakek saling berpandangan dan melempar tersenyum.


"Akhirnya wasiat istriku segera terwujud," ucap Kakek.


"Nak kamu segera hubungi Kenzo, ia berhak tahu kabar bahagia ini atau Papa saja yang telepon Kenzo sekarang ya nak?" ucapnya sambil akan mengambil hpnya di meja.


"Jangan kabarin Kenzo dulu Papa, Kenzo lagi meeting. Sonya ingin memberi tahunya nanti saat ulang tahunnya. Tolong rahasiakan kehamilan Sonya dari Kenzo dulu ya Papa dan semuanya. Biar Sonya yang memberi tahunya nanti secara langsung."


"Iya cu."


"Iya nak," ucap Mama Zaskia dan Papa Vano bersamaan.


Bibi lalu datang dari arah dapur.


"Non, ini buburnya dimakan dulu ya. Bibi telah membuatkan bubur spesial untuk Nona."


"Terima kasih Bibi," ucapnya tersenyum sambil menerima semangkuk bubur ayam spesial dengan topping yang lengkap ada kerupuk, kedelai, daun bawang, bawang merah goreng dan kecap.


"Iya non. Bibi kembali ke dapur."


Sonya hanya mengangguk dan Sonya lalu memakan bubur yang sepertinya menggugah selera itu. Tak lama kemudian Sonya sudah menghabiskan buburnya. Mama Zaskia tersenyum melihat menantunya tadi makan dengan lahap dan menghabiskan buburnya.


"Mama, Sonya mau mandi dulu dan siap-siap ke kampus. Papa dan Kakek Sonya pamit ke kamar dulu."


"Iya nak," ucapnya bersamaan.


Tak lupa Sonya juga menghubungi kedua orang tuanya. Mama Lisa dan Papa Arsa senang mendengar anaknya sedang mengandung cucu pertamanya. Mereka mendoakan agar Sonya selalu sehat dan lebih menjaga pola makannya yang sehat. Karena ibu hamil harus makan makanan yang bergizi.

__ADS_1


__ADS_2