Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Dimana Letak Kesalahanku


__ADS_3

Kezia dan Revano kini makan malam bersama di sebuah restoran. Kezia melihat ke arah pasangan yang sedang saling menyuapi satu sama lain.


"Aku iri dengan mereka berdua karena mereka bisa terlihat mesra dengan pasangannya. Tidak seperti diriku yang harus menikah dengan terpaksa sama cowok yang manja. Reno kamu seharusnya bilang kalau tidak mencintaiku jadi aku tidak akan menikah dengan orang yang salah." Batin Kezia.


Semua makanan sudah tersaji di meja. Kezia masih melamun melihat ke arah kedua pasangan yang membuatnya iri. Revano yang melihat Kezia melamun lalu menggenggam tangannya.


"Kak... Kak Kezia."


Kezia langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar suaranya Revano dan tangannya disentuh oleh Revano.


"Eh, Kak maaf. Habis dari tadi Kakak melamun terus," ucapnya sambil tersenyum tipis dan menarik tangannya.


"Hmm iya tidak apa-apa. Sekarang kita makan saja makanannya nanti takutnya keburu dingin."


Revano mengangguk pelan dan lalu setelah membaca doa mereka akhirnya makan malam bersama. Revano melihat ujung bibir Kezia ada bekas saus steak. Revano dengan segera mengelap bibir Kezia dengan tisu. Kezia mematung melihat Revano ternyata memperhatikan dirinya dari tadi. Pandangan mereka saling terkunci. Kezia menatap wajah Revano begitu pula sebaliknya. Mereka kini saling bertatapan.Dengan segera Revano menyudahi tatapannya dan beralih ke makanan yang sudah tersaji. Mereka akhirnya memakan makanannya kembali.


Setelah itu mereka kembali ke penginapan. Tidak ada sofa atau tempat lain untuk Kezia tidur. Akhirnya dengan terpaksa malam ini Kezia harus satu tempat tidur dengan Revano. Kezia menggerai rambutnya, kalau tidur Kezia tidak pernah mengucir rambutnya. Kezia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Revano hanya berdiri disamping tempat tidur mematung menatap Kezia.


"Apa malam ini aku akan tidur dengan Kak Kezia? Kalau dengan Mommy Risa aku sudah biasa tidur bersamanya. Nah ini aku akan tidur dengan Kak Kezia orang asing dalam hidupku." Batin Revano.


"Ngapain kamu berdiri disitu? Apa kamu tidak mengantuk Revano?"


"Aku juga sudah mengantuk Kak."


"Ya sudah kamu tidur dan ingat jangan dekat-dekat kita harus jaga jarak. Kamu harus jauh-jauh dariku."

__ADS_1


Revano menggangguk pertanda bahwa mengerti dan mulai merebahkan dirinya ke tempat tidur. Mereka kini berjarak hampir satu meter di ranjang ukuran king size tersebut.


Revano membolak-balik tubuhnya. Dirinya tidak bisa tidur malam ini. Revano lalu terduduk dan menatap ke arah Kezia yang sudah tertidur pulas. Wajah cantiknya terlihat sendu saat tertidur.


"Kalau lagi tidur begini Kak Kezia terlihat cantik tidak seperti kalau sedang sadar selalu saja marah-marah. Kata Kak Reno, Kak Kezia orangnya baik. Tapi kenapa kalau sama aku bawaannya emosi melulu ya?" gumamnya.


Revano lalu merebahkan tubuhnya kembali ke tempat tidur. Revano menghadapkan tubuhnya ke atas Kezia menatap wajahnya dan kemudian membaca doa tidur. Beberapa menit kemudian Revano akhirnya tertidur. Mereka tidur saling berjauhan tidak seperti pengantin baru lainnya.


Suara alarm dari hp Kezia terdengar sampai telinga Kezia. Alarm tandanya untuk bangun dan melaksanakannya sholat subuh. Kezia mengerjapkan matanya dan Kezia melongo saat melihat ada tangan yang melingkar diperutnya dan sedang memeluk dirinya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Revano, sang laki-laki yang beberapa hari yang lalu sah menjadi suaminya.


"Aaaaaaa................." Kezia berteriak sampai Revano terbangun.


"Kakak ini apa-apaan sih kok teriak-teriak saat masih pagi-pagi buta seperti ini?"


"Kamu, kamu kenapa memelukku?"


"Kak, kita kan sudah menikah jadi wajar saja kalau aku memeluk Kakak dan dimana letak kesalahanku?" tanyanya kembali.


Kezia melongo mendengar ucapan Revano. Memang benar bahwa mereka suami istri dan tidak ada salahnya jika Revano tak sengaja memeluknya saat tidur karena sah-sah saja jika Revano memeluknya bahkan jika mereka melakukan hal yang lebih akan mendapatkan pahala.


"Ah, aku mau sholat subuh. Aku gak mau berdebat dengan kamu."


"Siapa juga yang mau berdebat dengan Kakak."


Kezia dan Revano berjalan bersamaan ke kamar mandi.

__ADS_1


"Aku duluan yang akan wudhu."


"Kakak harusnya mengalah dengan yang lebih muda."


"Tidak bisa! Lady first. Ingat itu, kamu harus selalu mengalah sama wanita."


Dengan segera Kezia berjalan ke kamar mandi. Namun sialnya Kezia terpeleset dan saat akan terjungkal ke belakang dengan cepat Revano menangkap tubuh Kezia. Jantung Revano kembali berdetak lebih cepat saat berdekatan dengan Kezia.


"Kenapa jantungku selalu berdegup dengan kencang saat bersama Kak Kezia. Aku harus segera periksa jantungku setelah pulang dari Bali." Batin Revano.


Kezia lalu dibantu berdiri oleh Revano.


"Terima kasih," ucapnya sambil tersenyum.


"Sama-sama Kak. Lain kali Kakak berhati-hati ya. Mulai dari sekarang aku akan menurut dan mengalah sama Kak Kezia," ucapnya sambil menampilkan senyuman manisnya.


"Bagus, anak yang baik," ucapnya sambil mengelus rambut Revano.


Kezia langsung berjalan ke kamar mandi dan berwudhu. Kezia sudah terbiasa melakukan itu sama adiknya Keano. Tapi tidak dengan Revano, baru kali ini Revano diperlakukan seperti itu. Yang dirasakan Revano sekarang adalah bahagia. Entah kenapa hanya dielus rambutnya saja Revano sebahagia ini.


"Kak Kezia kalau seperti tadi sepertinya tulus. Benar kata Kak Reno kalau Kak Kezia sebenarnya orang yang baik. Aku harus menurut sama dia agar Kak Kezia tidak selalu memarahi aku." gumamnya.


Kezia kini sudah selesai berwudhu dan kini gantian Revano yang berwudhu. Setelah itu akhirnya mereka melakukan sholat subuh berjamaah. Kezia bahagia sebenarnya ada salah satu kelebihan yang ada pada Revano yang Kezia suka yaitu Revano laki-laki yang di idamkan dalam sholatnya, dirinya tak pernah bolong-bolong dan apalagi Revano selalu tak pernah absen membaca Al-Qur'an setiap pagi hari habis sholat subuh. Hanya saja Kezia belum bisa menerima Revano sebagai suaminya. Dirinya masih mencintai Reno Kakak dari Revano yang entah menghilang kemana selama beberapa hari ini.


Kezia akan meminta penjelasan dengan Reno saat nanti bertemu dengannya. Kezia ingin tahu alasan apa yang membuat Reno kabur di hari pernikahannya. Kezia akan menerima alasan apapun yang Reno katakan jika Reno berkata dengan jujur.

__ADS_1


Tak terasa mereka sudah enam hari mereka berdua berada di Bali. Mereka hanya menghabiskan waktu bersama untuk ke pantai dan hanya ke restoran terdekat. Ya seperti yang Revano katakan mereka hanya piknik ke Bali dan tidak untuk berbulan madu. Mereka berdua kini sedang akan mencari oleh-oleh khas bali untuk kedua orang tuanya. Karena besok mereka terakhir kalinya ada di Bali. Kezia sudah berdandan cantik dan memakai dress berwarna peach. Kezia sangat cantik dengan makeup tipisnya. Revano sangat takjub dengan kecantikan Kezia jika sudah berdandan. Memang sangat cantik Kezia jika sudah berdandan.


__ADS_2