Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Mencoba Untuk Mencintainya


__ADS_3

Sonya sekarang tahu apa yang sedang anaknya rasakan. Memang saat hamil seperti ini butuh suaminya yang selalu ada di sampingnya.


"Sabar ya nak. Mama yakin Revano akan segera cepat kembali. Apalagi kalau melihat kamu sudah berubah seperti ini. Jika Mama tahu keberadaan Revano, pasti Mama akan bilang kalau kamu sedang hamil nak." Sambil mengusap rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Mama, aku mau meminta maaf sama Revano kalau aku bertemu dengannya suatu saat nanti. Aku banyak salah Mama sama suamiku." Kezia kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Iya nak. Jangan sia-siakan Revano lagi ya nak?" ucap Kenzo.


"Iya Papa. Kezia sudah berubah kok Papa. Kezia juga sudah menerima Revano sebagai suami."


"Alhamdulillah, untung saja anakku hamil. Kezia menjadi terbuka pikirannya dan mau menerima Revano sebagai suaminya." Batin Kenzo.


Di dalam perutnya sudah ada anaknya jadi Kezia menjadi sadar bahwa membutuhkan Revano sebagai seorang ayah untuk anaknya. Kezia sekarang menyadari bahwa memang benar Revano adalah orang yang terpenting dalam hidupnya. Kezia menyesal telah menyia-nyiakannya. Seperti yang pernah Papa Kenzo katakan. Kezia juga sudah mulai ada rasa sama Revano. Kepergian Revano menjadikan Kezia sadar bahwa Revano memang penting dalam hidupnya.


"Sayang, Alhamdulillah kamu mau menerima Revano sebagai suami kamu. Revano anak yang baik nak."


Kezia jadi teringat dengan suaminya saat ingin mempunyai anak darinya.


"Iya Mama. Waktu itu Revano juga ingin punya anak dariku dan saat itu aku menolaknya."


"Tapi kamu sekarang sudah mau menerima anak kamu nak. Revano pasti akan bahagia jika mengetahui kamu sedang hamil anaknya."


"Mama..... Tapi Kezia takut Ma."


"Takut kenapa sayang?" Sonya bingung anaknya takut karena apa.


"Aku takut kalau Revano tidak akan mau memaafkan aku Mama. Aku sudah keterlaluan selama ini sama Revano. Aku juga takut kalau Revano tetap ingin bercerai dariku. Lalu siapa yang akan menjadi ayah dari anakku Mama," ucapnya sambil menunduk melihat perutnya dan mengelus perutnya perlahan. Bulir bening kini sudah menetes membasahi pipinya.


"Nak, Mama yakin Revano akan memaafkan kamu. Kalau Revano tahu kamu hamil pasti dirinya tidak akan meninggalkan kamu nak. Mama yakin Revano masih mencintai kamu nak. Jangan sia-siakan Revano jika suatu saat nanti kembali."


Sonya menasihati anaknya. Sepertinya Revano juga tidak tega untuk meninggalkan Kezia dalam keadaan sedang hamil. Sonya tahu bahwa Revano masih sangat mencintai anaknya. Kezia mengangguk pelan.


"Iya Mama. Aku akan bersikap baik sama Revano. Aku akan menghormatinya sebagai suami. Aku akan menyayanginya dan tidak akan membiarkannya pergi dariku lagi. Aku ingin membesarkan anakku bersama Revano." Sambil mengusap perutnya pelan.


"Alhamdulillah kehadiran kamu telah menyadarkan Mama nak." Batin Kezia bersyukur bisa hamil anak dari suaminya.


Kezia sekarang takut akan menjadi janda muda dan akan membesarkan anaknya sendiri. Nanti Papa dan Mamanya pasti akan malu mempunyai anak seperti dirinya. Sekarang Kezia sudah punya perasaan dengan Revano. Kezia perlahan akan mencoba untuk membuka hatinya dan mencoba mencintai suaminya dan melupakan Reno. Karena Kezia sekarang sadar Revano jauh lebih baik daripada Reno. Kezia yakin suatu saat nanti Kezia bisa mencintai Revano. Apalagi sekarang sudah ada sang buah hatinya.


"Alhamdulillah... Akhirnya kamu mau berubah dan menerima Revano nak. Revano berhak bahagia nak. Maka jika kamu berkesempatan untuk lagi bersamanya kamu harus selalu setia sama suamimu nak," ucap Kenzo sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya Papa. Aku tidak akan pernah berpaling darinya. Karena aku akan memiliki anak bersama Revano," ucapnya sambil tersenyum.


"Oh iya nak. Kenapa kamu tidak memberitahu kepada kami kalau kamu sedang hamil?"


"Aku juga baru tadi periksa dan baru tadi juga aku tahu kalau aku sedang hamil Mama."


"Kandungan kamu sudah jalan berapa minggu nak?" Tanya Sonya penasaran.


"11 minggu lebih 2 hari Mama."


"Alhamdulillah... Sudah mau tiga bulan ya keponakan aku," ucap Keano yang baru saja datang.


"Apa kamu suka punya keponakan?" Tanya Kezia dengan serius.


"Suka dong. Pasti anak Kakak akan sangat menggemaskan terlebih Papanya masih imut begitu wajahnya." Keano dan Revano jaraknya 2 tahun. Bahkan lebih muda Revano daripada Keano.


Semuanya lalu tertawa bersama.


"Oh iya kamu harus segera makan dan minum obat penguat kandungannya nak. Mama suapin kamu ya?"


"Iya Mama, Kezia juga sudah lama tidak Mama suapin," ucapnya sambil tersenyum senang.


"Oh iya aku sampai lupa untuk menghubungi Risa dan Rey mengenai kabar kahamilan kamu nak," ucap Kenzo.


Kenzo lalu meraih ponselnya yang ada di sakunya.


"Papa, tapi tolong jangan bilang kalau aku sempat minum jus nanas dan memukul perutku yang menyebabkan aku pendarahan tadi. Kezia mohon Papa. Kezia sudah berubah mau menerima dan membesarkan anak Kezia."


"Iya nak. Papa akan bilang kalau kamu terpeleset saja gimana?"


"Iya Papa. Bohong demi kebaikan Daddy Rey agar tidak kumat penyakit jantungnya tidak ada salahnya Papa."


"Nanti saja menjelaskannya saat Risa dan Rey sampai sini saja sayang," ucap Sonya.


"Baiklah kalau begitu aku akan menelepon Rey sekarang juga. Biar mereka datang kesini."


Kenzo lalu meraih hpnya dan menelepon Rey. Alangkah terkejutnya Rey mendengar kabar bahwa menantunya sedang hamil. Rey bahagia sekali mendengar kabar kehamilan menantunya. Kini kedua menantunya sedang sama-sama mengandung cucunya. Kenzo lalu menutup teleponnya. Rey akan segera datang nanti bersama dengan Risa. Rey lalu melangkahkan kakinya ke kamar dan mencari istri tercintanya.


"Sayang..........."

__ADS_1


Risa menoleh dan terlihat sedang menyisir rambutnya di depan meja riasnya.


"Ada apa sayang?"


"Kita akan punya cucu lagi sayang. Kezia sekarang sedang hamil, baru saja Kenzo telepon aku."


"Apa? Kezia hamil?" Matanya berbinar-binar saat mengetahui bahwa menantu yang satunya juga sedang hamil.


"Iya sayang, kedua menantu kita sekarang sedang hamil. Tapi saat ini Kezia sedang dirawat di rumah sakit. Nanti Kenzo akan menceritakan semuanya kenapa Kezia sampai bisa masuk rumah sakit."


"Alhamdulillah... Akhirnya kita akan punya cucu juga dari Revano," ucapnya sambil terkekeh.


Risa masih ingat waktu awal menikah dengan Rey. Risa hamil saat usia pernikahannya akan berjalan satu tahun. Risa tidak menyangka bahwa anaknya yang manja itu memberikannya cucu secepat ini.


"Iya sayang. Anak kita yang manja itu cepat juga ya memberikan kita cucu padahal mereka kita jodohkan karena Reno kabur di hari pernikahannya," ucap Rey.


"Tapi kan Revano masih kuliah di luar negeri sayang. Jadi dirinya tidak tahu bahwa Kezia sedang hamil anaknya. Kata Kezia waktu itu Revano tidak pernah menghubunginya. Mungkin saja ponselnya hilang." Risa masih teringat saat menantunya bilang Revano tidak menghubunginya.


"Kasihan menantu kita sayang. Saat hamil seperti ini seharusnya Revano selalu ada disampingnya. Terlebih kalau nanti Kezia sedang ngidam,"ucap Risa kembali.


"Iya, tapi mau gimana lagi sayang. Anak kita mendapatkan beasiswa pendidikan keluar negeri."


"Mudah-mudahan saja Revano nanti kembali saat liburan semesternya. Anak kita pasti akan terkejut sayang melihat istrinya yang perutnya sudah mulai membesar," ucap Risa dengan senyuman sambil membayangkan betapa terkejutnya anaknya nanti jika tahu istrinya sedang hamil.


"Iya juga ya sayang. Jika Revano pulang nanti perut Kezia pasti sudah akan membesar karena tadi Kenzo bilang Kezia sedang hamil 11 minggu."


"Nah iya benar kan sayang. Nanti pasti Revano akan bahagia apalagi nanti sudah mulai ada pergerakan anaknya dalam perut Kezia."


"Iya sayang, pasti Revano bahagia nanti saat bertemu dengan Kezia, anaknya sudah mulai aktif menendang-nendang dalam perut Kezia. Ya sudah yuk sayang, kita siap-siap ke rumah sakit sekarang."


"Iya sayang." Jawabnya singkat.


Risa dan Rey nanti akan melihat bagaimana anaknya bertemu dengan Kezia. Revano pasti terkejut saat melihat istrinya sudah hamil. Revano pasti bahagia nanti bisa merasakan tendangan anaknya dari dalam perut Kezia. Risa dan Rey berharap hubungan mereka akan semakin harmonis dengan hadirnya sang buah hati dalam keluarga kecilnya.


Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and biar author tambah semangat 🆙


tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂


Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❤️

__ADS_1



__ADS_2