Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Hilang Ingatan..


__ADS_3

Viona lalu menceritakan semuanya mengenai hubungannya dengan Vino. Viona mau jujur dan tidak ada yang ingin ditutup-tutupi. Mama Vera terkejut karena anaknya belum menikah tapi sudah punya anak dari wanita lain. Apalagi Mama Vera terkejut saat yang menikahi Viona justru putra bungsu pasangan dari Keluarga Alexander dan Keluarga Wijaya.


"Apa? Jadi Revano yang menikahi kamu?" tanya Mama Vera sambil geleng-geleng kepala saat mengetahui kelakuan anaknya yang tega menjebak putra bungsu dari dua keluarga paling berpengaruh tersebut.


Viona terkejut saat Mama Vera bahkan tahu nama Revano. Padahal Viona hanya bilang bahwa putra bungsu Keluarga Wijaya yang menikahinya.


"Iya Tante. Kok Tante bisa tahu kalau namanya Revano?"


"Nak, almarhum Papanya Vino itu dulu saling berhubungan dengan baik dengan Keluarga Alexander. Biasa mereka menjadi rekan bisnis dan sampai sekarang."


"Astaga dunia memang sempit ya Tante."


"Tapi keluarganya tahu gak nak kalau Revano menikahi kamu waktu itu?"


"Sepertinya tidak Tante soalnya Revano bilang bahwa orangtuanya ada yang punya riwayat penyakit jantung. Jadi hanya keluarga istrinya saja yang tahu mengenai hal ini."


"Haduh, kalau sampai terdengar ditelinga Keluarga Alexander atau Keluarga Wijaya bisa-bisa membatalkan kerjasama antar perusahaan selama ini," ucap Mama Vera jadi was-was.


Viona tahu bahwa Keluarga Wijaya maupun Keluarga Alexander sama-sama dari keluarga yang hebat dan terpandang. Apalagi Keluarga Alexander, jika ada yang berani mengganggu anggota keluarganya dan sampai terusik maka tidak segan-segan mencari orang itu dan sampai ke akar-akarnya. Viona tahu hal itu dari asisten kepercayaannya di kantor.


"Vino kok ceroboh sekali sih. Wajar saja Revano jadi model terkenal di luar negeri kan Revano mempunyai kharisma seperti Papanya Rey. Bisa-bisanya Vino iri sama Revano dan tega menjebaknya."


"Saja juga tidak tahu Tante kenapa Vino berbuat seperti itu."


"Viona, kamu maafkanlah anak Tante dan menikahlah dengannya."


Viona menggelengkan kepalanya lemah.


"Nak, tapi kamu masih mencintai Vino kan?"


"Saya juga tidak tahu Tante. Saya tidak memikirkan untuk menikah dan punya suami karena saya hanya ingin fokus sama Rio untuk saat ini."


"Nak, tapi anakmu butuh ayahnya. Lihatlah nak Rio butuh kasih sayang juga dari Vino," ucap Mama Vera sambil mengusap kepala cucunya perlahan-lahan.


Viona masih terdiam saja dan Mama Viona menyerahkan Baby Rio kembali.


"Nanti Mama akan membicarakan hal ini. Pokoknya kalian harus menikah apalagi kalian sudah punya anak dan tidak ada alasan lagi untuk tidak bersama."


Viona belum menjawabnya dan tiba-tiba ada Dokter yang mengecek kondisi pasiennya. Dokter menjelaskan bahwa tadi sudah mendiagnosa pasien mengalami hilang ingatan sebagian. Viona dan Mama Vera terkejut saat mendengar berita tidak terduga tersebut.


"Apa? Anakku hilang ingatan Dok?" ucapnya yang kini sedih atas apa yang menimpa anaknya.


Dokter lalu menjelaskan secara detail kondisi pasiennya.

__ADS_1


"Apakah Vino akan tidak ingat denganku dan juga dengan Rio?" Batin Viona yang sekarang merasa cemas.


Setelah menjelaskan semuanya Dokter lalu keluar dari ruang rawat Vino.


"Nak, bantu Vino untuk mengingat semuanya jika beneran Vino hilang ingatan."


"Tapi Tante. Saya tidak bisa."


Mama Vera lalu memegang pundak Viona.


"Nak, Tante mohon. Mungkin ini karma untuk Vino nak. Tapi Tante mohon kamu membantunya untuk mengingat semuanya karena hanya Vino yang bisa Tante harapkan. Tante sudah tidak punya suami nak."


Viona berpikir sejenak.


"Baiklah, nanti Viona akan membantu Vino untuk mengingat semuanya."


"Akhirnya kamu mau juga nak. Makasih ya sayang," ucap Mama Vera sambil memeluk Viona.


"Sama-sama Tante," ucap Viona.


"Panggil aku Mama ya nak."


Viona lalu mengangguk pelan dan tidak ada salahnya membantu Nenek dari anaknya. Tak lama kemudian Vino menggerakkan tangannya. Matanya mulai mengerjap dan sekarang sudah sadar dari kritisnya.


Vino melihat sekitar dan ada Mamanya dan perempuan yang sedang menggendong bayi.


"Mama," lirihnya.


"Alhamdulillah, kamu ingat Mama sayang." Mama Vera bahagia anaknya mengingatnya.


"Mama sama siapa? Dan kenapa wanita itu membawa bayi ke rumah sakit? Bukannya tidak baik untuk kesehatan saat membawa bayi ke rumah sakit."


"Vino benar-benar tidak mengingat aku dan bahkan sama Rio anaknya sendiri saja tidak ingat." Batin Viona merasa sedih.


"Nak, dia istrimu dan anak yang digendongnya adalah anakmu."


"Mama," ucap Viona lirih.


Mama Vera lalu menoleh dan memberikan kode dengan kedipan mata agar Vino tak curiga. Viona hanya bisa pasrah karena Vino tidak mengingatnya.


"Anak? Istri?" tanya Vino yang merasa belum menikah.


"Iya dia istrimu dan juga anakmu. Kalian menikah secara siri dan punya anak. Nanti setelah kamu keluar dari rumah sakit kamu akan menikahinya secara resmi."

__ADS_1


Viona terkejut saat Mama Vera bilang dirinya adalah istri siri.


"Iya Ma. Bolehkah aku melihat anakku?"


"Viona sini sayang, Vino ingin melihat Rio."


Viona lalu berjalan mendekat.


"Rio nama anakku Ma?"


"Iya sayang, Rio adalah anakmu dan Viona adalah istrimu."


"Namanya Rio Jullian," ucap Viona.


"Viona, bantu aku untuk memulihkan daya ingatku. Maaf ya, aku belum bisa mengingat kamu."


"Iya tidak apa-apa dan aku akan membantumu untuk bisa pilih lagi mengingat semuanya."


Vino lalu tersenyum. Sekarang Vino melihat wajah anaknya yang begitu mirip dengannya.


"Rio benar-benar anakku. Wajahnya mirip saat waktu aku masih bayi," ucap Vino yang masih teringat fotonya yang masih bayi saat itu pada album fotonya.


Vino lalu melihat wanita yang katanya menjadi istri sirinya.


"Ma, istriku cantik. Aku jadi ingin segera pulih dan menikahinya secara sah agama dan dimata hukum."


Viona lalu tersenyum kecut saat ini. Sebentar lagi akan menjadi istrinya Vino. Viona sebenarnya ingin menolaknya tapi kasihan juga dengan keadaan Vino yang sekarang.


"Iya nak, Mama setuju. Apalagi kalian sudah punya anak."


"Bagaimana menurutmu Viona? Apa kamu mau jika aku sudah keluar dari rumah sakit dan kamu menikah lagi denganku?" tanya Vino penasaran.


"Viona pasti mau. Iya kan nak?" ucap Mama Vera dengan nada memohon untuk menuruti keinginan Vino.


Dengan terpaksa Viona menjawab dengan anggukan pelan.


"Sebentar lagi aku akan benar-benar menjadi istrinya. Ya Allah, apa keputusan aku ini sudah benar? Menikah dengan laki-laki yang telah menyakitiku." Batin Viona.


Mama Vera bahagia Viona mau menikah dengan Vino. Mama Vera akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya dan juga ini demi cucunya yang bisa mendapatkan kasih sayang dari Papa dan Mamanya. Sedangkan Vino akan berusaha untuk mengingat semuanya. Vino ingin segera pulih lagi seperti semula.


Viona lalu pasrah dengan takdir yang menyatukannya lagi bersama pria yang dulu dia cintai dan sekaligus pria yang pernah menyakiti hatinya.


Alhamdulillah masuk rekomendasi lagi 😍

__ADS_1



__ADS_2