
Risa sedang ingin pergi ke taman belakang perumahannya. Risa akan mengajak suaminya untuk jalan ke taman belakang perumahan.
"Rey, kita jalan-jalan ke taman belakang yuk," ajak Risa.
"Baiklah, lagian ibu hamil harus rajin jalan biar lahirannya lancar."
"Aamiin....."
Risa dan Rey lalu keluar dari kamarnya. Mereka berpapasan dengan Revano
"Mommy and Daddy mau kemana?" tanya Revano.
"Daddy mau menemani Mommy kamu jalan ke taman belakang perumahan nak. Ajak Kezia gih, kan ibu hamil harus banyak jalan biar saat melahirkan nanti lancar."
"Iya Daddy, tunggu sebentar ya. Aku mau ke kamar dulu."
Tak lama kemudian Kezia dan Revano datang. Anaknya mereka titipkan sama Sandra. Jadi saat ini Reva bermain sama Rendra.
"Sudah siap ternyata. Mari kita jalan-jalan."
Mereka lalu jalan kaki ke taman belakang. Para ibu-ibu seperti biasa bergosip ria. Mereka pada iri dengan Risa yang sudah punya dua cucu tapi masih bisa hamil dan apalagi wajah Risa yang sering perawatan jadi masih terlihat awet muda. Tak hanya perawatan wajah saja Risa juga sering berolahraga jadi badannya masih terlihat bagus.
"Sayang, kamu jangan dengarkan apa perkataan ibu-ibu tadi. Mereka hanya iri sama kamu yang masih terlihat muda dan bisa hamil lagi."
"Iya sayang. Aku sudah tidak mau mendengarkan perkataan ibu-ibu itu. Benar apa kata kamu. Mereka hanya iri padaku."
Rey bahagia Risa tidak membalas perkataan ibu-ibu dan lebih memilih diam. Dulu Risa lawan tapi lama kelamaan Risa tidak mau menanggapi perkataan ibu-ibu tersebut. Lagian tidak ada pekerjaan saja ngomongin orangnya secara terang-terangan. Mereka tak lama kemudian sampai di taman belakang. Risa sedang membenarkan rambutnya yang berterbangan memenuhi wajah cantiknya.
"Sayang, hadap sini," ucap Rey.
Risa menoleh dan Rey mengabadikan foto tersebut.
"Sayang, kamu memang masih terlihat cantik dan awet muda. Pantas saja ibu-ibu itu selalu nyiyir melihat kamu."
Risa lalu melihat foto hasil jepretan suaminya.
"Iya, tidak sia-sia aku perawatan jutaan dan hasilnya akan seperti ini."
"Iya, pantas saja orang-orang pada iri sama Mommy," ucap Revano.
__ADS_1
"Iya, Mommy masih sangat cantik," ucap Kezia jujur.
"Sayang, kamu juga harus sering-sering perawatan seperti Mommy." Revano ingin istrinya juga terlihat awet muda seperti Mommy Risa.
"Gak hanya perawatan wajah saja. Kamu juga harus rajin berolahraga nak," ucap Risa.
"Iya Mommy, Kezia harus selalu tampil cantik karena Kezia tidak mau Revano diambil pelakor," ucap Kezia menekankan kata pelakor dengan nada tinggi.
"Sayang, tidak akan aku kecantol pelakor. Yang ada aku takut kamu diambil orang."
Kezia melongo saat suaminya bicara seperti itu dan lalu menatap tajam suaminya. Revano mengedipkan matanya pertanda jangan membicarakan masa lalu bersama Viona. Karena sekarang mereka sudah punya kebahagiaan masing-masing. Apalagi sekarang Viona sedang hamil juga. Rey dan Risa tidak tahu masalah Revano dengan Viona dimasa lalu. Yang tahu hanya keluarga Kezia saja. Karena Revano berpikir bahwa kalau saja sampai terdengar di telinga orangtuanya apalagi Daddy Rey maka Revano takut penyakit jantungnya Rey akan kumat. Apalagi sekarang Mommy Risa sedang hamil. Ketakutan Revano semakin tinggi jika sampai terdengar ditelinga Mommy Risa karena kemungkinan besar jika Mommy Risa tahu dan akan berpengaruh terhadap kehamilannya. Revano tidak mau jika terjadi apa-apa dengan kandungan Mommy Risa. Apalagi Revano sudah lama menantikan seorang adik.
...*****...
Dua bulan kemudian.
Kandungan Risa saat ini sudah memasuki usia 9 bulan lebih 8 hari. Sedangkan Kezia baru jalan 8 bulan. Rey sekarang sudah tidak ke kantor dan ada Reno yang menggantikannya. Reno bisa menghandle semuanya terlebih Papanya juga harus beristirahat sejenak dan menjadi suami siaga karena sewaktu-waktu Risa akan melahirkan. Risa merasakan ngilu saat anaknya menendang perutnya begitu kuat. Risa terkejut bukan main saat ini.
"Auwww......." Risa masih merasakan tendangan anaknya yang begitu kuat. Risa lalu duduk sambil memegang perutnya.
"Sayang, apa kamu mengalami kontraksi palsu lagi? Atau perutmu kram?" tanya Rey panik.
"Anak kita menendang begitu kuat dan aku sampai terkejut," jawab Risa.
"Sayang, dia sudah tidak menendang begitu kuat setelah kamu mengusap perutku," ucap Risa.
"Dia tahu kalau aku Daddy ganteng yang mengusapnya."
Risa tertawa kecil dan memang benar adanya seperti itu. Suaminya memang ganteng dan kedua putranya juga ganteng-ganteng apalagi Revano. Kezia dan Revano lalu ikut duduk di ruang keluarga. Mereka sedang menantikan Mama Sonya dan Papa Kenzo yang akan datang.
Perut Risa sudah terlihat membuncit saat ini dan terlihat turun pertanda sebentar lagi tiba waktunya untuk melahirkan. Sonya datang bersama dengan Kenzo. Sonya membawakan buah untuk besan sekaligus anaknya karena ibu hamil harus banyak-banyak makan buah. Sonya duduk disebelah Kenzo. Sonya memperhatikan perut Risa yang sudah membuncit.
"Risa sepertinya kamu akan memiliki jagoan lagi," ucap Sonya.
"Ah, benarkah?" tanya Rey matanya berbinar-binar saat mendengarnya.
Risa dan Kezia memang sepakat tidak mau tahu dulu jenis kelamin bayinya dan agar surprise saat melahirkan nanti.
"Kok kamu bisa tahu Sonya?" tanya Risa penasaran.
__ADS_1
"Astaga Risa aku kan sudah hamil 2 kali. Anakku laki-laki dan perempuan jadi aku bisa membedakan bentuk perutku. Dan bentuk perutmu itu seperti saat aku sedang mengandung Keano."
"Apa kamu tidak memperhatikan bentuk perutmu Risa?"
Kenzo geleng-geleng kepala. Sahabatnya itu sudah hamil ketiga kalinya dan bentuk perutnya sama tapi tidak memperhatikan.
"Tidak, karena saat hamil sebelumnya bentuk perutku juga seperti ini."
"Aku bisa melihat perbedaan saat Sonya hamil Kezia dan Keano. Memang bentuk perutnya berbeda."
"Kalau anakku menurut Mama jenis kelaminnya apa?" tanya Kezia yang juga ikut penasaran.
"Iya kita jadi penasaran ingin tahu tebakan Mama nanti benar atau tidak," ucap Revano sambil mengusap perut Kezia.
"Kamu juga akan memiliki jagoan nak."
"Alhamdulillah jika memang benar aku akan memiliki anak laki-laki. Jadi tidak usah program kehamilan lagi tahun depan," ucap Kezia senangnya bukan main.
"Iya sayang, mudah-mudahan ya," ucap Revano sambil memegang perut Kezia.
"Apa itu artinya jika anak kalian lahir perempuan kamu akan hamil lagi tahun depan nak?" tanya Sonya tak percaya dengan perkataan Kezia tadi.
"Iya Mama. Revano menginginkan anak laki-laki dariku. Jika anak kedua kami nanti lahir perempuan maka Revano ingin kita melakukan program hamil lagi tahun depan dan jika tahun depan lahir anak perempuan lagi, Revano ingin Kezia hamil lagi sampai aku melahirkan bayi laki-laki untuknya," ucap Kezia menjelaskan.
Rey, Risa, Sonya dan juga Kenzo terkejut. Ternyata Revano ingin punya anak laki-laki dan sebelum Kezia bisa memberikannya tidak akan berhenti untuk program kehamilan setiap tahun.
"Astaga nak. Anak perempuan dan laki-laki itu sama saja. Apa kamu tidak kasihan jika Kezia hamil lagi tahun depan?" tanya Risa.
"Mommy kan Revano ingin punya anak laki-laki. Pasti akan ganteng sepertiku kan jika aku punya anak laki-laki," ucap Revano percaya diri.
Rey hanya geleng-geleng kepala. Rey tidak habis pikir anaknya bisa seperti itu.
"Mama yakin kalau Kezia mengandung anak laki-laki. Jadi kamu tenang saja Revano dan tak perlu lagi Kezia hamil tahun depan."
"Iya Mama, Revano hanya ingin punya dua anak saja jika anak kedua kami laki-laki."
"Aku berharap semoga saja tebakan Mama benar," ucap Kezia.
"Buktikan sebulanan lagi sayang dan Mama yakin anak kalian akan lahir laki-laki seperti prediksi Mama."
__ADS_1
"Kezia juga berharap seperti itu Mama," ucapnya sambil mengusap perutnya yang sudah membesar.
Kandungan Kezia sudah 8 bulan jadi perutnya sudah terlihat membesar.