
Kezia pagi hari sudah bersiap untuk ke hotel milik mertuanya dan langsung menuju ke restorannya saja. Di sanalah Kezia akan menikmati sop iga seperti buatan suaminya. Kezia sedang ngidam masakan buatan Revano. Tetapi karena Revano tidak ada disisinya maka Kezia memakan sop iga yang ada di restoran milik mertuanya tersebut. Kezia sekarang sudah masuk dalam mobilnya. Kezia sudah tidak tahan lagi dan ingin segera memakan sop iga tersebut.
"Sabar ya nak. Sebentar lagi sop iga seperti buatan Papa kamu akan bisa kamu rasakan," ucap Kezia sambil mengusap perutnya pelan.
Kezia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ke arah restoran. Sampai di sana Kezia langsung memesan makanannya. Tak lama kemudian sop iga pesanan Kezia sudah ada di depan mata.
"Wah aroma harumnya sama seperti masakan Revano." Kezia tersenyum tipis.
Kezia lalu memfoto sop iga tersebut dan Kezia posting di akun instagramnya dengan caption : "Ngidam di pagi hari."
Kezia sebenarnya ingin makan sop iga buatan Revano dan juga ditemani oleh suaminya. Namun karena Revano tidak ada disisinya maka Kezia mengambil hpnya dan mencari foto Revano dan meletakkannya di atas meja. Kezia sudah tidak sabar untuk mencicipi masakannya. Kezia lalu memakan sop iga tersebut. Rasanya sama persis dengan masakan Revano. Hanya saja Kezia merasa tidak puas karena yang masak orang lain dan bukan suaminya sendiri. Kezia memakan makanannya dengan lahap sambil menatap wajah suaminya dari hp. Dengan melihat wajah Revano, Kezia makannya jadi terasa berada di dekat suaminya. Kezia lega bisa memakan sop iga tersebut, sekarang ngidamnya sudah terpenuhi. Kezia sudah selesai makan makanannya.
"Akhirnya selesai juga makannya. Nak, kita sudah makan sop iga seperti buatan Papa kamu. Maafin Mama yang belum bisa bertemu dengan Papamu. Mama juga tidak tahu Papa kamu berada dimana sekarang. Mama juga sudah sangat rindu dengannya." Lirihnya sambil menatap kursi disebelahnya yang kosong yang dulu Revano pernah duduk disitu. Dulu setelah menikah mereka sempat makan di meja yang sekarang Kezia baru saja selesai makan sop iganya.
Di Korea Revano sedang memainkan hpnya. Revano iseng membuka instagramnya. Mata Revano membulat dengan sempurna saat melihat postingan instagram milik istrinya.
"Ternyata kamu sedang ngidam sayang. Aku akan membuatkan kamu sop iga juga nanti setelah aku sampai di Indonesia. Bersabarlah sayang, disini aku juga sedang berjuang untuk membahagiakan kamu." Senyumannya yang manis terukir di wajahnya.
Revano seandainya bisa ingin memutar waktu agar kuliahnya bisa cepat selesai. Menunggu 4 bulan lagi saat liburan semester tiba rasanya itu terlalu lama menurutnya. Lagian kalau Revano ke Indonesia sekarang tidak bisa pindah kuliahnya karena belum dirinya baru saja masuk kuliahnya.
Revano menghitung usia kehamilan istrinya jika dirinya sampai di Indonesia nanti.
"Kemungkinan Kezia hamil 6 bulan saat aku pulang nanti. Aku sudah tidak sabar ingin melihat Kezia dengan perutnya yang semakin membesar pasti akan sangat lucu. sekali. Ingin rasanya aku memeluknya dan menyapa anakku," ucap Revano diakhiri dengan senyuman manisnya.
"Setidaknya nanti aku bisa menemani Kezia disaat-saat masa kehamilannya. Meskipun hanya sebentar saja."
Waktu tiga bulan menurut Revano sebentar karena istrinya hamil 6 bulan dirinya tidak ada disampingnya.
...*****...
Dua bulan sudah berlalu. Tak terasa usia kandungan Sandra sudah berjalan 6 bulan lebih 3 hari. Anaknya sudah mulai aktif menendang-nendang di dalam perutnya. Reno bahagia kini bisa merasakan tendangan si kecil dari dalam perut istrinya.
"Anak Papa sehat-sehat ya nak. Papa dan Mama menunggu kelahiran kamu," ucapnya sambil mengecup perutnya dan lalu mengelus perut istrinya yang sudah terlihat mulai membuncit.
"Arghhh hubby dia mulai menendang-nendang di dalam perutku." Sambil meringis menahan rasa aneh ketika anaknya menendang di dalam perutnya. Karena baru kali ini anaknya menendang begitu terasa kencang.
__ADS_1
"Iya benar honey. Aku juga merasakan tendangan kecilnya."
"Alhamdulillah hubby anak kita sehat. Ah iya aku kan harus cek kandungan hari ini," ucap Sandra.
"Ya sudah nanti sehabis ke foto studio kita ke rumah sakit."
"Iya hubby."
Mereka kini sudah sampai di tempat foto studio. Sandra foto sendiri terlebih dahulu dengan pose memegang perutnya. Sandra foto dengan 2 baju yang berbeda. Setelah itu mereka foto berdua.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga." Reno memegang hasil foto yang baru saja dicetak.
"Hubby, bagus ya fotonya."
"Iya nanti kita pajang di apartment."
...*****...
Usia kandungan Kezia sekarang sudah berjalan 4 bulan. Kezia semakin bahagia anaknya tumbuh dengan sehat di dalam perutnya.
"Sehat-sehat ya sayangnya Mama. Maafin Mama ya nak, sampai sekarang Mama belum bisa bertemu dengan Papa kamu." Kezia mengusap perutnya yang sudah terlihat mulai membesar tersebut.
"Mama sudah tidak sabar nak menantikan kehadiran kamu. Apalagi Dokter bilang kalau saat usia kehamilan 5 bulan nanti sudah mulai adanya pergerakan dari dalam perut Mama," ucapnya kembali.
Kezia masih ingat saat dirinya kemarin cek kandungannya yang baru jalan 3 bulan dibilang bayinya sehat dan kuat. Saat usia kehamilannya memasuki 5 bulan nanti anaknya sudah bisa bergerak di dalam perutnya.
"Ah iya, hari ini jadwalnya aku harus cek kandungan. Tak terasa sudah semakin besar perutku. Padahal baru hamil 4 bulan. Tapi aku bahagia anakku selalu sehat." Melihat ke arah perutnya dan lalu mengambil kunci mobilnya.
Kezia lalu keluar dari apartemennya dan melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit. Kezia sudah tidak sabar melihat anaknya dari layar monitor. Kezia sekarang sedang antri dan duduk menunggu gilirannya masuk ke ruangan dokter kandungan. Kezia tersenyum kecut melihat rata-rata semua ibu hamil ditemani oleh suaminya. Kezia merasa iri dengan ibu hamil yang lainnya yang ditemani suaminya saat cek kandungannya. Kezia hanya bisa menunduk sambil mengusap perutnya pelan sambil menunggu namanya dipanggil masuk ke dalam ruangan.
"Sepertinya aku tidak akan bisa seperti mereka ditemani suaminya saat cek kandungan. Sampai sekarang saja Revano entah kemana tidak ada kabarnya." Batin Kezia.
__ADS_1
Kini Kezia sudah masuk ke ruangan Dokter. Kezia tersenyum bahagia melihat anaknya dari layar monitor.
"Bayinya sehat Bu."
"Alhamdulillah, kalau untuk jenis kelaminnya sudah terlihat belum dok?"
"Belum bisa Bu. Nanti saat usia kandungannya sudah berjalan 5 bulanan Bu. Bulan depan kita lihat bersama-sama. Kalau bisa Ayah dari sang bayi datang ya. Biar bisa melihat jenis kelamin anaknya."
"Suamiku masih di luar negeri dok."
"Iya Bu, saya paham. Tidak apa-apa jika periksa kandungan sendiri. Tapi saya hanya menyarankan agar sang Ayah bisa melihat perkembangan anaknya."
"Iya dok. Saya usahakan nanti saat periksa kandungan bersama dengan suami saya."
Setelah Kezia mendapatkan hasil pemeriksaannya dan USG lalu Kezia keluar dari ruangan tersebut.
Kezia matanya terbelalak saat melihat Sandra dan Reno sedang duduk menunggu antrian.
"Kezia......" Reno menyapa adik iparnya dengan senyuman. Sandra juga tersenyum melihat Kezia yang baru saja mengecek kandungannya.
Mereka tak sengaja bertemu di rumah sakit yang sama. Kezia hanya menoleh dan langsung pergi meninggalkan mereka.
"Hubby sepertinya Kezia masih marah sama kita."
"Iya honey. Aku juga merasa seperti itu. Padahal kita sudah meminta maaf sama dia."
Kezia masih kecewa dengan Reno yang dulu meninggalkan saat acara pernikahannya akan dimulai. Reno tiba-tiba kabur dan tidak tahu pergi kemana. Saat Reno kembali 2 bulan kemudian, Reno bilang sudah menikah dengan Sandra. Saat itu Sandra juga tengah mengandung dan usia kandungannya sudah berjalan 3 minggu waktu itu. Kezia jadi sangat kecewa dengan Reno dan Sandra sampai sekarang.
Meskipun Kezia sudah mulai mencintai Revano tapi rasa kecewanya terhadap Reno dan Sandra masih ada. Kalau saja Reno bilang jauh-jauh hari hanya mencintai Sandra pasti Kezia juga akan coba menerimanya dan membatalkan pernikahannya. Namun ini semua sudah terjadi dan mungkin memang sudah menjadi takdirnya. Kezia tidak menyesal menikah dengan Revano yang waktu itu menggantikan Reno yang kabur. Justru sekarang Kezia tengah bahagia akan mempunyai anak dari suaminya. Kezia membandingkan sifat Revano ternyata lebih baik dari Reno. Kezia bersyukur sekarang Revano yang menjadi suaminya.
Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and biar author tambah semangat 🆙
tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂
Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❤️
__ADS_1