Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 51 - Honeymoon Part 2


__ADS_3

Rey sudah berpakaian tidur yang disiapkan Risa. Sambil menunggu Risa selesai mandi ia duduk di sofa. Rey pun membuka ponselnya. Ia mengernyitkan dahinya saat ada pesan WhatsApp dari maminya.


📥 Mamiku Tersayang :"Sayang, tolong ingatkan Risa untuk minum obat penyubur kandungannya dari Dokter Yudha yang ada didalam tas Risa. Dan untuk kamu, siapkan dirimu untuk melakukan kegiatan itu lagi. Gunakan waktumu sebaik-baiknya selama 3 minggu. Good Job! Mami tunggu oleh-oleh yang mami pesan ya sayang 😍. Baby R coming soon 👶."


Rey pun tak habis pikir maminya mengirim pesan WhatsApp begitu padanya. Ia baru saja sampai Korea beberapa jam yang lalu sudah diingatkan dengan pesanan maminya. Rey lalu memijat-mijat keningnya yang mulai terasa pening. Risa sudah keluar dari kamar mandi sudah berwudhu dan menggunakan baju tidurnya. Risa yang melihat Rey memijat keningnya pun ia bingung.


"Say kamu kenapa? Apa kepalamu pusing atau sakit?"


"Tidak apa-apa yang. Ya sudah aku wudhu dulu, tunggu aku sebentar ya," Rey lalu bergegas ke kamar mandi.


Risa melihat hp Rey yang masih menyala di sofa dan ia melihat layarnya sedang chat dengan seseorang. Risa pun berjalan mendekati hp Rey. Saat ia mau membaca pesan WhatsApp nya ia pun melihat pengirimnya dari siapa. Tertulis nama Mamiku tersayang, Risa lalu ingin tahu mami mertuanya WhatsApp apa dengan Rey. Ia lalu membaca pesannya. Risa langsung melongo dan langsung menutup mulutnya saat membaca pesan WhatsApp mami mertuanya di hp Rey.


Risa bergedik ngeri setelah melihat pesan WhatsApp dari mami mertuanya. Ia langsung menjauh dari ponsel Rey. Risa sedang mencari mukenanya di kopernya. Rey yang sudah berwudhu dan merentangkan sajadahnya. Risa lalu cepat-cepat merentangkan sajadahnya di belakang Rey. Ia sudah sholat berjamaah bersama. Risa yang mengerti Rey selalu berdoa dan berdzikir setelah sholat pun lalu ia tidak ikut untuk kali ini. Pelan-pelan ia melipat mukenanya dan berjalan menuju ranjang dan segera tidur. Risa pun takut akan diterkam kembali oleh suaminya setelah membaca pesan WhatsApp tadi. Kejadian pada malam itu pun membuatnya teringat kembali.


Risa akhirnya matanya sudah terpejam. Nafasnya sudah teratur terdengar secara halus, ia sudah kembali ke alam mimpinya. Rey menoleh ke belakang tak terdapat istrinya dibelakangnya, hanya sajadahnya saja yang masih membentang di belakangnya. Baru kali ini istrinya tidak ikut berdoa dan berdzikir dengannya. Lalu ia melipat 2 sajadah tak lupa ia melepaskan sarung dan pecinya. Rey lalu berjalan di samping istrinya, ia melihat wajah polos tanpa makeup istrinya yang cantik saat tidur.


"Dia pasti kelelahan akibat perjalanan yang memakan waktu 7 jam lebih." Lalu Rey pun mendaratkan kecupannya ke kening Risa.


"Selamat tidur istriku sayang."


Lalu Rey berbaring di sampingnya. Tubuhnya terasa pegal karena terlalu lama di pesawat. Ia pun memejamkan matanya yang sudah mengantuk sedari tadi. Setelah sholat subuh berjamaah pun Rey terus melanjutkan tidurnya kembali. Risa ingin tidur kembali, namun ia mengurungkan niatnya saat perutnya sudah lapar.


Risa lalu mengucir rambutannya. Ia bergegas berjalan ke arah dapur untuk memasak. Ia lalu memasak nasi di magic com. Sambil menunggu nasinya matang ia membuat teh herbal yang ia beli di supermarket semalam.


Risa baru kali ini akan memasak untuk suaminya karena selama ini mami mertuanya melarangnya untuk memasak di rumahnya. Risa pernah memasak udang saus padang dan Rey menyukai masakannya, waktu itu saat dirinya belum bertunangan dengan Rey dan kebetulan ia bertemu dengan Rey saat Keluarga Wijaya diundang papanya untuk makan malam di rumahnya. Risa memutuskan untuk memasak udang saus padang kali ini dan omelet.


Rey terbangun dan bingung ketika Risa tidak berada disampingnya. Lalu ia cuci muka ke wastafel kamar mandi. Rey membuka pintu kamarnya dan keluar, ia pun terkejut saat di meja makan sudah ada 2 cangkir teh herbal dan udang saus padang. Risa masih berkutat dengan alat penggorengan ia sedang memasak omelet.

__ADS_1


Ia belum membangunkan suaminya, rencananya kalau masakannya sudah matang semua ia akan membangunkan Rey. Tetapi apa yang terjadi ia justru di kagetkan saat perutnya ada tangan yang melingkar saat sedang memasak omelet.


"Loh kamu sudah bangun say? Baru aja aku mau bangunin kamu."


"Aku cari kamu disampingku gak ada yang. Terus saat aku buka pintu kamar ada bau masakan enak dan aku langsung kemari."


"Udah lepasin tangan kamu di perutku, aku geli!"


"Gak mau aku mau nemenin kamu masak."


Risa hanya menghembuskan nafas dengan kasar. Lalu dengan cepat ia memasaknya agar tangan Rey segera lepas darinya.


"Sudah selesai, ayo kita makan!" Sambil membawa omelet nya ke meja makan.


Risa dengan cekatan mengambilkan nasi, omelet dan udang saus padangnya ke piring Rey.


"Kenapa bilang terima kasih? Aku sudah pernah memasak udang saus padang sebelumnya bukan?"


"Iya, tapi kan itu dulu saat kita masih berteman bahkan belum bertunangan. Ini masakan pertama kamu saat menjadi istri ku." Rey dengan senyuman sambil menyantap makanannya dengan lahap.


"Sebenarnya aku ingin sekali masak di rumah. Tapi mami kamu selalu melarang ku, karena sudah ada Bi Ijah jadi aku tak perlu repot-repot masak katanya." Mami mertuanya pun sangatlah sayang dengan Risa.


"Besok, aku bilang ke mami agar kamu diijinkan masak di rumah," ucap Rey dengan senyuman.


"Benarkah?" dengan wajah yang berbinar.


Rey hanya menjawab dengan anggukan. Rey sudah selesai makan, ia pun menyeruput tehnya yang rasanya pas tidak terlalu manis. Rey bersyukur punya istri secantik dan sebaik Risa. Rey lalu berjanji tidak akan menyakiti hati istrinya.

__ADS_1


Mereka sudah selesai sarapan bersama dan sekarang mereka sudah mandi. Rey sudah berpakaian dengan rapi begitu juga dengan Risa.


"Yang, kita keluar kemana yuk? Bosan nih! Dari pada kita hanya disini saja, katanya honeymoon tapi kok kita gak ngapa-ngapain?" ucapnya sambil cemberut.


"Tapi say, aku udah janji sama Karin mau kesana. Aku nanti akan kenalin kamu sama kakek dan nenek, kamu belum pernah bertemu langsung dengan mereka kan? Waktu kita nikah hanya Videocall saja."


Kakek dan nenek Risa tidak datang ke pernikahannya karena mereka sudah berumur, jadi kalau naik pesawat selama 7 jam rasanya tidak mungkin kuat, jadi mereka lebih memilih menetap di Korea. Jadi hanya Keluarga Keynan Alexander saja yang hadir di pernikahannya.


"Huh, Baiklah!" ucapnya dengan mendengus kesal.


"Jangan cemberut gitu dong, nanti kita tetap jadi kok honeymoon nya."


"Beneran yang?" ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.


"Ya, tapi tidak hari ini."


"Oh iya yang aku lupa semalam mau bilang sama kamu tapi kamu sudah tidur. Mami WhatsApp aku, kamu disuruh minum obat penyubur kandungan dari Dokter Yudha."


Mendengar hal itu Risa pun teringat pesan semua isi pesan WhatsApp mami mertuanya.


"Ya aku udah minum nih," ucapnya meminum obatnya, habis itu lalu meminum air putih.


Risa tidak bisa menolak kalau itu perintah mertuanya. Rey pun tersenyum ketika Risa langsung meminum obatnya. Berarti dia sudah siap kalau untuk menjadi seorang ibu. Itulah yang ada dipikirkan Rey sekarang.


"Yuk kita berangkat sekarang udah jam 11:00 siang, kita udah ditunggu Karin sama orangtuanya dan kakek sama nenek di rumahnya."


Rey dan Risa pun lalu keluar apartment.

__ADS_1


__ADS_2