Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 94 - Membahagiakanmu


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Lova ingin membuatkan teh hangat untuk suami tercintanya. Lova berjalan ke dapur. Dean mengikuti Lova ke dapur. Saat Dean tiba-tiba melihat bayangan Sera, dengan segera Dean memeluk Lova agar Sera tidak betah lama-lama untuk tinggal di rumahnya.


"Beb kamu mengagetkanku."


"Tapi kamu suka kan beb aku peluk?" bisik Dean di telinga Lova.


Lova tersenyum memang benar Lova senang di peluk suaminya.


"Semoga anak kita tidak kaget ya karena tadi aku mengagetkanmu," ucap Dean lalu mengelus perut Lova dan Lova pun memegang tangan Dean yang sedang menyentuh perutnya.


"Beb, aku ingin ke salon. Kamu nanti temenin aku ya?"


"Hmm iya beb. Kemanapun kamu mau pergi, aku akan mengantarmu."


"Terima kasih beb," ucap Lova lalu mengecup pipi Dean.


"Jangan bilang terima kasih beb. Aku kan suamimu, sudah seharusnya aku membahagiakanmu istriku."


Dean langsung mengecup kening Lova. Dean langsung meminum tehnya.


"Karena kamu sudah membuatkan teh hangat untukku. Aku akan membuatkan susu untukmu beb."


Dengan segera Dean membuat susu hamil untuk Lova.


"Taraaa... Susu hamilnya sudah jadi. Nih kamu minum beb. Biar kamu dan anak kita sehat," ucap Dean sambil meletakkan susunya di meja lalu mengecup perut Lova.


Lova mengambil gelas susunya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya untuk mengelus rambut Dean perlahan. Dean juga mengelus perut Lova anaknya merespon dengan tendangannya.


"Tuh beb, anak kita senang di dalam perutmu dia menendang-nendang."


"Iya, dia bahagia Papanya begitu perhatian kepadanya."


Pemandangan pagi hari di dapur yang membuat Sera iri melihat kemesraan Lova dan Dean.


"Aku jadi kangen Erick. Aku juga ingin seperti Lova, yang diperhatikan oleh ayah dari bayi yang sedang ku kandung. Aku sedang ingin dipeluk Erick dan dielus perutku. Sepertinya aku sedang ngidam. Ah iya mumpung hari minggu aku akan beralasan pulang ke rumah dan menemui Erick. Sabar ya nak, nanti kita akan bertemu Papamu." batin Sera sambil mengelus perutnya.


Perlahan Sera berjalan mendekati Dean dan Lova di dapur. Bagaimanapun juga Sera harus meminta izin kepada suaminya saat mau kemana-mana.


"Suamiku, aku ingin pergi sebentar pulang ke rumah. Mungkin besok aku akan kembali."


"Ok," ucap Dean singkat.


Setelah mendapatkan izin dari Dean, Sera langsung pergi ke kamarnya untuk menghubungi Erick. Sera sudah kangen dengan Erick. Sera sudah mengirimkan pesan WhatsApp ke Erick agar bertemu di taman. Sera lalu bersiap-siap dandan secantik mungkin karena akan bertemu dengan ayah dari bayi yang sedang dikandungnya.


Disisi lain Dean menyuruh mata-matanya untuk mengikuti Sera kemanapun dia pergi.

__ADS_1


Setelah memesan taxi Sera langsung menemui Erick yang sudah menunggunya di taman. Sera berjalan agak lebih cepat karena sudah sangat rindu dengan kekasihnya.


"Sayang," ucap Erick.


Sera langsung mengecup pipi Erick dan duduk disampingnya. Erick langsung memeluk Sera. Erick sangat rindu dengan ibu dari anaknya.


"Sayang aku kangen denganmu," ucap Erick di telinga Sera.


"Aku juga kangen sekali denganmu sayang."


Setelah tahu Sera mengandung anaknya, Erick sekarang benar-benar mencintai Sera. Erick juga pernah mengalami morning sickness.


"Sayang aku sedang ngidam, aku ingin kamu mengelus perutku. Dia ingin diperhatikan oleh Papanya."


"Hmm benarkah kamu sedang ngidam sayang?"


Sera mengganguk pelan. Dengan segera Erick langsung mengelus perut Sera. Ada rasa bahagia saat Erick mengelus perut Sera, ternyata anaknya membutuhkan perhatian dari Papanya juga.


"Sayang, apakah kamu tidak takut kalau kita ketahuan bertemu?"


"Tidak, tadi Dean juga akan pergi mengantarkan istrinya ke salon. Tadi aku bilang dengan Dean bahwa aku akan pulang ke rumah dan besok akan kembali. Dean mempercayainya, malam ini aku menginap di tempat kamu ya sayang?"


"Baiklah, ayo kita ke apartment."


Erick lalu berjongkok dan mengecup perut Sera.


"Ok sayang. Anak Papa sudah lapar ya?" ucap Erick sambil mengelus perut Sera.


"Iya Papa," ucap Sera menirukan suara anak kecil.


Erick tersenyum lalu segera berdiri dan menggandeng tangan Sera dan lalu membukakan pintu mobil untuknya.


Tidak jauh dari situ mata-mata Dean memfoto Sera dan Erick. Mata-mata Dean juga mengikuti kemana perginya Sera. Saat di restoran dan sampai di parkiran apartment Erick, mata-mata Dean memfotonya semuanya.


Tak lama kemudian Dean mendapatkan pesan WhatsApp dari orang suruhannya. Dean menyuruh orang itu untuk terus memantau Sera.


"Sebentar lagi aku akan bercerai darimu perempuan licik. Aku sudah lama menunggu dan sebentar lagi waktu itu akan segera tiba." batin Dean tersenyum senang.


Dean segera mengirimkan bukti perselingkuhan Sera kepada pengacaranya yang akan mengurusi proses perceraiannya. Dean mengeryitkan dahinya saat pengacaranya memberi tahu bahwa bukti itu tidak kuat untuk menceraikan Sera di saat dirinya sedang hamil. Karena itu hanya dalam bentuk foto yang nantinya pihak Sera akan membantah bahwa itu adalah foto rekayasa. Harus ada bukti rekaman video yang menyatakan bahwa anak yang dikandung Sera bukanlah anak Dean.


"Ternyata menyingkirkan perempuan licik itu dari hidupku sangat sulit sekali. Ya Tuhan bantu hambamu ini dari segala kesulitan yang sedang ku hadapi," ucap Dean pelan sambil memijat keningnya yang sudah mulai pening.


Tak lama kemudian Lova sudah selesai. Lalu berjalan menemui suaminya di depan yang sedang duduk di sofa. Lova merasakan suaminya sedang gelisah. Lova pikir karena terlalu lama menunggunya di salon. Lova tidak tahu saja bahwa Dean sedang gelisah karena sedang mencari ide untuk menjebak Sera agar mengakui bahwa anak yang dikandungnya adalah anak dari hasil perbuatannya dengan pacarnya.


"Beb, maaf ya nunggu lama. Aku tadi tidak hanya mengganti gaya rambutku saja, tapi juga sekalian eyelash extension. Aku tidak biasanya begini, tapi mungkin karena kemauan baby kita," ucap Lova menunduk sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa beb, kamu tambah cantik kok. Aku tadi sempat beli sesuatu untuk kamu selama nunggu kamu sedang nyalon."


"Apa itu beb?"


"Nanti saja setelah kita sampai rumah aku kasih tahu kamu beb."


"Ah, kenapa tidak sekarang saja?"


"Karena ini kado spesial aku beli buat kamu."


Lova tersenyum dan bahagia karena suaminya sangat perhatian dengannya. Saat perjalanan menuju ke rumahnya Lova melihat ada penjual es kelapa muda. Lova sangat ingin meminumnya.


"Beb berhenti sekarang."


Dean lalu memberhentikan mobilnya.


"Kenapa beb kamu menyuruhku berhenti?"


"Aku mau minum es kelapa muda itu beb," ucap Lova sambil menunjuk penjual es kelapa yang sedang melayani pembeli.


"Baiklah kamu tunggu disini ya beb, aku akan belikan untukmu."


"Tidak aku ikut saja. Aku pengen minum langsung di tempat orang yang berjualan."


"Baiklah beb."


Dean dan Lova lalu berjalan ke arah penjual es kelapa muda tersebut.


"Bang es kelapanya dua ya, diminum sini."


Tak lama kemudian es kelapanya datang.


"Wah sepertinya segar sekali," ucap Lova dengan mata yang berbinar-binar.


"Beb, kamu yakin bisa menghabiskan dua? Apa kamu tidak kekenyangan?" tanyanya heran.


"Siapa bilang aku yang menghabiskan semuanya. Untuk kamu satu beb."


"Hah?? Tapi... aku..."


"Udah cepetan. Aku ingin sekali melihatmu minum es kelapa juga. Aku ingin kamu juga merasakan betapa segarnya es kelapa muda ini."


"Ternyata kamu sedang ngidam ya beb."


Lova hanya mengangguk pelan sambil menikmati es kelapanya. Lalu Dean pun meminum es kelapa tersebut. Ternyata benar rasanya segar sekali seperti yang di bilang Lova.

__ADS_1


__ADS_2