Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Kebahagiaan Kezia Bersama Revano


__ADS_3

Revano masih termenung memikirkan sesuatu. Revano kemudian lalu melepaskan pelukan Kezia dan membalikkan tubuhnya lalu menghadap ke Kezia.


"Benarkah tadi yang kamu katakan, kalau kamu merindukan aku?" Tanyanya lagi ingin memastikan.


"Iya aku sangat merindukanmu Revano. Kemana saja kamu selama ini? Kamu tidak tahu apa, betapa aku sungguh mencintaimu." Kezia memberikan pengakuan kepada suaminya bahwa dirinya juga mencintainya.


Revano betapa terkejutnya saat Kezia berbicara seperti itu. Seketika dirinya mematung, dirinya bahagia Kezia sudah mencintainya. Revano tidak bisa berkata apa-apa saat ini. Revano masih tidak percaya jika Kezia Leonardo berbicara seperti itu. Rasa gengsinya kemana, dalam pikiran Revano sekarang seperti itu. Karena sudah beberapa menit Revano tidak menjawabnya Kezia merasa kecewa dengan suaminya. Apalagi pesan instagramnya saja sampai sekarang tidak Revano balas. Akhirnya Kezia akan melepaskan Revano. Mungkin ini jalan terbaik untuk mereka berdua. Kezia langsung menjaga jarak dengan Revano.


"Maafkan aku Revano. Selama ini aku telah berperilaku buruk padamu. Kamu laki-laki yang baik Revano dan tidak pantas mendapatkan istri seperti diriku. Terima kasih sudah pernah menjadi bagian yang terpenting dalam hidupku. Kamu berhak bahagia bersama pasanganmu Revano," ucap Kezia tersenyum tipis dan berusaha untuk tetap tegar saat berbicara seperti itu.


Revano terkejut Kezia berbicara seperti itu.


"Apa dia berpikir bahwa aku di Korea punya pacar?" Batin Revano.


Karena Revano hanya diam saja. Kezia berpikir bahwa semuanya sudah berakhir dan rumah tangganya tidak bisa untuk dipertahankan lagi. Sekarang Kezia berusaha untuk berbicara kembali.


"Kamu boleh nanti kapanpun ingin bertemu dengan anak kita. Kapanpun kamu mau, kamu bisa untuk menemuinya dan aku akan menandatangani surat perceraian yang pernah kamu ajukan setengah tahun yang lalu. Kamu bisa bebas setelah ini untuk melanjutkan hidupmu. Selamat tinggal Revano, semoga kamu bisa bahagia mendapatkan istri yang lebih baik dariku. Sampai bertemu lagi di pengadilan nanti," ucap Kezia menunduk dan perlahan berjalan mundur lalu membalikkan badannya.


Kezia berjalan pelan-pelan menuju pintu apartemennya dan air matanya yang tadi dia tahan kini tidak bisa ditahan lagi. Bulir bening itu sudah membasahi pipinya.


"Apa yang dia pikirkan? Mengapa dia berpikiran seperti itu? Ah iya, ibu hamil kan moodnya sering berubah-ubah. Ini semua juga salahku, jika aku tidak menggugat cerai dirinya pasti Kezia tidak akan berkata seperti ini. Tidak boleh, aku tidak mau berpisah darinya. Apalagi Kezia akan punya anak dariku dan aku ingin membesarkanya bersama-sama dengan Kezia." Batin Revano.


Revano berlari dan memeluk Kezia dari belakang. Sekarang tangan Revano berada di perut istrinya.


"Sayang, jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi ya. Aku tidak ingin berpisah darimu. Aku kembali lagi ke Indonesia karena aku ingin bersamamu dan membesarkan anak kita bersama-sama," ucap Revano sambil mengusap perut Kezia perlahan.


"Revano... Tapi kamu berhak bahagia. Aku bukan wanita yang baik untukmu. Aku tidak pantas menjadi istri kamu."


"Aku bahagia jika kamu yang ada disampingku Kezia." Batin Revano.


"Apa kamu yakin akan membesarkan anak kita sendiri?"


"Ehm..... Ak-aku... Yakin..." Perkataannya terbata-bata.


"Kamu saja bahkan masih ragu kan sayang?"


Kezia melepaskan pelukan suaminya.


"Revano, apa kamu tidak takut jika pacar kamu tiba-tiba datang kesini? Bukankah wanita Korea banyak yang lebih cantik dariku. Seperti Mommy Risa waktu masih muda dulu pasti kan cantiknya?" Membalikkan badannya dan menatap wajah suaminya.


"Kezia apa yang kamu katakan? Aku tidak memiliki pacar di Korea. Dihatiku hanya ada namamu. Sejauh apapun aku pergi aku selalu memikirkan kamu. Aku merindukan kamu dan aku masih mencintaimu Kezia Leonardo. Percayalah padaku cintaku hanya untukmu," ucap Revano memegang kedua pipi Kezia.


Kezia bahagia saat Revano bilang masih mencintainya dan cintanya hanya untuknya. Kebahagiannya sebentar lagi akan lengkap dengan kehadiran sang buah hatinya beberapa bulan lagi.

__ADS_1


"Benarkah itu Revano? Apa aku sedang tidak bermimpi kan?" Matanya sudah mulai berkaca-kaca saat ini.


Revano lalu menghapus air mata Kezia.


"Tidak, kamu sedang tidak bermimpi. Kamu tatap wajahku. Apakah ada kebohongan dari sorot mataku?"


"Sepertinya Revano berkata jujur." Batin Kezia.


Kezia lalu menggelengkan kepalanya. Revano lalu tersenyum.


"Sayang, kita akan membesarkan anak kita bersama-sama. Kamu mau kan anak kita memiliki keluarga yang lengkap bersama dengan Papa dan Mamanya?"


Kezia menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia, ternyata dugaannya selama ini salah. Revano makasih tetap ingin bersamanya dan membesarkan anaknya bersama-sama.


"Alhamdulillah, suamiku telah kembali." Batin Kezia.


"Sudah jangan terlalu banyak pikiran ya sayang. Ibu hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran." Mengusap rambut panjang istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Hmm iya... Ayo kita masuk sayang, nanti banyak orang yang melihat kan malu."


Revano lalu menarik kopernya dan Kezia lalu menarik tangan Revano agar segera masuk ke apartemennya. Sekarang mereka sudah masuk ke apartment.


"Eh sebentar, apa tadi kamu bilang? Kamu memanggilku dengan sebutan sayang?" ucap Revano hanya ingin memastikan perkataan Kezia jika dirinya tidak salah dengar.


Revano bahagia Kezia berkata jujur sudah mencintainya.


"Aku percaya padamu sayang." Sambil mengecup kening istrinya.


"Ayo kita makan sayang. Kebetulan aku baru saja masak."


"Kamu masak apa sayang? Tumben kamu memasak, biasanya kamu jarang sekali untuk menginjakkan kaki kamu ke dapur." Revano terheran-heran karena jarang sekali Kezia masak.


"Aku masak makanan kesukaan kamu hari ini sayang. Istrimu ini sering lapar saat malam hari, kadang masak dan kadang hanya ngemil makan biskuit saja."


Revano tersenyum tipis ternyata istrinya lapar saat malam hari. Revano mulai hari ini akan menemaninya makan nanti malam. Tiba-tiba Kezia dikejutkan dengan tendangan anaknya dari dalam perutnya.


"Arghhh..... Perutku......." Kezia memegang perutnya yang terasa ngilu karena merasakan tendangan anaknya yang begitu kuat.


"Mungkin dia tahu kalau Papanya sudah datang." Batin Kezia.


"Sayang kamu kenapa? Apa perutmu sakit? Kita ke rumah sakit sekarang saja ya?" ucap Revano panik takut istrinya kenapa-kenapa.


Kezia menggelengkan kepalanya dan lalu menarik tangan Revano untuk memegang perutnya. Revano merasakan tendangan anaknya dari dalam perut istrinya. Revano bahagia bisa merasakan tendangan anaknya.

__ADS_1


"Sayang dia sudah bisa....." Perkataan Revano terpotong karena Revano sekarang matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Iya sayang, dia sudah bisa bergerak-gerak dalam perutku sejak sebulan yang lalu."


Revano lalu berjongkok dan sekarang wajahnya tepat di depan perut Kezia. Revano akan mengajak anaknya bicara.


"Anak Papa... Sehat-sehat ya nak di dalam perut Mama..." Revano mengusap-usap perut Kezia dan anaknya merespon dengan tendangannya.


Kezia tersenyum akhirnya keinginan ngidamnya terkabul juga. Akhirnya perutnya bisa Revano pegang.


"Papa sayang kamu nak..." Mengecup perut istrinya dan menempelkan wajahnya ke perut Kezia.


"Sayang kamu ngapain seperti itu?" ucap Kezia terkekeh dengan tingkah suaminya dan Kezia mengelus kepala suaminya.


"Aku sedang mendengarkan anak kita ngapain saja di dalam perut kamu sayang."


"Hahaha..... Dia hanya bisa menendang-nendang saja dalam perutku sayang. Kamu ini sangat lucu sekali." Mencubit pipi suaminya karena saking gemasnya.


"Aku masih merasakan tendangannya dari dalam perutmu sayang. Anak kita begitu aktif juga ya menendang-nendang dalam perutmu."


"Iya sudah 3 hari ini dia sering seperti ini. Mungkin dia tahu kalau Papanya akan datang."


"Aku bahagia akan memiliki anak darimu sayang." Revano masih betah menempelkan wajahnya di perut Kezia.


"Bangunlah Revano! Aku sudah lapar, anakmu sedang ingin makan udang saus padang pagi hari ini."


Revano lalu berdiri dan tersenyum manis. Kezia melihat betapa imutnya wajah suaminya saat ini.


"Kamu sedang ngidam ya sayang?"


"Iya sayang, ayo kita makan bersama-sama. Kamu juga pasti sudah lapar kan?"


"Hmm iya sayang. Aku ingin memakan masakan kamu. Sudah lama aku tidak merasakan makan masakan kamu." Kezia dulu juga pernah memasak makanan kesukaan Revano waktu itu dibantu Mama Sonya. Tapi kali ini Kezia yang memasaknya sendiri.


Kezia tersenyum dan mengajak Revano ke ruang makan. Kezia mengambilkan nasi dan udang saus padangnya ke piring suaminya. Revano bahagia sekarang sifat Kezia sudah berubah drastis dan sekarang bersikap layaknya seperti istri lainnya. Kepergiannya selama setengah tahun akhirnya membuahkan hasil karena Kezia kini sudah mencintainya dan juga Kezia kini tengah mengandung anaknya. Kebahagiaan Revano kini terasa lengkap dengan kehadiran sang buah hatinya.


Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙



Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙


__ADS_1


__ADS_2