
Kezia dan Revano kini sudah berangkat naik pesawat ke Jakarta. Revano bahagia kini akan bertemu dengan kedua orang tuanya. Revano kini sudah sangat rindu dengan Mommy Risa dan ingin segera memeluknya. Manjanya Rey dulu meniru ke Revano. Putra bungsunya itu memang lebih dekat dengan Risa dan tidak dengan Rey. Seperti Rey dulu yang lebih dekat dengan Mami Ana bukan dengan Papi Aldi.
Di rumah Risa dan Rey sedang memikirkan keberadaan putra sulungnya yang sudah menghilang beberapa hari ini. Rey sangat kangen dengan putra sulungnya.
"Sayang, Reno kemana ya. Kok sudah beberapa hari ini anak kita tidak pulang dan hpnya juga tidak aktif lagi. Aku takut kalau terjadi apa-apa dengan anak kita." Kini Rey sudah merasa cemas dengan anaknya.
"Kamu tenang saja ya sayang. Reno pasti tidak apa-apa. Perasaan seorang ibu pasti benar. Anakku pasti tidak apa-apa." Risa menenangkan Rey agar tidak terkena serangan jantung dadakan.
"Kita sudah menyuruh orang untuk mencarinya, tapi Reno belum ketemu."
"Apa mungkin karena kita terlalu memaksa Reno ya sehingga Reno memilih untuk kabur di acara pernikahannya?" ucapnya kembali.
"Iya sayang, ini sebagai pelajaran untuk kita bahwa kita tidak boleh memaksakan Reno lagi. Reno berhak untuk memilih pasangan hidupnya. Berbeda dengan Revano yang memang ingin seperti kita yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya dan akhirnya saling mencintai."
"Iya, kamu benar sayang, siapapun gadis yang nanti Reno suka aku pasti akan setuju. Dan untuk Revano putra bungsu kita sepertinya sudah mulai menyukai Kezia. Dilihat dari mereka yang selalu bersama aku yakin lama kelamaan mereka pasti akan saling jatuh cinta."
"Iya sayang jadi teringat zaman kita dulu waktu masih muda."
"Hahaha.. Aku masih ingat loh saat aku melahirkan Reno kamu pingsan disamping aku."
Risa masih membayangkan bagaimana dirinya saat mau melahirkan Reno dan Rey yang pingsan.
"Hehehe iya sayang. Mungkin akan terjadi juga ya dengan Revano," ucapnya terkekeh.
Karena Revano sangat mirip kelakuannya dengan Rey yang manja. Jadi Rey berasumsi bahwa sifat Revano tak jauh berbeda dengan Rey.
"Hus... Kamu kalau bicara jangan sembarangan. Entar terjadi beneran kan jadi kasihan dengan Kezia," ucap Risa.
"Hmm... Mudah-mudahan saja setelah mereka bulan madu ke Bali kita akan segera mendapatkan cucu sayang."
Rey berharap akan segera mempunyai cucu dari anaknya. Rey tidak sabar ingin menjadi seorang Kakek.
"Iya sayang, aku berharap juga seperti itu. Kezia sangat cantik dan putra kita sangat imut mungkin kalau mereka punya anak akan menggemaskan sekali wajah anaknya."
Risa juga sudah menginginkan cucu dari putra bungsunya.
"Iya, aku juga sudah tidak sabar menanti cucu pertamaku lahir," ucapnya dengan senyuman sambil membayangkan bahwa Revano nanti akan mempunyai anak bersama Kezia.
__ADS_1
Tak lama kemudian setelah mereka berbincang-bincang terdengar suara mobil masuk ke dalam rumah.
"Sayang, sepertinya anak dan menantu kita sudah datang," ucapnya dengan gembira.
"Iya sayang, ayo kita sambut anak dan menantu kita."
Saat mereka akan berdiri dari tempat duduknya Kezia dan Revano sudah masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum........."
"Wa'alaikum Salam........"
"Mommy........." Revano langsung berlari dan memeluk Risa.
"Mommy, Revano sangat rindu dengan Mommy."
"Aku juga rindu sama kamu nak," ucap Risa mengelus rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Hanya Mommy Risa saja nih yang dipeluk. Daddy Rey enggak nak?"
"Eh? Daddy... Revano juga kangen sama Daddy." Revano kini sudah memeluk Rey.
"Apa? Anak?" Revano langsung melepaskan pelukannya.
"Iya, kamu akan punya anak dari istri kamu yang cantik itu."
"Mana mungkin aku akan punya anak dari Kak Kezia karena kita hanya piknik saja ke Bali bukan berbulan madu." Batin Revano.
Kezia hanya tersenyum tipis.
"Hadehh... Amit-amit punya anak dari Revano. Sifatnya yang manja nanti pasti akan menurun ke anakku. Lagian kontrak pernikahan kami hanya berlangsungnya satu tahun." Batin Kezia tersenyum senang karena setelah setahun pernikahannya Kezia akan bebas kembali
Risa lalu berjalan mendekati menantunya.
"Menantuku, apa kamu bahagia bulan madu ke Bali?" tanyanya dengan serius.
"Iya Mommy, Kezia sangat senang bisa ke Bali bersama Revano." Kini kezia harus menampilkan senyumannya.
__ADS_1
"Semoga kalian segera akan punya anak ya nak setelah ini."
"Ehm... Iya aamiin Mommy Risa."
Bagaimanapun juga Kezia harus berpura-pura bahagia menikah bersama Revano. Karena ini juga akan merupakan salah satu isi dari perjanjian kontraknya.
...*****...
Kezia dan Revano kini sudah berpindah ke apartment. Papa Kenzo menghadiahi apartment sesuai dengan kemauan Kezia. Karena saat Kezia mau dinikahkan dengan Revano, Kezia meminta dengan Papanya agar dibelikan apartment. Karena Kezia akan tahu jika terus bersama kedua orang tuanya atau jika harus tinggal di rumah mertuanya pasti akan diberi pertanyaan kapan akan punya anak dan Kezia tidak mau ditanya-tanya mengenai hal itu.
Kezia sedang menata pakainya ke dalam almari. Tak lupa Kezia menyuruh Revano agar juga merapikan pakaiannya. Setelah itu Kezia duduk di sofa.
"Revano, kamu bisa masak atau enggak?" tanyanya penasaran.
"Bisa Kak sedikit. Memangnya kenapa Kak?" Revano penasaran dengan jawaban Kezia.
"Mulai besok pagi kamu yang masak sarapannya."
Revano mengernyitkan keningnya.
"Kok aku sih Kak?" Sambil menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya.
"Ya kan karena kamu masih kuliah dan belum punya uang jadi kamu yang mengerjakan membuat sarapan pagi hari."
"Tapi kan Kak itu tugas Kakak sebagai istri yang seharusnya masakin suami."
Kezia melongo mendengar perkataan Revano dan memang harusnya seperti itu.
"Intinya kamu harus membuat sarapan dan kalau makan siangnya kamu bisa beli dekat dengan kampus. Karena kita makan siangnya akan berbeda tempat, kamu di kampus dan aku di butik. Karena disini aku yang bekerja jadi kamu yang harus menuruti semua perkataanku. Apakah kamu sudah mengerti?"
"Sudah paham Kak. Iya, Revano akan menurut sama Kakak dan apapun yang Kak Kezia inginkan pasti insya'allah akan Revano kabulkan."
"Bagus kalau begitu. Nanti akan ada pengacara datang untuk menemui kita. Nanti kamu hanya diminta untuk tanda tangan saja."
"Iya Kak," ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
"Pernikahanku dengan Kak Kezia akan berakhir setelah setahun. Aku harus menyelesaikan kuliahku sampai aku menjadi seorang laki-laki yang sukses dan mapan. Semoga Kak Kezia akan menemukan laki-laki yang baik nantinya yang akan menjadi suaminya dan semoga aja Kak Kezia akan bahagia selalu jika sudah berpisah dariku. Aamiin Ya Allah." Batin Revano.
__ADS_1
Kezia bahagia kini sebentar lagi pernikahan konyol ini akan segera berakhir. Kezia hidupnya akan bebas lagi. Kezia akan mencari Reno. Meskipun Reno sudah kabur tapi harapan besar untuk menjadi istri Revano masih ada. Kezia sudah terlanjur mencintai Reno, Kakak dari Revano.