Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Kejujuran Elena


__ADS_3

Kandungan Elena sudah berjalan 5 bulan. Pagi hari setelah sholat subuh berjamaah Elena sedang melipat mukenanya. Tiba-tiba saja Elena dikejutkan dengan tendangan kecil dari anaknya.


"Arghhh perutku......" Teriak Elena sambil memegang perutnya.


Keano langsung mendekati istrinya.


"Sayang kamu kenapa? Apa perutmu sakit atau kram?" Keano panik saat istrinya tiba-tiba berteriak dan memegang perutnya.


Elena menggelengkan kepalanya dengan cepat dan lalu tersenyum. Hal itu membuat Keano bingung. Melihat suaminya kebingungan Elena lalu menarik tangan Keano ke arah perutnya. Keano merasakan tendangan kecil anaknya dari dalam perut istrinya. Keano matanya mulai berkaca-kaca dan terharu karena anaknya sudah mulai ada bisa bergerak-gerak didalam perut istrinya.


"Sayang, dia sudah bisa menendang dalam perutmu," ucapannya yang lalu dijawab dengan anggukan pelan dari Elena.


Elena juga tak terasa sudah meneteskan air mata bahagia saat merasakan tendangan anaknya pertama kali. Elena merasa bahagia saat ini dan ternyata ketakutannya menjadi seorang ibu sudah tidak lagi dia rasakan. Keano lalu mendekatkan wajahnya pada perut Elena.


"Anak Papa dan Mama sedang apa didalam?" tanya Keano.


"Dia tidak bisa menjawabnya sayang."


"Bisa dengan tendangannya," ucapnya terkekeh.


Mereka lalu memegang perut Elena bersama-sama. Ada rasa bahagia saat mereka merasakan tendangan dari sang buah hati.


"Sayang aku bahagia sekali. Makasih telah mau mengandung anakku," ucap Keano mengecup kening Elena.


"Sama-sama sayang. Aku juga bahagia sayang ternyata menjadi ibu hamil itu tidak semenakutkan seperti yang aku kira. Justru sekarang aku senang bisa merasakan tendangan kecil dari anak kita," Elena sambil mengusap perutnya.


"Sayang, aku akan menemanimu nanti saat melahirkan anak kita dan kamu jangan merasa takut ya karena ada aku yang selalu ada bersama kamu."


"Makasih sayang. Kamu calon ayah yang baik. Selalu saja kamu menuruti keinginan aku terlebih malam-malam saat aku sedang ngidam kamu juga langsung mencari apa yang aku minta."


"Jangan bilang makasih sama aku. Karena harusnya aku yang berterima kasih sama kamu karena kamu telah memberikan anak untukku."


Elena mengangguk pelan dan sekarang Elena ingin mengatakan sesuatu.


"Sayang aku mau jujur sama kamu. Tapi kamu jangan marah ya?"


"Apa yang ingin kamu katakan sayang?"


"Janji dulu jangan marah ya."


"Hmm iya," jawabnya singkat.


Keano jadi penasaran bahwa istrinya ingin mengatakan apa.


"Keano, sebenarnya dulu aku menyukai seseorang sebelum bertemu denganmu dan orang itu kamu juga mengenalnya."

__ADS_1


"Siapa laki-laki itu?" tanyanya penasaran.


"Teman kecilku Reno, anaknya Om Rey."


"Apa? Kamu dulu pernah menyukai Reno?"


Elena mengangguk pelan.


"Kak Reno punya sihir apa sehingga tiga wanita cantik menyukainya." Batin Keano saat mengingat Kakaknya, Sandra dan juga istrinya menyukai Reno.


"Aku ingin kita saling jujur dan meskipun itu hanya masa lalu tapi kamu berhak tahu siapa cinta pertamaku," ucap Elena menjelaskan.


Keano mengerucutkan bibirnya.


"Sayang, apa kamu cemburu?" tanyanya kepada suaminya.


"Tidak, aku tidak cemburu. Apakah Reno tahu kalau kamu pernah suka padanya?"


Elena menggeleng lemah. Elena tahu bahwa saat ini suaminya merasa kecewa. Elena lalu menggenggam tangan suaminya.


"Sayang, meskipun Reno merupakan cinta pertamaku tapi ia hanya menjadi masa laluku dan kamu berhasil menggantikannya dihatiku," ucap Elena jujur.


"Elena, apa kamu masih ada rasa terhadap Reno?" tanyanya kembali untuk meyakinkan.


Keano hanya diam saja dan Elena akan meyakinkan suaminya.


"Sayang, percayalah padaku. Dihatiku cuma ada kamu seorang. Meskipun kamu bukan cinta pertamaku tapi kamu adalah cinta terakhirku."


Keano lalu menatap mata istrinya dan melihat kejujuran dari dalam sana.


"Iya sayang, aku percaya padamu."


"Aku sangat mencintaimu Keano," ucap Elena sambil mengecup pipi suaminya.


Keano tersenyum saat Elena mau jujur tentang masa lalunya.


"Sekarang ceritakan masa lalumu sayang. Siapa cinta pertamamu?" tanya Elena penasaran.


Elena juga penasaran siapa cinta pertama suaminya. Meskipun Keano juga belum pernah berpacaran namun pasti dulu pernah menyukai gadis lain.


"Aku dari dulu selalu dikejar oleh wanita. Maka dari itu aku selalu risih jika terus dikejar-kejar seperti itu. Suatu saat tak sengaja kita bertemu dan aku merasakan hal yang berbeda saat bertemu denganmu. Kamulah cinta pertamaku Elena."


"Benarkah?"


"Apa kamu tidak percaya kepadaku?"

__ADS_1


"Aku percaya padamu sayang. Aku bahagia sekali aku menjadi cinta pertamamu."


"Kamu adalah cinta pertamaku dan sekaligus akan menjadi cinta terakhirku. Aku sangat mencintaimu Elena Putri Pratama," ucap Keano yang lalu mengecup kening istrinya.


"Makasih sayang. Aku bersyukur karena aku yang menjadi cinta pertamamu."


"Aku tidak menyangka kisah cinta kita berbeda dari yang lainnya. Bahkan kita hanya baru kenal saja tapi kita begitu yakin untuk langsung menikah," ucap Elena yang masih ingat saat pernah menjadi pacar pura-pura karena Keano tidak ingin dijodohkan.


"Namanya juga jodoh sayang. Kita tidak tahu jodoh kita kapan datangnya dan aku bersyukur mempunyai istri sebaik dan secantik kamu."


"Aku juga bersyukur mempunyai suami seperti kamu sayang. Ah tidak menyangka kita akan segera menjadi orangtua. Lihatlah perutku sudah terlihat membesar," ucap Elena sambil mengelus perutnya.


"Anak kita tumbuh dengan sehat. Aku ingin segera melihatnya lahir ke dunia," ucap Keano dan lalu mendaratkan kecupannya pada perut Elena.


Elena lalu tersenyum dan Keano saat ini ingin mengajak Elena untuk periksa kandungan.


"Sayang kita ke rumah sakit yuk. Aku ingin tahu jenis kelamin bayi kita."


"Ayo sayang. Aku juga ingin tahu kita akan punya putri atau pangeran dan jika anak kita laki-laki pasti gantengnya akan seperti kamu."


"Iya, kalau anak kita perempuan pasti juga akan cantik seperti Mamanya," ujar Keano sambil mengusap pipi Elena dengan hangat.


"Elena dan Keano lalu memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Dua jam telah berlalu mereka kini sudah sampai di rumah lagi.


"Nak bagaimana cucu Papa? Anak kalian laki-laki atau perempuan?" tanya Kenzo.


"Iya nak. Katakanlah kepada kita. Mama juga penasaran ingin mengetahui cucu Mama itu cewek atau cowok."


Elena dan Keano saling berpandangan dan akhirnya Keano yang akan memberitahu jenis kelamin bayinya.


"Aku akan punya jagoan kecil. Anakku berjenis kelamin laki-laki Pa, Ma."


"Apa laki-laki?" tanya Sonya terkejut.


"Apa Mama tidak senang jika akan punya cucu laki-laki?" tanya Keano.


"Aku justru bahagia nak. Akhirnya cucuku akan lengkap. Cucu perempuan dari Kezia dan cucu laki-laki darimu."


"Wah, kalian akan memiliki Keano junior. Cucuku pasti akan sangat ganteng. Bagaimanapun juga wajahku mewarisi wajah anak dan cucuku," ucap Kenzo terkekeh.


"Sayang kamu terlalu percaya diri sekali," Sonya mengernyitkan dahinya.


"Haha, kamu lihat saja bahkan wajah Keano 90% mirip denganku. Pasti anaknya juga begitu. Mereka semua mewarisi ketampananku sayang."


Setelah Kenzo berbicara seperti itu mereka lalu tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2