
Hari ini Sonya benar-benar cantik. Sonya menggunakan gaun pengantin ganti beberapa kali karena acaranya sampai malam hari.
Dan yang terakhir Sonya menggunakan gaun pengantin yang simpel namun masih tetap terlihat cantik dan elegan. Sonya sudah kembali lagi ke pelaminan.
"Sayang kamu cantik banget malam ini," ucap Kenzo berbisik di telinga Sonya.
"Kamu juga ganteng banget sayang," ucap Sonya sambil tersenyum.
Tak terasa jam menunjukkan pukul 21:00 wib. Para tamu undangan sudah mulai bubar. Hanya tinggal keluarga saja yang ada di ballroom hotel. Hari ini Sonya dan Kenzo sangat lelah dengan banyaknya tamu undang yang datang. Mereka mengundang 2000 tamu undangan.
"Sayang apa kamu capek?" Kenzo bertanya dan melihat ke wajah istrinya.
"Ya aku sangat lelah sekali. Tamunya sangat banyak sekali sayang. Kakiku sampai pegal." Sonya sambil memijat kakinya.
Kenzo yang melihat Sonya memijat kakinya pun langsung membuka gaun pengantin Sonya. Kenzo membolakan matanya saat melihat kaki istrinya lecet karena memakai hills dari tadi.
"Sayang kakimu lecet."
"Iya dari tadi aku merasakan sakit di kakiku ternyata sudah lecet."
"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi sayang?" tanya Kenzo.
"Gimana mau bilang kalau dari tadi banyak tamu undangan yang tidak ada habisnya."
"Ya udah ayo kita ke kamar saja, nanti aku pijitin."
"Baiklah."
Kenzo dan Sonya sudah pamit mau ke kamar hotel duluan. Baru beberapa langkah Sonya jalannya ketinggalan dari langkah Kenzo yang sudah didepannya. Kenzo tak tega melihat kaki istrinya lecet. Kenzo lalu menggendong Sonya.
"Ken turunin aku. Aku masih bisa jalan. Malu dilihatin keluarga kita sayang."
"Tidak apa-apa sayang. Kakimu itu sudah lecet, nanti nambah sakit lagi kalau di paksa jalan."
Kedua orang tua Sonya dan Kenzo masih di ballroom hotel. Mereka melihat anak dan menantunya lalu saling tersenyum.
"Sepertinya anak kita sudah tidak sabar ya Ma," ucap Papa Vano kepada Mama Zaskia.
"Iya Pa. Sepertimu saat masih muda kan yang tidak sabaran. Anak dan ayah sama saja."
Papa Vano hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya dan memang benar kenyataannya seperti itu. Sedangkan Papa Arsa dan Mama Lisa hanya tersenyum mendengar perkataan kedua besannya.
"Jeng Lisa, mudah-mudahan mereka segera diberikan momongan ya jeng. Saya juga sudah sangat menantikan kehadiran cucu dari mereka," ucap Mama Zaskia.
__ADS_1
"Iya jeng Zaskia. Kami juga sudah menginginkan cucu dari mereka. Semoga saja wasiat neneknya Kenzo segera terwujud. Mudah-mudahan Sonya segera mengandung," ucap Mama Lisa sambil tersenyum.
Setelah berbincang-bincang kedua orang tua Kenzo dan Sonya langsung pulang ke rumahnya masing-masing.
...*****...
Sonya dan Kenzo sudah berada di kamar hotel. Suasana kamar mereka dihias sedemikian rupa menjadi romantis. Kenzo senang mendapat hadiah pernikahannya dari Risa dan Rey yang menginap di hotelnya selama 2 hari. Kenzo dan Sonya sudah duduk di sofa. Perlahan Kenzo membuka sepatu Sonya. Setelah itu kaki Sonya Kenzo pijitin karena tadi Sonya mengeluh kakinya pegal dan lecet sedikit.
"Kamu ternyata bisa memijat juga sayang hehehe," ucapnya sambil terkekeh.
"Bisa dong. Suamimu yang tampan ini kan serba bisa." sambil tersenyum manis.
Setelah beberapa menit kemudian kaki Sonya lumayan membaik dan tidak pegal-pegal lagi.
"Sudah tidak pegal-pegal lagi sayang. Terima kasih ya."
"Sama-sama sayangku. Tapi ini tidak gratis loh," ucapnya sambil mengedipkan mata.
"Waduh gimana ini Kenzo bisa-bisa menerkamku malam ini juga." batin Sonya.
Sonya yang tahu arti dari kode suaminya Sonya lalu mengalihkan pembicaraan.
"Kamu mandi duluan sayang. Aku akan menyiapkan pakaian ganti untukmu."
Sonya langsung mencari koper. Betapa terkejutnya kopernya hanya satu. Sedangkan Sonya ingatnya Kenzo juga membawa satu kopernya.
"Loh kok cuma ada koperku saja sih? Eh itu ada notesnya."
Sonya lalu membaca notes yang ada di kopernya.
"Sonya dan Kenzo kami sudah putuskan kalian untuk membawa 1 koper saja. Pakaian kalian sudah Mama siapkan semuanya ada di dalam koper ini. Selamat bersenang-senang sayang." Tertuliskan nama Lisa dan Zaskia di notes tersebut yang artinya yang menjadikan satu koper adalah Mamanya sendiri dan Mertuanya.
Sonya langsung membuka kopernya dan mencari pakaian ganti untuk suaminya. Setelah ketemu Sonya menyiapkannya di atas ranjang dan Sonya mencari pakaian tidurnya namun Sonya terkejut saat melihat pakaian tidurnya yang telah Sonya siapkan berbeda dengan pakaian tidur saat ini yang ada di dalam kopernya.
"Kok baju tidurku gak ada ya? Ini hanya ada yang ada pakaian tidur yang lumayan tipis."
Sonya tidak ada pilihan lain masa iya tidur mau pakai pakaian sehari-hari kan gak mungkin dan akhirnya dia akan menggunakan pakaian yang telah disiapkan oleh Mamanya dan Mertuanya.
"Ceklek....." suara pintu kamar mandi sudah terbuka.
Kenzo berjalan menuju ke ranjangnya untuk mengambil pakaian gantinya. Kenzo mengernyitkan dahinya saat melihat Sonya sedang berusaha untuk membuka gaunnya tapi sepertinya resletingnya macet. Dengan sigap Kenzo membantu Sonya untuk membuka resletingnya dengan menggunakan lilin aroma terapi yang belum menyala. Akhirnya gaun Sonya resletingnya sudah tidak macet lagi lalu Kenzo membantunya untuk menurunkan resletingnya. Kenzo terbengong melihat punggung Sonya yang putih dan mulus. Kenzo langsung memeluk Sonya.
"Sayang kamu apa-apaan sih main peluk-peluk saja. Aku kan mau mandi."
__ADS_1
"Aku gak akan lepasin kamu sayang."
"Kenzooooo.................." Sonya berbicara dengan nada tinggi.
"Aku janji akan lepasin kamu tapi malam ini kamu juga janji kita akan melakukannya. Gimana sayang kamu mau kan?"
Sonya hanya mengangguk tidak ada pilihan lain dari pada dia tidak mandi karena tubuhnya sudah lengket. Kenzo tersenyum dan melepaskan pelukannya. Sonya lalu segera mandi dan membawa pakaian tidurnya sekalian.
Didalam kamar mandi Sonya bingung.
"Hmm gimana ya Kenzo menginginkanku malam ini lagi. Eh tapi kalau aku tidak melakukan dengannya bisa-bisa dia berselingkuh dibelakangku atau menikah lagi seperti Dean." gumamnya sambil masuk ke dalam bathtub.
"Gak... Gak boleh hal itu sampai terjadi. Biarlah malam ini Kenzo melakukannya karena dia juga sudah sah menjadi suamiku dan Kenzo juga berhak atas diriku. Soal nanti aku akan hamil itu hal yang wajar karena aku sudah bersuami dan nanti aku akan belajar untuk menjadi ibu dari Mama, Mertuaku dan kedua sahabatku untuk mengurus bayi." Sonya sudah mantap dengan keputusannya.
Saat ini pikiran Sonya sudah terbuka bahwa dia tidak akan menolak ajakan suaminya. Karena bisa saja suaminya mencari wanita lain jika Sonya tidak memberikan haknya. Sonya tidak mau hal itu sampai terjadi apalagi sampai ada pelakor di dalam kehidupan rumah tangganya. Beberapa menit kemudian Sonya keluar dari kamar mandi menggunakan baju yang telah disiapkan oleh Mama dan Mertuanya. Kenzo melihat istrinya berpakaian seperti itu langsung terbengong. Sonya berjalan menuju ranjangnya ingin mengajak suaminya sholat isya.
"Sayang kamu terlihat lebih menarik pakai baju seperti itu. Kamu sengaja ya beli pakaian seperti itu?"
"Ini baju yang disiapkan mamaku dan mamamu. Aku sebenarnya sudah membawa baju tidur tapi mereka menggantinya."
Sonya mengambil notes yang masih menempel di kopernya lalu menyerahkannya ke Kenzo. Kenzo terkejut ternyata mamanya dan mertuanya yang sudah merencanakan semuanya dan menyiapkan pakaiannya.
"Gak apa-apa sayang tapi aku suka kamu berpakaian seperti itu." Kenzo lalu memeluk Sonya.
"Tuh kan batal. Aku sudah berwudhu tadi sayang. Kita Sholat Isya berjamaah dulu yuk." Sonya mengajak suaminya untuk sholat Isya.
Kenzo lalu melepaskan pelukannya. Rey dan Risa sudah menyiapkannya kebutuhan mereka selama 2 hari di hotel kecuali untuk pakaian mereka.
"Iya sayang ayo kita berwudhu. Aku jadi sampai lupa gara-gara melihat pakaianmu tadi hehehe."
Mereka sudah berwudhu lalu melaksanakan sholat isya berjamaah. Hari ini untuk pertama kalinya Kenzo menjadi imam sholat Sonya. Setelah selesai sholat berjamaah Sonya mengecup punggung tangan Kenzo. Lalu Kenzo mengusap kepala istrinya dan mencium keningnya. Kenzo sudah menyalakan lilin aroma terapi dan mematikan lampu kamarnya dan hanya lampu tidur yang menyala. Kenzo lalu berbaring di ranjang. Sonya masih merapikan sajadah, mukena, peci dan sarungnya. Setelah itu Sonya berjalan menuju ranjangnya dan menaikkan selimutnya sampai ke perutnya.
"Sayang....." suara Kenzo terdengar seperti memohon.
"Iya sayang." Sonya lalu menatap wajah suaminya.
"Kamu sudah siap sayang kalau kita melakukannya malam ini?" tanyanya kembali dengan ragu karena tadi Sonya menaikkan selimutnya sampai ke perutnya.
Sonya hanya memberikan kode anggukan dan lalu tersenyum ke arah Kenzo. Mereka lalu melakukan apa yang harus mereka lakukan.
"Terima kasih sayang kamu telah menjaga kehormatanmu untukku. Aku bahagia memilikimu seutuhnya." sambil mengecup keningnya.
"Sama-sama suamiku."
__ADS_1
Kenzo bahagia malam ini bisa melewati malam pertamanya dengan sukses. Kenzo akan berterima kasih dengan Rey dan Risa karena telah menghadiahkan pernikahan mereka dengan menyiapkan kamar hotelnya yang begitu romantis. Mereka akhirnya terlelap bersama di malam yang penuh bintang.