Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Gadis Yang Menarik


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author 🤗



Saat akan membayar minumannya Reva bingung katanya minumannya sudah ada yang bayar. Saat bertanya siapa yang bayar lalu penjaga kasir itu menunjuk ke arah Rio. Reva lalu berjalan kembali ke mejanya yang tadi dia pesan.


"Ini, aku kembalikan uang kamu. Aku masih bisa membayar minumanku sendiri."


"Ini aku mentraktir kalian dengan ikhlas sebagai permintaan maaf karena aku tadi yang tidak sengaja menabrak kamu dan juga menendang botol minuman bekas yang mengenai kepalamu," ucap Rio menolak uang dari Reva.


"Pokoknya aku tidak mau dibayarin sama kamu."


Reva langsung pergi dari kantin.


"Ufy, tolong terima uang ini dan misalnya Reva masih tidak mau menerimanya buat kamu saja uangnya," ucap Rio.


"Ok makasih, tapi kayaknya Reva gak mau deh. Ya sudah aku duluan ya, karena kelas mau mulai nih."


"Iya, aku mau pulang karena jadwalku hanya jam kuliah pertama saja," ucap Rio tersenyum.


"Baiklah sampai bertemu lagi dilain waktu."


"Sampai bertemu lagi," ucap Rio ramah.


Mereka melambaikan tangan bersama-sama. Ufy lalu meninggalkan Rio dan mengejar sahabatnya.


"Reva, gadis yang menarik," ucap Rio sambil kembali menyeruput minumannya.


Ufy ngedumel sepanjang jalan, sahabatnya itu sudah tidak terlihat lagi dan Ufy yakin kalau Reva sudah sampai kelas.


"Ganteng begitu kok dicuekin sih. Huh, seandainya saja aku masih sendiri sudah aku pepet tuh si Rio."


"Sayang sekali, aku sudah begitu cinta sama Irfan kekasihku. Ah aku jadi rindu dengannya. Jadi tidak sabar Irfan nanti menjemput aku," ucapnya kembali sambil masuk ke dalam lift.


Ufy sudah sampai di kelas dan langsung duduk disebelah sahabatnya.


"Beb, ini uang kamu. Rio gak mau terima karena ia meminta maaf beneran sama kamu."


"Ah aku gak mau menerima uangku sendiri."


"Beneran nih gak mau? Soalnya Rio bilang kalau kamu tidak mau menerimanya nanti katanya nanti buat aku saja."


"Ya sudah buat kamu saja."


"Alhamdulillah rezeki aku berarti, udah minuman gratis dapat uang lagi," ucap Ufy terkekeh.


Sedangkan Reva hanya mengerucutkan bibirnya.


"Beb, aku punya nomornya si Rio. Kamu mau ga?"


"Ish ogah!"


Ufy memang berniat ingin mendekatkan Reva dengan Rio, maka dari itu tadi dia meminta bertukar nomor dengan Rio. Tak lama kemudian sang Dosen datang dan mata kuliahnya dimulai.


...*****...

__ADS_1


Rio pulang ke rumah dan makan bersama Mamanya karena Papanya masih di kantor. Setelah selesai makan siang Viona ingin tahu bagaimana aktivitas di kampus anaknya pertama kali masuk.


"Anak Mama gimana hari pertama kuliah di kampus pindahan? Pasti dapat banyak teman baru."


"Huft, hari pertama kuliah menyebalkan Mama. Diusir sama Dosen karena terlambat."


"Kamu sudah Mama bilang kan bangun pagi tapi kamu beralasan terus. Masih ngantuk lah, lima menit lagi lah yang akhirnya setengah jam. Ya jelas kamu terlambat datang kuliah nak."


"Mama jangan marahin Rio dong."


"Mama gak marah, cuma kamu jadi yang repot sendiri kan jadi gak bisa masuk kelas."


"Hmm....."


"Sepertinya kamu harus punya istri nak. Biar kamu bisa bangun lebih pagi. Mulai saat ini carilah perempuan untuk menjadi calon istrimu sayang."


"Mama, aku tidak mau menikah untuk saat ini."


"Karena aku hanya ingin menjadikan kelinci imutku menjadi istriku," sambungnya dalam hati.


"Nak, tapi kamu butuh pendamping hidup. Mama akan semakin tua nak. Mama ingin punya cucu."


"Astaga Mama, Rio baru semester 3 kenapa disuruh menikah?"


"Kalau kamu tidak bisa cari calon istri. Maka akan Mama dan Papa carikan untukmu."


"Tidak Mama. Aku bisa mencarinya sendiri. Punya istri itu pilihan dari hati Mama dan perasaan cinta itu tidak bisa dipaksakan."


"Baiklah, kalau begitu setidaknya saat nanti semester 5 kamu harus sudah punya pasangan. Kalau tidak, jangan salahkan Mama untuk menjodohkan kamu dengan anak teman Mama."


Rio menutup pintu kamarnya dan lalu meraih bingkai foto yang berisi fotonya dan gadis kecil pujaan hatinya.


"Reva, kelinci imutku. Pasti kamu sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Jika saat masih anak-anak saja kamu sudah terlihat sangat cantik seperti ini."


"Aku jadi tidak sabar ingin bertemu kamu lagi. Apa kamu masih tinggal di rumah yang sama?" ucapnya kembali sambil memeluk bingkai foto tersebut.


Kerinduan yang semakin mendalam, itulah yang dirasakan Rio saat ini.


...*****...


Di tempat lainnya Reyhan dan Reza baru saja pulang dari sekolahnya.


"Mommy......"


Reyhan berlari mencari Mommy Risa begitu juga dengan Reza yang mencari Mama Kezia.


"Mama......."


Kedua bocah berstatus pelajar itu memanggil ibunya masing-masing. Kemudian datanglah wanita paruh baya dan setengah baya menemui putra bungsunya. Kedua bocah yang hanya berbeda usia tidak sampai 2 bulan itu lalu memeluk ibunya masing-masing. Mereka berdua sangat manja sekali dengan ibunya. Kezia bersyukur saat ada anaknya yang dekat dengannya. Jika Reva dekat dengan Revano maka Reza lebih dekat dengannya.


"Anak Mommy sudah pulang, gimana sekolahnya sayang?" tanya Risa mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Menyenangkan Mom..."


"Mama, aku tadi beli permen yang banyak," ucap Reza sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Kezia tersenyum tipis karena anaknya itu meskipun sudah remaja tapi masih saja suka dengan permen. Sikap manja suaminya itu menurun ke putra bungsunya Reza. Reyhan dan Reza berbeda kelas tapi mereka pulangnya selalu bareng.


"Anak Mama jangan makan permen terus ya nak. Ingat kamu sudah remaja sayang. Bersikaplah lebih dewasa seperti Elano, sepupu kamu."


Elano adalah anak dari adiknya Keano dan Elena. Elano saat ini sudah berkuliah dan baru saja semester 1.


"Mama, Reza ya tetap akan menjadi Reza dan tidak akan pernah berubah menjadi Elano."


"Huaaa..... Oma, Mama jahat. Mama tega membandingkan aku dengan Elano. Reza salah apa sama Mama Oma? Sehingga Mama tega sama Reza," ucapnya mengadu kepada Risa sambil terus menangis.


"Cucuku sini nak," ucap Risa.


Reza lalu berhamburan memeluk Omanya. Risa seperti memeluk Revano saat remaja.


"Reza sangat persis manjanya dengan Revano. Bahkan cengengnya pun sampai bisa menurun ke Reza." Batin Risa.


"Oma, Reza harus bagaimana?" tanyanya sambil melepaskan pelukannya.


"Sekarang kamu harus fokus saja dengan sekolah kamu ya sayang. Buat Papa dan Mama kamu bangga atas prestasi kamu di sekolah," ucap Risa sambil mengusap pipi Reza.


"Oma memang yang terbaik, Reza sayang sama Oma."


Reza memeluk Risa kembali dan Risa membalas pelukan cucunya itu.


"Oma juga sayang sama Reza."


"Minggir, dia Mommy aku," ucap Reyhan mendorong tubuh Reza.


"Tapi dia juga Oma aku."


"Sudah kalian jangan berantem. Lebih baik kita makan yuk. Kalian pasti sudah lapar kan?" tanya Risa.


"Mommy, Reyhan memang sudah lapar dari tadi."


"Iya Oma. Reza juga sudah lapar sekali."


"Ya sudah ayo kita ke ruang makan saja," ucap Kezia.


Mereka berempat lalu memutuskan untuk ke ruang makan.


"Mama ayo kita makan."


"Pasti kamu minta disuapin Mama kan?" ucap Kezia terkekeh.


Reza hanya cengar-cengir saja. Risa dan Kezia saling melempar senyuman. Kedua anak itu sikapnya memang manja saat bersama ibunya. Jika sepulang sekolah mereka memang ingin disuapin. Tapi berbeda saat akan sarapan dan makan malam mereka sangat mandiri dan layaknya seperti bocah remaja lainnya. Hanya dengan ibu kandungnya saja mereka bisa manja seperti itu.


Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan like 👍


Berikan dukungan kepada author dengan meninggalkan komentar dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗



Berikan dukungan vote gratis (tidak mengurangi poin kalian) makasih ❤️


__ADS_1


__ADS_2