
Saat sudah sampai di ruang keluarga Revano tersenyum melihat kedua orangtuanya sedang meminum teh bersama. Revano juga ingin sampai tua nanti seperti kedua orangtuanya. Meskipun mereka dijodohkan namun Risa dan Rey akhirnya bisa bahagia dan rumah tangganya langgeng sampai sekarang.
"Assalamu'alaikum Mommy and Daddy."
"Wa'alaikum Salam....." Jawabnya bersamaan.
Rey dan Risa menoleh ke arah sumber suara yang tidak asing untuk didengar tersebut. Suara orang yang selalu mereka rindukan. Siapa lagi kalau bukan suara putra bungsunya yang terkenal manja di kampus.
Revano datang bersama Kezia. Revano dan Kezia lalu berjalan mendekati Rey dan Risa. Tak lupa mereka mengecup punggung tangan Rey dan Risa secara bergantian.
"Revano, kamu sudah pulang dari luar negeri nak?"
"Iya Daddy..."
"Kapan kamu pulangnya sayang?" Risa mendekati anak bungsunya yang selalu dia rindukan selama setengah tahun lamanya.
"Baru kemarin pagi Mommy." Jawab Revano dengan jujur.
"Mommy kangen sama kamu nak."
"Revano juga sangat kangen dengan Mommy."
"Revano apa kamu gak kangen sama Daddy?"
"Aku juga kangen sama Daddy..."
Risa lalu melepaskan pelukannya. Kemudian Revano berlari memeluk Rey. Sangat bahagia sekali sekarang putra bungsunya telah pulang.
"Syukurlah, kamu sudah pulang nak. Daddy mencarimu kemana-mana. Ponsel kamu juga tidak aktif."
"Iya, ponselku rusak Daddy dan aku beli yang baru."
Memang kenyataannya ponsel Revano sudah ganti yang baru.
"Kamu selama ini kemana nak? Lihatlah kasihan istrimu harus hamil tanpa suami yang mendampinginya."
"Aku ke Korea Daddy. Aku di Korea bekerja sambil kuliah."
"Kamu bekerja nak? Kamu kerja apa di sana?" Tanya Rey penasaran.
"Sebagai model Daddy."
__ADS_1
"Jadi teringat waktu masih muda dulu. Daddy juga pernah jadi model. Dulu Mommy kamu yang mengajak Daddy untuk jadi model. Dulu kita ingin mandiri dan cari uang sendiri karena tidak ingin tergantung dengan orangtua."
"Wah, Mommy and Daddy hebat dulu waktu mudanya."
Rey hanya tersenyum tipis.
"Menantu Mommy kesini nak, ayo duduk dekat sama Mommy."
"Iya Mommy..."
Kezia lalu duduk di sofa dekat dengan mertuanya. Risa tersenyum melihat ke arah perut Kezia yang semakin membesar.
"Kandungan kamu sudah berapa bulan sayang?" Tanya Risa dengan senyuman.
"Sudah 6 bulanan Mommy."
"Nanti kalian nginep di rumah Daddy ya sampai acara tujuh bulanan," ucap Rey yang membuat Kezia dan Revano terkejut
Kezia dan Revano tidak bisa menolak kalau itu ajakan Karena mereka takut jika terjadi sesuatu dengan Daddy Rey.
"Iya Daddy." Jawabnya kompak.
"Oh iya, ada berita bahagia yang ingin kami sampaikan," ucap Revano dengan semangat.
Risa dan Rey pun bingung dengan kabar bahagia yang dimaksud oleh anak bungsunya.
"Kabar baiknya adalah..." Perkataannya terpotong dan sontak membuat jantung Rey maupun Risa semakin berdebar-debar.
"Surprise... Kami akan mempunyai seorang putri. Cucu Mommy and Daddy adalah berjenis kelamin perempuan."
"Alhamdulillah nak..."
"Wah, pasti cantiknya akan seperti Kezia dan imutnya seperti kamu nak."
"Aku berharap juga begitu Mommy."
"Mommy tidak menyangka akan mempunyai dua cucu sekaligus." Risa jadi teringat dengan Sandra yang kini sedang hamil 8 bulan.
"Iya karena kita menikahnya bareng Mommy," ucap Revano.
"Sayang, kedua cucu kita sekarang lengkap. Dari pernikahan Reno dan Sandra, kita akan mempunyai cucu laki-laki sedangkan dari Revano dan Kezia, kita akan mempunyai cucu perempuan."
__ADS_1
"Iya Alhamdulilah ya sayang kita diberikan keberkahan yang berlimpah saat kedua anak kita kini sudah memiliki keluarga masing-masing dan mereka bisa memberikan cucu untuk kita bervariasi."
"Iya sayang, aku sangat bahagia."
"Nak, Daddy jadi ingat waktu kamu minta adik perempuan waktu itu Daddy and Mommy lalu menjodohkan Kezia dengan Reno saat itu agar mereka bisa memberikan keponakan perempuan untuk kamu."
Revano masih ingat saat itu minta adik sama kedua orangtuanya.
"Namun takdir berkata lain. Kamulah yang menikah dengan Kezia. Sepertinya memang kalian ditakdirkan bersama karena kalian yang tak sengaja ada dalam kedua nama yang ada dalam undangannya itu yang salah ketik nama."
"Iya, mungkin Kezia memang jodohku Daddy."
Kezia tersenyum tipis saat mendengar ucapan suaminya. Namun dirinya juga bersyukur bisa menjadi istrinya Revano karena Revano orang yang baik dan juga rajin membaca Al-Qur'an.
"Nak, bolehkah Mommy memegang perutmu?" Risa meminta izin dulu terhadap menantunya.
"Boleh Mommy."
Tangan Risa lalu sudah berada di dekat perut Kezia. Risa lalu
"Hallo cucu nenek. Sehat-sehat ya nak di dalam perut Mama Kezia."
Tak lama kemudian cucunya menendang pelan. Risa tersenyum saat cucunya merespon dengan perkataannya.
"Dia meresponku nak..." Risa tersenyum saat cucunya merespon dirinya.
"Iya Mommy, dia sering merespon ketika perutku sering dielus."
"Dia begitu aktif nak."
"Iya Mommy. Putriku begitu aktif menendang-nendang dalam perutku."
"Seperti Revano dulu juga begitu nak.
"Sudah keturunan dari Papanya ya sayang," ucap Rey yang diakhiri dengan gelak tawanya.
Risa bahagia bisa merasakan tendangan kecil dari cucunya. Sedangkan Rey dan Revano saling melempar senyuman saat melihat ke arah Kezia dan juga Risa. Ada rasa bahagia yang mereka rasakan saat ini melihat senyum dari Kezia dan juga Risa.
Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙