Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Mencarikan Jodoh Untuk Keano


__ADS_3

Pintu ruang kerja Kenzo seketika terbuka. Kenzo menoleh dan terlihat Sonya datang.


"Kalian ternyata pada kumpul disini. Pantesan Mama cari di dekat kolam renang tidak ada."


"Iya sayang, aku disini sama anak dan menantu kita."


"Kalian sedang membicarakan apa?" Sonya lalu berjalan mendekati suaminya.


"Aku hanya menasihati anak-anak saja sayang. Semua masalah sudah beres. Kini mereka sudah bahagia bersama dan kabar gembira yang paling penting adalah kita akan punya cucu perempuan sayang."


"Benarkah itu Kezia, Mama akan punya cucu perempuan?" Tanyanya ingin memastikan.


"Iya Mama, tadi kami habis USG dan anakku berjenis kelamin perempuan."


Sonya masih ingat dengan perkataan Dokter bahwa anak dalam kandungan Kezia sedang menyembunyikan jenis kelaminnya. Pasien lainnya juga pernah seperti itu kata Dokter. Baru jika mengajak sang ayahnya jadi mau untuk memperlihatkan jenis kelamin bayinya. Waktu Kezia USG kehamilannya baru 5 bulan kemarin Kezia periksa ditemani oleh Keano dan juga Mama Sonya. Jadi Sonya masih ingat apa yang Dokter ucapkan.


"Alhamdulillah ya nak anak kamu perempuan, pasti anak kamu akan lucu seperti kamu dan juga Revano nak. Berarti benar ya apa kata Dokter. Kedatangan Revano bisa mempengaruhi bayi kamu. Dia jadi mau memperlihatkan jenis kelamin bayinya."


"Iya Mama..."


Kezia lalu membuka tasnya.


"Oh iya ini Mama USG cucu Mama..." Kezia menyerahkan print foto hasil USG kepada Sonya.


Sonya menerima print foto USG tersebut dengan tangan gemetar dan matanya mulai berkaca-kaca. Sonya lalu menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Kenzo lalu mendekati istrinya.


"Sayang, kita akan punya cucu dari Kezia."


Kenzo juga melihat print foto hasil USG tersebut sekilas dan lalu tersenyum.


"Iya sayang, aku sangat bahagia cucu pertama kita perempuan. Jadi ingat waktu kita masih muda dulu."


"Kamu masih ingat kan sayang?" ucap Kenzo kembali agar Sonya ingat dengan masa lalunya yang menurut Kenzo sangat indah.


Kenzo masih ingat saat itu Kezia baru berumur 4 bulan dan Sonya sudah hamil lagi Keano. Jadi umur mereka hanya berjarak 1 tahun 1 bulan saja. Sonya membolakan matanya saat mengingat saat itu dirinya hamil lagi saat Kezia bahkan masih bayi.


"Astaga sayang! Kamu jangan bilang ingin Kezia juga seperti diriku."


Kenzo hanya terkekeh.


"Sayang, biarkan saja. Sepertinya Revano sanggup mengerjakan tugasnya. Kita kan juga akan bahagia," ucap Kenzo dengan entengnya berbicara seperti itu.


Revano dan Kezia hanya saling berpandangan. Revano mengkode dengan gelengan kepala pertanda tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Papa Kenzo. Kezia dan Revano masih tidak mengerti dengan arah pembicaraan Kenzo kemana.


"Aku tidak mengerti apa yang Papa dan Mama bicarakan," ucap Kezia.


Kenzo lalu mendekati Revano dan menepuk bahu menantunya.

__ADS_1


"Kamu ingin seperti Papa tidak?"


Revano menganggukkan kepalanya pelan. Yang dipikirkan Revano adalah kesuksesan Papa Kenzo saat ini. Bisnisnya merambah sampai ke mancanegara.


"Baguslah! Nanti segera laksanakan setelah anakmu lahir."


"Hah??" Revano bingung apa yang dibicarakan Papa Kenzo saat ini.


"Revano ingin seperti Papa, menjadi pengusaha sukses sampai ke mancanegara." Revano berbicara dengan cepat.


"Gitu saja kok tidak paham sih kamu Revano!" Kenzo lalu menepuk jidatnya.


Sonya memaklumi bahwa menantunya masih terbilang masih remaja karena umurnya masih muda. Revano masih berumur 19 tahun.


"Maaf Papa, memangnya apa yang Papa bicarakan? Revano belum mengerti," ucapnya tersenyum tipis.


"Papa ingin kamu sepertiku. Setelah anak kamu lahir. Berikan langsung Papa cucu kedua."


"Hah apa??" Kezia terkejut saat Papanya bilang seperti itu. Saat ini saja dirinya baru hamil anak pertama dan kandungannya baru berjalan 6 bulan.


"Eh? Mana bisa begitu Papa."


"Bisa saja, Papa tahu kamu pasti bisa Revano..."


"Sayang, jangan terlalu memaksakan mereka. Sudah biarkan saja mereka mau punya anak berapa." Sonya menasehati suaminya agar tidak terlalu memaksakan kehendaknya.


"Iya Papa benar apa yang dikatakan Mama. Bahkan Kezia tidak kepikiran untuk hamil lagi. Kezia ingin punya satu anak saja," ucapnya sambil mengelus perutnya.


"Nak, jangan berbicara seperti itu. Papa ingin punya cucu darimu minimal dua."


"Hah??" Sekarang Revano yang terkejut karena Papa Kenzo ingin dua cucu darinya.


"Biar seperti kamu dan Keano nak yang hanya berbeda umurnya satu tahun lebih satu bulan. Mama Sonya dulu hamil Keano saat Kezia berumur 4 bulan."


"Eh... Aku tidak ingin terlalu dekat jarak anakku nanti Papa," ucap Kezia.


Kenzo tersenyum saat ini. Kenzo berhasil memancing Kezia.


"Bagus... Itu tandanya kamu sanggup untuk memberikan Papa cucu kedua."


"Papa ternyata mengerjai aku! Papa curang deh."


"Nak, intinya kamu sudah sanggup untuk memberikan Papa dua cucu. Jarak umur mereka terserah kamu karena kamu adalah ibunya."


Kezia lalu hanya terdiam saja. Sonya melihat meja suaminya berantakan.


"Sayang, kenapa meja kerjamu jadi berantakan?"

__ADS_1


"Nanti aku akan ceritakan semuanya," ucap Kenzo sambil tersenyum.


"Baiklah... Kalau begitu kita ke ruang keluarga yuk. Mama sudah buatkan kalian jus nanti keburu jusnya tidak dingin."


"Aku minum jus lagi dong sayang?"


"Iya, biar kamu sehat sayang. Apalagi kita akan punya cucu dari Kezia dan Revano. Kamu harus tetap sehat dan kuat untuk bisa menggendong cucu kita."


Perkataan Sonya berhasil membuat Kezia dan Revano tertawa.


"Kamu jangan meremehkan aku sayang. Aku masih sehat dan kuat. Bahkan aku bisa membikin kamu hamil lagi. Apalagi kamu masih muda sayang."


Sonya melotot ke arah suaminya.


"Kenzo, kita pantasnya punya cucu. Tidak punya anak lagi."


"Kalau begitu segeralah membujuk Keano untuk memiliki pacar. Masa sudah lama Keano hanya sendiri saja."


"Anak kamu itu sangat keras kepala sekali untuk dibujuk."


"Atau jangan-jangan anak kita tidak normal ya sayang?"


"Apa-apaan kamu ini? Keano itu anak normal. Hanya saja mungkin dirinya belum ingin memiliki pacar."


"Habisnya sampai sekarang Keano tidak pernah mengajak perempuan datang main ke rumah kan aku jadi was-was kalau anak kita itu seorang gay."


"Pikiran kamu saja yang terlalu berlebihan. Anak kita itu normal saja kok. Hanya saja dirinya sangat keras kepala seperti kamu!"


"Sudah Papa sama Mama jangan ribut. Nanti biar aku nanti yang membujuk Keano ya Mama..."


"Aku akan membantumu sayang. Adik ipar lumayan ganteng jadi banyak perempuan yang mau dengannya," ucap Revano dengan tersenyum.


"Baiklah sayang. Aku juga ingin yang terbaik untuk adikku."


"Papa dan Mama tenang saja ya. Kita akan membantu mencarikan jodoh untuk Keano," ucap Kezia kembali.


"Iya nak. Papa percaya sama kalian. Kalian pasti bisa menemukan jodoh yang pas untuk Keano." Jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Ayo kita segera ke ruang keluarga. Jusnya nanti keburu tidak dingin." Sonya berjalan sudah sampai pintu.


"Eh iya ayo sayang, ayo anak-anak kita ke ruang keluarga. Untuk nanti membicarakan jodoh buat Keano nanti kita bahas di ruang keluarga saja."


Mereka lalu berjalan bersama-sama untuk ke ruang keluarga. Kenzo dan Sonya bahagia Revano dan Kezia akan mau membantu untuk membujuk Keano untuk memiliki pasangan. Kezia dan Revano juga akan membantu mencarikan jodoh untuk Keano. Sonya berharap Keano akan segera mempunyai pasangan hidupnya.


Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙


__ADS_1


Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙



__ADS_2