
"Hey, apa yang kamu lakukan kepada anakku? Saya tahu kamu tidak tidur, cepat kamu minggir dari tubuh anakku! Dasar wanita rendahan, wanita murahan!" umpatnya.
Luna pun akhirnya melepas pelukannya dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. Seketika Luna meneteskan air matanya mendengar perkataan Papi Aldi. Ia tak pernah melihat papinya Rey semarah ini. Ia tahunya papi Rey bersikap lembut padanya. Namun untuk saat ini papinya Rey seperti marah besar dengannya.
Kenapa kamu menangis? Memang kenyataannya seperti itu kan? Keluarga kamu itu hanya mata duitan. Kamu ingin menjebak anak saya kan agar bisa menikah denganmu? Aku jijik melihatmu!" umpatnya kembali.
"Maaf Om, ini bukan kemauan saya," akhirnya Luna pun membuka suara.
"Aku tahu ini kemauan papa kamu yang mata duitan itu kan? Awas saja ya kalau kamu berani macam-macam dengan keluarga saya setelah kejadian malam ini. Kalau kamu berani bilang dan berbuat macam-macam kepada Rey soal malam ini, Saya akan pastikan kehidupan kamu tidak akan tenang!" ucapnya sambil mengancam Luna, Papi Aldi pun sudah penuh emosi.
Luna pun mematung mendengar ancaman dari papinya Rey. Ia takut dengan ancamannya. Papi Aldi pun lalu mengambil kemeja Rey di lantai, dan memakaikannya kembali.
"Sayang, kamu bangun nak!" ucapnya sambil menepuk-nepuk pipi Rey.
"Kamu sudah beri anakku obat tidur? Licik sekali kelakuan kamu! Saya kira selama ini kamu anak yang baik. Ternyata muka polos kamu itu hanya tipuan saja. Kamu tidak jauh berbeda dengan wanita murahan!" ucapnya sambil membopong tubuh anaknya.
Luna pun hanya bisa diam dan terus menangis. Ia tidak menyangka mendapat caci makian dari papinya Rey. Ia sangat malu atas apa yang dilakukannya diketahui papinya Rey.
"Kenapa hidupku jadi seperti ini Tuhan. Hidupku penuh dengan ancaman. Ancaman dari papaku sendiri dan Om Aldi pun juga mengancam ku," Luna pun lalu memakai pakaiannya kembali dan terus menangis meratapi nasibnya.
"Sayang, kehadiran kamu membawa banyak masalah. Tetapi mama akan tetap mempertahankan kamu" ucapnya sambil mengelus perutnya, lalu ia pun tertidur.
...*****...
Papi Aldi pun lalu mengemudikan mobilnya dengan kencang. Ia pun sudah mengirim pesan kepada sopirnya agar besok setelah adzan subuh mengambil motornya di tempat Luna.
Papi Aldi pun sudah sampai rumahnya. Langsung ia menuju kamar Rey. Mami Ana dan Risa yang melihat Rey dibopong pun bingung.
__ADS_1
"Loh Pi Rey sudah tidur?" ucapnya bingung dan heran melihat anaknya tertidur pulas.
"Iya Mi, Rey tadi bilang ngantuk di mobil. Jadi papi biarkan Rey tertidur dan Papi tidak membangunkannya kasian Mi sepertinya ia lelah sekali. Apalagi hari ini ia pertama kali bekerja kan sebagai ojol," ucapnya berbohong.
"Iya Pi, mungkin Rey terlalu kecapekan. Tadi sore habis jemput Risa kita makan di luar Pi dan Risa mengajak Rey keliling mall untuk membeli beberapa pakaian. Maafin Risa ya Pi. Rey jadi kelelahan karena seharian bekerja dan menemani Risa," ucapnya dengan wajah yang sedih.
"Gak apa-apa nak. Itu hak kamu kok jalan-jalan sama Rey. Lagian sudah kewajiban Rey mencari nafkah buat istrinya, ya meskipun saat ini Rey hanya sebagai ojol," ucap Papi Aldi.
"Risa gak masalah kok Pi dengan apapun pekerjaan Rey," ucapnya sambil tersenyum.
"Sungguh hati kamu mulia sekali nak, Papi tidak salah menjadikan kamu sebagai menantu. Kamu sangat berbeda sekali dengan perempuan bermuka dua itu. Andaikan saja kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi malam ini pada suamimu. Pasti kamu akan salah paham dan meninggalkan Rey," gumamnya dalam hati.
Papi Aldi dan Mami Ana pun langsung keluar dari kamar Rey. Mereka langsung masuk ke kamarnya.
"Pi, Mami merasa aneh deh! Masa iya Rey secepat itu tidur di mobil. Kan gak biasanya Rey sampai ketiduran di mobil," ucapnya dengan penuh kegelisahan.
Papi Aldi pun tidak bisa menutupi apa yang terjadi malam ini. Ia sangat jujur kepada istri tercintanya.
"Apa Pi? Rey tidur bareng sama Luna? Mereka melakukan itu Pi?" Mami Ana pun kaget mendengar ucapan suaminya, dan ingin mengetahui hal yang terjadi lebih jauh lagi tentang kejadian malam ini.
"Iya, Luna menjebak Rey Mi. Mereka tidak melakukan apa-apa. Hanya saja kemeja Rey yang sudah dibuka sama Luna," lalu Papi Aldi pun menceritakan semua kejadian yang menimpa Rey.
"Kurang ajar! Aku benar-benar tidak menyangka. Luna yang kelihatannya baik dan polos itu tega melakukan itu pada Rey, Pi bagaimana kalau sampai masalah ini terdengar sampai ke telinga Keluarga Alexander?" ucapnya takut.
"Mami takut Pi. Mami takut Risa akan tahu semuanya dan disuruh Mama dan Papanya untuk berpisah dengan Rey. Mami gak sanggup Pi kehilangan menantu sebaik Risa," ucapnya sambil meneteskan air mata.
"Papi gak akan biarkan itu semua terjadi Mi, Papi sudah mengancam Luna agar dia tidak macam-macam tentang masalah ini," lalu memeluk istri tercintanya.
__ADS_1
"Tapi Pi papanya Luna pasti akan nekat melakukan sesuatu Pi. Kita harus melakukan sesuatu terlebih dulu Pi, sebelum keduluan mereka!" ucapnya sambil melepaskan pelukannya.
"Maksud Mami? Apa yang akan Mami rencanakan?" ucapnya bingung.
"Mami akan buat Risa sampai bisa hamil Pi. Jadi dia tidak akan meninggalkan Rey begitu saja, kalaupun Risa ingin berpisah dengan Rey itu pun Risa harus menunggu sampai melahirkan bukan? Setidaknya itu yang bisa kita lakukan sementara untuk mencegah mereka berpisah," ucapnya dengan ide yang brilian.
"Aku nanti akan siapkan obat penyubur kandungan. Agar Risa segera hamil" batin Mami Ana sambil tersenyum.
"Jadi maksudnya Mami ingin menjebak Risa sampai Risa benar-benar hamil?" ucapnya bingung.
"Iya Pi, gak ada salahnya kan kita melakukan itu agar segera punya cucu? Lagian mereka sudah menikah 1 bulan lebih tapi belum ada tanda-tanda Risa hamil" ucapnya.
"Bagus juga ide Mami. Sebentar lagi kan resepsi pernikahan mereka, Mami atur aja setelah itu" ucapnya sambil tersenyum manis.
...*****...
DI TEMPAT LAIN
"Bagaimana semalam nak kamu berhasil mengambil foto kamu tidur dengan Rey?" ucapnya sambil bertanya.
Luna pun hanya menjawab dengan anggukan. Ia tak berani menjelaskan apa yang terjadi semalam. Apalagi dengan kedatangan Pak Aldi sahabat papanya yang mengancam dirinya.
"Bagus beberapa bulan lagi kamu harus meminta pertanggungjawaban kepada Rey atas kehamilan kamu. Kamu mengerti nak?" ucap Alvin dengan senyum senang.
"Mengerti pa," lalu menunduk dan melanjutkan makannya.
Ia pasrah dengan apa yang papanya minta. Karena kalau Luna tidak menuruti permintaan papanya. Ia akan diancam paksa minum obat untuk menggugurkan kandungannya.
__ADS_1
"Ingat kamu harus membawa Test pack saat menemui Rey," ucapnya kembali.
"Iya pa," Luna pun mengiyakan perintah papanya.