Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 77 - Curhatan Hati 2 Orang Istri


__ADS_3

Lova sudah bersiap-siap untuk kuliah pagi. Lova ingin bercerita dengan kedua sahabatnya Risa dan Sonya. Dia tidak bisa lagi menyembunyikan keadaan rumah tangganya dari sahabatnya. Sekarang usia kandungannya sudah berjalan 19 minggu. Semenjak menikah dengan Dean, Lova tidak menjadi model lagi sudah sekitar 3 bulan yang lalu.


Lova sudah di perjalanan menuju kampusnya dan di antar oleh sopirnya.


Semenjak Risa hamil Rey menyuruhnya untuk berhenti dari dunia modelling. Risa mengikuti perintah suaminya bagaimanapun juga Risa ingin menjadi istri yang baik dan menurut dengan apa kata sang suaminya, meskipun usia suaminya lebih muda beberapa bulan dengannya. Rey ingin Risa fokus dengan kuliahnya dan juga kehamilannya. Rey tidak ingin Risa terlalu kecapekan dan akan membahayakan kandungannya. Sekarang kandungan Risa sudah memasuki usia 14 minggu. Risa sudah tidak mual lagi, hanya saja masih sering ngidam sewaktu-waktu.


Risa sekarang sedang banyak endorse yang masuk lewat pesan dari akun instagramnya. Risa hanya menerima endorse dari berbagai toko yang menjual pakaian. Risa beralasan dengan Rey bahwa selain mendapatkan uang, Rey tidak perlu lagi membelikannya pakaian kalau tidak untuk acara penting di kantornya karena sudah banyak yang endorse baju-baju hamil kalau untuk sehari-hari dan ke kampus. Risa sudah menerima beberapa paket bajunya. Risa hanya perlu berselfie di depan cermin dan mengunggahnya di akun instagramnya. Risa memanfaatkan beberapa hpnya yang dulu pas waktu menjadi model serta kameranya dan kamera yang baru dibelikan Rey setelah pulang honeymoon dari Korea Selatan. Rey mau tidak mau setuju karena Risa kalau tidak dituruti kemauannya akan marah dan mendiaminya.


Risa sudah bersiap-siap memakai untuk ke kampusnya. Tak lupa Risa berfoto terlebih dahulu menggunakan kamera yang dibelikan oleh suami tercintanya.


Setelah kira-kira berpose yang sesuai Risa langsung mengunggahnya di akun instagramnya.


"Nanti malam saja lah foto untuk endorse baju hamilnya. Sehabis ngempus pasti capek dan ngantuk."


Entah semenjak hamil Risa sering kecapekan dan kadang langsung tidur sehabis pulang kuliah, mungkin karena bawaan bayinya jadi dia seperti itu. Padahal biasanya sepulang kuliah tidak sama sekali capek kecuali habis keliling mall seharian bersama Lova sewaktu masih sama-sama belum menikah. Risa sudah berangkat ke kampus di antar Mang Ujang, sopir Rey sejak kecil.


Sonya dan Risa sudah sampai di kelasnya. Sedangkan Lova beda jurusan dengan kedua sahabatnya. Mereka bertiga sudah janjian setelah ngampus akan makan bersama di restoran.


Setelah selesai kelas mereka janjian di parkiran. Terlihat Risa dan Sonya sedang menunggu Lova di parkiran. Beberapa menit kemudian Lova datang.


"Akhirnya kedua bumilku sudah lengkap. Ayo kita masuk," ucapnya sambil membuka pintu mobilnya.


Lova dan Risa duduk di belakang. Dibelakang Sonya ada Risa dan disamping Risa ada Lova. Kedua bumil tersebut langsung menyenderkan punggungnya ke kursi mobil.


"Para bumilku sepertinya kalian kecapekan?" tanya Sonya.


"Iya, kamu juga akan merasakannya Sonya kalau nanti saat kamu hamil. Semenjak hamil aku sering capek dan ngantuk," ucap Risa.


"Aku juga jadi cepat lelah. Tapi tidak kalau ngantuk. Cuma kadang bayiku sering menendang saat aku sedih atau senang. Sepertinya anakku tahu mood Mamanya."


"Kemungkinan anak kalian akan berbeda jenis kelaminnya deh!" ucap Sonya.


"Mungkin saja. Kenapa aku tiba-tiba kepikiran Dean ya? Setelah kamu bilang jenis kelamin bayi tadi," ucap Lova sambil melihat ke arah sebelah kiri jalanan.


Seketika Risa dan Lova terdiam dan saling pandang. Apa benar yang dikatakan Sonya dalam batin mereka masing-masing. Mereka berdua saat ini belum melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin bayinya karena sepertinya memang belum terlihat untuk jenis kelaminnya.


"Nanti minggu ke 20 jadwalnya aku untuk periksa kandungan sekaligus USG untuk mengetahui jenis kelamin bayiku. Mudah-mudahan sudah terlihat," ucap Lova.


Setelah Lova mengatakan seperti itu. Lova langsung merasakan tendangan yang begitu kuat dari anaknya.


"Aduhh... Auwww....." Lova meringis sambil terus memegang perutnya sebelah kanan.


"Kamu kenapa Lova?" Risa yang disampingnya panik ketika Lova merasa seperti kesakitan dan terus mengusap perutnya.


"Bayiku menendang barusan. Masih terasa ngilu sih perutku. Entah kalau aku membicarakan Dean atau membatin namanya bayiku langsung merespon dan menendang perutku," ucapnya yang masih terus mengusap perutnya.


"Benarkah? Kapan kamu mulai merasakan adanya tendangan dari bayimu?"

__ADS_1


"Kata dokter sih akan mulai pada usia kehamilan minggu ke 16 biasanya akan mulai merasakan tendangannya. Tapi aku merasakannya diusia kehamilanku memasuki minggu ke 18. Aku juga merasakannya baru seminggu ini karena usia kehamilanku sekarang 19 minggu."


"Berarti kemungkinan 1 bulan lagi aku akan merasakannya juga, mengingat usia kehamilanku saat ini baru 14 minggu."


"Iya Risa bisa jadi kamu sepertiku. Tapi mungkin setiap bumil akan beda-beda Risa di minggu ke berapanya mereka akan merasakan tendangan itu."


"Wah..... Aku jadi tidak sabar Lova menanti waktu dimana anakku akan menendang-nendang di perutku," ucapnya sambil tersenyum dan lalu menunduk mengusap perutnya pelan.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di restoran. Kali ini Risa yang akan mentraktir para sahabatnya.


"Kali ini aku yang akan mentraktir kalian. Aku baru mulai dapat endorse dari instagram."


"Sering-sering traktir kita ya Risa," ucap Sonya.


"Pasti kan kalian sahabat terbaikku."


"Ayo dua bumilku hadap sini. Aku akan foto kalian."


Setelah Sonya sudah memfoto Risa dan Lova. Sonya tersenyum melihat hasil jepretannya yang terlihat bagus.


"Apa kamu tidak ingin menikah bulan ini saja Sonya? Biar kita bisa hamil barengan dan berfoto bersama. Mengabadikan foto kita setiap bulan. Dimana kehamilan kita yang setiap bulannya akan bertambah semakin membesar dan pastinya akan seru ya gak Lova?" ucap Risa dengan diakhiri gelak tawanya sambil membayangkan bisa hamil barengan.


"Iya, biar anak kita lahirnya di tahun yang sama dan hanya beda bulan saja," ucap Lova.


"Hahaha aku belum ingin menikah apalagi punya anak."


"Siapa tahu Kenzo sudah ingin menikahimu," ucap Lova kembali sambil tersenyum.


Sonya hanya menggelengkan kepala saat kedua bumil itu meledeknya.


Setelah itu makanan mereka sudah datang dan lalu makan bersama. Lova akan menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya yang semakin hari semakin rumit kepada sahabatnya setelah selesai makan.


"Aku mau kasih tahu kalian bahwa Dean telah menduakan aku."


"Apa Dean direbut pelakor?" tanya Risa.


"Atau jangan-jangan Dean selingkuh dari kamu? Semenjak kamu hamil kan tubuh kamu mulai berisi Lova," ucap Sonya.


Lova hanya menggelengkan kepalanya.


"Dean sudah menikah lagi."


"Apa???" ucap Risa dan Sonya bersamaan.


"Kenapa kamu mengizinkannya menikah lagi? Sedangkan kamu sedang hamil anaknya. Wah benar-benar keterlaluan Dean. Ayo Sonya kita labrak pelakor itu!" Risa geram saat sahabat terbaiknya suaminya diambil pelakor.


"Aku setuju denganmu Risa." Sonya tak terima sahabatnya sedih karena adanya pelakor.

__ADS_1


"Tunggu, kalian dengerin dulu penjelasan aku yang mengizinkan Dean menikah lagi."


Lova lalu menceritakan saat pulang dari rumah Risa waktu itu saat Dean habis belajar bikin salad buah dengan Rey. Risa dan Sonya tidak menyangka bahwa perjodohan Dean masih berlanjut bahkan sampai ke pelaminan. Sonya dan Risa lalu merasa iba dengan Lova.


"Kamu kalau tidak kuat serumah dengan pelakor itu kamu bisa tinggal bersamaku Lova," ucap Sonya.


Lova hanya terdiam dia terus berpikir bagaimana kalau Sera sampai hamil.


"Ngomongin soal pelakor aku baru saja hampir kehilangan bayiku."


Sonya dan Lova kaget dengan ucapan Risa. Karena Risa belum cerita mengenai kehidupan rumah tangganya.


"Maksudnya Risa? Aku tidak mengerti," ucap Lova.


Risa lalu menceritakan saat dia ke kantor Rey dan mendengar semua pembicaraan Luna dan Rey. Sampai akhirnya perut Risa kram dan pendarahan sampai tak sadarkan diri setelah bertemu mertuanya di depan lift. Risa menceritakan juga bahwa dia sempat kritis beberapa jam setelah pendarahan.


"Jadi begitu ceritanya. Sekarang aku harus mengkonsumsi obat penguat kandungan tinggal beberapa hari lagi sih udah selesai minumnya. Sebelumnya kandunganku kuat tapi semenjak pendarahan itu kandunganku jadi lemah. Dokter bilang kalau saja saat pendarahan kandunganku lemah aku bisa keguguran saat itu juga."


"Kenapa kamu gak cerita dengan kita Risa? Kan kita bisa menjengukmu ke Rumah Sakit." tanya Sonya.


"Maafkan aku. Karena aku tidak ingin kalian cemas melihat keadaanku. Terlebih Lova kan sedang hamil. Bumil tidak boleh kebanyakan pikiran."


"Kalau aku jadi kamu, aku tidak sudi berdamai dengan pelakor itu Risa," ucap Lova sambil mengingat Sera bahwa malam ini Dean akan tinggal di rumah Sera.


"Aku setuju denganmu Lova. Risa kamu jangan terlalu baik jadi orang. Jangan terlalu cepat memaafkan pelakor apalagi kamu hampir saja kehilangan bayimu gara-gara pelakor itu," ucap Sonya.


"Aku sudah memaafkannya karena aku tidak ingin bermusuhan dengannya. Karena calon suaminya merupakan sahabatku sejak SMP."


"Aku ingatkan sekali lagi sama kamu Risa, jangan terlalu baik dengan orang kalau suamimu tidak ingin diambil pelakor. Karena aku sudah merasakannya," ucap Lova matanya mulai berkaca-kaca.


"Dan untuk kamu Sonya. Kamu harus selidiki terlebih dahulu Kenzo akan dijodohkan atau tidak dengan orang tuanya, kalau kamu tidak mau senasib denganku." Lova tidak bisa menahannya lagi, kini air matanya sudah membasahi pipinya.


Sonya dan Risa lalu memeluk Lova secara bergantian, menenangkannya sekaligus menguatkannya. Risa dan Sonya juga merasa sedih dengan keadaan rumah tangga Lova.


"Lalu apa rencanamu Lova?" tanya Sonya.


"Aku akan menggugat cerai Dean kalau Sera benar-benar hamil."


"Kamu jangan berbuat nekat Lova. Aku sarankan pertahanan rumah tanggamu. Anakmu butuh seorang ayah. Jika kamu bercerai dengan Dean lalu bagaimana kamu akan menjalani hidup kamu jika anakmu bertanya mengenai ayahnya," ucap Risa memberikan saran.


"Benar yang dikatakan Risa. Lova kamu hanya perlu menyingkirkan pelakor itu. Jangan kamu yang mundur. Pelakor itu akan menang kalau kamu sampai melepaskan Dean begitu saja," ucap Sonya.


Lova terdiam sejenak mencerna perkataan kedua sahabatnya itu ada benarnya juga. Akhirnya Lova terbuka hatinya, bagaimanapun juga anaknya juga butuh ayahnya.


"Iya. Aku rasa Sera menyembunyikan sesuatu tapi entah apa aku tidak tahu."


"Intinya kamu harus menyelidikinya Lova. Kalau kamu butuh bantuan bisa calling aku. Aku siap membantu," ucap Sonya.

__ADS_1


"Iya kita akan selalu mendukung kamu. Jangan pernah ada kata cerai. Aku lihat Dean betapa mencintaimu bahkan Dean rela kan belajar bikin salad buah dengan Rey karena kamu ingin Dean yang membuatkannya untukmu saat di rumah," ucap Risa.


Dukungan dari kedua sahabatnya menjadikan Lova berubah pikiran. Dilihat dari sikap Dean yang begitu sangat mencintainya menjadikan Lova tidak jadi berniat untuk menceraikannya. Sikap Dean yang begitu perhatian dengannya dan juga calon anaknya menjadikan Lova tidak akan melepaskan Dean begitu saja. Karena ini demi anak dalam kandungannya yang butuh seorang ayahnya. Lova akan bertahan dengan rumah tangganya. Apapun masalahnya, Lova akan berusaha tegar menghadapinya karena ini demi masa depan anaknya.


__ADS_2