
Sonya dan Kenzo menyuruh anaknya untuk menjenguk Rey. Bagaimanapun juga mertuanya harus diperhatikan
"Nak, kamu tadi ditanyakan oleh Risa."
"Benarkah Mama?"
"Iya sayang. Kamu habis ini ke rumah sakit ya?"
"Biar sekarang saja Kezia pergi ke rumah sakitnya," ucap Kezia bersemangat karena akan bertemu dengan Reno.
"Iya sayang kamu hati-hati ya nak. Mama akan membersihkan apartment kamu."
"Iya pasti Ma. Makasih ya Mama."
Setelah berpamitan dengan Kenzo dan Sonya akhirnya Kezia melajukan mobilnya ke rumah sakit. Kezia lupa akan sesuatu hal yaitu berdandan. Di tasnya hanya ada bedak dan lipgloss saja.
"Lumayan dan tidak terlalu menor," ucapnya tersenyum sambil menutup bedaknya yang ada kacanya.
Sebelum ke rumah sakit Kezia tak lupa membeli beberapa buah. Setelah beberapa menit kemudian Kezia sampai di rumah sakit. Kezia dengan semangat melangkahkan kakinya ke ruang rawat inap mertuanya. Sayup-sayup terdengar di telinganya bahwa Reno sudah menikah dengan Sandra. Kezia lalu menguping dari luar ruangan.
"Wah, berarti pas Kak Reno kabur, hari itu juga Kakak menikah dengan Kak Sandra?"
"Iya Revano. Sekarang Kak Sandra adalah Kakak ipar kamu."
"Ah, aku bahagia sekali ternyata Kak Sandra menikah juga dengan Kak Reno."
Revano lalu merentangkan tangannya dan akan memeluk Sandra. Reno lalu mencegahnya dengan menghalangi Revano.
"Kenapa aku tidak boleh memeluk Kak Sandra? Dia kan sudah menjadi keluarga kita Kak? Dia juga Kakakku sekarang Kak."
"Kamu peluk istri kamu saja sendiri. Istri kamu yang keras kepala itu," ucapnya mendengus kesal.
"Tapi kan Kak? Aku ingin memeluk Kakak ipar." Berkata semelas mungkin.
"Sudah hubby tidak apa-apa."
"Tapi honey....." Perkataannya menggantung.
"Sebentar saja ya hubby."
Sekarang Sandra sudah menampilkan puppy eyes. Kalau sudah begini rebo hanya bisa menuruti kemauan istrinya. Apalagi Sandra sedang mengandung anaknya.
"Astaga mereka mesra sekali. Bahkan sudah ada panggilan kesayangan. Dasar sahabat pengkhianat. Bisanya cuma nikung calon suami sahabatnya sendiri." Batin Kezia kesal dengan Sandra.
Sandra dan Revano kini berpelukan sebentar.
"Revano, jangan memeluk Kakakmu terlalu erat." Rey berkata sambil tersenyum.
Revano lalu mengernyitkan dahinya dan langsung melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Memang kenapa Daddy?" Tanyanya penasaran.
"Kamu akan segera punya keponakan. Kakak ipar kamu sedang mengandung cucu Daddy," ucapnya dengan senyuman.
"Benarkah itu Kak Sandra?"
Sandra menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Wah, selamat ya Kak. Akhirnya aku akan punya keponakan," ucapnya sambil memegang perut Sandra.
"Oh iya istri kamu sudah hamil apa belum?" Tanya Sandra.
Revano hanya menggelengkan kepalanya sambil cengengesan.
Reno langsung melepaskan tangan Revano dari perut sang istri.
"Kenapa aku tidak boleh menyapa keponakan aku Kak?"
"Kamu itu tidak sopan, main pegang perut istriku. Hanya aku saja yang boleh memegang perutnya."
"Tidak apa-apa nak. Siapa tahu Revano bisa jadi ketularan juga akan menjadi seorang ayah," ucap Risa dengan senyuman manisnya.
Revano melongo saat mendengar ucapan Mommy Risa.
"Tidak akan mungkin Mommy karena aku dengan Kezia akan segera bercerai lagian tadi Kezia terang-terangan tidak mau mengandung anakku." Batin Revano merasa sedih dengan kehidupan rumah tangganya.
Dimana biasanya istri harus mencintai suaminya dan kini kenyataannya istrinya mencintai Kakaknya kandungannya sendiri. Di luar ruangan Kezia mengepalkan tangannya. Kezia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Semua orang terkejut dengan kedatangan Kezia. Begitu juga dengan Revano. Kezia meletakkan buahnya ke meja. Setelah itu Kezia memberikan diri untuk melangkahkan kakinya mendekati Sandra. Reno menggenggam tangan istrinya. Seperti mengkode akan menghadapi Kezia sama-sama. Kezia menampar pipi Sandra.
"Kezia... Jangan keterlaluan kamu sama istriku."
"Kamu juga Reno. Seharusnya jika kamu menyukai Sandra, kenapa tidak memberitahu aku? Kenapa kamu harus kabur?"
"Seandainya saja kamu membatalkan pernikahan kita sejak awal tidak akan mungkin aku menikah dengan adik kamu," ucapnya kembali.
Hati Revano sakit saat istrinya berbicara seperti itu. Semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut.
"Kezia... Aku minta maaf."
"Maafmu tidak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula Sandra. Apalagi kamu sekarang hamil anak dari laki-laki yang aku cintai. Aku sangat kecewa sama kalian semua," ucapnya menunjuk Reno dan Sandra, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Rey memegang dadanya yang mulai terasa sakit. Sekarang kebenaran telah terungkap. Sandra dan Reno sudah menikah dan bahkan mereka akan punya anak.
"Sayang, sudah jangan kamu pikirkan perkataan Kezia tadi ya?" ucap Risa takut jika Rey drop lagi.
Rey menggangguk dan menggenggam tangan Risa. Istrinya memang penenang suasana hatinya yang sedang kacau balau. Seketika Sandra ingin memakan sesuatu.
"Hubby, aku ingin makan rujak." Sambil membayangkan rujak yang rasanya manis, pedas dan asam jadi satu.
"Rujak?" Reno mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
Sandra menganggukkan kepalanya sambil mengelus perutnya pelan.
"Wah, anak Papi sepertinya mulai ngidam," ucap Dean dengan senyuman.
"Turuti saja semua keinginan Sandra selama hamil Reno. Daddy dulu juga menuruti keinginan Mommy saat hamil kamu dan Revano. Ibu hamil sering meminta yang tidak-tidak loh," ucapnya terkekeh saat bayangannya teringat kembali saat Risa hamil Reno dan Revano.
Rey masih ingat saat memakai kostum Dino saat itu Risa sedang hamil Reno. Sedangkan saat hamil Revano, Rey memanjat pohon kelapa sampai terjatuh. Karena saat itu Risa ingin meminum es kelapa muda langsung dari pohonnya.
"Iya Daddy. Reno izin keluar dulu ya sama Sandra."
"Ayo honey, kita beli rujaknya."
Sandra bahagia Reno akan membelikan rujak untuknya. Risa dan Rey bahagia mendengar mereka sudah ada panggilan sayangnya.
Setelah muter-muter setengah jam akhirnya Reno menemukan penjual rujak buah.
"Kamu mau berapa porsi honey?"
"Dua ya hubby? Buahnya mangga muda saja."
"Oke siap honey. Aku pesan dulu rujaknya."
Setelah beberapa menit kemudian rujaknya sudah jadi.
"Honey, ini rujaknya."
"Yang satu porsi buat kamu hubby."
"Apa? Jadi yang satu porsi untukku?" ucap Reno terkejut.
"Iya, aku juga ingin kamu memakannya hubby."
"Sudah Mas, turuti saja apa kemauan istrinya. Nanti kalau tidak mau anaknya ileran loh."
"Emang bisa begitu ya Pak?"
"Ya memang seperti itu kenyataannya Mas. Makanya kalau istri sedang ngidam itu turuti saja apapun kemauannya."
"Makasih Pak, sudah dikasih tahu."
"Sama-sama Mas."
Dengan terpaksa Reno memakan rujaknya sampai habis. Sandra bahagia melihat suaminya makan rujak sampai habis. Reno langsung membayar semuanya. Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil.
"Lega rasanya bisa makan rujaknya bareng kamu hubby."
"Iya honey, apapun akan aku lakukan demi kamu dan juga anak kita." Sambil memegang perut Sandra. Dengan cepat Sandra lalu memegang tangan Reno dan mereka lalu saling memandang. lalu tersenyum.
"Kamu tidak usah pikirkan apa yang dikatakan Kezia tadi ya honey. Aku tidak mau kamu terlalu kepikiran."
__ADS_1
"Iya hubby."
Sandra bahagia mempunyai suami siaga seperti Reno yang sangat perhatian dan pengertian. Apalagi dirinya saat ini sedang mengandung. Jadi butuh suaminya setiap saat untuk membelikan semua keinginannya selama ngidam.