Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Elano Leonardo


__ADS_3

Sekarang Kezia sudah berhenti mengkonsumsi pil pencegah kehamilan dan sudah siap jika sewaktu-waktu anak keduanya akan hadir. Seperti biasa Kezia selalu mengantarkan suaminya sampai ke halaman rumah. Revano melambaikan tangannya dan Kezia juga melakukan hal yang sama. Setelah suaminya berangkat kuliah saat akan masuk ke dalam rumah Kezia merasakan kepalanya pusing.


"Nak, kamu kenapa?" ucap Rey khawatir.


Saat ini Rey akan berangkat ke kantornya dan biasanya setelah pulang kuliah Revano datang ke kantor milik Keluarga Alexander sang Kakeknya nanti akan memberikan kedudukan untuk cucunya saat nanti Revano sudah selesai kuliahnya. Namun kadang Revano juga ke kantor Rey untuk membantunya.


"Kepalaku pusing Daddy."


"Masuklah nak dan nanti Daddy akan panggilkan Dokter."


"Tidak usah Daddy, mungkin Kezia hanya kurang tidur saja karena semalam Reva menangis terus dan Kezia sampai begadang."


"Ya sudah nak kalau begitu istirahatlah dan Daddy akan berangkat ke kantor."


"Iya Daddy."


Kezia langsung masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan Reno.


"Ayo Daddy," ucap Reno.


Akhirnya Reno dan Rey pergi ke kantor. Kezia melihat Risa sedang meminum teh jahe. Risa mengernyitkan dahinya saat melihat menantunya memegang kepalanya.


"Apa kepalamu pusing nak?"


"Iya Mommy."


Tak hanya pusing Kezia juga merasakan mual pagi ini. Kezia menutup mulutnya dan berlari menuju ke kamar mandi.


"Ah cepat sekali cucuku akan hadir," ucap Risa matanya berbinar-binar.


"Sayang, kemauan kamu akan segera terwujud nak," ucap Risa mengusap perutnya dan lalu menyusul Kezia.


"Nak, pakailah ini," ucap Risa sambil memberikan alat tes kehamilan.


"Eh? Mommy Risa, Kezia tidak hamil dan hanya masuk angin saja," tolak Kezia menggunakan alat tes kehamilan.


"Nak, sudah coba saja kamu pagi ini mengalami pusing dan mual. Itu tanda-tanda awal kehamilan."


Karena tak ingin mertuanya kecewa lalu Kezia masuk lagi ke kamar mandi. Tak lama kemudian Kezia keluar dari kamar mandi.


"Bagaimana hasilnya nak? Apakah positif?" tanya Risa yang ingin segera tahu hasilnya.


"Negatif Mommy. Kezia hanya masuk angin saja karena kurang tidur karena Reva menangis terus dan Kezia begadang semalaman."


Risa lalu melihat hasil dari alat tes kehamilan tersebut dan memang menunjukkan satu garis saja. Kezia melihat raut wajah Risa nampak kecewa.

__ADS_1


"Tidak apa-apa nak dan masih ada bulan depan. Sekarang tidurlah saja nak," ucap Risa mengusap rambut panjang menantunya dengan hangat.


"Iya Mommy dan Kezia pamit ke kamar dulu."


Risa hanya mengangguk pelan dan masih ada aura kecewa yang terlihat dari wajahnya. Kezia melangkahkan kakinya pelan meninggalkan Risa.


"Nak, Mommy bisa mempertahankan kamu atau tidak tergantung Kezia," ucap Risa sambil memegang perutnya.


Kezia menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


"Mommy tenang saja. Kezia dan Revano akan berusaha untuk segera memberikan Mommy Risa cucu lagi."


Kezia sedih saat tadi mendengar perkataan mertuanya seperti itu dan Risa tersenyum tipis saat ini.


"Aku sudah tidak sabar menantikan kamu hamil nak dan kita akan hamil bareng sayang. Mommy ingin sekali merasakan tendangan kecil dari dalam perut kamu. Maafkan Mommy ya nak. Ngidam Mommy terlalu aneh dan ingin mengusap perutmu nanti saat kamu hamil," ucap Risa menunduk.


Kezia tersenyum kecut saat mendengar kata hamil bareng bukannya gimana-gimana tapi hamil bareng mertuanya sendiri menurutnya sangat langka. Terkecuali hamil bareng Sandra kemarin.


"Tidak usah meminta maaf Mommy dan doakan saja agar Kezia bisa hamil lagi," ucap Kezia yang lalu segera pergi naik ke lantai dua.


"Aamiin nak," sambil melihat menantunya naik ke lantai dua.


Risa jadi tidak enak sama Kezia. Tapi harus gimana lagi.


...*****...


Kandungan Elena sudah berjalan 9 bulan lebih dan dua hari lagi perkiraan akan melahirkan. Keano sedang mengusap perut Elena dan lalu menempelkan pipinya ke perut istrinya. Keano merasakan tonjolan-tonjolan dan tersenyum. Sedangkan Elena sedang mengusap kepala suaminya.


"Sayang, aku tidak sabar ingin bertemu dengan anak kita," ucap Keano.


"Ah iya aku juga, pasti anak kita akan ganteng seperti kamu," ucap Elena terkekeh.


Elena sekarang sudah bisa melupakan Reno dan sangat mencintai Keano, suaminya sendiri.


"Hahaha, pasti dong sayang. Papanya ganteng kok lagian saat USG kemarin sudah terlihat ketampanannya."


"Makasih ya sayang kamu menuruti keinginan aku saat ngidam," ucap Elena sambil mengusap kepala suaminya.


"Sama-sama sayangku. Aku jadi teringat saat kamu ngidam dan menyuruhku memakai daster kamu. Aku terlihat seperti banci saja."


"Itu kemauan anak kamu sayang."


"Iya, masih didalam perut saja sudah ngerjain Papanya," ucap Keano sambil mengusap perut Elena.


"Arghhh rasanya ngilu sekali," ucap Elena merasakan tendangan anaknya yang begitu kuat.

__ADS_1


"Nak, kasihan Mamamu. Kamu jangan menendang terlalu kuat ya," ucap Keano sambil memegang perut buncit istrinya dan mengusapnya pelan-pelan.


"Hmm sayang sudah tidak terasa sakit lagi. Ya sudah sekarang kita tidur dulu yuk sudah malam," ucap Elena.


Mereka lalu memutuskan untuk tidur. Satu jam kemudian Elena terbangun karena merasakan perutnya mulas. Elena mencoba untuk membangunkan suaminya yang sudah tertidur pulas.


"Keano, perutku sakit," sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.


Keano mengerjapkan matanya dan langsung duduk.


"Sayang, apakah perutmu kram atau kontraksi lagi?"


"Auwww... Keano.. Perutku rasanya sakit sekali dan sepertinya aku akan melahirkan."


Mendengar kata melahirkan Keano panik karena belum waktunya Elena untuk melahirkan.


"Kita ke rumah sakit sekarang juga," ucap Keano cemas.


Keano panik lalu menggendong Elena. Keano melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena takut istrinya akan melahirkan di mobil karena dari tadi Elena mengeluh sakit yang tak tertahankan sampai akhirnya Elena pingsan. Setelah sampai di rumah sakit Keano langsung menggendong istrinya dan memanggil Suster untuk membantunya. Sekarang mereka sudah masuk ke ruang bersalin.


"Pak, pasien tidak bisa melahirkan secara normal dan harus operasi caesar."


"Lakukan yang terbaik Dokter."


"Baiklah, kalau begitu Anda bisa menunggunya di luar."


Sebelum keluar Keano mengecup kening istrinya terlebih dahulu. Keano keluar dari ruang bersalin dan menghubungi keluarganya karena tadi tidak sempat memberitahu semua orang. Setengah jam kemudian Keano mendengar suara tangisan bayi.


"Alhamdulillah, akhirnya anakku telah lahir. Terimakasih Ya Allah," ucap Keano.


Tak lama kemudian Sonya dan Kenzo datang.


"Loh, nak kamu kok tidak menemani istrimu melahirkan?"


"Elena operasi caesar Mama jadi Keano suruh menunggu di luar dan alhamdulilah anakku sudah lahir. Kita jadi tinggal menunggu Dokter keluar."


Bayi mungil ganteng itu sudah berada di ruang bayi. Sekarang Elena sudah selesai sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Suster lalu membawa bayinya. Keano lalu mengadzani anaknya dan tadi anaknya sudah diberi nama.


"Sayang, ganteng sekali cucu kita," ucap Sonya.


"Iya cucuku ganteng banget. Kegantenganku menurun ke Keano dan kegantengan Keano otomatis menurun ke anaknya," ucap Kenzo bahagia cucunya mirip dengannya.


"Kamu namakan bayi ganteng ini siapa nak?"


"Elano Leonardo dan panggilannya El."

__ADS_1


"Nama yang bagus nak," ucap Sonya sambil mengecup pipi Baby El.


Kezia dan Revano akan datang besok pagi karena Reva menangis terus semalaman.


__ADS_2