Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 37 - Aku Hanya Mencintaimu


__ADS_3

Rey sudah sampai rumah. "Assalamualaikum," ucapnya.


"Wa'alaikum Salam, eh anak mami pulang-pulang kok wajahnya di tekuk. Ada apa sih nak?" tanyanya bingung dengan raut wajah anaknya.


"Risa kemana mi? Dia kuliah atau pemotretan?" ucapnya sambil bertanya kepada maminya


"Loh kamu gimana sih sayang. Kamu itu suaminya masa tidak tahu istrinya dimana?" ucap Mami Ana bingung malah nanya kepadanya.


"Risa udah diemin Rey 2 hari ini mi, semenjak Rey lebih memilih mengantarkan Luna pulang dari pada makan bersama Risa," ucapnya sedih.


"Salah sendiri sih kamu cuekin istri kamu. Giliran di cuekin balik kamu yang kelabakan kan? Mungkin sekarang Risa lagi mencari penggantimu karena kamu kemarin lebih mementingkan pelakor itu. Nak, kamu dengar baik-baik ya, Risa itu cantik dan banyak yang tertarik padanya. Apa kamu siap untuk melepaskannya?" ucap Mami Ana yang sudah mulai terbawa emosi akibat pelakor.


Rey pun teringat gimana Evan yang mencintai Risa. Mungkin sampai sekarang masih mencintai istrinya dan berusaha merebutnya.


"Gak lah mi. Rey gak mau melepaskan Risa begitu saja. Terus Rey harus gimana mi?" ucapnya agar maminya mau memberikan solusi.


"Minta maaflah padanya sayang. Ajak dia dinner romantis dan kasih hadiah. Wanita itu perlu perhatian dan kasih sayang," ucap Mami Ana.


"Kok mami kata-katanya sama kaya Rendy teman Rey yang playboy. Jangan-jangan mami sama Rendy baca artikel yang sama di google" ucapnya heran.


"Enak aja. Itu papi kamu pernah lakukan itu sama mami saat mami ngambek," ucapnya sambil menyentil pelipis anaknya.


"Auwww sakit mi, Iya deh Rey percaya sama mami" ucapnya sambil mengelus pelipisnya.


"Manja! gitu aja bilang sakit," cibir Mami Ana.


"Cepat kamu lakukan itu kepada Risa dengan ide mamimu yang cantik ini" ucapnya sambil tersenyum sungging.


"Iya mi nanti Rey lakukan," ucapnya sambil tersenyum.


*****


Matahari pun sudah berganti rembulan yang ditemani bintang-bintang. Malam ini terasa dingin dengan hadirnya bintang-bintang yang bertebaran di langit. Seketika rembulan dan bintang pun menghilang tertutup dengan awan mendung bersama dengan turunnya hujan yang menambah suasana menjadi dingin.


"Yang, aku mau bicara sama kamu."

__ADS_1


"Udah Rey jangan bicara sekarang, besok saja. Aku lagi ngantuk banget seharian kegiatanku kuliah pagi sampai siang, apalagi setelah itu aku ada pemotretan sampai sore dan malam ini baru saja aku selesai mengerjakan tugas kuliah ku," ucap Risa sambil merapikan tugas kuliahnya dan dimasukkan ke dalam tas, lalu naik di ranjang king size nya itu dan memunggungi Rey.


Rey pun sudah pasrah kalau Risa sudah bicara begitu. Rey pun terus menyusul Risa keranjangnya. Lalu memeluk Risa dari belakang.


"Rey apa-apaan sih kamu peluk-peluk aku. Lepasin gak!" ucap Risa.


"Gak, gak akan, sebelum kamu maafin aku!" makin mempererat pelukannya.


"Kamu lepasin tangan kamu dari perut aku, kalau enggak mau lepasin oke aku akan cari cara untuk bisa lepasin tangan kamu dari perutku dan setelah itu aku akan pindah tidur di kamar tamu saja!" ucapnya mengancam Rey.


"Jangan-jangan nanti mami sama papi tahu kalau kita lagi marahan," ucapnya.


"Bodo amat! Makanya lepas," ucap Risa yang mulai kesal.


Rey pun lalu melepas pelukannya. Setelah beberapa puluh menit Rey pun sudah tertidur. Risa pun yang melihat Rey sudah tidur pulas pun langsung menuju ke karpet bulunya. Dia sudah 3 malam ini tidur di karpet bulu. Ia masih marah sama Rey.


Jam menunjukkan pukul 02:18 wib. Rey pun merasakan tenggorokannya kering. Ia pun mulai mengerjap membuka matanya. Ia bingung saat Risa tidak ada di sampingnya.


"Loh kemana dia? Apa mungkin tidur di kamar tamu? Aku harus ke dapur untuk minum dulu, habis itu mengecek kamar tamu sebelum ketahuan mami dan papi" gumamnya.


"Sayang sebegitu marahnya kamu denganku, sehingga kamu sampai tidak mau tidur seranjang denganku. Sudah 3 hari kamu mendiamkan ku, apa 3 hari ini juga kamu tidur disini," ucapnya pelan sambil mengelus pipi Risa dan menggendongnya secara perlahan agar Risa tidak terbangun.


"Aku minta maaf. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi sayang," lalu mengecup kening Risa pelan.


Sekarang Risa sudah tidur di ranjangnya. Rey pun lalu ke dapur untuk minum. Setelah sampai kamarnya kembali Rey pun mengecek apakah Risa terbangun atau tidak. Rey pun tersenyum melihat istrinya masih tertidur pulas, lalu Rey pun berbaring di sampingnya dan memeluk Risa.


Pagi hari Rey dan Risa pun tidak mendengar alarm berbunyi. Mereka sampai melewatkan sholat subuh. Waktu menunjukkan pukul 06:27 mereka masih tertidur dengan pulas. Risa pun mulai mengerjapan matanya.


"Hah aku kesiangan," ucapnya sambil melihat jam. Risa yang sudah tersadar dari tidurnya pun membolakan matanya saat ia sudah pindah tidur di ranjang dengan Rey dan Rey masih memeluknya. Rey pun yang mendengar suara Risa pun akhirnya terbangun dan melepaskan pelukannya.


"Morning kiss," sambil mengecup pipi kiri Risa dengan cepat.


"Rey apa-apaan sih kamu, tiba-tiba cium aku, dasar modus!" ucapnya kesal.


"Itu kebiasaan mami saat pagi membangunkanku dan mencium pipiku dan itu akan menjadi kebiasaan baru kita yang," ucap Rey.

__ADS_1


Risa yang mendengar perkataan Rey pun melongo.


"Sayang maafkan aku, Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kamu percayalah kepadaku, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Sungguh aku hanya mencintaimu" ucapnya sambil menggenggam kedua tangannya kemudian mencium tangannya dan menatap wajah Risa.


Risa pun yang melihat kesungguhan dimata Rey dari tatapan matanya tidak ada kebohongan yang disembunyikan. Lalu Risa pun mengangguk pelan.


"Makasih sayang," ucapnya lalu memeluk Risa dengan erat. Rey pun bahagia akhirnya bisa berbaikan dengan Risa.


"Benar kata Mami dan Rendy si playboy itu. Wanita itu butuh perhatian dan kasih sayang. Aku harus berterima kasih kepadanya," batin.


"Say lepasin pelukannya. Aku sesak nafas nih kalau lama-lama kamu peluk," ucapnya.


Rey pun bahagia Risa sudah mulai memanggilnya say berarti dia sudah tidak marah lagi.


Risa pun lupa hari ini ia mengisi bath up dengan air dingin tidak dengan air hangat. Di luar masih terdengar gerimis yang menambah suasana tambah dingin. Risa pun bingung akhirnya mandi dengan air dingin dari pada mengisi bath up nya kembali dengan air hangat akan memakan waktu yang cukup lama di kamar mandi.


Rey dan Risa pun turun bersama. Setelah mandi Risa pun merasa kedinginan hari ini dia merasa tidak enak badan. Apalagi semalam ia sempat tidur di karpet bulu dan bahkan sudah 3 hari ini sudah tidur di karpet bulu tersebut. Mereka sudah duduk bersama di meja makan.


"Sayang, kenapa wajah kamu pucat sekali," ucap Mami Ana khawatir akan kondisi kesehatan menantu kesayangannya.


"Iya nak wajah kamu pucat, apa kamu sakit?" ucap Papi Aldi.


Rey pun yang mendengar mami papinya bicara seperti itu pun langsung menoleh ke arah Risa dan benar saja wajah Risa sudah pucat. Rey pun berfikir apa karena Risa semalam tidur di karpet bulu.


"Ini pasti gara-gara aku tidur di karpet bulu selama 3 hari makanya sekarang aku tidak enak badan dan ditambah pagi ini aku mandi air dingin. Mana pagi ini hujan lagi tambah dingin aja" batin.


"Risa cuma lagi gak enak badan aja kok mi," ucapnya.


Seketika Risa pun merasakan perutnya mual. Ia pun langsung menuju wastafel dapur. Mami Ana pun yang melihat Risa mual pun langsung berjalan mengejarnya.


"Hoekkk.. Hoekkk.. Hoekkk...." Risa pun memuntahkan semua isi perutnya. Mami Ana yang melihat menantunya mual pun langsung memijit tengkuknya.


"Mi kepala Risa pusing banget," ucapnya sambil memegang kepalanya.


"Sayang jangan-jangan kamu hamil? Gejala yang kamu rasakan seperti orang hamil dari tidak enak badan, pusing dan mual di pagi hari," ucapnya dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


__ADS_2