
Hari ini Sonya dan Kenzo terakhir menginap di hotel Rey. Mereka sudah sholat isya berjamaah dan sekarang sudah berada di restoran hotel Rey. Sonya hanya ngemil saja. Tidak bernafsu makan. Berbeda dengan tadi pagi dan siang Sonya sudah makan banyak. Malam hari ini habis hujan jadi terasa dingin sehingga Sonya menggunakan baju yang agak tebal.
"Sayang hadap sini dong dan tersenyum," ucap Kenzo lalu Kenzo memfotonya, tak lupa Kenzo mengirimkan ke Rey dinner romantisnya dan berterima kasih kepadanya.
"Kamu kenapa cuma ngemil aja sayang?" ucap Kenzo yang sambil memakan makanannya.
"Lagi gak nafsu makan aja sayang. Kan tadi pagi dan siang sudah makan banyak. Kalau malam juga makan banyak nanti aku gendut."
"Gak apa-apa kamu kalau gendutan sayang aku suka dan itu tandanya kamu bahagia menikah denganku. Lagian nanti kalau kamu hamil dan melahirkan pasti juga bakalan gendut kok sayang. Dimana nanti kamu akan sering ngidam saat hamil dan pas melahirkan nanti kamu akan makan banyak agar asi kamu juga keluar banyak."
Sonya hanya melongo mendengar ucapan Kenzo yang berpikiran ke masa depan dan sudah sejauh itu.
"Astaga aku hanya tidak ingin badanku lebih gendutan saja, tetapi pikiran Kenzo sudah sejauh itu?" batin Sonya.
"Hmm kamu gak boleh diet ya sayang. Sekarang kamu cobain makananku ya... Sini aku suapin, kamu" ucap Kenzo lalu menyuapi Sonya dengan makanannya.
Sonya pun akhirnya menurut menerima suapan dari Kenzo. Kenzo tersenyum istrinya nurut dengan perkataannya. Setelah mereka makan malam Kenzo dan Sonya akan kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Kenzo lalu menggandeng tangan Sonya dan berjalan ke lift. Sampai di kamarnya Kenzo langsung mengunci kamarnya. Tak lupa Kenzo mematikan lampu kamarnya dan hanya menyisakan lampu tidurnya yang nyala.
"Loh kok dimatiin lampu kamarnya?"
"Kan masih ada lampu tidurnya yang menyala sayang."
Kenzo mulai mendekati Sonya dan Sonya mulai berjalan mundur sampai ke tembok. Sonya jadi ingat perkataan Kenzo tadi pagi yang akan melakukannya lagi di malam hari.
"Astaga Kenzo benar-benar tidak lupa dengan perkataannya tadi pagi?" batin Sonya.
"Sayang jangan takut, bukankah semalam kamu juga menikmatinya?" ucap Kenzo yang menggoda Sonya.
Sonya hanya diam saja. Malu jika untuk menjawabnya. Sonya hanya pasrah saja karena jika dia menolak ajakan suaminya maka dia akan berdosa. Sonya ingin menjadi istri yang baik dan patuh dengan suaminya.
"Lakukanlah jika itu yang akan membuatmu bahagia sayang dan kita akan segera mengabulkan wasiat nenek," ucap Sonya yang terlihat serius.
Kenzo tersenyum manis mendengar ucapan Sonya. Kenzo langsung memeluk tubuh Sonya.
"Sayang aku melakukan ini juga karena aku sangat mencintaimu. Bukan hanya karena ingin wasiat nenek segera terkabul. Tapi aku juga sudah menginginkan anak darimu sayang. Aku takut kamu salah paham denganku."
Sonya kaget dengan perkataan Kenzo. Sonya lalu membalas pelukannya dengan mengusap punggung Kenzo.
__ADS_1
"Iya aku percaya padamu sayang, bahwa kamu melakukan ini karena kamu mencintaiku," ucap Sonya lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum.
Tak lupa Kenzo membaca doa terlebih dahulu sebelum melakukannya. Lalu dengan segera Kenzo memulainya dengan mengecup kening Sonya cukup lama. Akhirnya mereka melakukannya di malam kedua mereka menginap di hotel. Pagi hari Sonya bangun duluan. Sonya memandang wajah suaminya cukup lama dan memegang pipinya.
"Sampai kapan kamu akan memandang wajah suami tampanmu seperti itu sayang," ucap Kenzo dengan masih mata yang terpejam.
Sonya kaget sontak lalu melepaskan tangannya dari pipi Kenzo. Sonya akan bangun dari ranjangnya namun dengan cepat Kenzo meraih tangan Sonya. Hingga Sonya jatuh ke pelukan Kenzo.
"Ken....... Ini sudah pagi. Aku mau mandi."
"Nanti saja sayang mandinya. Aku ingin menikmati pagi yang indah ini hanya denganmu."
Sonya terbelalak mendengar ucapan Kenzo. Lalu Kenzo dengan segera melakukan hal itu lagi dengan Sonya. Sonya mulai marah dengan Kenzo.
"Ken kenapa kamu melakukannya lagi? Apa semalam kurang?" ucap Sonya dengan nada kesal.
"Tidak sayang, aku hanya mengikuti Rey saja."
Kenzo keceplosan berbicara seperti itu di depan istrinya.
"Mengikuti Rey?" tanya Sonya bingung.
"Iya aku tanya ke Rey dan mereka melakukannya pagi dan malam dalam sehari. Terbukti kan Risa langsung hamil sayang."
"Astaga Kenzo kamu tanya hal semacam ini ke Rey? Kamu tahu kan Rey itu masih muda, polos dan selalu berkata jujur?"
Sonya langsung menjewer telinga Kenzo.
"Ampun! Sakit telingaku sayang. Aku terpaksa tanya itu ke Rey karena aku hanya penasaran mereka melakukannya berapa kali sampai Risa benar-benar hamil."
"Lain kali kamu kalau nanya hal itu lagi pada Rey atau pada siapapun juga dan sampai ketahuan terdengar di telingaku aku gak akan maafin kamu," ucap Sonya dengan nada tinggi.
"Iya sayang gak akan lagi aku nanyain hal itu ke Rey atau siapapun. Sayang tolong lepasin telingaku sudah panas."
Sonya lalu melepaskan jewerannya. Kenzo lalu mengelus telinganya yang sakit dijewer Sonya. Sonya lalu meninggalkan Kenzo ke kamar mandi tak lupa Sonya mengunci pintu kamar mandi.
"Sayang bukain aku juga ingin mandi."
__ADS_1
"Gak, kamu nunggu nanti setengah jam lagi."
"Kelamaan sayang."
"Kalau kelamaan, kamu bisa pulang duluan dan mandi di rumah," ucap Sonya ketus.
Kenzo mematung mendengar ucapan Sonya yang sepertinya masih marah kepadanya.
"Sayang kamu jangan marah-marah padaku. Mungkin saja saat ini anakku sedang tumbuh di rahim kamu. Kamu jangan marah-marah ya, aku takut nanti kamu akan keguguran sayang."
"Mudah-mudahan saja kamu segera tumbuh di rahim Mamamu nak. Semoga usaha Papa 2 hari ini tidaklah sia-sia." batin Kenzo.
Sonya betapa terkejutnya mendengar ucapan Kenzo yang menurutnya konyol.
"Masa iya bisa tumbuh secepat itu? Yang menikah bertahun-tahun saja kadang juga belum diberi momongan," ucap Sonya pelan sambil geleng-geleng kepala.
Setelah setengah jam Sonya akhirnya keluar dari kamar mandi. Kenzo dengan cepat masuk ke kamar mandinya karena tubuhnya sudah lengket. Tak terasa jam menuju pukul 12:00 wib Kenzo dan Sonya sholat berjamaah lalu turun ke bawah akan makan siang. Setelah makan siang Kenzo dan Sonya akan pulang ke rumah Kenzo. Mereka telah dijemput oleh sopir yang telah bekerja lama di rumahnya Kenzo. Dengan perjalanan 37 menit akhirnya Sonya dan Kenzo sampai di rumahnya. Sang sopir meletakkan 1 kopernya sampai di ruang tamu dan di bantu oleh bibi yang membawanya ke kamar Kenzo.
"Sayang kalian sudah pulang?" ucap Mama Zaskia dengan senyuman.
Kenzo dan Sonya lalu mengecup punggung tangan Mama Zaskia.
"Iya Ma. Kakek sama Papa kemana Ma?"
"Mereka sedang pergi main golf."
"Ma kita sudah makan, Kenzo dan Sonya ke kamar dulu ya? Sonya kelihatannya masih capek Ma."
"Iya nak."
Mama Zaskia dari tadi memperhatikan cara berjalan menantunya.
"Sepertinya Kenzo tadi pagi juga melakukannya. Aishh seperti Papanya saja kelakuan anak itu." batin Mama Zaskia sambil geleng-geleng kepala.
Kenzo dan Sonya sudah pergi ke kamarnya.
"Sepertinya secepatnya aku akan segera punya cucu dari Sonya," ucap Mama Zaskia tersenyum senang.
__ADS_1
Mama Zaskia berharap Sonya beneran cepat hamil. Karena dia juga ingin segera punya cucu yang lucu-lucu dari Sonya wanita yang sangat cantik menurutnya.