
Pagi hari suara burung yang berkicauan terdengar sampai telinga Kezia. Biasanya suaminya selalu memasak untuknya setiap pagi. Tapi sudah satu mingguan yang lalu selalu Bibi yang masak. Kecuali saat makan malam kadang Revano yang membuat masakan. Hari ini hari Sabtu dan biasanya Revano akan berolah raga di pagi hari dengan berenang jika siang atau sore hari ke tempat gym.
"Revano......." Matanya masih terpejam sambil meraba tempat tidur disampingnya dan Revano sudah tidak ada.
Wanita cantik itu mulai mengerjapkan matanya dan melihat suaminya memang benar-benar tidak ada disampingnya. Kezia melirik jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
"Revano mana ya? Biasanya jam segini Revano mandi. Tapi kok tidak ada suara gemericik air." Gumamnya.
"Tadi pagi juga tidak membangunkan aku untuk sholat subuh." Biasanya Revano selalu membangunkan istrinya untuk sholat. Kadang mereka sholat berjamaah dan kadang juga sendiri-sendiri.
Kezia belum menyadari bahwa ada dua surat di atas meja riasnya dan kartu ATM. Kezia langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi pagi. Setelah kurang lebih dua puluh lima menit Kezia sudah selesai mandinya. Kezia langsung membuka lemari pakaiannya. Betapa terkejutnya saat pakaian Revano yang sebagian sudah tidak tergantung di sana.
"Apa Revano pergi ya? Tapi pergi kemana?" Masih bingung dengan kepergian Revano kemana.
Kezia lalu melihat hanya ada satu koper miliknya. Berarti satu koper lainnya yang punya Revano sudah tidak ada dan pertanda bahwa Revano benar-benar sudah pergi.
"Dirinya benar-benar pergi. Padahal baru semalam aku merasakan kenyamanan jika berada didekatnya." Sambil menghela napas panjang
Kezia masih teringat semalam Revano bilang bahwa sangat mencintainya lalu mengecup kening dan pipinya sebelum tidur. Revano tahunnya Kezia sudah tertidur padahal Kezia belum tidur.
Setelah berpakaiannya rapi Kezia keluar dari kamarnya.
"Bi, lihat suamiku tidak?" Sekarang baru mengakui kalau Revano sebagai suaminya.
"Tidak Non. Loh memangnya Den Revano pergi?"
"Iya Revano pergi Bi." Sambil menyeruput teh hangat buatan Bibi.
Ada dua cangkir teh hangat yang telah Bibi buatkan untuk Kezia dan Revano.
__ADS_1
"Tehnya yang satu buat Bibi saja. Lagian Revano sudah pergi."
"Baik Non." Bibi lalu mengambil teh hangatnya.
"Memang Den Revano pergi kemana Non?" Tanyanya penasaran.
"Aku juga tidak tahu Bi. Revano tidak bilang kalau mau pergi kemana."
Kezia belum berdandan jadi belum berkutat dengan meja riasnya. Setelah minum teh hangat Kezia memakan sandwich. Sesudah itu Kezia langsung masuk ke kamarnya. Seperti biasa wanita cantik itu akan berdandan dengan cantik saat akan ke butiknya. Kezia mengernyitkan dahinya saat ada 2 surat dan satu kartu ATM di atas meja riasnya.
"Apa ini?" Sambil membolak-balikkan surat yang ditulis tangan oleh Revano tersebut.
Kezia matanya terbelalak saat melihat surat yang satunya lagi dan ternyata surat dari pengadilan.
"Ini kan........." Perkataannya terpotong dan lalu membuka isi dari amplop tersebut.
"Surat gugatan cerai... Revano menceraikan aku?" Saat melihat Revano sudah menandatangani surat perceraiannya.
Semenjak Papa Kenzo merobek surat gugatan cerai Kezia kepada Revano lalu mereka sepakat untuk bercerai nanti setelah satu tahun pernikahannya.
"Kenapa Revano memutuskan dengan sepihak? Aku harus menemuinya. Tidak bisa seperti ini. Sangat gengsi sekali, seharusnya aku yang menceraikannya bukan ia yang menceraikan aku!" Kezia kini geram dengan Revano karena tidak berbicara tentang ini terlebih dahulu.
"Aku akan menandatangani ini nanti setelah aku bertemu dengan Revano. Aku akan meminta penjelasannya," ucapnya kembali.
Lalu Kezia memasukkan surat gugatan cerai tersebut ke dalam amplop kembali. Pandangannya Kezia lalu mengarah satu surat yang ada di sebelah kartu ATM tersebut. Karena penasaran Kezia akhirnya membuka surat tersebut.
Surat yang ditulis Revano kira-kira isi dari suratnya seperti berikut ini :
"Istriku, saat kamu sudah menandatangani surat perceraian tersebut kamu bukan istriku lagi. Aku selama ini sudah menuruti semua keinginan kamu. Tetapi kamu juga tidak pernah menghargai aku sebagai suamimu. Aku minta maaf kalau aku tidak memberitahu kamu untuk memutuskan ini secara sepihak. Lalu aku putuskan untuk mengambil langkah ini. Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Lagian kamu sudah tidak menginginkan aku lagi berada di sisimu. Menunggu setahun atau tidak akan tetap sama saja. Kamu juga akan menceraikan aku setelah setahun pernikahan kita yang tertulis di surat perjanjian nikah kontrak tersebut dan kamu tidak akan pernah mencintai diriku.
__ADS_1
Kamu sudah dua kali bilang kalau ingin aku pergi jauh dari kehidupan kamu bila perlu aku pergi untuk selama-lamanya dan aku akan menuruti semua keinginan kamu karena aku mencintai dan menyayangimu. Kamu selalu bilang hidupmu tersiksa saat menikah denganku. Aku juga tidak tega membiarkan orang yang aku cintai tersiksa hidupnya karena diriku. Meskipun perpisahan ini sangat menyiksa diriku namun aku akan tegar untuk menghadapi semuanya.
Aku sangat mencintaimu. Tapi cintamu bukanlah untukku. Aku sadar, aku bukan manusia yang sempurna. Aku mungkin tidak pantas untuk wanita cantik seperti dirimu dan aku lebih baik mundur dari pernikahan tak diinginkan ini. Lagipula kamu juga tidak mau memiliki anak dariku. Itu ada kartu ATM dan isinya murni uang hasil kerja kerasku sebagai model dan driver ojol. Password-nya tanggal pernikahan kita. Meskipun aku masih berstatus sebagai seorang mahasiswa tapi aku juga sadar aku juga harus memberimu nafkah. Jadi aku berkerja setelah sepulang kuliah.
Semoga kamu bahagia dengan orang yang bisa mencintai kamu apa adanya. Aku berharap kamu akan bahagia dengan laki-laki yang lebih baik dariku. Setelah ini aku akan menganggap kamu bukan sebagai mantan istri tetapi sebagai Kakak seperti Kakakku sendiri. Aku berharap kamu bisa menikah lagi dengan orang lain. Tapi tidak dengan Kakakku. Biarkan dirinya bahagia dengan Kak Sandra dan juga calon anaknya. Kamu harus melanjutkan hidup kamu. Percuma jika kamu mengejar cinta Kak Reno karena cintanya hanya untuk Kak Sandra. Terimalah uang hasil bekerja kerasku selama ini. Semuanya untukmu Kak Kezia.
Semoga suatu saat nanti kita akan bertemu lagi sebagai Kakak dan Adik. Bukan lagi suami istri dan aku berharap kita bisa menjalin hubungan baik seperti layaknya keluarga. Kamu tidak perlu mencari diriku Kak Kezia. Aku akan baik-baik saja dan tolong rahasiakan kepergian diriku dari Daddy Rey. Bilang saja aku mendapatkan beasiswa pendidikan keluar negeri. Terima kasih selama 3 bulanan ini kamu telah mengisi hari-hariku. Terima kasih atas semuanya Kak Kezia. Kamu sekarang bebas Kak Kezia. Bebas untuk melakukan apapun yang kamu mau.
Salam sayang dari adikmu Revano Putra Wijaya."
Tak terasa air mata Kezia jatuh menetes membasahi pipinya saat sudah membaca surat dari Revano. Kezia sekarang merasa kehilangan Revano. Kezia memang selama ini menganggap Revano hanya sebagai adiknya saja. Karena Kezia masih ingin bersanding dengan Reno, Kakak kandung dari Revano. Kezia melemparkan dua surat tersebut dan kartu ATM ke tempat tidurnya.
"Arrgghhhh..............." Kezia mengobrak-abrik meja riasnya. Berbahagi parfumnya sudah ada yang pecah di lantai.
Karena teriakan Kezia di dalam kamarnya akhirnya Bibi menghubungi Kenzo.
Alangkah terkejutnya Kenzo mendapatkan kabar bahwa menantunya pergi dan sekarang anaknya sedang marah mengobrak-abrik semua yang ada di meja riasnya. Kenzo dan Sonya lalu akan segera ke apartemennya bersama dengan Keano.
Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and biar author tambah semangat 🆙
tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂
Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❤️
Novel author masuk ke banner karya rekomendasi 😍
Yuk kepoin ceritanya Yudha dan Karin ada disana dan baru saja masuk ke karya rekomendasi ❤️
__ADS_1