Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Ruang Rahasia


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca karena jempolnya semakin menghilang akhir-akhir ini 😌



Revano masih melihat kekecewaan yang mendalam dari raut wajah putrinya. Menantunya itu sangat keterlaluan karena sudah menduakan putrinya saat tengah mengandung. Harusnya Reva diberi perhatian yang lebih dan ini malah sebaliknya. Reva seperti istri yang terabaikan.


"Nak, jika Rio datang kamu segera bersembunyi di ruang kerja Papa saja ya nak."


"Sama saja Rio akan mencari aku di ruang kerja Papa nanti. Pa, tolong bawa aku pergi ke tempat yang aman agar Rio tidak bisa mencari diriku."


"Putriku rumah ini aman untuk kamu bersembunyi sayang."


"Tapi Pa. Aku akan ketahuan jika tinggal di rumah ini. Rio sewaktu-waktu akan datang. Aku tidak mau melihat mukanya."


"Sayang, kamu tidak usah cemas nak. Hmm, ayo Papa tunjukkan sesuatu."


Revano menggandeng tangan putri kesayangannya menuju ke ruang kerjanya.


"Kamu bisa bersembunyi dibalik rak ini nak," ucap Revano yang lalu membalikkan rak buku tersebut menggunakan remote dan terlihat ada satu pintu untuk menuju ruang rahasia.


Reva terkejut saat Papanya itu membalikkan rak tersebut dan ada satu ruangan. Karena orang pasti tidak akan mengira bahwa terdapat sebuah ruangan rahasia dibalik rak buku tersebut.


"Sini sayang coba kita masuk," ucap Revano setelah menekan pin masuk ruang rahasia tersebut.


Perlahan Reva mengikuti Papanya.


"Pa, aku tidak menyangka Papa memiliki ruang rahasia."


"Sssttttt..... Ini rahasia nak. Yang tahu hanya Kakek dan Papa saja. Bahkan Mama kamu saja tidak tahu akan hal ini."


"Jadi Kakek yang membuatnya?"


"Iya nak."


"Kakek Rey sangat pintar sekali. Eh tunggu, apa tujuan Kakek membuat ruang rahasia ini Papa?"


"Ini sebenarnya sudah sejak dulu ada, Kakek buyut kamu yang membuatnya. Hanya saja Kakek Rey renovasi saat Nenek Risa sedang tidak ada di rumah."


"Tapi alasannya apa Pa? Kok dibuat ruang rahasia seperti ini?"


"Tujuannya hanya satu yaitu untuk menghindari kemarahan dari istri-istri kita. Jadi ini ruangan dibuat untuk bersembunyi."


"Astaga, sifat suami-suami takut istri ternyata sudah ada dari dulu sejak Kakek buyut?"


"Hehe, seperti itulah nak. Papa juga takut jika Mama kamu sering marah-marah gak jelas saat kedatangan tamu bulanannya."


Reva lalu ingat akan sesuatu.


"Jadi saat itu Mama marah-marah dan mencari Papa disekitar rumah yang tidak ketemu-ketemu itu ternyata Papa bersembunyi di ruangan ini?"


"Iya nak. Putri Papa pintar sekali menebaknya. Tapi ini rahasia ya sayang," ucap Revano mengusap kepala anaknya.


"Iya Papa. Reva bisa jaga rahasia."


"Haha, aku tidak menyangka saja ada sejarahnya dibuat ruang rahasia ini," ucapnya kembali.

__ADS_1


"Kamu tahu sendiri kan kalau Mama kamu itu sangat galak? Meskipun hatinya sangat lembut."


"Iya Papa."


Seketika perut Reva berbunyi, pertanda bahwa Reva harus segera untuk mengisi perutnya.


"Apa tadi kamu belum makan nak?"


"Belum Papa."


"Astaga, kamu membiarkan cucu-cucu Papa kelaparan," ucap Revano sambil geleng-geleng kepala.


"Ayo sayang kita keluar. Dan kamu harus makan yang banyak. Papa tidak mau kedua cucu Papa sampai kelaparan," ucap Revano menggandeng tangan anaknya dan keluar dari ruang rahasia tersebut.


Saat akan keluar dari ruang kerjanya Revano dan Reva terkejut saat Kezia ada di depan pintu.


"Mama..."


"Nak, Mama cari kamu di kamar dan ternyata kamu sama Papa ke ruang kerja."


"Tadi Reva nyaman curhat di ruang kerja. Oh iya, Reva belum makan sayang."


"Kalau begitu sarapan dulu yuk nak."


"Iya Ma. Reva mau ditemani Papa sarapannya."


"Kamu dari kecil sampai mau punya anak dekatnya sama Papa kamu terus," ucap Kezia.


"Kan ada Reza sayang yang lebih dekat sama kamu," ucap Revano terkekeh.


"Ah anak itu manjanya seperti kamu," sahut Kezia.


"Baiklah, ayo kita sarapan."


Reva dan Papanya lalu menuju ke ruang makan.


Setelah sarapan pagi, keluarganya memberikan kejutan dengan kue ulang tahun.


"Selamat ulang tahun sayangnya Papa."


"Selamat ulang tahun anak Mama," ucap Kezia.


Revano dan Kezia lalu mengecup pipi anaknya dan Reza mengabadikan itu dengan foto. Reva lalu memejamkan matanya sambil memegang kedua pipi Papa dan Mamanya. Setelah mengucapkan makasih ke Papa dan Mamanya kemudian sang adik memeluknya.


"Selamat ulang tahun Kakak."


"Makasih adikku yang manja."


"Ah Kakak, jangan bilang aku manja."


"Emang kenyataannya seperti itu," ucapnya terkekeh.


Rey dan Risa juga memberikan ucapan untuk cucunya yang sedang mengandung kedua cicitnya itu. Tak lupa Reyhan juga mengucapkan selamat. Reva bahagia saat ulang tahunnya itu akhirnya bisa dirayakan dengan keluarganya.


...*****...

__ADS_1


Bibi melihat jam dinding dan sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi.


"Tuan, sudah siang."


Rio mulai mengerjapkan matanya saat mendengar suara asisten rumah tangganya mengetuk pintu kamarnya.


"Astaga, aku kesiangan," ucapnya yang terkejut melihat jam dindingnya.


Pagi ini Rio belum melihat istrinya dan langsung menuju ke kamar mandi. Setelah mandi Rio terkejut saat melihat buket bunga yang salah alamat tersebut berada di atas meja rias istrinya. Matanya membulat sempurna saat melihat cermin meja rias sang istri sudah tinggal beberapa kaca yang masih menempel. Rio tahu istrinya pasti kemarin emosi dan akhirnya meninju cermin itu.


Rio saat ini khawatir dengan tangan wanita yang sedang mengandung benihnya tersebut terluka. Rio lega saat melihat koper di kamarnya masih ada dan berarti istrinya itu tidak pergi meninggalkannya. Dengan cepat Rio memakai baju yang telah Reva siapkan.


Rio lalu sarapan pagi dan sudah hafal dengan masakan sang istri. Masakan Reva tidak perlu diragukan lagi dan sudah pasti sangat enak. Rio makan dengan lahapnya.


"Reva kemana Bi? Dari tadi aku tidak melihatnya."


"Maaf Tuan, saya tidak tahu Nyonya pergi kemana. Soalnya tadi pagi Nyonya buru-buru pergi."


"Oh tumben pagi-pagi sekali pergi dan tidak izin denganku."


"Tuan tadi saya lihat Nyonya habis menangis," ucapnya kembali.


"Apa aku sudah keterlaluan dengannya? Selama dua bulan ini aku telah mengabaikannya," batin Rio.


Dengan cepat Rio menyudahi acara sarapan pagi. Rio meraih tas kerjanya dan bangkit dari tempat duduknya.


Rio berjalan, namun langkahnya terhenti ketika melewati ruang keluarga. Bibi sengaja tidak memberesi kue yang Reva letakkan dari semalam. Rio juga melihat satu kue yang ukurannya lebih kecil dengan lilin yang sudah semalam Reva nyalakan. Sedangkan kue satunya masih utuh karena belum ada lelehan lilin.


"Astaga, apa yang aku lakukan semalam? Sampai aku melewatkan anniversary pernikahan dan sekaligus ulang tahunnya," ucap Rio yang menyesal melewati hari spesial bersama sang istrinya.


Rio berpikir bahwa Reva pergi pagi-pagi karena menghindar bertemu dengannya dan merasa kecewa karena semalam tidak merayakan hari spesial itu.


"Bi, Bibi..."


"Iya Tuan."


"Bawa kuenya dan masukkan ke dalam kulkas."


"Baik Tuan."


"Tunggu sebentar Bi. Apakah kemarin Reva beli kuenya?"


"Nyonya bikin sendiri Tuan dan bahkan saya dicegah untuk membantunya karena katanya kuenya spesial. Nyonya wanita yang hebat, saat sedang hamil besar masih sanggup membuat 2 kue sekaligus."


Kata spesial membuat Rio merasa semakin bersalah dengan sang istri. Rio kemudian membuka hp miliknya dan menelepon sang istri. Namun nomornya tidak aktif. Rio lalu berpikir bahwa istrinya itu pasti pergi ke rumah orangtuanya.


"Nanti setelah pulang dari kantor aku akan ke rumah Papa mertua," ucapnya dan lalu pergi.


"Tuan akan menyesal karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik Nyonya. Mudah-mudahan saja Tuan segera sadar akan sikapnya itu setelah kepergian Nyonya," ucap Bibi lirih sambil menutup pintu.


Bibi yakin kalau Reva pergi karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit hatinya. Wanita mana yang kuat jika saat sedang hamil diduakan oleh suaminya. Terlebih sudah 2 bulan ini Rio tidak memberikan kasih sayangnya untuk kedua anaknya.


Bersambung ...


Yuk kenalan dengan author lebih dekat dengan follow akun instagram @Linaysofficial

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk novel ini ya readers 🤗



__ADS_2