Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Pingsan


__ADS_3

Kezia merasakan perutnya mulai mulas. Tapi kali ini sakitnya sangat luar biasa. Kezia mengusap perut buncitnya perlahan-lahan. Padahal perkiraan anaknya akan lahir besok. Tapi Kezia sudah merasakan tanda-tanda anaknya akan lahir hari ini.


"Sayang cepat mandinya....." Teriak Kezia yang merasakan kesakitan saat air ketubannya sudah pecah.


Karena tak kunjung keluar dari kamar mandi Kezia kembali memanggil nama suaminya.


"Arghhh sakit sekali perutku..... Revano mana sih........" Perutnya semakin sakit saat ini.


"Rev... Revanooooo............" Teriak Kezia yang merasakan sakitnya semakin bertambah.


Revano lalu menyudahi kegiatan mandinya saat mendengar teriakan istrinya dari luar yang terus saja memanggil namanya. Revano jadi khawatir saat mendengar suara teriakan istrinya yang sedang merasakan kesakitan. Revano keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya yang sudah terduduk di lantai. Revano matanya terbelalak saat melihat air ketubannya sudah pecah.


"Sayang..........." Revano terkejut saat melihat istrinya yang sudah tak berdaya, kepala Kezia senderan di tepi ranjangnya sambil memegang perutnya.


Revano masih menggunakan handuk yang hanya sebatas pinggangnya.


"Rev, aku akan melahirkan. Kamu cepatlah berpakaian." Kezia berbicara sambil menahan rasa sakitnya.


Revano bergegas menggunakan pakaian dan lalu menggendong istrinya keluar dari kamarnya. Kenzo membantunya untuk membawa Kezia ke rumah sakit. Elena dan Keano sedang berada di rumah Evan. Elena ingin tinggal di rumah orangtuanya. Sedangkan Sonya sedang ada arisan bersama teman-temannya.


Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah rumah sakit.


"Revano, rasanya sakit sekali. Aku tidak kuat," tatapan Kezia sendu saat ini.


"Sayang, bertahanlah," ucap Revano khawatir sekaligus cemas.


Revano mengusap perut buncit Kezia. Mungkin ini terakhir kalinya Revano mengusapnya sebelum anaknya lahir melihat dunia. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Revano menggendong Kezia dengan berjalan sedikit berlari agar cepat sampai.


"Suster, tolong. Istri saya mau melahirkan."


"Baiklah, mari ikut saya."


Revano lalu ikut Suster masuk ke dalam ruang bersalin. Tak lama kemudian Dokter masuk dan mengecek kondisi pasiennya.


"Baru pembukaan ke 8. Nanti akan segera ditangani setelah pembukaannya lengkap."


"Sampai pembukaan ke berapa Dok?" tanya Kezia sambil menahan rasa sakitnya.


"Sepuluh," jawabnya singkat.


"Apa???" Kezia membolakan matanya. Revano juga tak kalah terkejutnya mendengar perkataan sang Dokter.


"Auwww... Perutku sakit sekali. Kenapa tidak sekarang saja melakukan tindakannya..." Teriak Kezia mengaduh merasakan kesakitan dan anaknya terus saja menendang-nendang dalam perutnya.


"Sabar ya mbak, melahirkan anak itu memang sakit dan butuh perjuangan. Mbak dan Masnya saja dulu membuatnya juga butuh perjuangan kan?" ucap Suster yang dengan gaya bicaranya ceplas-ceplos tersebut.

__ADS_1


Revano hanya geleng-geleng kepala saat mendengarnya. Sedangkan Kezia matanya membulat dengan sempurna dan tidak habis pikir bahwa ada Suster yang sifatnya seperti ini.


"Saya tinggal dulu dan nanti saya akan kembali lagi. Jika nanti sudah terasa sakit lagi tekan tombolnya."


"Dari tadi sudah sakit Suster," ucap Kezia dengan sedikit berteriak.


Kenzo sudah menghubungi istrinya dan juga anaknya. Karena Sonya tidak menjawab teleponnya lalu Kenzo mengirimkan pesan WhatsApp dan berkata bahwa Kezia akan melahirkan di rumah sakit. Keano dan Elena sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Kenzo juga sudah menghubungi Rey dan Risa. Hanya Rey saja yang mengangkat teleponnya dan langsung menuju ke rumah sakit.


Risa, Sonya dan Lova sedang ada arisan bersama teman-temannya sosialitanya. Risa lalu membuka tasnya dan ada beberapa panggilan dari Kenzo dan juga Rey. Risa lalu menelepon balik Rey namun tidak diangkat. Risa lalu mencoba untuk menelepon Kenzo.


"Hallo Ken, ada apa menelepon? Sonya masih bersama aku dan teman-temanku. Kita masih ada acara arisan."


"Kezia akan melahirkan. Sekarang kita sudah ada di rumah sakit. Aku juga sudah mengirimkan pesan WhatsApp dan share location agar kamu bisa segera tahu lokasi rumah sakitnya."


"Apa? Kezia mau melahirkan?" Seketika semua orang yang sedang arisan hening karena Risa berbicara dengan sedikit berteriak.


"Iya, Risa cepatlah kemari dan beritahu Sonya kalau Kezia akan melahirkan."


"Baik Kenzo. Kami akan segera kesana."


Risa lalu menutup teleponnya.


"Cucu kita akan segera lahir Risa," ucap Sonya matanya berbinar-binar.


"Iya Sonya. Ayo kita ke rumah sakit. Mereka sudah menunggu kedatangan kita."


"Iya, ayo kita ke rumah sakit sekarang juga."


"Wah, selamat ya Jeng cucunya mau lahir."


"Semoga lancar persalinannya," ucap teman yang satunya.


"Aamiin, terimakasih Jeng," ucap Risa.


Mereka bertiga lalu pamit duluan ke rumah sakit. Mereka lalu masuk ke dalam mobilnya masing-masing. Karena Sonya tadi tidak membawa mobil karena diantar sopirnya maka Sonya satu mobil dengan Risa.


...*****...


Kezia merasakan sakit yang luar biasa kembali lagi dan kali ini lebih sakit daripada yang tadi.


"Revano, tekan tombol itu. Perutku sakit sekali. Arghhh....."


"Eh, iya sayang," ucapnya dan Revano lalu menekan tombol tersebut tak lama kemudian Dokter dan dua Suster masuk.


"Auwww... Kenapa rasanya sakit sekali. Revano ini rasanya lebih sakit daripada saat malam pertama kita!"

__ADS_1


Revano membolakan matanya karena Kezia berbicara seperti itu saat sudah ada Dokter dan Suster yang datang.


"Saya cek dulu ya?" ucap sang Dokter.


"Pembukaannya sudah lengkap. Jadi pasien akan segera melahirkan."


Kezia menuruti aba-aba dari Dokter dan juga Suster.


"Ayo Bu dorong terus," ucap Suster.


"Sakit banget Suster."


"Sayang, semangat. Ada aku yang akan selalu bersamamu," ucap Revano mengecup kening Kezia dan menyemangati istrinya yang sedang berjuang melahirkan anaknya.


"Ayo Bu dorong lagi."


"Aaaaaaaaaaaa............" Kezia berteriak sambil mencengkram erat lengan Revano.


Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi menangis.


"Oek...... Oek....... Oek..........." Bayi mungil cantik tersebut menangis saat melihat dunia.


"Anak kita sudah lahir sayang," ucap Revano tersenyum bahagia dan lalu mengecup kening Kezia.


Kezia teraenyum tipis. Kezia lega anaknya telah lahir, Kezia melihat anaknya sekilas wajahnya cantik dan imut. Sekarang statusnya sudah resmi menjadi seorang ibu.


Berbeda dengan Revano yang melihat anaknya masih berlumuran darah langsung pingsan.


"Ah payah punya suami berondong. Lihat anaknya lahir saja pingsan."


Suster yang satunya lalu membantu Revano. Pintu ruangan dibuka sedikit.


"Keluarga pasien....."


"Iya Sus."


"Suami dari pasien pingsan."


"Apa?" tanya Sonya.


"Huh, gak anak gak bapaknya sama saja lihat anaknya pingsan."


"Hah?" tanya Reno.


"Iya nak. Dulu Daddy kamu juga pingsan saat Mommy melahirkan kamu. Mommy juga gak habis pikir itu akan terjadi juga kepada Revano."

__ADS_1


Sekarang bayinya sudah dibersihkan dan tadi yang mengadzani Kenzo. Melihat cucunya wajahnya sangat cantik Kenzo bahagia. Sekarang Kezia sudah selesai penanganan dari Dokter dan sudah dipindahkan ke ruang rawat. Tinggal nunggu waktunya sadar saja karena tadi saat dilakukan penanganan Kezia dibius.


__ADS_2